Materi Pembelajaran : Sejarah
Pokok Bahasan : Penyebaran Agama Hindu dan Budha di Indonesia
Kelas / Semester : XI / I
Waktu : 2 x 40 menit (1 x Pertemuan)
Indikator Pencapaian Belajar : – Siswa mengetahui darimana Agama Hindu-Budha bersasal.
- Siswa mengetahui pendapat para ahli mengenai masuknya Agama Hindu-Budha ke Indonesia.
- Siswa mampu menguraikan proses masuknya Agama Hindu-Budha ke Indonesia.
Kompetensi Dasar : – Siswa mampu menganalisis pengaruh Agama Hindu-Budha terhadap masyarakat Indonesia.
1. Kegiatan Belajar Mengajar
A. Materi
Agama Hindu berasal dari India,dan mengenai golongan mana yang menyebarkannya ke Indonesia para ahli berpendapat tidak sama. Pendapat pertama mengatakan bahwa bangsa Indonesia bersifat pasif,pendapat ini terbagi dalam 2 teori yaitu Teori Ksatria (Bosch) dan Teori Waisya (N.J. Krom).Kemudian pendapat yang kedua menyatakan bahwa bangsa Indoneisa bersifat aktif,dengan adanya Teori Brahmana yang dikemukakan oleh Van Leur.
Agama Budha juga berasal dari India,tapi tidak memiliki system kasta seperti halnya Agama Hindu. Menurut perkiraan para ahli sejarah Agama Budha lebih dahulu masuk ke Nusantara dibandingkan dengan Agama Hindu.
B. Model
Pembelajaran Langsung dan Kooperatif
- Materi langsung disampaikan secara sistematis dan terarah.
- Materi dapat dibagi dalam beberapa bagian.
C. Metode
- Ceramah
- Tanya Jawab
- Diskusi
D. Strategi
- Individual dan Kelompok
E. Kegiatan
1. Kegiatan Awal (15 menit)
– Menanyakan kesiapan siswa terhadap pelajaran yang akan disampaikan.
– Menanyakan kehadiran siswa.
– Menanyakan dan mengingat kembali tentang materi yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
– Guru menyampaikan materi secara menyeluruh dan sistematis sesuai dengan model pembelajaran.
– Materi yang disampaikan :
1. Penyebaran Agama Hindu di Indonesia
2. Penyebaran Agama Budha di Indonesia
– Menggunakan media peta untuk menunjukkan proses masuknya Agama Hindu_Budha ke Indonesia.
– Siswa diberikan kesempatan untuk mengadakan tanya jawab tentang materi yang disampaikan.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Bersama-sama menyimpulkan pelajaran
- Guru memberikan tugas untuk materi selanjutnya.
F. Alat dan Sumber Bahan
1. Media : Peta
2. Sumber Bahan : – Buku paket Sejarah untuk SMU Kelas XI, KTSP, terbitan Ganeca Exact.
- LKS bagi siswa
Komentar
oleh
EDWIN NORJAMI |
1 Oktober 2007
RENCANA PEMBELAJARAN
Nama Sekolah:SMA
Mata Pelajaran:IPS
Sub Mata Pelajaran:Sejarah
Kelas/Semester:XII/2
Materi Pokok:Perubahan Dunia Setelah Perang
Dunia II
I.Standar Kompetensi;Menganalisis Perkembangan dunia sejak perang dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir
II.Kompetensi dasar:menganalisis perkembangan dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan eknomi internasional setelah PD II sampai berakhirnya perang dingin
III.Indikator:
1.menjelaskan mengenai dekolonisasi di Asia-Afrika dengan transformasi politik dan sosial di berbagai negara.
Munculnya proses dekolonisasi di asia-afrika diawali oleh bangkitnya rasa nasionalisme dari bangsa-bangsa di kawasan Asia-Afrika seperti gerakan nasionalisme Jepang,Cina,India,Turki,Filipina.sedangkan di Afrika diantaranya gerakan nasinalisme Mesir,Libya,Kenya,Uganda,Mozambique,Afrikaselatan,angola,dan Ethiopia.
2.menjelaskan tenteng munculnya gerakan nasionalisme di kawasan Asia.
munculnya nasionalisme diasai disebabkan oleh beberapa faktor:
a.kenangan kejayaan masa lampau
b.penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme
c.munculnya golongan cendikiawan
d.kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
e.kemajuan dalam bidang politik,ekonomi,sosial,dan budaya di negara-negara terjajah.
IV.Metode Yang digunakan:Diskusi kelas
V.Media pembelajaran:
1.buku paket sejarah
2.peta dunia
3.artikel-artikel
VI.Evaluasi:
soal essy:
1.mengapa kenangan kejayaan masa lampau dapat menjadi salah satu pendorong munculnya semangat nasionalisme?
2.apa alasan Commodore Perry membuka politik isolasi Jepang?
3.sebutkan ajaran-ajaran Gandhi/
Komentar
oleh
akhmad fauji NIM:A1A105029 |
1 Oktober 2007
Nama:Erina Marsiana
Nim:A1A105014
Satuan Pembelajaran
Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : 2
Materi Pokok : Proses Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
- Menguraikan sebab-sebab runtuhnya pemerintahan orde baru
II. Proses berakirnya pemerintahan orde baru
III. Indikator :
1). Menganalisis sebab keruntuhan orde baru.
2). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi.
3). Menyusun kronologi jatuhnya pemerintah orde baru.
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses brakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi keruntuhan orde baru.
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi proses keruntuhan pemerintahan orde baru.
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
Komentar
oleh
dinnabarada |
1 Oktober 2007
Nama : Erina Marsiana
Nim : A1A1O5014
1. Satuan Pembelajaran
2. Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : 2
Materi Pokok : Proses Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
- Menguraikan sebab-sebab runtuhnya pemerintahan orde baru
II. Proses berakirnya pemerintahan orde baru
III. Indikator :
1). Menganalisis sebab keruntuhan orde baru.
2). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi.
3). Menyusun kronologi jatuhnya pemerintah orde baru.
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses brakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi keruntuhan orde baru.
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi proses keruntuhan pemerintahan orde baru.
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
Komentar
oleh
Erina Marsiana |
1 Oktober 2007
SATPEL SEJARAH
Mata pelajaran : Sejarah
Satuan pendidikan : IPS
Kelas/Semester : XII/1
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi : Menganalisis Peristiwa proklamasi 17 agustus 1945
Kompetensi dasar :
a. Siswa mampu menganalisis perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
b. Siswa mampu menganalisis pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
c. Siswa mampu menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Indikator :
- Menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
- Menceritakan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Menghayati dan memahami makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
2. Siswa mampu menceritakan kembali pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
3. Siswa mampu manghayati dan memahami makna proklamasi bagi Indonesia.
Materi standar :
Perumusan teks proklamasi :
- Teks proklamasi di susun oleh Ir. Soekarno, Drs, Moh Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah Laksamana muda Maeda
Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia :
- Pembacaan teks proklamasi di laksanakan di depan rumah Soekarno di jalan pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada hari Jum’at 17 agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia :
- Bangsa Indonesia dengan tekad dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bengsa yang merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing yang telah dideritanya sejak lama.
- Bangsa Indonesia menjadi pelopor bengsa-bengsa di Asia Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa asing. Proklamasi kemerdekaan yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah terbebas dari segala bentuk penindasan dan ikatan bangsa-bangsa asing.
Metode pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab
Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan awal : - Mengisi presensi dan memeriksa kehadiran siswa
- Berdo’a pembuka
Kegiatan inti : - Pemberian materi dan tanya jawab
Kegiatan akhir: - Melakukan evaluasi atas hasil pembelajaran
- Berdo’a penutup
Media : Papan tulis
Sumber pembelajaran : Buku Sejarah untuk SMA Kelas XII, penerbit Erlangga.
Evaluasi :
1. Dimanakah teks proklamasi di rumuskan? Dan kenapa teks proklamasi dirumuskan di tempat tersebut?
2. Siapa saja yang merumuskan teks proklamasi?
3. Lapangan Ikada merupakan tempat yang cocok untuk pembacaan teks proklamasi, tetapi kenapa teks proklamasi dibacakan tidak di lapangan Ikada?
4. Apa isi dari teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?
5. Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki 2 makna yang sangat penting, sebutkan 2 makna tersebut!
Ket :
- pertanyaan di atas bisa dilakukan secara Lisan atau Tulisan, tergantung waktu yang ada.
- Setiap soal diberi 2 nilai.
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XI/II
Standar kompetensi : Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah bangsa Indonesia dari abad ke 18 sampai abad ke 20
Kompetensi dasar : Menjelaskan pengaruh revolusi Perancis terhadap perkembangan pergerakan nasional indonesia
Indikator :
1. Menganalisis latar belakang terjadinya revolusi Perancis
2. Menjelaskan jalannya peristiwa revolusi perancis
3. Menghubungkan akibat revolusi perancis terhadap proses pergerakan nasional Indonesia
Alokasi waktu : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran)
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menganalisis latar belakang terjadinya revolusi Perancis
2. Siswa mampu menjelaskan jalannnya peristiwa revolusi Perancis
3. Siswa mampu menghubungkan akibat revolusi Perancis terhadap proses pergerakan nasional Indonesia
Materi pembelajaran :
1. Keadaan Eropa sebelum revolusi perancis
2. Absolutisme di Perancis
3. Jalannya revolusi Perancis
4. Akibat revolusi Perancis
Metode pembelajaran :
o Diskusi
o Tanya jawab
Kegiatan belajar mengajar :
1. Kegiatan awal
a. Menciptakan lingkungan: salam pembuka, berdoa
b. Presensi
2. Kegiatan inti
a. Pengorganisasian: kelompok diskusi
b. Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya masing-masing
c. Menyimpulkan hasil diskusi oleh para siswa
3. Kegiatan akhir
a. Refleksi terhadap diskusi kelompok tadi
b. Pemberian penilaian
Media :
o Gambar
o Peta
o Buku sejarah untuk SMA kelas XI
Evaluasi :
Penilaian dapat dilakukan dengan pemberian tugas berupa tes noramtif maupun tugas laporan hasil diskusi
Tes Normatif:
1. Pemikiran siapa yang menyebabkan atau memotivasi timbulnya absolutisme di Perancis? Dan bagaimana pemikirannya?
2. Mengapa rakyat Perancis menghancurkan istana Versailles dan penjara Bastille sebagai puncak revolusi mereka?
3. Apakah revolusi Perancis memberi dampak terhadap perjuangan Indonesia? Bagaiamana pengaruhnya?
Mata pelajaran : Sejarah
Satuan pendidikan : IPS
Kelas/Semester : XII/1
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi : Menganalisis Peristiwa proklamasi 17 agustus 1945
Kompetensi dasar :
a. Siswa mampu menganalisis perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
b. Siswa mampu menganalisis pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
c. Siswa mampu menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Indikator :
- Menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
- Menceritakan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Menghayati dan memahami makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
2. Siswa mampu menceritakan kembali pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
3. Siswa mampu manghayati dan memahami makna proklamasi bagi Indonesia.
Materi standar :
Perumusan teks proklamasi :
- Teks proklamasi di susun oleh Ir. Soekarno, Drs, Moh Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah Laksamana muda Maeda
Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia :
- Pembacaan teks proklamasi di laksanakan di depan rumah Soekarno di jalan pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada hari Jum’at 17 agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia :
- Bangsa Indonesia dengan tekad dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bengsa yang merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing yang telah dideritanya sejak lama.
- Bangsa Indonesia menjadi pelopor bengsa-bengsa di Asia Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa asing. Proklamasi kemerdekaan yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah terbebas dari segala bentuk penindasan dan ikatan bangsa-bangsa asing.
Metode pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab
Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan awal : - Mengisi presensi dan memeriksa kehadiran siswa
- Berdo’a pembuka
Kegiatan inti : - Pemberian materi dan tanya jawab
Kegiatan akhir: - Melakukan evaluasi atas hasil pembelajaran
- Berdo’a penutup
Media : Papan tulis
Sumber pembelajaran : Buku Sejarah untuk SMA Kelas XII, penerbit Erlangga.
Evaluasi :
1. Dimanakah teks proklamasi di rumuskan? Dan kenapa teks proklamasi dirumuskan di tempat tersebut?
2. Siapa saja yang merumuskan teks proklamasi?
3. Lapangan Ikada merupakan tempat yang cocok untuk pembacaan teks proklamasi, tetapi kenapa teks proklamasi dibacakan tidak di lapangan Ikada?
4. Apa isi dari teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?
5. Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki 2 makna yang sangat penting, sebutkan 2 makna tersebut!
Ket :
- pertanyaan di atas bisa dilakukan secara Lisan atau Tulisan, tergantung waktu yang ada.
- Setiap soal diberi 2 nilai.
Komentar
oleh
angkisejarah |
2 Oktober 2007
SATUAN PELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Banjarbaru
Mata Pelajaran : Sejarah
Jurusan : Program Ilmu Sosial
Kelas / Semester : XII / 1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia
sejak proklamasi hingga lahirnya orde
baru
Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit)
Kompetensi Dasar :
Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator
1.Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung
Hatta ke Rengasdengklok.
2.Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan permusan
Teks Proklamasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah pelajaran selesai siswa dapat :
-Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung
Hatta ke Rengasdengklok.
-Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan
Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Materi Standar
Peristiwa Rengasdengklok
Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan Pembelajaran
1.Kegiatan awal
a.Mengucapkan salam, tegur sapa dan berdoa.
b.Memeriksa kehadiran siswa.
c.Menanyakan kepada siswa mengenai pelajaran minggu lalu
mengenai Kegiatan Pemuda Pejuang di Jakarta dan Perbedaan
Pendapat di antara Kelompok Pejuang.
d.Menghubungkan materi yang telah dimiliki siswa dengan
bahan yang akan di bahas hari ini.
e.Menyampaikan tujuan dan manfaat dari pembelajaran yang
akan dicapai.
2.Kegiatan Inti
a.Guru memberikan gambaran sedikit mengenai materi yang akan
dibahas dengan
b.Mengorganisir siswa untuk berdiskusi dengan membentuk
kelompok-kelompok kecil untuk memperdalam materi tersebut.
c.Tanya jawab antara kelompok-kelompok diskusi dengan panduan
guru.
d.Menyimpulkan hasil diskusi dan membuat rangkuman.
3.Kegiatan akhir
a.Menanyakan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama PBM.
b.Guru menyimpulkan secara umum mengenai materi yang telah di
bahas.
c.Memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa.
Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
1.Buku referensi yang berkaitan dengan materi :
– Sejarah Nasional Indonesia VI
– Buku-buku referensi lainnya yang relevan
– Gambar / Foto yang berkaitan dengan materi
Evaluasi
Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan tes lisan.
1.Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat siswa
melakukan diskusi meliputi keaktifan dan performance siswa.
2.Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang diskusi yang
baru dilakukan siswa sesuai dengan indikator kompetensi yang
akan dicapai dalam pembelajaran.
a.Jelaskan mengapa para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta
ke Rengasdengklok !.
b.Hubungkan antara peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan
teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia !
Mengetahui, Banjarbaru, Oktober 2007
Kepala SMA Negeri 1 Banjarbaru Guru Pengajar
ttd ttd
_____________ _______________
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Banjarbaru
Mata Pelajaran : Sejarah
Jurusan : Program Ilmu Sosial
Kelas / Semester : XII / 1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak
proklamasi hingga lahirnya orde baru
Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit)
Kompetensi Dasar :
Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator
1. Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.
2. Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan permusan Teks Proklamasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah pelajaran selesai siswa dapat :
- Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.
- Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Materi Standar
Peristiwa Rengasdengklok
Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Mengucapkan salam, tegur sapa dan berdoa.
b. Memeriksa kehadiran siswa.
c. Menanyakan kepada siswa mengenai pelajaran minggu lalu mengenai Kegiatan Pemuda Pejuang di Jakarta dan Perbedaan Pendapat di antara Kelompok Pejuang.
d. Menghubungkan materi yang telah dimiliki siswa dengan bahan yang akan di bahas hari ini.
e. Menyampaikan tujuan dan manfaat dari pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti
a. Guru memberikan gambaran sedikit mengenai materi yang akan dibahas dengan
b. Mengorganisir siswa untuk berdiskusi dengan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk memperdalam materi tersebut.
c. Tanya jawab antara kelompok-kelompok diskusi dengan panduan guru.
d. Menyimpulkan hasil diskusi dan membuat rangkuman.
3. Kegiatan akhir
a. Menanyakan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama PBM.
b. Guru menyimpulkan secara umum mengenai materi yang telah di bahas.
c. Memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa.
Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
1. Buku referensi yang berkaitan dengan materi :
- Sejarah Nasional Indonesia VI
- Buku-buku referensi lainnya yang relevan
Evaluasi
Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan tes lisan.
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat siswa melakukan diskusi meliputi keaktifan dan performance siswa.
2. Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang diskusi yang baru dilakukan siswa sesuai dengan indikator kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
a. Jelaskan mengapa para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok !.
b. Hubungkan antara peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia !
Mengetahui, Banjarbaru, Oktober 2007
Kepala SMA Negeri 1 Banjarbaru Guru Pengajar
ttd ttd
_____________ _______________
Satuan Pelajaran
Nama Sekolah:SMA
Mata pelajaran:Ilmu Pengetahuan Sosial
Sub mata pelajaran:Sejarah
Kelas:XII(12)
Semester:2
Alokasi waktu:2X45 menit
I.Standar kompetensi: Menganalisis Perkembangan sejarah dunia sejak Perang Dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir
II.Kompetensi dasar:Menganalisis Perkembangan Mutakhir Dunia
III.Indikator:-Menjelaskan hubungan perubahan yang terjadi di Eropa Timur sampai berakhirnya Perang Dingin
-Menjelaskan perubahan hubungan Internasional dari Timur-Barat ke Utara-Selatan
IV.Kegiatan pembelajaran
A.Pendahuluan
1)Memberi salam untuk membuka pelajaran
2)Mempersiapkan siswa menerima pelajaran
3)Menanyakan materi yang akan di sajikan
B.Kegiatan inti
1)Mengorganisir siswa untuk berdiskusi mengenai hub.perubahan yang terjadi di Eropa Timur sampai berakhirnya Perang Dingin serta menganalisis perubahan hub.Internasional dari Timur-Barat ke Utara-Selatan
C.Penutup
1)Membuat rangkuman
2)Tugas PR
V.Media pembelajaran:Buku paket Sejarah SMA kelas XII program Ilmu Sosial,I Wayan Badrika,Penerbit Erlangga,2006
VI.Penilaian:melalui presentasi diskusi siswa
Komentar
oleh
Hamidah Ulfah |
2 Oktober 2007
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Unit Kerja : SMA
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas / Semister : XII / 2
Alokasi Waktu : 2 X 40 menit ( 1 X Pertemuan )
Standar Kompetensi : Pergerakan Nasional Indonesia
Kompetensi Dasar : Latar belakang Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia
Indikator :
1. Menguraikan proses-proses yang menyebabkan terbentuknya PNI
2. Mendiskripsikan tujuan serta sifat dari PNI
A. MATERI PEMBELAJARAN
1. Proses yang menyebabkan terbentuknya PNI, seperti Pendidikan, pengaruh paham-paham baru, nasionalisme di Indonesia
2. Tujuan serta sifat dari terbentuknya PNI
B. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Penugasan
C. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Pendahuluan ( 15 menit )
1.1. Memberitahu siswa tentang tujuan pembelajaran yang ingan dicapai
1.2. Apersepsi
1.3. Motivasi
2. Kegiatan Inti ( 55 menit )
2.1. Guru menyuruh siswa mendiskusikan peran pendidikan dalam terbentuknya PNI
2.2. Menjelaskan tentang proses-proses terbentuknyaPNI
2.3. Menjelaskan kronologis perkembangan PNI di Indonesia
2.4. Tanya jawab dengan siswa tentang oraganisasi-organisasi lain yang ada di Indonesia yang berhubungan dengan PNI serta perannya masing-masing
3. Penutup ( 10 menit )
3.1. Memberikan penguatan terhadap hasil Tanya jawab dengan siswa
3.2. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi pembelajaran
3.3. Memberikan tugas kepada siswa mencari tahu tentang tujuan dan sifat dari PNI
D. SUMBER BAHAN
1. Sejarah 2 ( Nasional dan Umum ) SMA kelas XII, Penerbit : Ganeca Exact, Bandung
E. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Gambar-gambar para tokoh-tokoh PNI
2. Buku-buku penunjang pembelajaran
F. EVALUASI PENILAIAN
1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis
2. Bentuk Instrumen : Tugas rumah
SOAL-SOAL
1. Jelskan proses terbentuknya PNI ?
2. Sebutkan 3 tokoh-tokoh PNI ?
3. Jelaskan kronologis perkembangan dari PNI di Indonesia ?
4. Jelaskan tujuan serta sifat dari PNI ?
……………….2007
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran IPS,
Kepala
………. ……………………
Komentar
oleh
Anton Wiranata |
2 Oktober 2007
Rencana Pembelajaran
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Pertemuan ke : 1
Alokasi waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetisi : Mendiskripsikan upaya mengisi kemerdekaan
Kompetensi dasar : Kemampuan mendiskripsikan latar belakang peristiwa terjadinya gerakan 30 september 1965
Indikator : Mendiskripsikan faktor – faktor dan penyebab terjadinya gerakan 30 september 1965.
I. Tujuan pembelajaran : Siswa dapat mendiskripsikan latar belakang serta faktor pendorong terjadinya gerakan 30 septembet 1965
II. Materi ajar (Materi Pokok): Peristiwa gerakan 30 september 1965
III. Metode pembelajaran : – Diskusi dan penugasan
IV. Langkah – langkah pembelajaran :
KEGIATAN AWAL:
-siswa dibagi dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang.
-siswa memperdalam materi tentang peristiwa 30 september.
KEGIATAN INTI:
-Guru menjelaskan tentang materi yang diajarkan.
-siswa mengidentifikasi latar belakang serta faktor pendorong terjadinya peristiwa 30 september 1965.
-Guru memberikan tugas pada tiap kelompok yang telah dibagi, yakni:
- mengungkapkan latar belakang serta faktor penyebab terjadinya peristiwa 30 september 1965.
- menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
KEGIATAN AKHIR:
-siswa melakukan refleksi, dalm bentuk saling berdiskusi kemudian membuat kesimpulan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran tadi.
V. Alat dan Sumber belajar:
-Buku teks/buku pelajaran
-Internet
-Buku/media yang relevan dengan materi.
VI. Penilaian
1. Penugasan
2. Tes uraian
3. Ungkapan
Komentar
oleh
M. Agustiannur (A1A105032) |
2 Oktober 2007
TRIA SAKTI LIANTI
A1A105004
Rencana Pembelajaran
Program Satuan Pelajaran
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/program : XII / Ilmu sosial
Semester : I
Metode : Diskusi
Standar Kompetensi :
Menganalisis perkembangan politik Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan lahirnya Dekrit Presiden dan pelaksanaan Demokrasi Terpimpin.
