Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Berkenaan dengan usul Gubernur dr. Murdjani dan Resolusi DPRD Tingkat I Kalimantan Selatan kepada Pemerintah Pusat untuk pemindahan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dari Banjarmasin ke Banjarbaru belum mendapat perhatian, Gubernur Kalimantan Selatan memandang perlu untuk menetapkan status kecamatan bagi Banjarbaru dengan kampung-kampung yang berada di sekitarnya.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
1 Komentar
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Setelah nama Banjarbaru ditorehkan oleh Peijl, tidak ada gagasan atau usaha yang berarti untuk mengubahnya. Tidak ada yang menyadari bahwa nama Banjarbaru pada awalnya bersifat tentatif. Artinya, kalau ada nama yang dianggap lebih tepat oleh masyarakat, terbuka peluang untuk mengubahnya. Atau, memang nama Banjarbaru itu sejatinya sudah sangat tepat? Wallahualam bissawab.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
1 Komentar
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Sebagaimana telah diintroduksi, Gubernur Kalimantan dr. Murdjani menggagas pembangunan ibukota Kalimantan di daerah yang kini kita kenal sebagai Banjarbaru. Pada tahun 1953 di daerah “kosong” tersebut mulai dibangun kantor-kantor pemerintahan untuk dinas-dinas, jawatan-jawatan tingkat provinsi, dan perumahan pegawai pemerintah.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
No Comments Yet
Oleh Ersis WarmansyahAbbas
Perjuangan dan persiapan menjadikan Banjarbaru sebagai kotamadia, seolah telah menjadi bagian terlekad setiap Walikota Administratif Banjarbaru. Berdasarkan apa-apa yang telah dilakukan walikota terdahulu, semasa Hamidhan B. (1993-1998) menjabat walikota ke sembilan, segala sesuatu telah dilakukan dengan sangat serius dan tanpa mengenal lelah.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
No Comments Yet
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Pergulatan Banjarbaru menuju ibukota Kalimantan Selatan, awalnya ibukota Kalimantan, sebagaimana digagas dr. Murdjani, nampaknya tidak pernah surut. Hal tersebut terlihat dari paparan “perjuangan” mewujudkan Banjarbaru sebagai kotamadia sekaligus landasan menuju ibukota Kalimantan Selatan. Pihak Pemerintah Kota Administratif Banjarbaru, masyarakat, Pemda Banjar, dan Pemda Kalsel, sesuai dengan “kemampuan” selalu berusaha. Hasilnya saja yang kurang memuaskan.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
No Comments Yet
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Banjarbaru pada waktu dicanangkan sebagai ibukota Kalimantan “belum apa-apa”. Menurut cerita tetuha, cikal-bakalnya Banjarbaru bermula dari Gunung Apam. Gunung Apam adalah “puncak” perbukitan di lintasan jalan Banjarmasin-Martapura, kira-kira di lokasi Bank BRI Banjarbaru sekarang. Di daerah ketinggian itu belum ada pemukiman. Hamparan tanahnya ditumbuhi padang ilalang dan pohon-pohon yang masih terkesan angker. Di samping lintasan jalan darat, juga lintasan pencari (pendulang) intan tradisional di belakang Unlam Banjarbaru saat ini.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
1 Komentar
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Alkisah, pada suatu pagi di tahun 1951 Gubernur Kalimantan dr. Murdjani beserta staf dan karyawan melakukan apel bendera di halaman Gubernuran. Hujan yang mengguyur mengakibatkan Banjarmasin tergenang air. Ketika memberikan sambutan, air pasang ikut “bergabung”. Akibatnya, upacara terpaksa berpindah tempat. Seperti biasa, dokter bervisi jauh ke depan tersebut hanya bisa mengelus dada tak berdaya menghadapi “keganasan alam” Banjarmasin.
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
No Comments Yet
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Pelantikan Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Walikota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid di Jakarta, 27 April 1999, menandakan resminya alih status Banjarbaru dari Kota Administratif menjadi Kotamadia (kota).
Baca selebihnya »
19 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Sejarah Banjarbaru |
|
No Comments Yet
Oleh Toni Febuari
Kita semua tahu, bahwa tulisan kita bisa dipublikasikan dimana saja, di koran, di majalah atau dengan sarana modern seperti website. Tulisan bisa berbentuk fakta atau memiliki isi dan bobot tertentu di dalamnya sehingga pantas untuk dipublikasikan. Pernah dengar Codex Hammurabi? Undang-uandang pertama di dunia yang ditulis dengan cara dipahat. Untuk mengatur masyarakatnya, Hammurabi memahatnya supaya diketahui masyarakatnya dan mematuhinya.
Baca selebihnya »
18 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Tulisan Mahasiswa |
|
& Komentar
Oleh Bambang Subiyakto
Dalam sejarahnya, Banjarmasin sering disebut sebagai salah satu pusat perdagangan internasional, namun seiring dan hampir sama seringnya juga disebut sebagai daerah pusat terjadinya kasus perompakan, di samping penyelundupan dan perdagangan gelap. Banjarmasin yang dimaksud adalah sebuah kesultanan yang tumbuh sejak pertengahan Abad XVI hingga Abad XIX. Wilayah pengaruh kekuasaannya cukup luas, termasuk daerah kesultanan Kotawaringin di sebelah Barat dan daerah kesultanan Kutai di sebelah Timur.
Baca selebihnya »
17 Juli 2007
Ditulis oleh
admin |
Bambang Subiyakto |
|
& Komentar