Materi Pokok :
1. Lahirnya Dekrit Presiden
Dekrit Presiden adalah suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan pembubaran konsyituante, kembali ke UUD 1945, tidak berlakunya UUDS 1950, pembentukan MPRS dan DPAS.
2. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin
Sebagai tindak lanjut dari Dekrit Presiden adalah penataan kembalikehidupan politik sesuai ketentuan-ketentuan demokrasi terpimpin. Dalam Demokrasi Terpimpin dibentuk lembaga negara seperti MPRS, DPR-GR dan Front Nasional. dalam pelaksanaannya, Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPRS.
Evaluasi/ penilaian :
1. Tes Uraian (essay)
2. Keberanian dan keaktifan siswa dalam tanya jawab di kelas
Sumber / Media
Buku sejarah kelas XII tahun 2006 KTSP, oleh I Wayan Badrika
Soal-soal
1. Mengapa dewan konstituante gagal menetapkan UUD yang baru sebagai dasar negara ?
2. Jelaskan latar belakang munculnya Demokrasi Terpimpin ?
3. Bagaimana proses pembentukan anggota DPR-GR dalam demokrasi terpimpin ?
Komentar
oleh
Tria |
2 Oktober 2007
SEPTHA YUDHA HERLIANDITA
A1A105049
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas : XII
Semester : II
Standar Kompetensi :
Menganalisis proses berakhirnya pemerintahan Orde baru dan terjadinya reformasi
Kompetensi Dasar :
Menganalisis proses timbulnya reformasi tahun 1998
Indikator :
1. Menjelaskan latar belakang lahirnya reformasi
2. Menguraikan tujuan reformasi
Materi pokok
1. Lahirnya reformasi di latar belakagi oleh ketidakstabilan politik,sosial ekonomi dan hukum pada masa Orde baru
2. Tujuan Reformasi
Metode Pembelajaran :
Diskusi dan nonton film tentang reformasi 1998
Media :
1. Buku sejarah cetakan Erlangga tahun 2006 KTSP oleh I Wayan Badrika
2. Film Pergerakan Reformasi 1998
Soal- soal :
1. Jelaskan penyebab munculnya Reformasi ?
2. Mengapa mahasiswa berperan aktif dalam mempelopori gerakan reformasi ?
3. Bagaimana dampak dari reformasi ?
Komentar
oleh
septha |
2 Oktober 2007
Nama : Yudiyannor
NIM : A1A104038
M. Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
MENYOAL PERDA SYARIAH DI INDONESIA
Keluarnya Perda Syariah di berbagai daerah di Indonesia menjadi perbincangan hangat dari politisi hingga pemerintah. Peraturan tersebut yang mengantur tentang Ramadhan, Khatam Al-Quran, Jilbab, Minuman Keras dan Narkoba disinyalir merupakan upaya untuk memecah belah bangsa atau disintegrasi. Keluarnya perda ini jelas sangat jelas tidak adanya unsur menghormati pemeluk agama lain (non muslim ) yang ada di wilayah tersebut. Dan para politisi yang kontra ini pun meminta agar perda-perda yang dikelurkan oleh pemerintah daerah yang dipilih secara demokratis ini harus segera dibatalkan.
Ada yang menarik bila saya melihat keluarnya perda tersebut, dari sisi saya sebagai rakyat di daerah, yang hal ini pun memunculkan berbagai pertannyaan menarik pula di benak saya yaitu :
Pertama, apakah setelah munculnya perda-perda tersebut menimbulkan gejala social di masyarakat daerah ?
Kedua, apa yang salah dari keluarnya perda tersebut karena pada kenyataanya perda tersebut hanya mengatur hal-hal yang menyangkut ketertiban umum yang sudah ada pada manyarakat setempat ?
Keluarnya perda syariah bukanlah tanpa alasan baik dari masyarakat dan pemerintah tersebut yakni keluarnya perda tesebut sudah sangat jelas sesuai dengan UU Otonomi Daerah, yang memberikan pendelegasian kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengeluarkan peraturan yang dianggab penting untuk ketertiban masyarakat. Selain itu dari segi budaya dan karakter masyarakat, perda syariah sudah disesuaikan dan dianggab mendukung budaya dan karakteristik masyarakat di daerah tersebut seperti Padang, Makasar, Banjarmasin, Martapura dan sebagainya. Saya jadi teringat tentang kemunculan awal negara Australia pada tahun 1810 yang ketika itu Gurbernur Lachcan Macquarie yang melarang penjulan Rum (minuman keras ), dan mewajibkan setiap penduduk untuk melaksanakan kebaktianya setiap hari minggu dan ketaatanya dalam agama Kristen. Selama kemunculan peraturan tesebut ketertiban dan keamanaan masyarakat di Australia dan gubernur tersebut mendapat penghargaan sebagai salah seorang yang berjasa dalam menertibkan masyarakat di Australia sesudah Gubernur Artur Filip, dan itu merupakan contoh dari sebuah Negara yang saat ini sangat maju di kawasan Fasifik lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri ?. Dalam faktanya munculnya perda syariah tersebut telah menurunkan tingkat kriminalitas terutama kejahatan yang di sebabkan oleh judi dan minuman keras. Sehingga saya cukup aneh pada sikap politisi yang kontra tersebut yang disatu sisi menginginkan keterbitan masyarakt namun disisi lain ketika keluarnya perda yang mengatur hal-hal yang menyangkut ketertiban masyarakat malah justru ditentang.
Kemudian satu hal yang menarik lagi adalah isu-isu disintrasi bangsa. Kalaulah keluarnya perda syariah tersebut disinyalir merupakan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, lalu bagaimana dengan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang sangat jelas terlihat menyatakan keinginannya untuk melapaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia di hadapan Presiden SBY dan didukung oleh pihak-pihak asing. Mengapa pemerintah mandul dalam meresponya dan para politisi ini tidak lantang menentangnya ?. Mengapa harus perda syariah yang di persoalkan yang tampak jelas sekali mamfaatnya bagi masyarakat dan tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat ?. Sehingga nampak jelas bahwa ketakutan terhadap Islam dan berbagai aturannya meskipun sangat bermamfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan koridor hukum yang jelas dianggab oleh politisi ini merupakan ancaman. Politik kepentingan dan golongan disini sangatlah jelas dan masyarakat saat bukanlah masyarakat yang hanya diam dan tidak mengerti apa-apa namun masyarakat sudah sangat pendai dalam menilai perilaku dan sikap para politi ini.
Dan saya berharap bahwa pemerintah daerah tidak takut dan gentar terhadap para politisi pusat yang menyatakan tetangannya terhadap perda tersebut tanpa mampu menilai dan merasakan keinginan dari masyarakat di daerah.
Nama : Dinna Barada
NIM : A1A104041
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Tugas : Artikel
350 Tahun dijajah Belanda,
Tetap tak bisa bahasa Belanda
Sungguh menyedihkan nasib bangsa kita, paling tidak bisa dibilang lamban. Sudah 350 tahun dijajah oleh bangsa Belanda, tetapi tetap saja tidak bisa menguasai bahasa negeri Kincir Angin tersebut. Tidak seperti negara-negara yang pernah dijajah bangsa lain, yang memanfaatkan bahasa negara penjajah sebagai bahasa kedua.
Selama dalam penjajahan Belanda, rakyat Indonesia tidak memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk mengerti dan menguasai bahasa Belanda. Mungkin karena pada saat itu rakyat Indonesia terlalu bodoh atau memang tidak diberi kesempatan untuk mengerti. Terkecuali orang-orang elite yang menempuh pendidikan disekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda.
Anehnya orang-orang yang berpendidikan itu tidak melestarikan dan mewariskan bahasa Belanda kepada anak cucu. Melainkan hanya dipakai untuk kepentingan sendiri dalam berpolitik ataupuin menjadi pegawai di pemerintah Belanda pada saat itu. Orang-orang berpendidikan itu tidak sampai pikirannya kalau bahasa Belanda juga bisa dijadikan bahasa kedua setelah bahsa persatuan (Bahasa Indonesia), atau bisa juga bahasa ketiga setelah bahasa Inggris.
Tidak seperti negara-negara terjajah lainnya yang memanfaatkan bahasa penjajah sebagai bahasa kedua. Sebagai contoh Malaysia yang pernah berada dalam kekuasaan Inggris, setelah merdeka menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka. Begitu juga degan India, yang merupakan bekas jajahan Inggris, juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang dipakai dan dimengerti oleh seluruh rakyat India.
Di Indonesia, bahasa Belanda hanya dipakai pada saat Belanda berjaya di Indonesia. Sampai saat ini, bahasa Belanda paling tidak digunakan pada saat kuliah sejarah, yang salah satu mata kuliahnya adalah Bahasa Belanda. Kalau saja bahasa Belanda masih eksis, paling tidak pelajar yang melanjutkan sekolah ke negeri Belanda, tidak perlu repot-repot kursus bahasa Belanda dulu, dan pada saat siaran langsung sepak bola Liga Belanda, tidak perlu repot membayar komentator untuk mentranslate bahasa Belanda sambil ngomong capek-capek siaran.
Komentar
oleh
Dinna Barada |
2 Oktober 2007
Nama : Agus Setiyo Utomo
NIM : A1A104053
Mata kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd.
Tugas : Artikel
Parkir Oh Parkir
Apakah anda termasuk pemilik motor atau mobil? Pernahkah anda menaruh (parkir) mobil anda atau kendaraan anda ditempat-tempat umum? Apa yang terjadi saat anda akan menggunakan kembali kendaraan anda sendiri? Anda pasti didatangi oleh seseorang yang dengan isyaratnya secara tidak langsung meminta kepada anda untuk menyerahkan uang sumbangan atas jasa dia/mereka yang telah ia lakukan yaitu menjaga keamanan mobil atau motor anda saat anda tadi meninggalkan kendaraan anda. Benar tidak??? Jawaban ada dihati anda-anda yang mempunyai kendaraan dan pernah parkir ditempat umum yang ada penjaga parkirnya (terutama dipinggir jalan raya kawasan Banjarmasin).
Hal yang demikian (pungkir atau pungutan parkir) sangat wajar dalakukan karena selain sebagai imbalan atas jasa mereka yang telah menjagakan kendaraan anda juga disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan terutama di daerah Banjarmasin. jadi seolah-olah hal ini merupakan suatu lapangan pekerjaan. Gimana tidak wong menghasilkan uang, ya kan? Coba anda lihat dimana dibangun atau dibuka mini market supermarket, PKL, Warung makan, Ruko, atau apa sajalah yang nantinya banyak pelanggan atau pengunjung datang dan memakir kendaraannya pasti tidak lama kemudian akan datang orang atau beberapa orang untuk memasang parkir ditempat tersebut.
Yang perlu kita soroti bukan besar atau kecilnya biaya yang dipungut,. Tapi letak tempat dan tanggung jawab mereka terhadap kendaraaan yang diparkir masih diragukan. Apakah benar-benar bertanggunag jawab penuh terhadap kendaraan yang dijaganya? Gimana kalo seandainya terjadi kerusakan atau kehilangan? Mungkin kalo ditempat-tempat parkir yang sifatnya agak resmi contohnya seperti di Duta Mall dan Bandara, tanggunng jawab mereka dapat dipercaya karena pegawainya di gaji oleh intansi terkait dan mengggunakan sistem komputerisasi.
Ambil saja contoh, coba anda sekali-kali makan di warung PKL yang terjejer di sepanjang Kannyutangi, Sotoyo S, S.Parman, atau mana saja di kawasan Banjarmasin dan yang berada di pinggir jalan raya. Letak kendaraan anda dengan tempat duduk anda dipastikan tidak terlalu jauh. Dengan kata lain anda bisa saja melihati atau menjaga kendaraan anda sendiri tanpa harus minta bantuan tukang parkir. Nah disilah letak permasalahannya. Apakah setiap kali kita berhenti dan berbelanja harus bayar, memangnya jalan raya itu milik siapa? Milik mereka*?(tukang parkir) Kalo iya mereka beli kepada siapa? Dengan harga berapa?
Permasalahnya seperti ini erat kainnya dengan ketersediaaan lapangan pekerjaan yang ada dengan jumlah penduduik di suatu daerah. Artinya premanisme yang mengatas namakan sebagai tukang parkir di pingggir jalan akan berkurang bila lapangan pekerjaan yang ada cukup banyak atau paling tidak seimbang sengan jumlah penduduk itu menurut saya, gimana menurut anda sebagai calon pemimpin negara?
Ternyata permasalahan parkir memakir ini terjadi juga di tempat dimana orang yang sedang melaksanakan ibadah (mesjid-mesjid), menuntut ilmu (kampus-kampus). Sebut saja Universitas Lambung Mangkurat terutama FKIP. Disana setiap mahasiswa/i yang memakir sepeda motornya atau mobil (tapi sepertinya belum ada) setiap keluar masuk dari area FKIP harus bayar. Padahal kalo dipikir-pikir itukan kampus punya mereka, yang kuliah disitu mereka juga. Kenapa harus bayar parkir memakir? Bener tidak? Ok! lah mungkin itu permasalahan yang belum terselesaikan sampai sekarang. Hal tersebut mungkin dinikmati saja oleh sebagian besar mahasiswa/i FKIP-UNLAM yang mempunyai sedikit uang lebih, tapi rasanya tidak! Kerena setiap kali mereka akan keluar dari kampus mereka sendiri, mereka selalu mengeluh dengan adanya pungutan parkir tersebut. Apalagi mahasiswa yang tidak mempunyai uang lebih.
Satu lagi, seandainya dana parkir tersebut dikelola dengan baik dan digunakan sebagai mana mestinya, mungkin sekali lagi mungkin, tidak akan banyak komentar dengan masalah pungutan tersebut. Lihat saja helm, hilang saja mereka tidak bertanggung jawab. Apakah itu yang disebut dengan penjaga keamanan? Gimana nantinya seandainya ada kendaran yang hilang? Apakah sama nasipnya dengan hilangnya helm tadi?
Dengar-dengar dana dari perolehan parkir tersebut dugunakan sepenuhnya untuk kegiatan mahasiswa. Artinya fakultas tidak lagi menerima kontribusi dari dana parkir tersebut. Nach, yang jadi pertanyaan kemana dananya? Kegiatan mahasiswa saja lebih banyak mahasiswanya sendiri yang mensubsidi. Apakah itu PKL, Buka Puasa, Seminar, dan masih banyak kegiatan mahasiswa lainnya. Disini peran BEM sebagai sebagai lembaga tertinggi mahasiswa di tingkat fakultas harus pandai mengelolanya, tapi yakinlah dibawah kendali Bapak Dekan yang baru ini dan pengrus BEM yang profesional semuanya akan teratasi. Amien.
Komentar
oleh
Agus Setiyo Utomo |
2 Oktober 2007
Nama : Feri Noviyanti
NIM : A1A104004
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis W. Abbas, M.Pd
Artikel
PENDIDIKAN SEMAKIN MAHAL
Pendidikan, pendidikan dan pendidikan, semua orang pasti pernah membicarakannya, banyak orang yang telah mendapatkannya. Pendidikan sangatlah penting baik bagi kita sendiri, keluarga, lingkungan kita dan orang lain. Seseorang yang memiliki pendidikan pasti berbeda dengan orang yang kurang mendapatkan pendidikan terutama cara mereka berpikir. Pendidikan sangat penting bagi kehidupan, kita dapat mencapai cita-cita kita melalui meja sekolah maksudnya melalui sekolah. Tapi bagaimana kalau pendidikan mahal harganya ? kita sering mendengar merasakan sendiri bagaimana mahalnya pendidikan.
Pemerintah menyarankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda tetapi kenyataannya biaya pendidikan semakin mahal. Penduduk Indonesia terutama yang berada di Banjarmasin ini masih banyak warganya yang masih berada dibawah dibawah garis standar (miskin). Semakin mahalnya biaya pendidikan menyebabkan mereka tidak mampu lagi membiayai sekolah anak-anak mereka sehingga anak-anak mereka harus putus sekolah. Gimana negara ini mau maju kalau warganya masih banyak yang bodoh, belum bisa baca tulis. Memang sih tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada pemerintah karena kita tau sendiri bahwa negara kita ini masih miskin, masih banyak hutang dengan negara lain. Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang sedang menimpa negara ini, sehingga banyak biaya yang harus dikeluarkan, ini pulalah yang menyebabkan generasi muda dinegara ini belum bisa merasakan sekolah gratis seperti di negara-negara lain.
Bila kita membicarakan pendidikan pastilah tidak lepas di sekolah. Sekolah adalah tempat untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah adalah masa depan dimana disekolah kita dapat mengembangkan segenap bakat, kreativitas dan potensi, sehingga memungkinkan menjadi diri sendiri sesuai dengan keinginan kita. Di sekolah kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir, dan keterampilan yang ada pada diri kita. Kalau saja warga bangsa ini mendapatkan pendidikan dengan merata mungkin saja negara ini akan lebih baik lagi.
Kita sendiri sering melihat banyaknya anak jalanan, usia mereka masih terlalu dini untuk mengais rejeki di jalanan, seusia mereka seharusnya berada disekolahan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan. Tetapi itu tidak untuk mereka, jangankan untuk biaya sekolah terkadang untuk biaya hidup mereka sendiripun mereka tidak bisa mencukupinya. Mereka ada yang berjualan koran, mengamen bahkan meminta-minta. Hal ini juga bukan keinginan mereka tapi itulah kenyataan yang harus mereka jalani.
Semakin mahalnya biaya pendidikan menyebabkan semakin menipisnya kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk merasakan pendidikan. Untuk masuk sekolah mereka diwajibkan untuk membayar biaya ini dan itu belum lagi buku-buku pelajaran yang harus mereka tebus. Mereka dibebani berbagai macam keperluan yang harus dilunasi bila ingin meneruskan sekolah
Komentar
oleh
Feri Noviyanti |
2 Oktober 2007
Nama : Evi Oktaviani
NIM : A1A104032
Tugas : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M. Pd
BAHAYA ASAP ROKOK TERHADAP KESEHATAN
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita jumpai orang-orang yang suka merokok. Di mana ketika perokok itu menghembuskan asap ke udara, mengakibatkan udara disekitarnya tercemar oleh asap rokok itu. Dari orang-orang yang merokok akan berakibat negatif bagi orang-orang yang tidak merokok. Karena orang-orang yang tidak merokok akan ikut terhirup udara yang berasap rokok itu. Mereka yang tidak merokok disebut “perokok pasif”, artinya orang yang terpaksa menghirup udara berasap rokok karena berdekatan dengan orang yang sedang merokok.
Perokok pasif yang tidak dapat menghindari asap rokok, lebih banyak diperkirakan menderita penyakit asma dibandingkan dengan mereka yang bisa menghindarkan diri dari udara yang berasap rokok. Selain penyakit asma, perokok pasif juga akan mendapat risiko serangan jantung, kanker, dan paru-paru. Karena asap rokok tersebut mengandung racun.
Asap rokok juga berakibat negatif bagi ibu-ibu hamil yang berada di lingkungan asap rokok. Karena akan menimbulkan risiko melahirkan anak yang berat badan dn tinggi badannya lebih rendah.
Orang yang merokok tidak mau berhenti merokok karena barangkali mereka menikmati enaknya merokok, meskipun mereka mengetahui risiko yang akan ditimbulkan dari merokok tersebut. Mereka barangkali juga telah siap menghadapi risiko negatif yang ditimbulkan dari merokok. Lain halnya dengan orang yang tidak merokok, mereka memilih tidak merokok karena mereka memang tidak ingin menikmati enaknya merokok. Namun, bagi orang-orang yang tidak merokok ini terpaksa menghirup udara yang berasap rokok karena tidak ada pilihan. Misalnya, mereka yang berada di dalam taxi yang penuh dengan asap rokok. Mereka tidak siap menanggung bahaya akibat rokok, tetapi udara yang berasap rokok di taxi itu terpaksa dihirup.
Komentar
oleh
Evi Oktaviani |
2 Oktober 2007
diah eka rini
A1A105011
RENCANA PEMBELAJARAN PROGRAM SATUAN PEMBELAJARAN
mata pelajaran:sejarah
kelas/program:XII/ilmu sosial
semester:I
I.standar kompetisi:
I.1 menjelaskan perkembangan pembangunan dan industrialisasi pada masa orde baru.
II.kompetisi dasar:
II.1.menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
III.materi pokok:
I.perkembangan media komunikasi massa di Indonesia
pada masa orde baru pemerintah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia khususnya perkembangan media komunikasi massa di Indonesia.
Dalam upaya melaksanakan pembinaan dan pendidikan massa,wawasan pandang media komunikasi dapat di gunakan untuk memdidik cara berfikir masyarakat agar lebih kritis dalam memahami masalah dan keberadaannya.usaha pendidikan massa dapat di lakukan melalui media komunikasi massa yang sangat efektif,seperti radio dan televisi.
V.metode:diskusi
VI.evaluasi
VI.1.tes uraian[essay]
-bagaimana perkembangan radio di indonesia pada massa orde baru?
-jelaskan dampak positif dan negatif dari televisi bagi masyarakat indonesia?
VII.sumber/media
1.buku sejarah kelas XII tahun 2006 kurikulum KTSP 2006 oleh I wayan Badrika.
Komentar
oleh
diah eka rini |
2 Oktober 2007
Nama : Yulia rohiati
Nim : A1A104012
Tugas : Bimbingan penulisan karya ilmiah
Dosen : Drs.Ersis Warmansyah Abbas,M.Pd
MAHASISWA BARU TRADISI BARU
• Dunia kampus memang lebih seru tapi juga mesti punya nyali gedi.
Jadi mahasiswa baru memang cool banget kelihatannya,nambah kegiatan seru,nambah gaul,nambah teman baru,dan tentu saja nambah tanggung jawab.tapi ada yang paling penting dari semua itu,kita mesti siap mental menghadapi pengalaman menerima hadiah selamat datang dari senior kita dikampus.Mungkin
ini satu-satunya yang paling ngak enakin begitu masuk dunia kampus (kuliah),nyebelin, nyakitin, bikin malu, kadang pengen mati rasanya : pokoknya kalau ngak bisa mendingan nngak perlu ngalamin yang namannya masa-masa digencet atau diospek sama senior.
• Serba salah
Jadi mahasiswa baru posisinya memeng ngak nguntungin, banyak aturan resmi “versi senior yang nyebelin dan wajib dipatuhi pokoknya kita jadi serba salah” jelek salah, cantik lebih salah, diam salah, ngomong bisa bikin runyam, jalan dikiri salah, dikanan apalagi, ramah dibilang sok akrab, ngak senyum dibilang sombong. Jadi apasih maunya….? Urusan sepele bisa jadi masalah gede.
• Dari sekian banyak yang ngalamin, katanya masa gencet-gencetan ataupun biasa disebut dengan ospek didunia kampus bisa jadi yang paling sadis. Larangan aneh bisa diterapkan buat nyari gara-gara untuk ngegencet mahasiswa baru, yang paling sadis kalau ada aturan ngak boleh makan dikantin, meski bawa upeti, ngak boleh make parfum, ngak boleh ditaksir cowo senior, ngak boleh cantik, kalau sampai melangar kita harus menerima resikonya.
• Ini faktanya
Buat mahasiswa baru ngencet-gencetan ataupun ospek memang tradisi lama yang tidak bisa dihindari, senior kita suka mengada-ada kenapa sih meneliti pakai acara welcoming party ? mungkin karena dendam dulu seniornya pernah dikerjain ? itu bukan factor utama kenapa senior kita hobi ngegencet mahasiswa baru .kalau menurut saya sendiri yang namanya senior dimana-mana pasti begitu, karena mereka butuh pengakuan dari mahasiswa baru terhadap keberadaan dan kekuasaan mereka.buat nunjukin itu semua kadang mereka memilih dengan cara kekerasan,biar mahasiswa baru merasa takut sama figur otoritas alias si senior.
• Ada untungnya
Ternyata masa-masa ini sebenarnya menguntungkan buat kita jadi lebih bisa dikenal dan akrab sama senior ,misalnya gara-gara sering buat kesalahan kemudian disidang oleh para senior,malah kita lebih dikenal nantinya oleh para senior,sebenarnya gencet-gencetan ataupun ospek ada untungnya karena tujuannya bisa kenal dan dikenal sama senior bahkan buat saling kenal dengan tiap angkatan.Yang penting ospeknya jangan sampai terlalu keras ataupun keterlaluan apalagi sampai kontak fisik atau kekerasan.
Komentar
oleh
Yulia Rohiati |
2 Oktober 2007
NAMA : SUGIHARNI
NIM : A1A104007
DOSEN : Drs. ERSIS. W. ABBAS, M.Pd
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
ARTIKEL
Krisis Bahasa Indonesia di Banjarmasin
Istilah Krisis tidak hanya untuk istilah krisis dibidang Ekonomi saja. Akan tetapi penggunaan bahasa Indonesia yang makin minim dikalangan masyarakat Indonesia khususnya Banjarmasin adakah salah satu kategori krisis dalam berkomunikasi.
Sering kita jumpai baik di Pasar, pusat pembelanjaaan, kantor, warung makan, instansi, di jalanan, serta tempat-tempat umum lainnya di Banjarmasin. Di kampus sendiri pun banyak yang menggunakan bahasa Banjar dan jarang sekali kita dengar orang-orang tersebut menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahkan ketika guru atau dosen menjelaskan materi kepada murid atau mahasiswa, banyak diantara mereka yang mengunakan bahasa Banjar dan hanya sedikit menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun sudah banyak yang tahu bahwa ketika kita di tempat umum diharapkan menggunakan bahasa Indonesia supaya ketika kita berbicara bisa dimengerti semua orang yang mendengarnya. Namun selama ini di Banjarmasin jarang sekali kita mendengar bahasa Indonesia digunakan di tempat umum. Justru bahasa daerah/bahasa Banjar lah yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.
Sudah diketahui umum bahwa bangsa Indonesia ini tidak hanya dihuni oleh satu suku saja tetapi bermacam-macam suku (Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Dayak, Sunda dan sebagainya) yang tersebar diseluruh Nusantara. Oleh karena itu apabila kita dalam pergaulan sehari-hari atau di tempat umum sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Hal itu supaya yang mendengar bisa dapat mengerti bahasa yang diucapkan oleh seseorang tanpa harus menjadi Kambing congek. Kambing Congek adalah sebuah istilah yang artinya orang yang hanya menjadi pendengar saja tanpa tahu apa arti ucapan yang diucapkaan orang yang berbicara.
Sebenarnya penggunaan bahasa daerah (Banjar) perlu dihargai, dihormati dilestarikan agar menjadi budaya yang Khas di Indonesia karena bahasa daerah itu sendiri menjadi salah satu bentuk ke Unikkan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan adat-istiadat. Karena latar belakang letak Negara Indonesia yang berpulau-pulau yang seluruhnya tersebar mulai dari Sabang sampai Marauke ( walaupun sekarang Timor-Timur bukan menjadi bagian dari Negara Indonesia lagi, akan tetapi mendirikan negara sendiri dengan sebutan Timor Leste). Itu semua dapat dilaksanakan asalkan penggunaannya disesuaikan dengan keadaan, bukan dengan berbicara disembarang tempat yang tentunya bisa mnyebabkan kesenjangan dalam pergaulan karena tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan ketika ditempat umum.
Menggunakan Bahasa daerah sebaiknya digunakan di tempat-tempat yang bukan Formal seperti di rumah, berbicara sesama suku, atau ketika berbicara dengan orang sama-sama mengerti bahasa yang digunakan. Hal itu supaya dapat saling menghormati bahasa daerah masing-masing. Berbicara dengan orang lain memang sangat diperlukan dan dibutuhkan untuk saling berkomunikasi. Namun dalam berbicara perlu saling menghormati bahasa yang digunakan antara satu dengan yang lain agar lancar dan mudah dimengerti bahasa yang digunakan. Oleh karena itu supaya lawan bicara kita dapat mengerti bahasa yang digunakan, maka sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia supaya dalam pergaulan dan berbicara dapat dimengerti seluruh komponen masyarakat dimana pun kita berada.
Komentar
oleh
sugiharni |
2 Oktober 2007
NAMA : WENNY HANDAYANI
NIM : A1A104058
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. ERSIS. W. ABBAS, M. Pd
Artikel
KETERTINDASAN KAUM PEREMPUAN
Masalah perempuan selalu menarik untuk dibicarakan, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa penindasan atas perempuan tidak selalu terjadi sepenjang masa, melainkan diakibatkan oleh adanya sebuah perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.
Konsep penindasan terjadi pada saat semua tatanan sosial berubah yang berdampak juga pada perubahan relasi sosial yang ditandai dengan adanya distribusi kerja sosial baru.
Ketertindasan perempuan bukan hanya sebagai salah satu sub dari penindasan kelas (Buru), penindasan terhadap perempuan juga bukan disebabkan dari pembagian kerja secara seksual, tetapi adanya perubahan secara radikal terhadap relasi produksi akibat perkembangan tenaga produksi.
Ketidak adilan yang sering dialami kaum perempuan adalah eksploitasi, diskriminasi, dan kekerasan. Adanya kapitalisme (pemodal) serta Globalisasi saat ini memudahkan eksploitasi, diskriminasi, dan kekerasan terhadap kaum perempuan semakin banyak dimana perempuan adalah bagian terbesar dari korbannya.
Akibat mahalnya kebutuhan hidup ditambah / dipersulit naiknya harga sembako,BBM, dan telepon memaksa kaum perempuan (ibu-ibu) bekerja adalah contoh dari ketertindasan kaum perempuan.
Kepentingan kapitalisme terhadap kaum perempuan yang jumlahnya lebih besar dari laki-laki adalah memanfaatkan perempuan demi meperoleh kebutuhan.
Ada tiga kegunaan perempuan bagi kapitalisme pertama : perempuan sebagai buruh murah, kedua: perempuan sebagai pasar bagi barang-barang komuditi, ketiga : perempuan sebagai komuditi atau barang dangangan itu sendiri.
Apa yang terjadi pada buruh migran yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan lain-lain yang dibayar murah bahkan sering tidak dibayar sama sekali dan masih harus menderita karena dilecehkan secara seksual dan kekerasan majikan. Namun, dengan penderitaan semacam itu buruh migran telah menyumbang devisa besar bagi Negara. Uang, devisa, dan modal lebih penting bagi kapitalisme ketimbang perlindungan, kehormatan, dan penghargaan bagi hak-hak buruh, khususya buruh perempuan. Kapitalisme juga menciptakan kelas. Kelas dalam masyarakat ada yang berkuasa, ada kelas yang dikuasai, keadaan inilah yang melahirkan kesenjangan ekonomi dan sosial semakin besar dan terjadinya diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan.
Hari perempuan Internasinal (International Woman’s Day) yang diperingati setiap tanggal 8 Meret adalah salah satu moment yang tepat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan bagi kaum pria untuk mendukung perjuangan perempuan. Penting bagi perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya karena hanya perempuan sendiri yang mengerti ketertindasan yang dialaminya dan apa yang menjadi kebutuhannya. Penting bagi perempuan yang jumlahnya lebih besar dari laki-laki untuk terlibat lebih aktif berjuang dan ikut berpolitik. Bukan saatnya perempuan untuk takut dan menjauhi perjuangan politik. Dengan menyadari ketertindasan yang dialami sendiri merupakan suatu langkah awal untuk keluar dari ketertindasan.
Bukan perempuan saja yang mesti berjuang aktif tetapi pmerintah juga mesti tegas untuk menjamin hak-hak perempuan, menghormati, dan melindungi hak-hak perempuan.
Komentar
oleh
wenny handayani |
2 Oktober 2007
Nama : Piagusleani D.M
Nim : A1A104011
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
CARA MENSOSIALISASIKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA AGAR KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DAPAT MENUJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK
Indonesia adalah sebuah negeri indah yang terhampar dengan panjang ribuan kilometer dengan lebih berjuta-juta manusia didalamnya. Dan indonesia tumbuh dalam keanekaragaman tetapi banyaknya persoalan yang memprihatinkan baik dari segi ekonomi, politik, budaya, sosial dan pendidikan. Salah satunya adalah persoalan pendidikan yang sangat-sangat memprihatinkan atau tidak adanya kemajuan baik itu kurikulum manpun gurunya. Dimana dilihat dari potret pendidikan masa sekarang terlalu merosot, maka dengan sinergi yang terbangun hendaknya pendidikan benar-benar untuk semua. Sinergi itu akan mampu memunculkan tokoh-tokoh yang cerdas, berwawasan kebangsaan, inklusif, bertanggung jawab atas semua perbuatan, meninggikan keutamaan moral, memiliki semangat berbagi,dan mengakui kebenaran dipihak lain.Tetapi masyarakat sekarang ini cendrung belum mau dan mampu berpikir jauh kedepan karena itu apa yang dilakukan ditujukan untuk mengambil manfaat langsung. Contoh kecilnya minimnya perhatian masyarakat terhadap teknologi yang menunjang pendidikan generasi muda atau seorang siswa sekolah dasar menghabiskan waktu 2-3 jam setiap hari diarena Play station tetapi hanya masuk keperpustakaan sekali dalam sebulan atau malahan tidak pernah. Atau juga arena liburan keluarga yang dilakukan di mall, ramayana, dsb. Berkunjung ke museum atau tempat bersejarah yang menyediakan pengetahuan luas nampaknya belum menjadi kebiasaan bagi keluarga indonesia.
Itulah masyarakat indonesia yang tidak bisa atau sulit sekali mengarahkan kemajuan tetapi untuk memberikan inisiatif berbagai cara nampaknya akan menjadi pekerjaan yang memakan waktu lama. Lebih baik mungkin seseorang, sekelompok, memberikan masukan agar mempengaruhi dan akhirnya menunjukan apa yang diharus dilakukan atau dengan cara lain hidup dan berbaur bersama masyarakat di negara tetangga memberikan kesempatan seorang mahasiswa indonesia untuk bisa memahami dan mengetahui cara hidup masyarakat negara lain dengan itu masyarakat indonesia mengetahui kelebihan masyarakat serta pola hidup negara lain dengan kelebihan-kelebihan itulah nantinya perlu dibawa indonesia untuk mendorong masyarakat indonesia untuk menerapkan dan melaksanakannya.
Sudah saatnya kita semua mengembalikan pendidikan kepada fungsi awalnya, yaitu untuk mencerdaskan, pendewasaan dan pemandirian individu serta masyarakat sehingga mampu menjamin pendidikan untuk setiap warga negara kesatuan indonesia.
Komentar
oleh
PIAGUSLEANI D.M |
2 Oktober 2007
SATUAN PELAJARAN
NAMA SEKOLAH : SMU / MA Sederajat
JURUSAN : Program Ilmu Pengerahuan Sosial
PROGRAM STUDI : Pendidikan Sejarah
KELAS / SEMESTER : XII / I
POKOK BAHASAN : Proklamasi kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
SUB POKOK BAHASAN : Upaya persiapan Kemerdekaan Indonesia
ALOKASI WAKTU : 2 x 45 ( 1 x pertemuan )
I. Standar Kompetensi
Siswa dapat menghubungkan kekosongan kekuasaan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.
Siswa dapat menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan Naskah teks Proklamasi. RI.
II. Kompetensi Dasar
Menggambarkan situasi di Indonesia setelah peristiwa pembuman Naga Saki dan Herusima. Mengidentifikasi peristiwa Rengasdengklok.
III. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menghayati makna peristiwa Rangasdengklok sehingga tertanam sikap, kepahlawanan, dan demokrasi.
IV. Materi Pembelajaran
1. Kekosongan kekuasaan di Indonesia
2. Kegiatan pemuda pejuang di Jakarta
3. Perbedaan pendapat di antara kelompok pejuang
4. Peristiwa Rengasdengklok
Uraian Materi
Tanggal 6 Agustus 1945 kota, Hirosima hancur, 9 Agustus 1945 kota Nagasaki juga hancur oleh Bom Atom oleh Amerika Serikat, Hancurnya kedua kota ini, membuat Jepang tidak berdaya. Dan 14 Agustus 1945 menyerah tanpa syarat, dan mengakibatkan kekosongan kekuasaan, ini dimanfaatkan oleh para pejuang Indonesia (golongan tua muda)
15 Agustus 1945 pemuda di bawah pimpinan Chaerul Saleh bersepakat bahwa kemardekaan Indonesia merupakan hak rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada bangsa / negara lain. Tapi di tolak oleh golongan Tua : Bung Karno dan Bung Hatta. Dan terjadilah perbedaan pendapat, karena pertimbangan agar golongan tua tidak terpengaruh oleh Jepang maka para golongan muda membawa Soekarno / Hatta ke Rengasdengklok. 16 Agustus 1945
Di Jakarta sedang terjadi perundingan antara Ahmad Soebardjo (mewakili gololongan tua) dengan Wihana (Wakit gololongan muda). Dari perundingan itu terjadi kata sepakat bahwa proklamasi harus di adakan di Jakarta. Dengan jaminan nyawa Ahmad Sobarjo, bahwa : 17 Agustus 1945 akan dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia paling lambat jam 12.00 WIB. Dengan jaminan itu Soekarno / M. Hatta dibebaskan untuk kembali ke Jakarta Jam 17.30. WIB Rombongan tiba di Jakarta.
V. Metode : Pencapaian Konsep
VI. Media Pembelajaran
Alat : Papan tulis, spidol dan kepsen
Sumber : Buku Sejarah kelas XI untuk SMA / MA oleh I Wayan Badrika.
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Komentar
oleh
Bahruddin |
2 Oktober 2007
Mata Pelajaran : Sejarah
Pokok Bahasan : Proklamasi 17 Agustus 1945
Kelas / Program : XII / IPS
Semester : Ganjil
Waktu : 7 x 45 menit
SMA : SMA Negeri Banjarmasin
I.Tujuan Umum
Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945
II. Materi, Sumber / Bahan / Alat dan Alokasi Waktu
subpokok bahasan
1. Proklamasi 17 Agustus 1945
1.1 Upaya persiapan kemerdekaan Indonesia di bidang politik ( 2×45 menit )
1.2 Perumusan naskah proklamasi ( 2×45 menit )
1.3 makna proklamasi bagi bangsa Indonesia ( 2×45 menit )
2. Ulangan Harian ( 1×45 menit )
Sumber / Bahan / Alat
Sumber :
Buku paket sejarah SMA kelas XII, penerbit Erlangga
Buku paket sejarah kelas XII, penerbit PT. Pabelan.
Loebis Aboe Bakar (1995). Kilas balik revolusi kenangan, pelaku dan saksi. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.
Bahan :
LKS/gambar-gambar, transparan, floppy disk.
Alat :
OHP, LCD, Laptop
Komentar
oleh
HARIS ZAKY MUBARAK |
2 Oktober 2007
Nama : Ratna yuwinda
NIM : A1A104033
M. KULiah : Bimbingan Penulisan karya ilmiah
Tugas artikel
UNEK-UNEK
Hidup di zaman sekarang yang serba canggih, ternyata tidak membawa manusia untuk berpikir dan bertindak lebih maju. Kemajuan tehnologi berbanding terbalik dengan keadaan manusia sekarang, logikanya ketika tehnologi maju ada surplus yang terjadi, tapi entah mengapa sekarang yang ada orang makin malas. Dengan kata lain kecanggihan tehnologi hanya menyentuh pada tataran life stylenya only, bukan pada SDMnya, kalo pun ada ga sebanyak jumlah manusia yang ada di Indonesia sensus terakhir.
Pikiran orang pun hanya terbatas di situ-situ aja, hari ini gitu loh? Pemerintah hanya berkutat dalam masalah yang di hadapi bangsa yang makin njelimet, hampir2 ga dibantu oleh yang seharusnya membantu. Sebuah sistem hanya akan jadi benda mati bila unsur pendukungnya tidak ada. “Mahasiswa” hanya berkutat pada 3C yaitu citra, cita, dan cinta. Option terakhir inilah yang mendominasi sebagian besar mahasiswa sekarang. Sementara mahasiswa yang bekeja untuk membantu pemerintah, little banget!
Ada apa sih dengan mahasiswa Banjarmasin, Unlam, FKIP khususnya?! wake up man.. kita mahasiswa sekarang! diskusi2 di pojok2 kantin jangan melulu soal cinta, iyalah kita remaja.. tapi tidak perlu ngabisin waktu hanya untuk hal2 begituan, kan? Masalah di daerah kita banyak men, mulai dari hutan kita yang makin gundul, lapisan tanah yang makin menipis di satu tempat untuk menguruk di tempat lain, tradisi kita yang mulai hilang coz di gempur globalisasi sejak zaman purba, sampai naiknya bayar KHS di BEM fakultas kita sendiri.. apalagi soal KHS nih, itu kan dah haknya mahasiswa, kenapa sih harus di tebus mahal-mahal, pake ekstra yang ga ada hubungannya ma image mahasiswa pendidikan lagi.. dan kita perlu banget mikirin hal itu semampu kita, maaf jadi emosi.
Mari menengok ke masa lalu, di zaman-zaman susah belom ada ponsel za banyak menghasillkan dan memunculkan pemikir intelektual, penemu, penulis buku, yaah.. orang2 terkenal Sekarang? kayaknya sih yang banyak itu wong edan. Semua orang gila, gila hormat, gila jabatan, gila laki2, gila perempuan, gila harta, dan “mereka” menggunakan tehnologi dan peralatan untuk memenuhi kegilaannya.
Kemarin belajar Antropologi, kebudayaan di bentuk oleh masyarakat, masyarakat terdiri dari gabungan individu, individu punya personality yang di bentuk oleh 3 faktor yaitu pengetahuan, insting, dan perasaan. Pengetahuan di dapat dari 3 faktor yaitu sosialisasi, internalisasi, dan enkulturasi. Dan survey menyatakan seorang pembohong di bentuk oleh lingkungannya yang juga pembohong ulung. Juga karena hal2 yang mistik melekat erat dan kental dalam masyarakat kita, contohnya kalo pribumi liat pohon gede dibilang ada penunggunya, sementara orang luar kayak Cina, Malaysia ngeliatnya duit, jadi pohon2 gede itu di tebangin ma mereka, sedang pribumi yang rada bodoh tadi mengalami banjirnya.
Wajar aja klo UN SMP / SMU banyak yang ga lulus, wong pola pikir dan internalisasinya berantakan gitu. Tiap mo ulangan nyontek, ada tugas di upahkan, padahal tiap orang dah punya benda super canggih yang berjudul otak di kepalanya. Otak bisa nyimpan video kemudian membacanya dengan cepat sehingga orang bisa cerita dengan gampang apa yang barusan terjadi dengannya, bisa menampung alam semesta. juga bisa bikin orang terkenal, dengan jalan negatif ataupun positif. Come on guys.. banyak hal yang bisa di lakuin untuk hidup yang singkat ini, dah di kasih benda secanggih otak yang ga berat, dan gratis, kalian masih saja duduk2 dan menghabiskan waktu membicarakan cerita lama berjudul cinta???
Memang kita perlu cinta,tapi tidak harus menyita sebagian besar waktu di hidup kita kan? lagian sadar gak sih kita tuh lahir dengan cinta, tumbuh dengan cinta dan nanti insya Allah matipun dengan cinta, hari2 kita tuh dah di liputi cinta, jadi kenapa harus mengulang hal yang sama? jadikanlah dirimu sebagai sosok yang di kenang, gak mesti pahlawan, jangan jadikan dirimu sia2. Jangan jadikan cinta sebagai penghalang gerakmu untuk melakukan hal2 hebat, jangan takut ga punya ce / co karena sibuk ini itu, lagian pacaran sekarang gak ada jaminan langsung kawin setahun atau enam bulan berikutnya kan, kecuali Ta’aruf, hehehe..
Kehidupan kita itu dah diatur oleh penguasa langit dan bumi, kita tuh cuma ngejalanin apa yang udah di gariskan, tapi ga berarti ngejalaninnya sedatar-datarnya. Let’s make a history, not be a history kata anak PSP Sejarah’05. Kalopun ga bisa di banggain ma orang lain, setidaknya kamu bangga pada diri sendiri coz dah ngelakuin yang orang lain enggak, entah gak bisa atau gak kepikiran.
Hidup ga hanya untuk cinta, baru putusan nangis berember2, curhat ma teman 30 hari berturut2 cuma ngomongin kronologis jadian mpe putus di tambah kenangan2 indah buat pelarian. Bengong mpe tulalit, mending kalo ntar nyadar trus bangkit, kalonya bunuh diri??
NAMA : FARHAT TIFANI
NIM : A1A104043
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
ARTIKEL
MENGGUGAT BANJARMASIN BUNGAS
Bagai punguk merindukan bukan , nampaknya pribahasa ini dapat mengambarkan kondisi banjarmasin. Bagaimana tidak kota kita sudah pernah mendapat gelar kehormatan kota terkotor “pinanya urang bungas ( banjarmasin ) salah basolek “.
Dapat kita liat kesadaran masyrakat kian menipis. Saat ini warga Banjarmasin masih sangat kurang kesadaraanya untuk menjaga lingkungan. Masih ada saja warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya hal ini masih dapat diliat di pasar-pasar, terminal , jalan-jalan juga tempat-tempat umum ada saja warga yang bandel ( bebal ).
Apa urang banjar tidak tahu dampak yang dapat ditimbulkanya ini menjadi PR untuk pemerintah kota. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan akibat membuangsampah sembaranggan, baik itu sampak organic maupun sampak non-organik sungai menjadi kotor menimbulkan berkembangnya bibit penyakit juga pendangkalan terhadap susngi-sungai kecil yang ada dibanjarmasin contohnya seperti sungai yang ada di banjarmasin tengah kelurahan sungai baru masih ada saja warga membuang sampah kesungai walhasil sungai menjadi kotor sampah meyambul dimana-mana yang pada akhirnya sungai mengalami pendangkalan. Bagaimana tidak tersentil hati anda sungai yang sudah sempit terus disumbat dengan samapah-sampah, tampaknya kita perlu menggugah kembali nurani warga Banjarmasin untuk sadar akan pentingnya lingkunggan kita, untuk kelangsunggan generasi selanjutnya. Apa mau anak cucu kita mendapat mudarat dari hal-hal yang tidak bertanggugjawab yang telah kita lakukan. maka mari bersama-sama himbau urang benua dengan mengunakan segenap elemen masyarakat dan pemerintah kota banjaramsin khususnya dinas kebersihan selaku pengerak berperan aktif jangan hanya bisa menikmati jabatan namun tanggung jawab dikesampingkan
Belum masalah sampah teratasi kembali tergugat kesemerautan terminal Antasari kota banjarmasin terminal ini kacau balau kalau tidak segera dibenahi dengan segera jangan harap kita dapat lepas dari gelar kehormatan kota terkotor, terkutuk jadi kada bungas selamanya. Maka dengan ini saya menggugat pada masyarakat dan pemerintah dan seluruh intansi yang terkait, dapat dengan segera menanggani lingkunggan hidup kita. Segera bergerak dengan cepat untuk menjadikan banjarmasin kota yang bersih, teratur dan asri untuk kepentiggan kita bersama juga untuk anak cucu kita semua.
NAMA : FARHAT TIFANI
NIM : A1A104043
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas
ARTIKEL
BULAN RAMADHAN BULAN PENUH BERKAH UMAT ISLAM
( MARHABAN YA RAMADAHAN 1428 H. )
Alhamduliliah puji syukur kehadirat Allah SWT karena kembali lagi kita dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunaan pahala dilipat gandakan. sudah selayaknya kita bersyukur dengan segenap jiwa dan raga karena telah kembali dapat melaksanakan ibadah. Ibadah dibulan ramadhan puasa , taraweh , tadarus dan lain-lain pada bulan suci ini pintu taubat dibuka seluas-seluasnya oleh Allah SWT. Dengan segala kebaikan dibulan ramadahan sudah seharusnyalah kita sebagai umat muslim dapat menanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, persiapakan keserhatan rohani dan jasmani dalam menghadapi bulan penih barokah. Hampir tiap tindakan bahkan tidur orang yang berpuasapun ada pahala apalagi dalam melakukan kegiatan positif yang bersifat keseharian seperti bekerja dan belajar apalagi ibadah akan dilipat gandakan oleh Allah subahannallah maha suci Allah.
Ramadahan bulan yang ditunggu-tunggu tiap umat muslim mereka selalu merindu bulan penuh ampunaan ini dan kita patut bersyukur sebagai urang banua karena benua kita dapat melalui tahun ini dengan keadaan yang relatif kondusif sehingga dapat melaksanakan ibadah bulan ramadhan dengan tenang.
Ramadahan juga bulan dimana pada bulan suci ini pula Al-Quran Nulkarim diturunkan tepatnya pada tanggal 17 Ramadahan Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan Allah dengan perantara Jibril di gua Hira dan ayat pertama adalah Iqra ( baca ) AL_Quran adalah kitab untuk dibaca turun dengan berangsur-angsur untuk menjawab perkembanggan islam dan pertanyaan para sahabat. Ini merupakan mukjijat Allah yang luar biasa sungguh rahmat dan barokah untuk umat Muhammad dan menjadi langkah penting dalam perjalanan Islam sebagai Agama yang diridhoi Allah SWT. Tak terhingga manfaat AL-Quran bagi manusia mengajarkan iman , kebajikan , keadaan umat terdahulu dan segala hal tentang Alam semesta ada jawabannya dalam AL-Quran , sungguh bulan ramadhan bulan penuh berkah.
Bulan ramadhan bulan pelebur dosa dan pintu pertaubatan , salah satu berkah ramadhan adalah kita dapat melebur dosa-dosa yang telah kita lakukan dengan amal dan do’a, sangat besar keutamaan bulan ramadhan sebagai bulan penghapus dosa. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini perbanyak amal ibadah kita pada bulan ini dan jadilah manusia yang dapat memberi manfaat bagi lingkunggan sekitar kita.
Betapa bulan ini dapat membuat kita menjadi orang yang beriman, kita digojlok dengan lapar dan dahaga , bangun ditengah malam untuk dapat melatih keimanan dan kecintaan kita kepada Allah , karena segala yang kita lakukan adalah karena Allah SWT.
Berbagi rasa, simiskin dan sikaya dalam keadaan yang sama pada siang hari ( berpuasa ). Kita dibuat untuk dapat merasakan apa yang dirsakan saudara-saudara kita yangf kurang beruntung dalam hal materi dan kita dibuat bersyukur dengan apa yang telah kita dapat , hal ini membuat batin kita peka dengan keadaan sesama manusia. Orang yang mampu dianjurkan memberi makan orang miskin menjadikan bulan suci bulan penuh berkah bagi si papa.
Semoga dengan kita dapat memanfaatkan bulan suci Ramahan 1428 H. dapat menjadikan kita insan yang fitrah dan mendapat berkah serta rahmatNya Amin ya rabbal alamin.
Begitulah suara takbir yang berkumandang silih berganti saling bersahut-sahutan yang terdengar di langgar maupun di mesjid. Malam tersebut sangat dinantikan, karena selama 30 hari lamanya kita berpuasa. Ya…berpuasa dalam segala hal, baik dari haus dan lapar serta menahan hawa nafsu. Namun jangan juga disalah artikan kalimat berpuasa dalam segala hal, tidak begitu juga. Nanti mentang-mentang berpuasa tidak mau bekerja atau tidak melakukan kegiatan apapun. Kita harus tetap melakukan kegiatan kita sehari-hari seperti bulan-bulan yang lainnya. Mungkin porsinya saja yang di kurangi. Seluruh umat islam dari anak-anak sampai orang tua dengan suka cita menyambutnya. Berkeliling kampung sambil mengucapkan takbir adalah salah satu cara yang dapat mereka lakukan untuk meluapkan rasa kegembiraan
.
Hari Kemenangan sangat di nanti-nantikan, bayangkan bebas dari haus dan lapar tapi itu hanya sebagian kecilnya saja. Yang lebih dinantikan yaitu mereka menjadi manusia baru lagi. Jangan berpikiran macam-macam ya..Yang di maksud disini adalah mereka ( manusia ) terlahir kembali seperti bayi yang baru saja di lahirkan atau kembali fitrah dalam keadaan suci jauh dari dosa. Sungguh senangnya, tapi apabila dosa yang kita perbuat selama setahun dapat terhapus. Tapi, apakah itu dapat terjadi pada diri kita? Entahlah….?? Semau amal ibadah kita selama bulan Ramadhan yang tahu hanya Allah SWT. Caranya agar dengan sebaik-baiknya menjalankan ibadah tersebut agar Allah berkenan kepada ibadah kita sehingga kita menjadi salah satu manusia yang terlahir kembali di dunia
.
Lahir kembali berarti serba baru dong.., penampilan baru, hati yang baru, suasana baru, sampai baju baru dong,he..he..he. Boleh saja tapi yang penting, tetap kembali kepada individu itu sendiri bagaimana sebaiknya menyiapkan hari kemenangan mereka. Walaupun sudah pakai baju baru, apakah sudah barang tentu hatinya juga baru ? Belum tentukan..?? Jadi apalah artinya sebuah baju baru. Ya ibaratnya penampilan bukan segalanya yang penting niatnya ikhlas lillahitaalla.
Selain ada yang senang dan bahagia dalam suka cita pada hari Lebaran. Ternyata ada yang sedih. Sedih….??? Aneh ya kenapa jadi sedih, bukannya kita sebagai umat islam harus senang dan bahagia. Asal kalian tahu sedihnya yang dimaksud lain sedih yang gimana gitu…!!! Sedih karena takut kalau tidak bisa ketemu lagi dengan bulan Ramadhan. Oo… gitu. Iya kalau masih punya umur panjang, kalau tidak?? Wallahualam
Setelah malam takbiran keesokan harinya kita menjalankan sholat Idul Fitri yang biasa di lakukan di mesjid-mesjid maupun di lapangan terbuka. Tradisi yang biasa di lakukan setelah sholat Idul Fitri adalah silaturahmi dengan sanak saudara, tetangga sesama muslim. Tidak jarang terdengar isak tangis di antara mereka saat berjabat tangan. Senyum ceria bertaburan bak bunga mawar yang sedang mekar begitulah suasana yang terpancar di wajah mereka
Senangnya apabila saat lebaran kita bisa berada di tengah-tengah orang yang terkasih dan tercinta, ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, serta sanak saudara lainnya saling berbagi kasih. Namun, bagaimana apabila diantara mereka tidak ada ( meninggal ) pasti sedih ya ? Ya iya lah. Secara otomatis suasananya ada yang lain. Tapi itulah hidup. Ada kehidupan dan kematian. Ada yang datang dan pergi. Jadi, diharapkan agar manusia dapat memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan safaat dari Allah.
Pokoknya pada intinya Hari Kemenangan adalah suatu intropeksi diri kita bagaimana menjalani kehidupan ini agar kita benar-benar dapat merasakan makna hari kemenangan dengan sebenarnya. Bersyukurlah apabila Allah SWT pada tahun ini kita masih dapat merasakan dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berarti Allah masih memberikan kesempatan untuk dapat memperbaiki hidupnya, lebih dapat baik lagi. Keikhlasan hati yang suci untuk memaafkan saat hari kemenangan harus ada di setiap hati umat muslim. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin.
NAMA : IHDA ILFIA
NIM : A1A104009
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
PERMASALAHAN PEREMPUAN
DI INDONESIA
R.A Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat dikagumi dan dihormati oleh kaum perempuan Indonesia. Adat memingit pada masyarakat Jawa sangat membebani Kartini pada masa itu. 4 tahun lamanya Kartini tidak diizinkan keluar rumah. Pada saat itu Kartini mengatakan bahwa dia lain dengan anak gadis Eropa, nasib gadis Jawa ialah menurut saja, cuma satu saja tujuan hidupnya ialah menikah dengan orang yang tidak dikenalnya.
Salah satu surat yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabat Eropanya diantaranya Beliau mengatakan : ”Perempuan itu jadi soko guru peradaban ! bukan karena perempuan yang dipandang cakap untuk itu, melainkan oleh karena saya sendiri yakin bahwa dari perempuan itupun mungkin timbul pengaruh yang besar, yang besar akibatnya, dalam hal membaikkan maupun memburukkan kehidupan, bahwa dialah yang paling banyak membantu mamajukan kesusilaan manusia ”.(surat Kartini kepada nyonya Abendanon , 21 januari 1901).
Dari pernyataan Kartini tersebut dapat kita lihat bahwa Beliau mempunyai keinginan yang kuat agar perempuan dapat lebih dihormati dalam masyarakat . Beliau merupakan orang yang membuka sedikit celah agar perempuan Indonesia bangkit dan mampu membuktikan bahwa perempuan juga berhak maju dan berkembang sebagai mana laki-laki, diantaranya dalam hal pendidikan.
Lalu bagaimana dengan perempuan- perempuan pada zaman sekarang ini ?
Dengan terpilihnya Megawati Soekarno Putri sebagai presiden ke-5 RI, mungkin dapat sedikit membuktikan bahwa perempuan juga mampu setara dengan laki-laki. Sebagai perempuan kita memang patut bangga kepada beliau karena telah mampu duduk diatas kursi yang pada umumnya diduduki oleh laki-laki. Tetapi terlepas dari hal itu tentu saja kita juga harus mengetahui kemampuan, tanggung jawab dan peran aktif yang harus ada dalam diri seorang pemimpin. Jangan memandang seseorang hanya dari satu sisi kesamaan dengan kita karena kita juga harus sadar bahwa kodrat kita sebagai perempuan, tidak akan sama/sejajar dengan laki-laki tapi sebagai perempuan kita dapat melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang laki-laki. Perempuan bukanlah sebagai beban tetapi justru menjadi penyokong dalam kehidupan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan : ” apakah sudah cukup baik penghargaan terhadap perempuan pada masa sekarang ini ?”.
Kasus Marsinah yang terjadi pada tahun 1993 merupakan salah satu bukti penting bahwa penghargaan terhadap perempuan sangatlah rendah. Penyiksaan dan penganiayaan yang terjadi sangatlah keluar dari jalur perikemanusiaan. Seorang perempuan yang hanya menuntut haknya tapi malah dibantai layaknya seperti binatang.
Pengiriman TKW ke luar negeri yang semakin tahun semakin banyak, merupakan PR yang harus dipikirkan pemerintah. Tenaga kerja wanita yang dikirim ke luar negeri yang sebagian besar hanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga sudah cukup sangat merendahkan bangsa kita. Apalagi banyak terjadi tindak-tindak kekerasan terhadap TKW Indonesia. Maka dari itu pemerintah perlu memikirkan nasib mereka, bagaimana agar bisa memberdayakan masyarakat seperti mereka agar tidak nekat mencari peruntungan di negeri orang.
Banyaknya PSK yang ada khususnya di kota-kota besar juga merupakan masalah yang harus diperhatikan. Dengan alasan faktor ekonomi, mereka rela menjual apa yang sangat berharga dalam diri mereka sebagai perempuan. Yang hal tersebut tidaklah bisa dinilai bahkan dibayar dengan apapun. Sebenarnya masalah ini bisa saja kita selesaikan dengan catatan semua pihak yang bersangkutan bisa memahami dan mempunyai keimanan yang kuat dalam dirinya. Harusnya mereka sadar bahwa perbuatan itu sangatlah tidak baik khususnya bagi agama. Agama manapun pastilah tidak memperbolehkan perbuatan tersebut. Maka dari itu perlu adanya dukungan moril terhadap mereka dari orang-orang terdekat. para ulama/ pembesar agama juga perlu membekali mereka dengan ilmu agama yang nantinya bisa dijadikan dinding penghalang agar mereka tidak terjerumus pada perbuatan seperti itu. Dan tentu saja hal itu juga sangat diperlukan adanya tekat dan keinginan yang kuat dari dalam diri mereka sendiri. Seperti yang telah diutarakan diatas, sebagian besar alasan mereka adalah kesulitan ekonomi yang menimpa mereka. Maka dari itu pemerintah kiranya bisa memberikan jalan keluar dari masalah ekonomi mereka. Pemerintah bisa saja memberdayakan mereka memberikan modal awal misalnya memberikan mereka keterampilan-keterampilan khusus yang sesuai dengan minat dan bakat mereka yang tentunya bertujuan untuk menjadi bekal mereka agar bisa bekerja atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Kasus aborsi yang terjadi, sebagian besar disebabkan oleh berkembangnya gaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Tindakan ”semau gue” seakan menjadi trend dalam kehidupan remaja. Memang pada usia mereka sangat rentan terhadap pengaruh luar dan daya pikir mereka juga masih labil sehingga dengan cepat mudah terpengaruh. hal itulah yang menjadi penyebab mereka melakukan hal-hal yang negatif. Selain alasan tersebut, ada juga alasan mengapa orang melakukan tindak aborsi yaitu adanya penyakit yang diderita oleh sang ibu. Tetapi apapun alasan itu, tetap saja perbuatan itu merupakan suatu pembunuhan yang sangat kejam. Seorang bayi yang masih tak berdaya di dalam kandungan sang ibu harus menerima kenyataan bahwa mereka tak diinginkan dan tak ada tempat untuknya di dunia. Sebenarnya apa dosa bayi kecil itu? Bayi itu tidak meminta tapi justru orang tua merekalah yang patut diberikan pertanggung jawaban.
Dari beberapa tulisan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang harus membuktikan seorang perempuan itu patut dan layak untuk dihormati serta berhak maju dan berkembang layaknya laki-laki adalah bukan orang lain tetapi diri perempuan itu sendiri. Seorang perempuan perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar perempuan juga dapat mempunyai tingkatan pendidikan yang sama dengan laki-laki, seperti yang telah dikatakan Kartini bahwa perempuan itu jadi soko guru peradaban dan banyak membantu memajukan kesusilaan manusia. Selain itu perempuan juga harus membekali diri dengan keimanan yang kuat agar secara rohaniah mereka mampu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang negatif khususnya yang sangat dilarang oleh agama.
SATUAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA / MA
Kelas : XII / I
Pokok Bahasan : Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru
Sub Pokok Bahasan : Proses Jatuhnya Orde Baru
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Standar Kompetensi
Menganalisis perjuangan sejak Orde Baru sampai dengan masa reformasi.
II. Kompetensi Dasar
Menganalisis proses berakhirnya pemerintah orde baru dan terjadinya reformasi.
III. Materi Pembelajaran
- Apa yang menjadi dasar tuntutan di adakannya reformasi ?
- Bagaimana proses jatuhnya orde baru ?
Uraian :
Tuntutan reformasi kian mendesak seiring memburuknya kondisi ekonomi. Rezim orde baru jelas tidak mampu memenuhi tuntutan reformasi, yaitu demokratisasi. Cabinet yang di bentuk Soeharto pada bulan Maret 1998 memunculkan keraguan terlaksananya reformasi.
Mahasiswa mulai turun ke jalan pada awal bulan Mei. Tuntutan reformasi saat itu adalah agar Soeharto meletakkan jabatan sebagai Presiden RI. Demontrasi 12 Mei 1998, 6000 orang mengadakan aksi di kampus Universitas Trisakti Jakarta Barat. Terjadi bentrok antara mahasiswa dan aparat yang menyebabkan empat mahasiswa Trisakti tewas.
Kematian tersebut kian mengobar semangat mahasiswa menuntut pengunduran diri Soeharto. Pada 13 Mei 1998 mahasiswa mendesak suksesi kepemimpinan nasional dilakukan. Kerusuhan kian menjalar keberbagai tempat serta berubah jadi tindakan anarkis dan rasialis terhadap etnis Cina. Kerusuhan massa 13-14 Mei 1998 di Jakarta menyebar ke kota lain di Jawa dan luar Jawa. Dan 18 Mei 1998 mahasiswa mendatangi dan menduduki gedung DPR / MPR menuntut berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto.
Pagi hari tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menandatangani pengunduran dirinya sebagai presiden RI secara konstitusional. Dengan demikian, berakhirlah pemerintahan orde baru yang berlangsung selama 32 tahun.
IV. Metode Pembelajaran
- Tanya Jawab
- Diskusi
V. Media Pembelajaran
- Alat : Papan tulis, kapur tulis, dan Kepsen
- Sumber : Buku Sejarah Program IPS kls XII
Widya Utama.
Komentar
oleh
Nama : Dina Yulinda ( A!A105019) |
3 Oktober 2007
M MUHTADIN NUR
A1A104021
ARTIKEL
GAYA KEHIDUPAN MAHASISWA YANG SANGAT MEMPRIHATINKAN
Waktu demi waktu berjalan takterasa kita sudah memasuki tahun yang penuh gemerlap era kebebasan dan hamper tidak ada lagi batas-batas norma yang berlaku baik norma agama atau norma-norma sosial masyarakat mungkin dikarnakan oleh percampuran budaya kita yang sudah terpengaruh oleh kebiasaan orang luar yang penuh kebebasan dan tidak terikat oleh keadaan budaya atau norma yang berlaku ditempat kita. Akan tetapi pengaruh itu tidak begitu besar dampaknya,pada dasarnya yang sangat mempengaruhi adalah rusaknya moral-moral masyarakat setempat. Ini sangat bisa kita lihat dari kehidupan mahasiswa di Banjarmasin mulai dari gaya hidup maupun dari kesaharian hubungan antara laka-laki dan perempuan. Setiap hari mereka asyik terlena dan terbuai oleh kesenangan sesaat ini bisa kita lihat dari banyaknya laki-laki yang bersama dalam satu kamar dan banyaknya terlihat alat kontrasepsi yang bekas dipakai disamping-samping kos sehingga gaya hidup yang seperti inilah yang sangat banyak mengakibatkan terjadinya kehamilan sehinga begitu banyak nyawa-nyawa yang takberdosa terbuang sia-sia, Begitu memprihatinkanya perilaku yang seperti ini,kebiasaan yang seperti inilah yang sangat ditentang oleh agama dan sangat ditakutkan oleh para orang tua sekarang,akantetapi apa boleh buat faktanya inilah yang sangat marak terjadi di kalangan kehidupan mahasiswa sekarang ini, Jadi saya menghimbau kepada semua orangtua agar selalu mengontrol perilaku anaknya dan selalu memberikan kasih sayang yang semestinya mereka dapatkan dan kepada seluruh masyarakat yang berada dilingkungan dimana banyak terdapat kos-kosan agar mau ikut dalam meminimalisair terjadinya finomena yang seperti ini terutama kepada bapak-bapak kos dan pak RT setempat agar menjalankan peraturan yang telah dibuat dengan baik benar dan sebagaimana mestinya agar tercipta masyarakat yang berahlak mulia dan sesuiai dengan syariaat islam dan sunah nabi sehingga tercipta penerus bangsa yang handal dan berahlak mulia.
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Satuan Pelajaran : SMA
Pokok Bahasan : Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Kelas/Semester : X/I
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis Perkembangan dan Perluasan Kekuasaan Bangsa-bangsa Eropa
Kompetensi Dasar : Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
I. Indikator : – Siswa dapat menjelaskan perubahan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi Eropa
– Siswa dapat menjelaskan mengapa bangsa Eropa memburu rempah-rempah di Indonesia
– Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera
II. Materi Ajar : Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia
III. Metode Pembelajaran : – Ceramah
– Diskusi
– Penugasan
IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
– Pembukaan
– Apersepsi
– Menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti (60 Menit)
– Menjelaskan perubahan-prubahan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi di Eropa
– Menjelaskan mengapa bangsa Eropa memburu rempah-rempah di Indonesia
– Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melaukan penjelajahan samudera
– Menugaskan kepada siswa untuk membentuk kelompok mendiskusikan latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia
C. Kegiatan Akhir (20 Menit)
– Penutup
– Kesimpulan
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
– Buku-buku Sejarah SMA Kelas X
– Peta
– Gambar-gambar
VI. Penilaian
– Memberikan tanya jawab lisan
– Tes tertulis (essay)
Komentar
oleh
Fathul Rizkiyah |
3 Oktober 2007
Satuan Pelajaran
Satuan Pendidikan : SMU
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Social
Sub Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas / Semester : XII / I
Alokasi Waktu : 2 × 45 menit (1 x pertemuan)
I.Standar Kompetensi
Menganalisis perkembangan ekonomi Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan dari tahun 1950-1965.
II.Kompetensi Dasar
Menganalisis kebijakan pemerintah dalam penerapan sistem ekonomi liberal tahun 1950.
III.Indikator
1.Menguraikan latar belakang diterapkannya sistem ekonomi liberal.
2.Menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam pelaksanaan sistem ekonomi liberal dengan upaya memperbaiki keadaan ekonomi.
IV.Materi Standar
1.Latar belakang pelaksanaan sistem ekonomi liberal.
2.Langkah- langkah yang diambil pemerintah dalam sistem ekonomi liberal adalah dengan cara :
a)Nasionalisasi De Javasche Bank
b)Sistem ekonomi gerakan benteng
V.Kegiatan Pembelajaran
1.Kegiatan awal
Menciptakan suasana kelas seperti salam pembuka dan do’a.
2.Kegiatan Inti
a)Membagi siswa dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
b)Diskusi kelompok dalam rangka menganalisis kebijakan Pemerintah tentang sistem ekonomi liberal yang diterapkan pada tahun 1950, dan menganalisis langkah-langkah yang ditempuh pada masa sistem ekonomi liberal tersebut.
c)Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi temanya.
3.Kegiatan Akhir (penutup / repleksi )
a)Kesimpulan hasil diskusi
b)Menutup pembelajaran dengan salam penutup
VI.Media
1. Buku pelajaran Sejarah SMU 3,untuk SMA kelas XII.
2. Artikel
VII.Evaluasi
Tes Uraian:
1.Sebutkan faktor apa saja yang menyebabkan suramnya ekonomi dan kondisi keuangan pada masa sistem ekonomi liberal!
2.Apa tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng, dan mengapa sistem tersebut mengalami kegagalan?
Komentar
oleh
Elma Khairina |
3 Oktober 2007
NAMA : HANIK PUSPITASARI
NIM : A1A105047
SATUAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : Genap
Materi Pokok : Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia.
1.1 Menguraikan pengaruh perang dingin terhadap
kebijakan politik Indonesia.
II.Standar Kompetensi
Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia
III.Indikator
1. Menganalisis pengaruh perang dingin.
2. Menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia pasca
perang dingin.
IV. Langka Pembelajaran
Pertemuan I :
A. Pendaluhuan:Mempersiapkan kelas
B. Kegiatan Inti:Mengkoordinir siswa untuk berdiskusi.
Diskusi kelas untuk mendiskripsikan pengaruh perang
dingin terhadap Indonesia.
C. Penutup:Memberi tugas individu membuat makalah
tentang pengaruh perang dingin terhadap Indonesia.
Pertemuan II :
A. Pendahuluan:Mempersiapkan kelas tanpa presenasi.
B. Kegiatan Inti:Meminta setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan
sebelumnya, kelompok lain menanggapi presentasi
temannya.
C. Penutup:Evaluasi dari peserta yang telah tampil.
Pertemuan III :
A. Pendahuluan:Mengecek tugas siswa pada pertemuan
sebelumnya.
B. Kegiatan Inti:Mengorganisir siswa untuk membicarakan
tentang pengaruh perang dingin terhadap Indonesia.
C. Penutup:Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat
makalh dengan benar dan membuat rangkuman materi.
V. Media :
1. Lembar Kerja Siswa
2. Peta Dunia
3. Artikel
VI. Sistem Penilaian, mencakup ranah :
1. Penilaian ranah kognitif:Tes uraian.
2. Penilaian ranah afektif:Laporan hasil diskusi dan
hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian ranah psikomotor:Laporan hasil penyajian
makalah.
VII. Sumber bahan
1. Buku Paket Erlangga
2. Buku-buku yang relavan
3. Artikel
Komentar
oleh
nida04 |
3 Oktober 2007
NAMA : Muhammad Fauzi
NIM : A1A104003
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
PENIDIDIKAN PADA ANAK
Pendidikan merupakan bekal hidup kita dimasa depan, tanpa pendidikan bagaimana nasib kita nanti. Pendidikan sebagai pondasi dimana kita bisa bertahan dari tantangan hidup yang dari zaman ke zaman semakin canggih. Kita sudah tau bagaimana kehidupan sekarang, hidup abad 21 adalah hidup yang sangat sulit, semua serba memerlukan keterampilan dan keahlian agar bisa mengimbangi kehidupan pada abad ini. Tentunya untuk dapat bertahan hidup dan terhindar dari arus negatif globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat masuk, kita harus mempunyai senjata dan tameng yang ampuh agar bisa bertahan. Lalu apa senjata dan tamengnya ? jawabnya adalah pendidikan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan lagi adalah bagaimana keadaan dunia pendidikan anak nantinya, melihat bagaimana situasi dan kondisi sekarang ini yang semakn sulit. Jawabnya adalah kita harus tanamkan pendidikan sedini mungkin. bagaimana caranya ? tentu, sebagai orang tua, tau bagaimana pendidikan yang baik untuk anaknya. Orang tua harus mengerti keadaan anaknya, orang tua tidak bisa memaksakan kehendaknya agar anak ini harus memperoleh pendidikan dimana. Yang penting adalah biarkan anak memilih dunia pendidikannya sendiri, biarkan dia berinprovisasi dengan pendidikan apa yang diinginkannya. Tetapi di sini dengan catatan bahwa dunia pendidikan yang dipilih sang anak tidak melenceng kearah yang negatif. Maksudnya adalah orang tua membiarkan anaknya sendiri yang memilih pendidikannya tetapi sang orang tua tidak hanya berdiam diri saja, orang tua harus melakukan pengawasan juga pada anak. Selama pendidikan yang dipilihnya baik, orang tua harus memberikan support pada anak. Anak akan menjadi merasa enjoy apabila tidak ada paksaan dari pihak orang tua atau pihak manapun. Anak kalau dipaksa dia akan semakin berontak. Jadi, biarkan anak berkreasi dan memlihin dunia pendidikannya selama itu baik untuk masa depanya. Sebagai orang tua dukung dan berikan anak suport serta motivasi yang tinggi.
Komentar
oleh
pandai_slam@yahoo.co.id |
3 Oktober 2007
Nama : Kamsinah
Nim : A1A105037
Satuan Pelajaran
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas : X11
Semester : 1(satu)
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 1xpertemuan(2×45menit)
Standar Kompentensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi sehingga lahirnya orde baru
Kompetensi Dasar : Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator :
- Menjelaskan makana proklamasi bagi bangsa Indonesia;
- Menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
I. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat
- Menjelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
- Menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
II. Materi Ajar
- Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia;
- Pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
III. Metode Pengajaran : Diskusi, Ceramah, Tanya Jawab.
IV. Langkah Pembelajaran :
Kegiatan Awal:
- Memberi salam untuk membuka pelajaran
- Mempersiapkan siswa menerima pelajaran
- Menanyakan materi yang akan disajikan
Kegiatan Inti:
- Menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia melalui studi pustaka, diskusi kelompok dan diskusi kelas;
- Menganalisis proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara melalui studi pustaka, diskusi kelompok dan presentasi.
Kegiatan Akhir:
- Membuat rangkuman
- Membuat tugas
V. Sumber Belajar : Buku paket Sejarah Nasional Indonesia dan UMum SMA untuk kelas X11 Program ilmu sosial, I Wayan Badrika, Penerbit Erlangga 2006
V1. Penilaian :
- Menilai proses diskusi siswa
- Ulangan.
Komentar
oleh
dinnabarada |
3 Oktober 2007
Satuan Pembelajaran
Nama sekolah:SMU
Mata pelajaran:Ilmu Pengetahuan Sosial
Sub mata pelajaran:Sejarah
Kelas:XII/3
Semester:II
Materi Pokok:Proses berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan terjadinya Reformasi
I.Standar Kompetensi:
Menganalisis proses berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan terjadinya Reformasi
II.Kompetensi Dasar:
- Siswa mampu menjelaskan kronologis jatuhnya pemerintahan Orde Baru
- Siswa mampu menyebutkan faktor-faktor penyebab tuntutan Reformasi
- Siswa mampu menjelaskan sebab-sebab kejatuhan Orde Baru
III.Kegiatan pembelajaran
A. Pendahuluan
Mempersiapkan kelas
B.Kegiatan Inti
-menjelaskan kronologis jatuhnya pemerintahan orde baru
-menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi
-menjelaskan sebab-sebab kejatuhan orde baru
IV.Media pembelajaran
-papan tulis
V.Evaluasi
-Test tertulis
-Test tanya jawab
VI.Sumber dan bahan
-buku sejarah Kelas XII I Wayan Badrika
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran :Sejarah
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas : XII
Semester : 2 [Dua]
Standar Kompetensi : Mendeskripsikan tentang terjadinya Perang
Dingin
Kompetensi Dasar : 1. Menyebutkan Pengertian Perang Dingin
2. Menjelaskan sebab timbulnya Perang
Dingin
3. Menjelaskan akibat Perang Dingin
I.Materi Pelajaran :
1. Pengertian Perang Dingin
Perang Dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan konflik – konflik kepentingan, dan perebutan supremasi, dan perbedaan ideologi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.
2. Sebab Timbulnya Perang Dingin
a. Perbedaan Paham
Paham demokrasi – kapitalis yang dianut oleh Amerika Serikat bertentangan dengan paham sosialis – komunis Uni – Soviet.
b. Keinginan Untuk Berkuasa
Amerika Serikat dan Uni – Soviet mempunyai keinginan menjadi penguasa di dunia ini dengan cara – cara yang baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara – negara yang sedang berkembang. Uni Soviet yang mulai kuat ekonomimya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli.
3. Akibat Perang Dingin
a. Bidang Politik
Amerika Serikat berusaha menjadikan negara – negara berkembang menjadi negara demokrasi agar hak – hak asasi manusia dapat dijamin
Uni Soviet dengan paham sosialis – komunisnya mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahunnya. Caranya tidak dilakukaun dengan liberal tapi diktator
b. Bidang Ekonomi
Amerika Serikat memberikan Pinjaman/ bantuan Ekonomi bagi negara – negara berkembang dan negara – negara barat yang hancur ekonominya akibat perang
c. Bidang Militer
Negara – negara barat membentuk North Athlantic Treaty Organization (NATO) 1949 sebagai pakta pertahanan
Uni – Soviet dengan negara – negara Blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955)
II. Metode:
Metode Diskusi dan Metode Ceramah
III. Evaluasi:
a. Penilaian tugas Individu dan kelompok yang meliputi jawaban pertanyaan dan tugas – tugas
b. Keaktifan dan keberanian siswa dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil diskusi di depan kelas.
IV. Sumber/Media
a. Buku Sejarah Nasional dan Umum untuk SMA kelas XII Erlangga. Soal
1. Apakah yang dimaksud dengan Perang Dingin?
2. Bagaimana keadaan dunia setelah Perang Dingin berakhir?
Komentar
oleh
Santy Dwi Pratiwi |
3 Oktober 2007
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XII/II
Pertemuan ke- : 20
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi :
3. Menganalisis perkembangan sejarah dunia sejak perang dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir.
Kompetensi dasar :
3.1 Menganalisis perkembangan sejarah dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan ekonomi internasional setelah perang dunia II sampai dengan berakhirnya perang dingin .
Indikator :
1. Mengidentifikasikan munculnya kekuatan negara adikuasa setelah perang dunia II
2. Menganalisis perang dingin sebagai perwujudan dari konflik-konflik yang terjadi antara Blok Barat yang di bawah AS dan Blok Timur yang di bawah Uni soviet.
3. Mendiskripsikan dampak perang dingin bagi dunia.
I. Tujuan pembelajaran :
- Dapat menyebutkan negara-negar adikuasa setelah PD II berakhir.
- Dapat menjelaskan pengertian perang dingin.
- Dapat menjelaskan factor-faktor penyebab terjadinya perang dingin.
- Dapat menyebutkan wujud dari persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur yang saling bertentangan.
- Dapat menjelaskan dampak perang dingin bagi dunia dalam bidang politik, ekonomi dan militer.
II. Materi ajar :
1. Negara-negara adikuasa
2. Pengertian perang dingin
3. Faktor-faktor penyebab terjadinya perang dingin
4. Wujud persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur :
a. Sistem aliansi ;
b. kegiatan spionase
5. Dampak perang dingin
III. Metode pembelajaran :
1) Ceramah bervariasi
2) Tanya jawab
3) Diskusi
4) Penugasan
IV. Langkah-langkah pembelajaran :
A. Kegiatan Awal
1) Apersepsi
- Mereview/mengulang kembali pelajaran yang lalu
- Informasi tujuan pembelajaran
2) Motivasi
- Tanya jawab kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari
B. Kegiatan Inti
- Menyebutkan negara-negara adikuasa yang muncul, diselingi dengan tanya jawab.
- Menjelaskan pengertian perang dingin, meminta siswa untuk mengulangi pengertian perang dingin dengan kata-katanya sendiri.
- Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadi-nya perang dingin, diselingi dengan tanya jawab.
- Menyebutkan wujud dari persaingan antara Blok Barat dan Blok Timuryang saling bertentangan, dan meminta siswa untuk menyebutkan bentuk sistem aliansi dan contoh dari kegiatan spionase.
- Guru membagi siswa dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang, mendiskusikan tentang dampak yang ditimbulkan perang dingin bagi dunia dalm berbagai bidang kehidupan (politik, ekonomi, dan militer).
- Selesai berdiskusi, siswa diminta untuk membacakan hasil diskusinya di dalam kelas.
C. Kegiatan Akhir
1. Kesimpulan
- Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari.
2. Post-tes
D. Penugasan
- Membuat resume mengenai perang dingin secara sitematis.
V. Alat/bahan/sumber ajar :
- Buku Sejarah untuk SMA Kelas 3
- Caption
- Peta
VI. Penilaian (25 menit) :
1. Sebutkan 2 (dua) negara adikuasa yang muncul sebagai kekuatan raksasa di dunia setelah berakhirnya PD II beserta ideologinya !
2. Apa yang dimaksud dengan perang dingin? jelaskan !
3. Jelaskan faktor penyebab terjadinya perang dingin!
4. Sebutkan wujud persaingan antara AS (Blok Barat) dan Uni soviet(Blok Timur)! Beerikan contohnya dan jelaskan!
5. Bagaimana AS menanamkan pengaruhnya di bidang ekonomi kepada negara-negara di Asia sebagai dampak dari pernag dingin bagi dunia?
VII. A) Kunci jawaban :
1. Dua negara aadi kuasa setelah berakhirnya PD II, yaitu Amerika Serikat dengan ideologi liberal-kapitalis dan Uni soviet dengan ideologi komunis.
2. Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflilk kepentingan, dan perebutan supremasi dan perbedaan ideologi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni soviet.
3. Faktor-faktor penyebab perang dingin, yaitu :
a. Perbedaan paham, paham demokrasi kapitalis (AS) mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur. Paham sosialis-komunis (US) berkeyakinan bahwa dapat mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyat, karena negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungan untuk rakyat.
b. Keinginan untuk berkuasa, AS sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkenbang. Bantuan berupa pinjaman modal untuk pembangunan, dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran industri. Masyarakat miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis-komunis. Bantuan US berupa senjata dan tenaga ahli.
4. Wujud persaingan antara AS dan US adalah sistem aliansi dan kegiatan spionase. Bentuk sistem aliansi AS, yaitu pembentukan NATO (1949) dan SEATO (1954). US dengan pembentukan Paktawarsawa (1955) dan Cominform (1947). Kegiatan spionase : US dengan KGB (dinas intelegen sipil atau dinas rahasia US), AS dengan CIA (dinas rahasia AS untuk mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu.
5. Untuk negara-negara Asia, pres. Truman (AS) mengeluarkan “ The four point program for the economic Develovment in Asia “ berupa bantuan teknik dalam wujud bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di AS yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara sedang berkembang.
Komentar
oleh
Adi fitriansyah rizqoni |
3 Oktober 2007
Nama : Isriyani Puspitasari
Nim : A1A104013
Tugas : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Wijen
Biji wijen dapat dijumpai dengan mudah pada onde-onde atau roti gambang. Wijen juga sering ditaburkan diatas makanan dan sayuran, serta menjadi bahan baku minyak wijen.
Biji wijen yang sering digunakan jadi bahan kue itu berbentuk biji-biji kecil pipih dengan ujung meruncing. Dibeberapa daerah, wijen dikenal dengan nama lenggon (NAD), lenga (Batak), wijen (Sunda Jawa) dan lain-lain, sementara di Cina, wijen dinamai xhe ma,
Wijen (pesaliaceae) merupakan tumbuhan herba yang tingginya mencapai 1-1,5 meter. Tumbuhan yang berasal dari Afrika Tropis ini dapat tumbuh pada ketinggian 1-1.000 meter diatas permukaan laut.
Letak daun saling berhadapn, bertangkai panjang dan lebih sempit. Bunganya tertancap dua kelenjar, bertangkai pendek dan warna bungannya putih atau ungu. Mahkota bungannya berambut lebat, berbentuk segi empat tumpul panjang. Satu buah bisa berisi lebih dari 50 biji.
Baik dalam bentuk bijinya maupun minyak, biji memiliki aroma khas yang wangi. Selain sebagai pencampur makanan, wijen juga mengandung khasiat obat. Menurut Prof. H.M Hembing Wijaya Kusuma dalam bukunya tumbuhan berhasiat obat Indonesia, wijen berhasiat memperbanyak ASI (Air Susu Ibu lactagoga) dan mencegah kanker dan penuan.
Khasiat wijen didapat dari kandungan zat-zat kimia yang diketahui lewat sejumlah penelitian. Beberapa zat yang ada dalam wijen antara lain gliserida (asam oleat, lonoleat, palmitat, steart, misiristina sesamin, sesamolin, sesamol, liginans, pedaliin planteose, sitokrom C, protein, prantosa, VitamnA, B1, dan E.
Wijen banyak kegunaanya. Bisa untuk pencegahan, pengobatan dan perawatan untuk preventif. Wijen berkhasiat mencagah kerontokan rambut, penuan, kanker, penyakit degeneratif, rambut beruban, stroke, hipertensi dan lain-lain. Untuk pengobatan wijen di manfaatkan dalam mengatasi penyakit batuk, katarak, sakit perut-diare, sakit kepala, kencing nanah, kencing manis, sembelit, beser (sebentar-sebentar kencing), reumatik, dan luka-luka. Wijen juga berkhasiat merawat dan meningkatkan fungsi liver, kecerdasan, stamina dan menghitamkan rambut.
Untuk fungsi-fungsi tersebut wijen dimasak bersama campuran bahan lain, lalu dimakan secara rutin, misal untuk mencegah penuan, biji wijen dicampur kacang merah kecil (Phaseolus Agularis Wight) dan gula merah dibuat bubur dan dimakan. Biji wijen yang ditaburkan diatas makanan tau sayuran berhasiat memperbanyak ASI dan mencegah rambut beruban.
Yang dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penyakit degeneratif berbentuk minyak. Minyak itu digunakan menumis Sop atau masakan dikonsumsi oleh penderita.untuk tekanan darah tinggi, biji wijen kering dibuat bubuk, lalu diseduh dengan air dan diminum. Bisa juga bubuk wijen itu direbus dan airnya disaring diminum 2-3 kali sehari.
NAMA : MURNIATI SUSANTI
NIM : A1A104010
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
HINDARI ANAK DARI BAHAYA ROKOK
Jumlah perokok usia muda dan anak-anak tidak lain akibat pengaruh iklan rokok dan adanya kecenderungan anak untuk meniru. Remaja saat ini sudah terbiasa dengan lingkungan dimana merokok dianggap baik dan biasa. Selain itu iklan rokok sering diasosiasikan dengan citra macho, berani, suka berpetualang dan nikmat. Sehingga mendorong anak-anak dan anak remaja untuk mencoba.
Anak-anak sering kita jumpai dibawah umur 18 tahun banyak menkonsumsikan rokok. Remaja dan anak-anak sering menjadi korban lingkungan contohnya saja yang sering kita jumpai di sudut-sudut jalan raya, Mall, toko swalayan dan lain-lain. Sehingga terjadi berbagai masalah yang timbul dari anak tersebut karena beban pelajaran sehingga menimbulkan stress, tertekan akibat didikan orang tua, lingkungan, dan pergaulan bebas.
Sehingga reaksi stress pun beragam-ragam yang memicu terjadinya penyimpangan, adanya tawuran antara para pelajar dan mencoba obat-obatan terlarang hamper rata-rata anak-anak mengalaminya.
Perlunya perlindungan bagi si anak dari bahaya tersebut karena lingkungan, pergaulan dan keluarga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dan pendidikan dalam keluarga merupakan prioritas utama. Jumlah anak yang merokok dibawah umur 18 tahun meningkat dari waktu-kewaktu. Hal ini membutuhkan penanganan yang serius perlu ditangani secara nyata karena kita tahu dampak rokok bagi anak dibawah umur 18 tahun banyak mengalami gangguan yang terutama terganggunya sistem atau fungsi jaringan-jaringan tubuh.
Untuk hal itu peran orang tua dalam menjelaskan baik buruknya rokok dan zat-zat yang terkandung didalam rokok. Karena itu keluarga sejak dini sudah harus ada upaya menghindari anak-anak dari bahaya rokok.
NAMA : Diah Ratna Wulan
NIM : A1A104008
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
ARTIKEL
PESANTREN KILAT DENGAN WAYANG KULIT
Pada hari jum’at 28 sept 2007 Dalam berita Fokus Siang (12.00 wita) di IDOSIAR, ada suatu berita yang menarik perhatian saya, mengenai pesantren kilat yang diadakan di daerah Tegal. Di mushola Noorhidayah Tegal diadakan pesantren kilat selama bulan Ramadhan, yang menjadi keunikannya adalah adanya wayang kulit dalam mengisi pesantren tersebut yang di Dalangi Ki Ragil Suroso.
Pesantren kilat umumnya hanya ada dibulan Ramadhan dengan tujuan mempertebal keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Umumnya pesantren kilat yang diadakan di sekolah-sekolah dilakukan selama 3 hari saja, tetapi di Tegal khususnya di mushola Noorhidayah dilakukan 1 bulan penuh dalam bulan Ramadhan. Di mushola ini selain ada pengajian Al-Qur’an, ceramah agma, pembelajaran cara berwudu dan sholat yang benar, juga sholat berjamaah, selain itu yang membuatnya menarik adalah adanya wayang kulit bernuansa Islami. Perwayangan ini juga pernah dilakukan oleh salah satu wali songo (9 wali), untuk menyebarkan ajaran Islam. Hal inilah yang rupanya masih dilestarikan oleh Ki Ragil.
Bahasa yang digunakan dalam penyampaian pun bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh anak-anak peserta pesantren kilat.Cerita yang disampaikan masih sekitar dan seputar agama Islam, baik cerita tentang kepahlawanan yang pasti cerita yang mudah dimengerti dan juga memungkinkan untuk anak-anak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wayang kulit yang digunakan pun diwarnai dengan warna yang cerah sehingga mata anak-anak tidak terlalu cape untuk menyimak pertunjukannya, apalagi disampaikan dengan gaya bahasa yang jelas sehingga memudahkan anak-anak mengeri. Apabila suatu cerita disampaikan dengan alat peraga dapat menambah konsentrasi para penontonnya.
Dakwah atau cerita agama yang disampaikan dengan cara wayang ini juga dapat menarik minat anak-anak untuk mengikuti pesantren kilat. Hal ini juga membawa dampak lain yaitu selama liburan di bulan Ramadhan anak-anak dapat mengisi waktu dalam pesantren kilat selain mempertebal keimanan anak-anak juga dapat menyampaikan kebudayaan melalui seni perwayangan.
Pesantren kilat dengan gaya bermain wayang ini sangat unik dan menarik karena sebagai tokoh perwayangan juga dibuat seperti layaknya manusia biasa yaitu bentuk manusia seperti kakek-kakek atau wanita dan anak-anak tidak seperti wayang kulit lainnya seperti bentuk pandawa. Umumnya bentuk tokoh Semar, Petruk, Gareng dan Bagong yang mudah dikenali dan dibedakan oleh anak-anak. Bermain wayang ini tidak seperti biasanya yang menggunakan alat bantu lampu untuk bayang-bayangnya melainkan anak-anak dapat melihat langsung dengan cara duduk di belakang atau di samping Dalangnya, sehingga anak-anak dapat secara langsung belajar cara memainkan wayang tersebut.
Permainan wayang dalam pesantren kilat ramadhan ini selain dapat menyampaikan pesan moral juga sekaligus mengajarkan pada anak-anak sejak dini untuk mencintai kebudayaan sendiri.
Bahasa merupakan hal yang utama untuk penyampaikan informasi, hal ini pulalah yang rupanya sangat diperhatikan oleh Ki Dalang. Tentunya untuk anak-anak berbeda penyampaiannya dengan orang dewasa. Untuk anak-anak peserta pesantren kilat ini Ki Dalang menggunakan bahasa dan gaya bahasa yang mudah diterima dan dimengerti, serta senandung -senandung islam dan syair-syair yang dapat dipahami anak-anak, cerita yang disampaikan pun tidak pernah lepas dari pesan moral guna mendidik akhlak anak-anak peserta pesantren.
Dalam mengelola pesantren kilat di Mushola Noorhidayah ini rupanya tidak hanya Ki Dalang sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan ustad pengurus mushola yang namanya tidak disebutkan. Jelas terlihat bahwa kolaborasi antara ustad dan Ki Dalang sangat membawa manfaat ketimbang sendiri-sendiri, anak-anak pun jadi lebih bergairah dalam mengikuti pesantren kilat.
Sayangnya tidak ditayangkan dengan jelas di berita Fokus Siang acara pesantren ini dimulai dan diakhirinya pada jam berapa dan anak-anak yang mengikutinya. Apa hanya masyarakat sekitar mushola atau dari sekolah-sekolah tertentu, yang jelas saat berita ini ditayangkan anak-anak begitu bergairah mengikuti pesantren ini, hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria anak-anak tersebut. Ditambah lagi dengan adanya hiburan wayang kulit oleh Ki Dalang Ragil Suroso dan oleh bapak Ustad diajarkan cara-cara mengaji Al-Qur’an serta do’a-do’a pendek lainnya.
Saya sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh Ki Dalang Ragil Suroso dengan bapak Ustad mushola Noorhidayah di Tegal, mereka berdua dapat dikatakan melestarikan cara penyampaian dakwah oleh sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam dengan cara menyampaikan melalui kesenian pewayangan.
Nama : Diah Ratna Wulan
NIM : A1A104008
M. Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
ARTIKEL
PESANTREN KILAT DENGAN WAYANG KULIT
Pada hari jum’at 28 sept 2007 Dalam berita Fokus Siang (12.00 wita) di IDOSIAR, ada suatu berita yang menarik perhatian saya, mengenai pesantren kilat yang diadakan di daerah Tegal. Di mushola Noorhidayah Tegal diadakan pesantren kilat selama bulan Ramadhan, yang menjadi keunikannya adalah adanya wayang kulit dalam mengisi pesantren tersebut yang di Dalangi Ki Ragil Suroso.
Pesantren kilat umumnya hanya ada dibulan Ramadhan dengan tujuan mempertebal keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Umumnya pesantren kilat yang diadakan di sekolah-sekolah dilakukan selama 3 hari saja, tetapi di Tegal khususnya di mushola Noorhidayah dilakukan 1 bulan penuh dalam bulan Ramadhan. Di mushola ini selain ada pengajian Al-Qur’an, ceramah agma, pembelajaran cara berwudu dan sholat yang benar, juga sholat berjamaah, selain itu yang membuatnya menarik adalah adanya wayang kulit bernuansa Islami. Perwayangan ini juga pernah dilakukan oleh salah satu wali songo (9 wali), untuk menyebarkan ajaran Islam. Hal inilah yang rupanya masih dilestarikan oleh Ki Ragil.
Bahasa yang digunakan dalam penyampaian pun bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh anak-anak peserta pesantren kilat.Cerita yang disampaikan masih sekitar dan seputar agama Islam, baik cerita tentang kepahlawanan yang pasti cerita yang mudah dimengerti dan juga memungkinkan untuk anak-anak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wayang kulit yang digunakan pun diwarnai dengan warna yang cerah sehingga mata anak-anak tidak terlalu cape untuk menyimak pertunjukannya, apalagi disampaikan dengan gaya bahasa yang jelas sehingga memudahkan anak-anak mengeri. Apabila suatu cerita disampaikan dengan alat peraga dapat menambah konsentrasi para penontonnya.
Dakwah atau cerita agama yang disampaikan dengan cara wayang ini juga dapat menarik minat anak-anak untuk mengikuti pesantren kilat. Hal ini juga membawa dampak lain yaitu selama liburan di bulan Ramadhan anak-anak dapat mengisi waktu dalam pesantren kilat selain mempertebal keimanan anak-anak juga dapat menyampaikan kebudayaan melalui seni perwayangan.
Pesantren kilat dengan gaya bermain wayang ini sangat unik dan menarik karena sebagai tokoh perwayangan juga dibuat seperti layaknya manusia biasa yaitu bentuk manusia seperti kakek-kakek atau wanita dan anak-anak tidak seperti wayang kulit lainnya seperti bentuk pandawa. Umumnya bentuk tokoh Semar, Petruk, Gareng dan Bagong yang mudah dikenali dan dibedakan oleh anak-anak. Bermain wayang ini tidak seperti biasanya yang menggunakan alat bantu lampu untuk bayang-bayangnya melainkan anak-anak dapat melihat langsung dengan cara duduk di belakang atau di samping Dalangnya, sehingga anak-anak dapat secara langsung belajar cara memainkan wayang tersebut.
Permainan wayang dalam pesantren kilat ramadhan ini selain dapat menyampaikan pesan moral juga sekaligus mengajarkan pada anak-anak sejak dini untuk mencintai kebudayaan sendiri.
Bahasa merupakan hal yang utama untuk penyampaikan informasi, hal ini pulalah yang rupanya sangat diperhatikan oleh Ki Dalang. Tentunya untuk anak-anak berbeda penyampaiannya dengan orang dewasa. Untuk anak-anak peserta pesantren kilat ini Ki Dalang menggunakan bahasa dan gaya bahasa yang mudah diterima dan dimengerti, serta senandung -senandung islam dan syair-syair yang dapat dipahami anak-anak, cerita yang disampaikan pun tidak pernah lepas dari pesan moral guna mendidik akhlak anak-anak peserta pesantren.
Dalam mengelola pesantren kilat di Mushola Noorhidayah ini rupanya tidak hanya Ki Dalang sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan ustad pengurus mushola yang namanya tidak disebutkan. Jelas terlihat bahwa kolaborasi antara ustad dan Ki Dalang sangat membawa manfaat ketimbang sendiri-sendiri, anak-anak pun jadi lebih bergairah dalam mengikuti pesantren kilat.
Sayangnya tidak ditayangkan dengan jelas di berita Fokus Siang acara pesantren ini dimulai dan diakhirinya pada jam berapa dan anak-anak yang mengikutinya. Apa hanya masyarakat sekitar mushola atau dari sekolah-sekolah tertentu, yang jelas saat berita ini ditayangkan anak-anak begitu bergairah mengikuti pesantren ini, hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria anak-anak tersebut. Ditambah lagi dengan adanya hiburan wayang kulit oleh Ki Dalang Ragil Suroso dan oleh bapak Ustad diajarkan cara-cara mengaji Al-Qur’an serta do’a-do’a pendek lainnya.
Saya sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh Ki Dalang Ragil Suroso dengan bapak Ustad mushola Noorhidayah di Tegal, mereka berdua dapat dikatakan melestarikan cara penyampaian dakwah oleh sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam dengan cara menyampaikan melalui kesenian pewayangan.
Di sebuah pengajian eksklusif,seorang ibu dengan berlinang air mata mengadukan perilaku anak bungsunya yang terjebak penggunaan narkoba. Si ibu merasa sudah mendidik anaknya secara maksimal,tapi si anak seperti terus “menjauh” dari keluarga,tidak mendengar kata orang tua,dan terus larut dalam pergaulannya di luar sana. Sebagai orang tua yang menghadapi masalah dengan anaknya untuk introsfeksi . “Barangkali ada satu titik lemah yang kita tidak tahu. Sebagai orang tua,kita wajib memberi semangat kala mereka maju dan memberi dorongan ketika si anak mundur. Kalau semua usaha,termasuk pendekatan diri kepada Allah SWT,sudah dilakukan dan belum juga berhasil,maka di sini ada faktor hidayah yang belum turun kepada sang anak atau orang tuanya. “Hidayah hanya bisa diberikan oleh Allah,merupakan petuntuk dari Allah yang harus diusahakan”.”Bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa memberi hidayah pada pamannya Abu Jahal dan Abu Lahab”.
Namun sekalipun hidayah belum didapat,orang tua harus tetap konsesten untuk mendapatkannya. Hidayah tak bisa dating sendiri kalau tidak dicari. Ia memisalkan dengan urusan jodoh. Sekalipun Allah sudah menciptakan manusia dengan pasangannya,tanpa usaha,mereka tak akan bertemu. “Bagaimana mau dapat jodoh kalau di rumah melulu? Coba kalau agak ganjen sedikit saja”.
Bila kita usahakan belum juga membuahkan hasil,tak boleh putus asa. Jika yang tertimpa keburukan itu orang saleh,maka itu merupakan ujian dari Allah. JIka keburukan datang kepada orang beriman (belum berarti saleh),maka itu merupakan siksaan. “Kita melihat banyak sekali orang tak beriman tapi mendapat kemegahan,kekayaan,dan sepertinya kebahagiaan,Padahal,bisa jadi itu adalah uluran atau ancaman dari Allah,yang di pengujung kenikmatan itu mendapat azab besar.
Pembentukan keluarga yang sakinah perlu di upayakan sejak dini.Apalagi,keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat dan Negara. “kalau ingin membentuk Negara yang tangguh,beriman,dan bertaqwa,mesti berawal dari keluarga. Membentuk keluarga berawal dari pernikahan. Pernikahan adalah mempersatukan dua persepsi yang berbeda. Keluaga harus bisa menampung berbagai aspirasi suami isteri’.
Rumah tangga yang sakinah tidak hanya butuh cinta dan kasih saying,tapi penting juga kebutuhan materi semisal sandang,pangan dan papan. Materi harus di usahakan,karenanya ada istilah bekerja sambil berdo’a. Namun ingat, banyak orang beranggapan bahwa kasih sayang bisa dibeli dengan harta. Pada saat itulah manusia memerlukan aturan berupa iman dan taqwa.
Banyak pandangan keliru yang di anut sebagian masyarakat,khususnya yang berfaham sekuler. Pandangan-pandangan sekuler yang mengembangkan rasio semata seringkali menjebak manusia ke dalam kebingungannya sendiri pula. Bagi mereka,sulit sekali memahami dimensi-dimensi “gaib” agama.
Menuju Keluarga Bahagia Menurut Ajaran Rasulullah
Ada empat pilar yang membuat mnusia hidup senang dan bahagia Karen menuruti aturan agama yaitu:
1. Memiliki istri yang salehah atau suami yang saleh
2. Memiliki anak yang baik,bertaqwa dan bisa melaksanakan perintah Allah.
3. Memiliki lingkungan bernilai tinggi. Bila masyarakat di lingkungan kita memiliki ketaqwaan dan keimanan tinggi,maka hendak bertempat tinggal,carilah lingkungan yang baik.
4. Punya rejeki di negerinya sendiri. Suami atau istri tidak pelu memburu rejeki di negeri orang,sehingga terpaksa tidak menjumpai keluarga untuk beberapa waktu lamanya.
Tiga Poin Untuk Hidup Tenteram
1. Tafakur,berfikir bahwa manusia hudup akan mati
2. Tadabur,selalu introspeksi diri
3. Tasyakur,berterima kasih karena harta yang kita peroleh bukan mutlak untuk pribadi kita,sebagian kecil di dalamnya adalah milik anak yatim.
Komentar
oleh
Khairatunnisa |
4 Oktober 2007
Nama : Khairatunnisa
NIM :A1A104006
Tugas :Bimbingan Penulisan Karya ilmiah
Dosen rs.Ersis W.Abbas,M.Pd
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH
Di sebuah pengajian eksklusif,seorang ibu dengan berlinang air mata mengadukan perilaku anak bungsunya yang terjebak penggunaan narkoba. Si ibu merasa sudah mendidik anaknya secara maksimal,tapi si anak seperti terus “menjauh” dari keluarga,tidak mendengar kata orang tua,dan terus larut dalam pergaulannya di luar sana. Sebagai orang tua yang menghadapi masalah dengan anaknya untuk introsfeksi . “Barangkali ada satu titik lemah yang kita tidak tahu. Sebagai orang tua,kita wajib memberi semangat kala mereka maju dan memberi dorongan ketika si anak mundur. Kalau semua usaha,termasuk pendekatan diri kepada Allah SWT,sudah dilakukan dan belum juga berhasil,maka di sini ada faktor hidayah yang belum turun kepada sang anak atau orang tuanya. “Hidayah hanya bisa diberikan oleh Allah,merupakan petuntuk dari Allah yang harus diusahakan”.”Bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa memberi hidayah pada pamannya Abu Jahal dan Abu Lahab”.
Namun sekalipun hidayah belum didapat,orang tua harus tetap konsesten untuk mendapatkannya. Hidayah tak bisa dating sendiri kalau tidak dicari. Ia memisalkan dengan urusan jodoh. Sekalipun Allah sudah menciptakan manusia dengan pasangannya,tanpa usaha,mereka tak akan bertemu. “Bagaimana mau dapat jodoh kalau di rumah melulu? Coba kalau agak ganjen sedikit saja”.
Bila kita usahakan belum juga membuahkan hasil,tak boleh putus asa. Jika yang tertimpa keburukan itu orang saleh,maka itu merupakan ujian dari Allah. JIka keburukan datang kepada orang beriman (belum berarti saleh),maka itu merupakan siksaan. “Kita melihat banyak sekali orang tak beriman tapi mendapat kemegahan,kekayaan,dan sepertinya kebahagiaan,Padahal,bisa jadi itu adalah uluran atau ancaman dari Allah,yang di pengujung kenikmatan itu mendapat azab besar.
Pembentukan keluarga yang sakinah perlu di upayakan sejak dini.Apalagi,keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat dan Negara. “kalau ingin membentuk Negara yang tangguh,beriman,dan bertaqwa,mesti berawal dari keluarga. Membentuk keluarga berawal dari pernikahan. Pernikahan adalah mempersatukan dua persepsi yang berbeda. Keluaga harus bisa menampung berbagai aspirasi suami isteri’.
Rumah tangga yang sakinah tidak hanya butuh cinta dan kasih saying,tapi penting juga kebutuhan materi semisal sandang,pangan dan papan. Materi harus di usahakan,karenanya ada istilah bekerja sambil berdo’a. Namun ingat, banyak orang beranggapan bahwa kasih sayang bisa dibeli dengan harta. Pada saat itulah manusia memerlukan aturan berupa iman dan taqwa.
Banyak pandangan keliru yang di anut sebagian masyarakat,khususnya yang berfaham sekuler. Pandangan-pandangan sekuler yang mengembangkan rasio semata seringkali menjebak manusia ke dalam kebingungannya sendiri pula. Bagi mereka,sulit sekali memahami dimensi-dimensi “gaib” agama.
Menuju Keluarga Bahagia Menurut Ajaran Rasulullah
Ada empat pilar yang membuat mnusia hidup senang dan bahagia Karen menuruti aturan agama yaitu:
1. Memiliki istri yang salehah atau suami yang saleh
2. Memiliki anak yang baik,bertaqwa dan bisa melaksanakan perintah Allah.
3. Memiliki lingkungan bernilai tinggi. Bila masyarakat di lingkungan kita memiliki ketaqwaan dan keimanan tinggi,maka hendak bertempat tinggal,carilah lingkungan yang baik.
4. Punya rejeki di negerinya sendiri. Suami atau istri tidak pelu memburu rejeki di negeri orang,sehingga terpaksa tidak menjumpai keluarga untuk beberapa waktu lamanya.
Tiga Poin Untuk Hidup Tenteram
1. Tafakur,berfikir bahwa manusia hudup akan mati
2. Tadabur,selalu introspeksi diri
3. Tasyakur,berterima kasih karena harta yang kita peroleh bukan mutlak untuk pribadi kita,sebagian kecil di dalamnya adalah milik anak yatim.
Komentar
oleh
Khairatunnisa |
4 Oktober 2007
Nama : Dewi Yuliana Indah
NIM : A1A104002
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
BISAKAH KITA HIDUP SUKSES ?
Bisakah Kita Hidup Sukses ?. Jawabnya ya. Setiap manusia yang hidup di dunia ini bisa hidup sukses. Sebuah pengalaman, Andrie Wongso seorang dari Surabaya yang berlatar belakang keluarga miskin dan hanya berpendidikan SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat bisa menjadi pengusaha konveksi yang sukses dan seorang motivator terkemuka di Indonesia serta penulis buku-buku best seller, hingga kini ia diberi gelar SDTT plus TBS alias Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses. Bukanlah hal yang mustahil untuk dapat meraih sukses jika dalam jiwa kita tertanam tekad dan kerja keras tanpa mengenal putus asa.
Tekad dan kerja keras merupakan dua kata kunci yang kiata ketahui untuk dapat hidup sukses namun terkadang begitu sulit untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari. Perilaku hidup malas yang sudah membudaya seakan membelenggu erat dalam kehidupan manusia yang enggan untuk berpikir. Sikap hidup yang pasrah akan nasib dan nerimo apa adanya juga merupakan salah satu sikap hidup yang fatal. Jika kita bertekad dan mau berusaha atau bekerja keras mengubah keadaan menjadi lebih baik pastilah akan ada secercah harapan menuju kehidupan sukses. Kita dapat bercermin dari negara Cina. Cina merupakan negara urutan teratas dalam tingkat kepadatan penduduknya. Tapi toh Cina mampu menghindar dari krisis ekonomi dan masyarakatnya dapat hidup sejahtera. Sikap hidup yang ulet, rajin, bekerja keras, serta pantang menyerah merupakan modal dasar bagi mereka dalam mencapai kesuksesan. Jika telah hidup sukses pun lantas tidak mengubah kinerja mereka dan berbalik arah memiliki perilaku konsumtif. Dalam perang kemerdekaan Indonesia saja kerja keras dan tekad pantang menyerah kepada penjajah menjadi modal dasar yang utama dalam menghapuskan kolonialisme di negeri kita, tanpa tekad yang kuat dari para pahlawan sangsi rasanya kita sekarang bisa menikmati udara merdeka di bumi nusantara ini.
Bisakah kita hidup sukses ?. Sekali lagi jawabannya bisa. Dalam bukunya “ Menulis Sangat Mudah”, Drs. Ersis Waramansyah Abbas, M.Pd menyampaikan bahwa setiap orang itu dilahirkan dengan bekal setriliun sel neuron yang terdiri dari seratus miliar (100.000.000.000) sel aktif dan sembilan ratus miliar (900.000.000.000) sel pendukung , padahal otak itu hanya seberat 1,5 kg. Itu belum apa – apa, kalau digunakan setiap sel bisa berkoneksi 20.000. hingga setiap manusia yang lahir pada hakikatnya, born to be a genius. Nah, dengan demikian pastilah manusia memilki potensi dan kemampuan untuk bisa menggunakan otaknya yang luar biasa dalam mencapai kehidupan yang tentunya jauh lebih baik. Sang Khalik tidak menurunkan manusia ke dunia ini untuk hidup menderita, miskin, dan sengsara karena Beliau malah memerintahkan agar manusia selalu giat berusaha dan bekerja keras sesuai denagn firman-Nya dalam surah Ar Ra’du ayat 11 yang artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Jelas disini bahwa segala hal yang berupa kesuksesan atau pun keterperukan yang terjadi dalam kehidupan manusia tergantung dari kesadaran individu masing – masing untuk bisa meraih sukses.
Komentar
oleh
Dewi Yuliana Indah |
4 Oktober 2007
Nama : An Nisa Zuraida
NIM : A1A104047
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas
BANJARMASIN CLEAN AND GREEN
Senin, 24 September 2007 kemarin, kota Banjarmasin genap berusia 481 tahun. Banjarmasin kian sudah maju pesat baik dalam keadaan ekonomi, penduduknya, dan lain sebagainya. Banjarmasin kini berkembang menjadi sebuah kota pusat perekonomian Kalimantan. Banyak kemajuan yang sudah diperoleh Banjarmasin sejak berdiri 481 tahun lalu. Namun, dari sekian banyak kemajuan tersebut, Banjarmasin mendapat gelar yang sangat “Terhormat” yaitu menjadi Kota Terkotor dari 13 kota yang menjadi peserta penilaian adipura untuk kategori kota besar meskipun pada tahun ini berada diurutan ke 12. Sebuah kenyataan yang sangat miris kita sebagai putra dan putri daerah Kalimantan Selatan. Predikat tersebut telah menampar muka Pemerintah Kota Banjarmasin, masyarakat Banjarmasin dan seluruh komponen didalamnya namun hal ini sekaligus juga menyadarkan kita betapa kotornya kota kita tercinta ini. Inikah wajah Banjarmasin sekarang ? sebagai “Urang Banjar” asli saya malu bahwa kota yang selalu saya banggakan adalah ternyata kota besar terkotor di Indonesia.
Untuk memulihkan nama baik kota Banjarmasin dan merubah citra kota “Terbersih” Walikota Yudi Wahyuni mulai berbenah. Yudi mencanangkan Program Clean dan Green pada puncak peringatan HUT ke 481 Kota Banjarmasin , 24 September kemarin. Untuk tahap pertama, Pemko Banjarmasin menetapkan jalan Lambung Mangkurat sebagai lokasi proyek percontohan Clean dan Green. Namun, saya sangsi apakah keinginan tersebut akan tercapai.. sedangkan masyarakat banyak yang tidak sadar kalau kebersihan itu sebagian dari iman. Masih banyak warga kota yang membuang sampah sembarangan di sungai, dijalan dan lain sebagainya padahal sudah ada perdanya. Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, got, selokan banyak mampet, sungai-sungai airnya keruh, hitam, kotor banyak sampah, banyak pemukiman kumuh, begitu juga pasar-pasar tradisional kumuh, semraut, sampah dimana-mana serta sering menimbulkan macet. Itu merupakan sebagaian dari sekian banyak PR untuk kita dan pemerintah kota untuk menciptakan kota Clean dan Green tersebut.
Slogan BUNGAS, yang selalui menyertai penyebutan kota Banjarmasin patut dipertanyakan, apakah slogan itu pantas untuk kota Banjarmasin yang panas, berdebu, kotor, dan tata kotanya juga semraut ini ?
Dalam hal ini, untuk menciptakan kota Banjarmasin yang Clean dan Green (Bersih dan Hijau), perlu kerjasama yang sinergi dari semua pihak baik itu pemerintah kota, aparaturnya dan juga warga kota Banjarmasin. Semoga program Clean and Green tersebut dapat menjadi titik awal untuk tetap mempertahankan slogan Banjarmasin BUNGAS (Bersih, Unggul, Nyaman, Gagah, Aman, Serasi).
Komentar
oleh
An Nissa Zuraida |
4 Oktober 2007
Nama :Haryani
Nim : A1A1O5015
1. Satuan Pembelajaran
2. Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
Semester : 1
Materi Pokok : teori-teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
kemampuan menganalisis pengaruh perkembangan agama dan budaya hindu budha di indonesia
II. Indikator :
mendeskripsikan teori-teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses masuknya pengaruh agama dan budaya hindu budha di indonesia
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi tentang teori masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang teori-teori tentang masuknya agama dan kebudayaan hindu budha di indonesia
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi teori-teori tentang proses masuknya agama dan budaya hindu budha di indonesia
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang teori-teori tentang proses dan masuknya kebudayaan hindu budha di indonesia
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
3. peta/atlas
Komentar
oleh
haryani |
4 Oktober 2007
MEMBANJIRNYA KAUM PENGEMIS PADA BULAN RAMADHAN
(Oleh : *Noor Hair*)
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah dan ampunan. Di bulan Ramadhan ini para umat Islam diseluruh dunia melakukan ibadah puasa. Di dalam perwujudan dalam beribadah para umat Islam tidak hanya dengan puasa, tetapi juga tentunya dengan melakukan “Shalat Lima Waktu” yang merupakan kewajiban semua muslim, melakukan tadarus, memberi sedekah kepada fakir miskin, dan perbuatan ibadah lainnya. Namun yang menarik disini yaitu mengenai memberi sedekah kepada fakir miskin. Di saat kaum Muslimin sedang berlomba-lomba dalam beribadah. di bulan Ramadhan ini Hal ini justru menjadi momentum bagi para pengemis untuk mengais rejekinya. Jika di bulan biasa tidak banyak kelihatan para pengemis yang berkeliaran, maka di bulan Ramadhan ini kita akan banyak menjumpai kaum pengemis yang berkeliaran di jalan-jalan, ataupun menelusuri dari rumah ke rumah untuk meminta-minta, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri jumlah para pengemis ini akan semakin banyak, dimana pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri para umat Islam memberikan sedekah berupa zakat kepada para fakir miskin. Pada bulan Ramadhan ini pendapatan dari mengemis sangatlah menggiurkan, dan penghasilan mereka meningkat beberapa kali lipat dari pendapatan di bulan biasa. Sehingga tak mengherankan lagi bila kita akan banyak menjumpai para pengemis ini. Para pengemis ini tidak hanya sudah menggeluti dunia mengemis sudah lama, tetapi juga ada pengemis yang musiman. Artinya, pengemis yang musiman ini muncul hanya pada bulan Ramadhan saja. Mengenai permasalahan ini tentulah semakin memukul Pemerintahan SBY dalam menjalankan pemerintahannya terutama dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Dengan membanjirnya kaum pengemis ini menggambarkan betapa banyaknya kaum miskin di negara kita yang tidak bisa hidup layak seperti masyarakat lainnya. Hal ini memang menggambarkan keadaan Indonesia yang sebenarnya. Dimana kemiskinan makin hari makin bertambah. Pendapatan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat bawah sangatlah rendah, dimana hanya cukup buat makan saja. Dengan keadaan yang demikian tentulah sangat bertolak dengan program kerja Pemerintahan SBY terutama pada saat awal pemerintahannya, dimana Pak SBY berjanji akan mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Namun disini kita tidak boleh menyalahkan pemerintah saja karena tidak mampu mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Namun hal ini dikarenakan oleh SDM kita sendiri yang masih rendah, selain itu juga kartena sifat dari sebagian masyarakat Indonesia sendiri yang memiliki mental mengemis. Mereka tidak mau bekerja keras untuk mencari pekerjaan yang layak dan lebih suka mengambil jalan pintas untuk sesuatu hal, termasuk dalam mencari pekerjaan. Padahal jika mereka mau bekerja keras, tidak menutup kemungkinan menjadi orang yang sukses dan segala sesuatu yang disertai dengan kerja keras tentu akan berbuah manis bagi kita sendiri. Mengenai hal ini saya sungguh merasa kagum dengan kesuksesan yang telah diraih oleh seorang “Tukul Arwana”. Dia berangkat dari kampung menuju Jakarta, hanya untuk memperbaiki kehidupannya supaya dapat hidup yang layak seperti sebagian orang lainnya. Selama di Jakarta hidupnya tidak menentu. Dalam menjalani hidupnya, dia melakoni beberapa pekerjaan-pekerjaan, seperti menjadi seorang pembantu. Tetapi dengan kerja keras dan semangat yang luar biasa, akhirnya dia mampu mencapai kesuksesan dan mampu hidup layak dan bahkan lebih dari kehidupan sebagian masyarakat lainnya. Sekarang ini, siapa sih yang tidak kenal dengan sosok Si Tukul. Mukanya selalu terpampang di Media-media cetak ataupun di siaran televisi, Tukul hampir selalu ada di tiap-tiap acara stasiun televisi. Majikan yang dulunya selalu dilayani, sekarang menjadi koleganya dalam berbisnis, dimana dia dengan mantan majikannya dulu berbisnis dalam mendirikan rumah makan. Dengan apa yang diraihnya sekarang Tukul bisa mengangkat derajat keluarganya di kampung. Sebagai baktinya, dia membuatkan orang tuanya rumah. Padahal sebelumnya apa sih yang bisa diandalkan dari seorang Tukul? Modal gak ada, selain itu juga tampangnya tidak bisa diandalkan buat jalan menuju sukses di dunia entertainer. Tapi dengan kerja keras, menjadikan dirinya sebagai orang kampung yang katro tetapi rezeki kota. Nah, mengenai kesuksesan yang telah diraih oleh Tukul ini, seharusnya menjadi panutan bagi kita semua, bahwa dengan kerja keras segala sesuatu akan berbuah manis bagi kita sendiri. Begitulah sedikit gambaran tentang perjalanan hidup seorang Tukul Arwana. Dan, terus terang saya sangat mengagumi sosok Tukul ini terutama semangat dan kerja kerasnya. Disini jika boleh berandai-andai. Maka andaikan saja semua rakyat Indonesia memiliki semangat mau bekerja keras seperti Tukul, maka saya sangat yakin keadaan bangsa Indonesia tidak seperti sekarang ini. Kembali kepermasalahan mengenai membanjirnya kaum pengemis di bulan Ramadhan ini, karena mereka menganggap mengemis merupakan pekerjaan mudah dan tidak perlu membuang-buang tenaga untuk mendapatkan uang. Hanya dengan menadahkan tangan dan mengucapkan “Assalamualaikum” atau “Minta sedekah Pa’ atau Bu’, mereka bisa mendapatkan uang.
Mengenai masalah membanjirnya kaum pengemis pada bulan Ramadhan tentulah sangat meresahkan sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka, selain itu juga merusak keindahan tata kota karena mereka berkeliaran di jalan-jalan. Hal ini tentu dapat menimbulkan citra buruk bagi pemerintah kita terutama pemerintah kota. Untuk itu merupakan tugas dari pemerintah kota untuk menertibkan mereka. Bahkan pemerintah kota masing-masing daerah dalam menanggulangi masalah ini memerintahkan kepada Dinas Sosial untuk menangani masalah ini dan mengerahkan satuannya yaitu para Satpol Pamong Praja (PP) untuk menertibkan para kaum pengemis yang berkeliaran di jalan. Bahkan baru-baru ini Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Gubernurnya Sutiyoso mengeluarkan Perda mengenai pelarangan bagi para pengemis untuk mengemis dan melarang masyarakatnya untuk memberi sedekah kepada kaum pengemis, bahkan tidak menutup kemungkinan Pemerintah-Pemerintah Daerah di Indonesia juga mengeluarkan Perda ini. Hal ini tentu saja menimbulkan pro kontra dari kalangan masyarakat, karena selain dapat mematikan pendapatan dari kaum pengemis, juga menghalangi masyarakat untuk beribadah (dalam hal ini mengenai pemberian sedekah). Masyarakat menganggap karena memberi sedekah adalah hak bagi setiap orang dan tidak boleh dihalang-halangi. Hal ini menimbulkan masalah lagi karena disatu sisi pemerintah kota tidak mau tatanan kota terusik dengan adanya kaum pengemis ini. Mengenai masalah ini saya hanya bisa berkata “biarkan” mereka menjalani kehidupannya dengan mengemis ini dan masyarakat jangan dihalang-halangi untuk memberi sedekah kepada kaum pengemis, karena masalah beri-memberi adalah hak bagi setiap masyarakat. Tetapi jika sebenarnya ditanya apakah terganggu dengan keberadaan kaum pengemis? Ya, sebenarnya saya juga merasa terganggu, namun apa dikata saya juga merasa iba kepada mereka (kaum pengemis) dan saya juga sering memberi mereka karena saya menganggap mereka melakukan pekerjaannya juga ada alasannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika mengenai masalah perut ini tentu saja orang akan melakukan apa saja untuk memenuhinya. Masih untung mereka hanya dengan mengemis, andai saja mereka melakukan cara lain untuk mendapatkan uang misalnya dengan melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, pemalakan. Merampok, dan tindakan kriminal lainnya yang dapat merugikan masyarakat. Kecuali dengan para pengemis musiman saya tidak menyukai keberadaan mereka, karena mereka memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mendapatkan uang. Jadi kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah agar lebih bijak lagi dalam mengatasi masalah ini dan dapat menemukan solusi yang terbaik. Sehingga dengan kebijakannya ini kaum pengemis dalam usahanya memenuhi kehidupan tidak dimatikan. Selain itu juga masyarakat bisa dengan nyaman tanpa adanya suatu keterikatan yang dapat menghalangi mereka dalam melakukan ibadah ( dalam hal memberi sedekah kepada pengemis). Apalagi di bulan Ramadhan ini dimana para umat Islam saling berlomba-lomba dalam beribadah kepada Allah S.W.T. Di penghujung artikel ini Saya hanya bisa berharap semoga pemerintah dapat menemukan jalan yang terbaik mengenai permasalahan ini. Sehingga semua masyarakat Indonesia tidak ada yang merasa dirugikan.
Nama : Maiyasa
NIM : A1A104042
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan karya ilmiah
PENDIDIKAN DI “UTOPIA”
Pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Itulah kalimat yang sering dicetuskan para “petinggi” di pemerintahan, tersirat pula dalam alenia keempat yang menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai negara Indonesia. Tentunya prakteknya tidak semudah teorinya,karena kenyataannya masih banyak anak-anak Indonesia yang belum bisa mengecap manisnya pendidikan. Kendala yang dirasakan menjadi beban bagi orangtua adalah biaya pendidikan. Biaya pendidikan dirasakan setiap tahun semakin mahal. Sebelum masuk sekolah anak-anak akan dibebankan biaya pendaftaran yang berkisar dari ratusan ribu rupiah bahkan hingga jutaan rupiah. Selama mengikuti pendidikan, orangtua siswa diwajibkan membayar iuran SPP, sumbangan dan pungutan yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Misalnya, uang les dan uang perpisahan bagi anak-anak.
Untuk uang perpisahan, dipungut sebelum anak-anak yang tengah duduk di kelas tiga melakukan ujian kelulusan. Ini berarti menambah beban lagi bagi anak-anak yang kurang mampu, lebih ironis lagi bagi anak-anak yang ternyata tidak lulus, sudah barang tentu, mereka tidak mengikuti perpisahan dengan teman-teman maupun para guru. Bagaimana dengan uang yang mereka bayar untuk perpisahan?
Kendala lain yang menarik adalah kualitas sekolah-sekolah itu, di tengah mahalnya biaya pendidikan. Pertanyaannya adalah:”Apakah biaya yang dikeluarkan orangtua murid sepadan dengan kualitas sekolah?” Kiranya tergantung dari sudutpandang masing-masing orang yang menilai. Bagi orangtua murid pastinya menginginkan sekolah dengan biaya yang terjangkau, sedangkan para guru dan instansi sekolah tentunya beranggapan untuk meningkatkan kualitas sekolah diperlukan biaya yang mahal. Uang itu untuk melengkapi fasilitas sekolah seperti;komputer, ataupun memasang AC di ruang kelas untuk menciptakan kenyamanan sehingga suasana belajar lebih kondusif.
Kendala yang lain adalah kita berada di negara Indonesia. Negara yang tingkat kemakmurannya rendah. Banyak terjadi korupsi di mana-mana. Bagaimana mungkin kita dapat memiliki pendidikan gratis dengan yang berkualitas bagus, sedangkan untuk pembangunan saja masih memiliki hutang yang banyak. Seandainya saja kita tinggal di pulau Utopia, dimana semua orang tinggal berdampingan dengan damai, kehidupan ekonomi yang bagus, tidak ada kesenjangan dan perbedaan antara si miskin dan si kaya, semua dapat sekolah, dan orangtua murid tidak dibebani lagi dengan mahalnya pendidikan. Anak-anak dari orang tua yang kurang mampu tidak perlu merasa “minder” dengan anak-anak lainnya. Semua mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang bagus. Meskipun, Utopia hanya sebuah khayalan, tetapi dapat dijadikan cerminan dari keinginan sebagian besar penduduk Indonesia. Mudah-mudahan negara Indonesia dapat terbebas dari belenggu kemiskinan dan dapat meningkatkan kualitas pendidikannya serta dapat mewujudkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Komentar
oleh
Maiyasa |
4 Oktober 2007
AGAMA DAN ANAK DIDIK
(Ridha Nurilhami)
Pendidikan Agama merupakan sesuatu yang amat vital bagi seorang anak didik, karakter anak didik yang masih labil, yang mana mereka ini mempunyai rasa ingin tau yang berlebihan, dengan keadaan zaman yang seperti sekarang serba terbuka akan budaya-budaya luar sehingga bisa membuat kepribadian mereka terpengaruhi oleh budaya-budaya barat yang tak seiring dengan budaya kita, oleh karena itu seseorang anak didik harus dibekali suatu pondasi diri yang kuat yakni pendidikan agama serta IMTAQ yang benar-benar Islami, disisi lain Negara kita yang memiliki ideologi Pancasila haruslah menjadi jiwa generasi bangsa kita untuk siap lepas landas ke masa globalisasi kelak.
Negara kita yang masih berkembang harus memiliki modal untuk ikut berpartisipasi di dunia internasional, modal yang pertama adalah mental yang kokoh, sebab tanpa itu kita tidak akan bisa maju, seperti halnya orang berperang, tanpa mental yang kuat walaupun disenjati dengan senjata modern maka hasilnya kekalahan, itu pasti,,, bos.
Oleh sebab itu generasi bangsa kita harus di isi dulu mentalnya sehingga segala budaya-budaya barat yang masuk kenegara kita yang berbagai macam bentuknya, yang mana tidak dapat difilter atau yang tak dapat disaring, maka dengan adanya IMTAQ pada anak didik yang kuat, segala budaya-budaya barat yang merusak generasi kita akan dapat terhindarkan, dan satu lagi bos, kita ingin menjadi Negara yang maju, ingat bos,, kita tidak meniru kebaratannya (Budaya Barat) tetapi meniru kemodernannya (teknologi modern.
Satu contoh kecil saja’’’ dengan masuknya teknologi dibidang informasi yaitu handpone yang mana gunanya untuk memudahkan kita berbicara jarak jauh, tetapi sering kita temui benda tersebut disalah gunakan, seperti dalam hal pornografi, hal ini kan sangat tabu dan merusak mental anak didik kita sebagai generasi penerus bangsa, mau dikemanakan entar Kharisma bangsa kita,,, kalau pemuda-pemudinya doyan ama flim-flim biru’’’’’’’.
Dengan masuknya segala teknologi-teknologi canggih kenegara kita, membuat warna-warni pada Negara kita sebagai Negara yang modern, tetapi disisi lain dengan masuknya teknologi-teknologi canggih ini juga berdampak kepada sesuatu hal yang negatif apabila teknologi ini tidak digunakan tepat guna dan tidak ditangani sedini mungkin maka akan berdampak buruk pada seseorang anak didik, oleh sebab itu perhatian orang tua sangat penting sebagai pengontrol anak didik agar supaya tidak terjerumus dalam tipu muslihat teknologi-teknologi canggih yang sedang menjamur di Negara kita ini.
Kalau kita lihat keadaan anak muda kita sekarang, contohnya disekitar kita saja, “betapa amat memprihatinkan” dengan tingkah anak muda sekarang, yang tidak mengenal lagi yang namanya norma, adab, sopan-santun dan nilai-nilai keagamaan, bagaimana tidak, degan tingkah mereka yang tidak bisa diatur lagi, ‘se mau nya gue kata mereka” dengan hal seperti ini, kita telah dapat melihat mental dan didikasi mereka,,, betapa beloonnya, apakah dengan generasi kita yang seperti sekarang ini Negara kita ini dapat berdiri kokoh, bahkan lebih jaya lagi ataukah nanti Negara kita akan tenggelam dengan kekayaan hutangnya,, dengan keadaan generasi muda kita yang seperti ini, alangkah suramnya ,,, belum lagi dengan masuknya benda-benda haram imperialisme barat yang beredar secara bebas bahkan benda-benda tersebut mendapat keleluasaan dalam penyebarannya yang disebabkan adanya suatu oknum pemerintah yang memberikan perlingdungan hukum seperti miras, narkotika, narkoba dan banyak lagi yang lainnya, yang mana benda-benda haram tersebut merusak masa depan generasi kita dan secara sedikit-demi sedikit akan menghancurkan bangsa kita.
Peranan seorang tenaga pengajar atau pendidik sangatlah dibutuhkan dalam hal pengontrol bagi anak didiknya, dengan sentuhan pendidikan agama yang bertujuan untuk memasukkan nilai-nilai agamis kedalam diri anak didik, tidak lain agar menjadi pondasi dan pertahanan bagi mereka untuk menghadapi segala kemajuan dan kebebasan dari luar, Negara kita adalah Negara yang berlandaskan PANCASILA, yang mana pada Pancasila nilai-nilai keagamaan ialah yang paling utama dan yang paling pertama ditulis dalam sistematisnya, Pancasila merupakan ideologi yang pernah di kagumi diseluruh Negara-negara dimuka bumi ini, jadi dapat kita ambil pelajaran di tubuh pancasila saja, agama yang nomor satu, apalagi pada tubuh kita ini, jadi pendidikan agama merupakan hal yang paling utama dan penting serta harus ditunaikan dulu demi kokohnya sebuah bangunan.
Pada saat bulan Ramadhan tiba, jutaan umat Islam menyambutnya dengan hati yang gembira karena bulan ini merupakan bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan yang lain, bagaimana tidak, beribu-ribu berkah turun pada bulan ini, contoh kecilnya saja, ribuan umat islam makan bersama, bersanding duduk dialas mesjid untuk melaksanakan buka puasa, terhimpun disana orang-orang kelas atas maupun kelas bawah bahkan gembel sekalipun, disini dapat kita lihat gambaran yang menyatakan bahwa manusia apapun dimanapun, apakah dia yang si kaya atau pun si miskin duduk sama rata dan sama tinggi disaat berbuka puasa, disini lah Tuhan memperlihatkan kepada hambanya, bahwa tidak ada satupun perbedaan bila sudah dihadapan dirinya yang maha kuasa. Sekilas tentang bulan Ramadhan.
Disisi lain pada saat bulan Ramadhan tiba, maka tidak sedikit daerah-daerah di indonesia di banjari oleh petasan, mengapa jadi demikian,,,,,???? Padahal orang yang sedang melaksanakan ibadah itu memerlukan ketenagan agar khusyuk ibadahnya,,, kita ambil contoh didaerah kita sendiri, maraknya permainan latupan pada saat bulan Ramadhan, kita hampiri di setiap sisi-sisi kota dibanjarmasin, hal ini sering kita temui disaat awal-awal Ramadhan, apakah hal ini sudah menjadi kebiasaan anak-anak di Banjarmasin, padahal sudah nyata kalau bermain latupan ini menggangu orang lain disamping itu juga bisa membahayakan si pemainnya, hal ini sering kita temui disaat awal-awal Ramadhan, faktor apa sih yang melatarbelakangi hal tersebut, apakah kita sudah dipengaruhi oleh budaya luar yang bodoh, atau adanya golongan-golongan tertentu yang menyabotase hal ini untuk mengacau aktivitas umat Islam pada bulan ramadhan ini, ataukah karena kita masih tidak paham dengan arti menghormati orang lain atau kita memang ingin tidak mau memahami dan tidak mau tau karena kedongokkan otak kita ini, padahal kita tau mayoritas penduduk Banjarmasin adalah orang Islam.
Masalah diatas tadi merupakan suatu fenomena yang ada dimasyarakat kita, apakah dengan bermain latupan (petasan) ini kita sebagai umat Islam menyambut bulan yang penuh berkah ini, sebagai orang Islam yang pandai tentunya tidak demikian, hal ini sama saja dengan musuh dalam selimut,,,,, kok mengapa orang Islam juga membeli barang tersebut, pada hal ini merupakan perbuatan yang salah dan berdosa ,,, kalau kita memandang dari segi ekonomi, apakah dengan tibanya bulan ramadhan ini merupakan keuntungan bagi orang-orang yang ahli dalam membuat petasan untuk meraup rupiah bisa dikatakan ‘aji mumpung’, padahal kita tahu bahwa pekerjaan membuat petasan hanyalah pekerjaan musiman tetapi mengapa pada bulan Ramadhan ini menjadi lahan subur untuk menjamurnya produk ini,,,, pabrik petasan ini seakan tumbuh subur seperti jamur dimusin hujan, aparat keamanan menggerebek pabrik-pabrik pembuatan petasan ini tetapi yach seperti jamur, mati satu tumbuh lagi sepuluh,,,,, inilah lukisan fenomena bulan Ramadhan di daerah kita,,,,,,
Mata Pelajaran: Sejarah.
Kelas/Semester: X/1.
Standar Kompetensi:
Menganalisis perkembangan tata hubungan dunia setelah perang dunia II.
Kompetensi Dasar:
Menganalisis perubahan politik dan ekonomi dunia setelah perang dunia II dan perang dingin.
Indikator:
1.Menjelaskan kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara adikuasa.
2.Menjelaskan perubahan ekonomi sesudah perang dunia II.
3.Menjelaskan perang dingin dan dampaknya.
Alokasi waktu: 2×45 menit (2 jam pelajaran).
Tujuan pembelajaran:
1.Siswa dapat menjelaskan kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara adikuasa.
2.Siswa dapat menjelaskan perubahan ekonomi sesudah Perang dunia II.
3.Siswa dapat menjelaskan perabg dingin dan dampaknya.
Materi pembelajaran:
1.Kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara-negara adikuasa.
2.Perubahan ekonomi sesudah Perang dunia II.
3.Perang dingin dan dampaknya.
Metode Pembelajaran:
-Diskusi
-Tanya jawab.
Kegiatan belajar mengajar:
1.Kegiatan awal
a.Menciptakan lingkungan:salam pembuka berdoa
b.Presensi
2.Kegiatan inti
a.Pengorganisasian: kelompok diskusi
b.Meminta setiap kelompok untuk mpresantikan hasil diskusinya masing-masing.
c.Menyimpulkan hasil diskusi oleh para siswa
3.Kegiatan akhir
a.Refleksi terhadap diskusi kelompok tadi
b.pemberian penilaian.
Media:
-Gambar
-Peta
-Buku Sejarah untuk SMA Kelas X.
Evaluasi:
Penilaian dapat di lakukan dengan pemberian tugas berupa tes normatif maupun tugas laporan hasil diskusi.
Tes Normatif:
-Jelaskan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh PD II?
-Sebutkan negara-negara anggota dan haluan politiknya dari beberapa fakta pertahanan!
-Jelaskan upaya-upaya yang dilakukan Amerika untuk membendung Uni soviet bersama sekutunya dalam mengembangkan komunisme diDunia!
Komentar
oleh
NURIL NAJMI |
4 Oktober 2007
Satuan Pembelajaran
Satuan pendidikan : SMA/MA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XII/1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya Orde Baru.
Kompetensi Dasar : Memganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
Indikator : (1) Siswa dapat menjelaskan persiapan kemerdekaan Indonesia di bidang politik
(2)Siswa dapat menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dalam hubungannya dengan perumusan naskah proklamasi
(3) Siswa dapat menjelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
(4) Siswa dapat menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan Negara
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)
Materi Pokok : Peristiwa sekitar proklamsi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
Pengalaman Belajar : Siswa memaparkan apa yang dia ketahui tentang materi yang akan disampaikan setelah ada beberapasiswa yang menyebutkan pengalaman belajrnya tadi, maka tugas seorang guru menjadikan pengalaman belajar siswanya tersebut sebagai titik tolak awal untuk menyampaikan materi yang akan diberikan.
Bahan, media, dan Sumber: 1. Bahan, bahan yang dapat digunakan oleh guru untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar adalah bahan-bahan yang relevan, artikel-artikel, kliping dan lain-lain tentang materi yang akan disampaikan.
2. Media, media yang dapat mendukung untuk menyampaiakan materi dapat dipakai media seperti papan tulis, LCD, OHV, internet dan VCD.
3. Sumber, sumber yang dapat dijadikan pegangan oleh guru adalah: Loebis Aboe Bakar (1995). Kilas Balik Revolusi, Kenangan, Pelaku, dan Saksi. Jakarta: Universitas Indonesia. Serta buku Ricklefs.M.C (1999). Sejarah Modern Dikmenum.Jogjakarta: gajah Mada.
Penilaian : a. Teknik : Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja prosedur dan produk
c. Soal dan Instrumen :
PORTO POLIO
NO Komponen Penilaian Nilai/Skor Keterangan
1
2
3
4
5
6 Tes terulis
Kinerja
Produl (karya siswa) penugasan disekolah
Penugasan dirumah / PR
DLL Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
JLH
mata pelajaran :pendidikan sejarah
kelas :XI
semester :I
materi pokok :pengaruh revolusi perancis,revolusi amerika,revolusi rusia terhadap indonesia
standar kopetensi :menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah bangsa indonesia dari abad ke-18 sampai abad ke-20
kopetensi dasar :membedakan pengaruh revolusi perancis,revolusi amerika,revolusi rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional
idikator : 1.menjelaskan pengertian revolusi erancis,revolusi amerika,revolusi rusia
2.menguraikan peran revolusi perancis,amerika dan rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional indonesia.
tujuan pembelajaran :1.siswa dapat mengetahui pengaruh revolusi perancis,amerika,rusia terhadap pergerakan nasional indonesia
2.siswa dapat menjelaskan sebab pergerakan nasional indonesia
media pembelajaran : buku-buku sejarah dunia
evaluasi : tes formatif
tes formatif :1.jelaskan pengaruh revolusi perancis terhadap pergerakan nasional indonesia
2.jelaskan pengaruh revolusi amerika terhadap pergerakan nasional indonesia
Komentar
oleh
Dewi komalasari |
4 Oktober 2007
RENCANA PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas / Semester VIII / I
Standar Kompetensi Menjelaskan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia yang dilakukan di berbagai daerah serta pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya di daerah tersebut.
Indikator
1. Menyebutkan daerah-daerah mana saja yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia.
2. Menyebutkan nama-nama tokoh dari daerah tersebut yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
3. Menjelaskan dari awal proses perlawanan tersebut.
4. Mengidentifikasi pengaruh apa saja yang menyebabkan perlawanan itu terjadi.
Alokasi Waktu 2 kali pertemuan
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan daerah-daerah mana saja yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia.
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama tokoh dari daerah tersebut yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
3. Siswa dapat menjelaskan dari awal proses perlawanan tersebut.
4. Siswa dapat mengidentifikasi pengaruh apa saja yang menyebabkan perlawanan itu terjadi.
B. Materi Pembelajaran
1. Perlawanan daerah-daerah di nusantara terhadap kekuasaan asing.
2. Tokoh-tokoh penting yang memimpin perlawanan di nusantara.
3. Proses perlawanan daerah-daerah di nusantara.
4. Pengaruh yang menyebabkan timbulnya perlawanan.
C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
4. Inkuiri (menemukan)
D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1. Kegiatan Awal
a. Menciptakan lingkungan : salam pembuka, do’a, presensi.
b. Menjelaskan tujuan pembelajaran serta memberikan motivasi.
2. Kegiatan Inti
a. Tanya jawab tentang daerah di nusantara yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
b. Meminta beberapa siswa untuk menyebutkan tokoh-tokoh perlawanan tersebut.
c. Meminta beberapa siswa untuk menunjukkan gambar para tokoh perlawanan tersebut pada gambar pahlawan yang tertera di dinding.
d. Menjelaskan proses perlawanan yang terjadi di nusantara terhadap kekuasaan asing.
3. Kegiatan Akhir
a. Menyimpulkan materi yang disampaikan.
b. Mengorganisir siswa untuk membentuk kelompok diskusi tentang pengaruh-pengaruh yang menyebabkan terjadinya perlawanan terhadap kekuasaan asing di nusantara untuk pertemuan berikutnya dan untuk berdiskusi di luar jam sekolah.
Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
a. Menciptakan lingkungan : salam pembuka, do’a, presensi.
b. Mengorganisir siswa pada kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi.
2. Kegiatan Inti
a. Siswa mendiskusikan materi berdasarkan kelompoknya masing-masing selama 1 jam pelajaran.
b. Setiap perwakilan siswa dari kelompoknya maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya pada jam pelajaran berikutnya.
3. Kegiatan Akhir
a. Menyimpulkan hasil diskusi.
b. Melakukan refleksi terhadap materi yang telah disampaikan.
E. Sumber Belajar
1. Buku Sejarah kelas XII SMA.
2. Gambar-gambar pehalawan.
Komentar Muhammad Hidayat
Komentar
oleh
Muhammad Hidayat |
4 Oktober 2007
SATUAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Pokok Bahasan : Tradisi Masyarakat Indonesia Sebelum dan Sesudah Mengenal Tulisan
Sub Pokok Bahasan : Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan
Kelas / Semester : X / II
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
I. Tujuan Pembelajaran Umum
1. Siswa dapat menjelaskan dan menggambarkan bagaimana tradisi pra-sejarah masyarakat Indonesia.
2. Siswa dapat memahami cara masyarakat mewariskan masa lalu.
II. Tujuan Pembelajaran Khusus
1. Melalui penjelasan,siswa dapat menceritakan keadaan masyarakat Indonesia sebelum Mengenal tulisan.
2. Melalui penjelasan, siswa dapat menceritakan bagaimana cara masyarakat mewariskan masa lalu.
3. Siswa dapat menyebutkan tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan.
III. Materi Pelajaran
1. Cara masyarakat mewariskan masa lalu.
• melalui keluarga
- adat istiadat keluarga
- critera dongeng
• melalui masyarakat
- adat istiadat masyarakat
- pertunjukan hiburan
- kepercayaan masyarakat
2. Tradisi pra-sejarah di Indonesia.
• sistem kepercayaan
• sistem kemasyarakatan
• pertanian kemampuan berlayar
• sistem bahasa
• ilmu pengetahuan
• organisasi sosial
• teknologi
• sistem ekonomi
• kesenian
IV. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendekatan yang digunakan
• Keterampilan proses belajar aktif
• Cerita pengalaman guru
• Ungkapan pengalaman siswa
2. Metode yang diterapkan
• cramah
• tanya-jawab
• diskusi pemecahan masalah.
V. Langkah-langkah
No Kegiatan belajar-mengajar Alokasi Waktu
1 Pendahuluan
- Apersepsi.
- Memotivasi kesiapan siswa.
- Memberi informasi tentang tujuan dari pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa.
5 menit
2 Kegiatan Inti
- Informasi tentang tentang cara masyarakat mewariskan tradisi masa lalu.
- Informasi tentang tradisi pra-sejarah di Indonesia.
25 menit
3 Penutup
- Ajukan pertanyaan secara umum kepada semua siswa untuk mengukur kemampuan siswa untuk mengingat pelajaran yang telah diberikan.
- Kesimpulan materi yang telah diberikan untuk memantapkan pemahaman siswa.
- Pemberian tugas rumah tentang materi.
15 menit
VI. Alat atau Sarana dan Sumber Pembelajaran
1. Alat atau Sarana :
- Papan tulis
- Alat tulis
- UHV
- Peta Indonesia
2. Sumber Pembelajaran
- Buku Sejarah Nasional Indonesia dan Umum, jilid 1, Erlangga.
- Buku Sejarah, jilid 1, Yudhistira.
- Buku Sejarah, jilid 1, Tiga Serangkai.
VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian :
- Proses belajar; keaktifan dalam proses belajar.
- Penilaian hasil belajar dengan tes lisan.
2. Alat Penilaian :
- Tes Pilihan Ganda
- Tes Essay
Komentar Ganda Resnadi
Komentar
oleh
Ganda Resnadi |
4 Oktober 2007
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
semester : I
Materi : Revolusi Amerika
Standar Kompetensi :
Menganalisis perkembangan sejarah Amerika serta pengaruhnya terhadap Indonesia
Kompetensi dasar :
Menjelaskan perkembangan sejarah Amerika
Indikator :
1.Menjelaskan pengertian Revolusi.
2.menjelaskan latarbelakang sejarah Amerika.
3.menjelaskan pengaruh revolusi Amerika terhadap Indonesia
Tujuan pembelajaran :
1.Siswa dapat menjelaskan pengertian Revolusi Amerika
2.siswa dapat menjelaskan pengaruh Revolusi Amerika terhadapIndonesia.
Materi pembelajaran :
1.Latarbelakangkedatangan bangsa Eropa ke Amerika
2.Revolusi Amerika beserta pengaruhnya.
Media pembelajaran :
1. Peta benua Amerika
2. Buku sejarah Amerika
Evaluasi : menggunakan ujian tertulis berupa pertanyaan Essay.
soal.
1.Bagaimana pengaruh Revolusi Amerika terhadap Indonesia ?
2.Bagaimana Dampak kedatangan bangsa eropa ke Amerika ?
3.Bagaimana hubungan Revolusi Amerika dengan Revolusi yang ada di Indonesia ?
Komentar
oleh
Febry Abrar |
4 Oktober 2007
NAMA : EDI BUSTAMI ARIPIN
NIM : A1A104028
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Kenapa Hanya Di Ramadhan?
Bulan Ramadhan adalah bulan sejuta berkah buat umat Islam, karena pada bulan ini ada salah satu malam yang mana kalau kita beribadah pahalanya setara dengan seribu bulan, malam itu disebut malam Lailatul Qadar.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Banjarmasin selalu menyambut datangnya bulan suci ini dengan meriah dan gembira. Datangnya bulan Ramadhan ini membawa berkah tersendiri khusunya bagi masyarakat yang pandai membuat kue dan jajanan khas untuk berbuka puasa.
Para penjual jajanan yang berupa kue-kue khas ramadhan pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini karena hanya dibulan yang penuh barokah inilah hadir pasar wadai Ramadhan. Pasar wadai Ramadhan ini biasnya digelar diseberang jalan didepan mesjid Sabilal Muhtadin, tetapi pada tahun ini pasar wadai Ramadhan ini digelar didepan korem Antasari sampai dengan depan kantor Gubernuran Kalimantan Selatan.
Penjual jajanan khas untuk berbuka puasa dapat dijumpai hampir disetiap jalan-jalan yang ada di Banjarmasin. Sebagai contoh banyaknya penjual jajanan tersebut yang berjualan disepanjang jalan Brigjen H. Hasan Basri dan Disepanjang jalan S. Parman (tepatnya didepan Komplek SD Pasar Lama).
Banyaknya para penjual kue dan jajanan khas bulan Ramadhan ini memang sangat membantu masyarakat yang ingin memanjakan lidah mereka pada saat berbuka puasa, tetapi mengapa hanya ada dibulan suci Ramadhan?.
Jika kita lihat di Kota Martapura pasar wadai yang ada disana selalu buka setiap hari walaupun tidak atau dalam suasana bulan suci Ramadhan. Kalau boleh ditiru pasar wadai yang ada di kota martapura itu juga harus ada di Banjarmasin, soal alokasi tempat biarlah para petinggi Banjarmasin yang memikirkannya.
Dilihat lagi dari banyaknya masyarakat yang datang ke pasar wadai dibulan puasa tersebut maka secara tidak langsung juga akan memberikan kontribusi pajak untuk pemerintah setempat. Disamping hal itu, keberadaan pasar wadai juga akan memberikan lahan pekerjaaan bagi masyarakat luas.
Keberadaan para penjual jajanan untuk berbuka puasa kalau bisa komplen cukup mengganggu para pengguna jalan yang melintas karena tidak adanya pengeloloaan parkir.Macetnya jalan yang ada disepanjang warung-warung penjual jajanan itu disebabkan karena keberadaan warung yang persis dibibir jalan dan hampir semua pembeli parkir atau berhenti tepat didepan warung ditambah lagi banyaknya pejalan kaki.
Untuk itu keberadaan para penjual jajanan ini adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah sehingga pada bulan Ramadhan ditahun yang kan datang keberadaan para pedagang ini tidak lagi mengganggu kelancaran para pengguna jalan.
Komentar
oleh
Edi Bustami Aripin |
4 Oktober 2007
Nama : M. AZHARI ABRORI
N I M : A1A104029
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
( Artikel Pendidikan )
Lembaga Pendidikan Swasta ?
Apa yang terlintas dibenak anda tentang sekolah-sekolah swasta ? apakah beda dengan sekolah-sekolah negeri ? apakah dulu anda bersekolah di sekolah swasta atau negeri ?
Perkembangan lembaga pendidikan di Banjarmasin khususnya untuk lembaga pendidikan swasta sangat berkembang pesat, kemajuan itu terbukti pada lembaga pendidikan swasta ditingkat SD, SLTP dan SLTA bahkan tingkat perguruan tinggi sudah bermunculan, awalnya dari sebuah yayasan – yayasan swadaya masyarakat atupun yang berlatarbelakang suatu agama. Apakah perkembangan tersebut berdampak baik terhadap dunia pendidikan di Banjarmasin ? Penilaian masyarakat terhadap perkembangan tersebut sangat positif karena banyak orang-orang tua yang lebih memilih agar anaknya bersekolah di sekolah swasta, ini terlihat dari jumlah siswa yang mendaftar pada sekolah – sekolah swasta lebih banyak apalagi untuk perguruan tinggi, yang pada saat ini biaya kuliah di perguruan tinggi swasta dengan di perguruan tinggi negeri hampir sama besarnya. terlebih lagi biaya kuliah di lembaga tinggi negeri tersebut besar namun fasilitas yang diinginkan mahasiswanya tidak memadai
Dengan adanya lembaga pendidikan swasta di Banjarmasin sangat mempengaruhi bagi dunia pendidikan itu sendiri. dalam kenyataan yang terlihat di masyarakat bahwa lembaga pendidikan swasta sudah sangat maju. tidak menutup kemungkinan lagi bahwasanya kemajuan lembaga sawasta dikarenakan adanya persaingan yang ketat antara swasta dan negeri..Beberapa tahun yang telah lewat lembaga pendidikan pemerintah / negeri memang maju dibanding swasta tetapi tidak demikian pada saat sekarang, karena para pengajarnya rata-rata berlebel S1 dan S2 dan juga guru-guru dosen-dosen dari lembaga pendidikan negeri yang diperbantukan untuk menjadi tenaga pengajar pada lembaga pendidikan swasta tersebut. pendapatan yang menggiurkan dari mengajar di lembaga pendidikan swasta merupakan tawaran yang sangat menarik karena itulah guru-guru dan dosen-dosen lebih fokus pada pekerjaan ke-2nya yaitu menjadi tenaga pengajar di swasta sehingga pekerjaan utamanya di pemerintahan menjadi terbengkalai.
Mengapa kebanyakan tenaga pengajar yang notabene pegawai negeri ini menjadi tenaga pengajar di swasta juga? yup, karena mereka berfikir bahwasanya penghasilan yang mereka terima dari pemerintah adalah rutin setiap bulannya (bekerja atupun tidak) namum apabila menjadi tenaga pengajar di lembaga swsta mereka harus rutin atau disiplin dalam mengajar karena apabila tidak, pendapatan mereka akan dipotong sesuai dengan ketentuan
Pada dasarnya setiap lembaga pendidikan baik, orang yang pikirannya maju tidak perlu melihat atau membeda – bedakan lembaga pendidikan mana yang akan dituju, tinggal kita sendiri yang menentukan, apakah kita mau menjalani pembelajaran yang serius atau main-main. bila kita memiliki tekat yang kuat, kita tinggal menentukan lembaga pendidikan mana yang memiliki poin plus untuk dijadikan pilihan. Seperti adanya tambahan pada kurikulum selain Bahasa Inggris, contohnya Bahasa Mandarin, itu terbukti 1 keunggulan lembaga pendidikan swasta walaupun tidak termasuk dalam kurikulum pelajaran seperti yang ada di lembaga pendidikan negeri.
Pada zaman se-modern ini, masih saja banyak orang yang tertinggal pemikiran atau berfikirnya jauh dibelakang. seperti apakah pemikiran itu ? untuk lembaga pendidikan ditingkat SD,SLTP dan SLTA. orang masih berfikir bahwa lembaga – lembaga tersebut diatas adalah lembaganya orang-orang berduit, yang “orang-orangnya” ( yang bersekolah ) dengan suku-suku tertentu saja atau memisahkan diri, tidak berbaur dengan masyarakat mayoritas..Sebagian orang berfikir,apabila bersekolah di lembaga swasta adalah orang-orang yang lebih segala – galanya, namun tidak demikian pada lembaga pendidikan ditingkat perguruan tinggi, sekarang sudah banyak orang berbaur disana tanpa melihat apakah orang itu mampu atau tidak.
Komentar
oleh
M. AZHARI ABRORI |
4 Oktober 2007
Nama : Istiqomah
Nim : A1A105031
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
I. Materi Pokok : Perkembangan politik ekonomi serta perubahan masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
II. Indikator : Menganalisis pengaruh perkembangan politik terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
III. Kegiatan Pembelajaran
1.Pertemuan I
a. pendahuluan : Persiapan Kelas
b. Kegiatan Inti : Menjelaskan tentang materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : mengorganisir siswa untuk berdiskusi
2.Pertemuan II
a. pendahuluan : persiapan siswa untuk berdiskusi
b. kegiatan Inti : pembahasan materi serta diskusi kelas yang melibatkan antar kelompok
c. penutup : pemberian tugas secara organisir mengenai perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
3.Pertemuan III
a. pendahuluan : pemeriksaan tugas kelompok
b. kegiatan inti : pembahasan dengan siswa mengenai tugas tentang perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : pembuatan rangkuman dan materi
IV. Media Pembelajaran
– Buku Paket dan LKS
– OHP
V. Sistem Penilaian
– Laporan hasil diskusi
– Tugas hasil dari Diskusi
VI. Sumber Bahan
– Buku-buku yang relevan
– Artikel
Komentar
oleh
istiqomah |
4 Oktober 2007
Nama : Istiqomah
Nim : A1A105031
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
I. Kompetisi Dasar : Perkembangan politik ekonomi serta perubahan masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
II. Indikator : Menganalisis perkembangan politik terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
III. Kegiatan Pembelajaran
1. pertemuan I
a. pendahuluan : persiapan kelas
b. kegiatan inti : menjelaskan tentang materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : mengorganisir siswa untuk berdiskusi
2. pertemuan II
a. pendahuluan : persiapan siswa untk berdiskusi
b. kegiatan Inti : pembahasan materi serta diskusi kelas
c. penutup : pemberian tugas mengenai perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
3. pertemuan III
a. pendahuluan : pemeriksaan tugas kelompok
b. kegiatan inti : pembicaraan dengan siswa tentang perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : pembuatan rangkuman materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi mastarakat Indonesia pada masa Reformasi
IV. Media Pembelajaran
- Buku Paket dan LKS
- OHP
V. Sistem Penilaian
- Laporan hasil diskusi
- Hasil tugas diskusi
VI. Sumber Bahan
- Buku-buku yang relevan
- Artikel
Komentar
oleh
Istiqomah |
4 Oktober 2007
Satuan Pelajaran
Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : III / V
Judul : Kerjasama Internasional dan Solidaritas Antar Bangsa
Sub-Judul : Konferensi Asia Afrika (KAA)
Alokasi Waktu : 2x pertemuan (4 x 45 menit)
Standar Kompetensi:
Menganalisis latar belakang terbentuknya Konferensi Asia Afrika sampai pengambilan keputusan pembuatan Dasasila Bandung
Kompetensi Dasar:
1. mengetahui pemrakarsa Konferensi Asia Afrika.
2. Menganalisis latar belakang penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika beserta tujuannya.
3. menganalisis hal-hal yang dibicarakan dan hasil yang dicapai dam Konferensi Asia Afrika.
Tujuan Pembelajaran:
1. siswa dapat mengetahui siapa pemrakarsa dan darimana saja mereka berasal
2. siswa dapat memahami mengapa dibentuknya Konferensi Asia Afrika dan apa tujuan dari terbentuknya konferensi tersebut.
3. siswa dapat memahami tentang hasil dari konferensi tersebut.
Materi Umum:
1. latar belakang KAA dikarenakan beberapa hal, yaitu; kedua wilayah ini mempunyai nasib yang sama dalam hal sebagai korban penjajahan bangsa barat, dan setelah bangsa Asia-Afrika merdeka banyak masalah-masalah dalam pembangunan diberbagai bidang serta letak geografis benua yang saling berdekatan, menyebabkan P.M. Ali Sastroamidjojo dari Indonesia, P.M. Pandit Jawaharlal Nehru dari India, P.M. Mohammad Ali Jinna dari Pakistan, P.M. U Nu dari Myanmar, dan P.M Sir John Kotelawala dari Sri Lanka mengadakan Konferensi Kolombo(28-2 Mei 1954) dan Konferensi Bogor(28-29 Desember 1954). (1 x 45 menit)
2. tujuan pelaksanaan KAA ini adalah untuk menciptakan perdamaian dan ketentraman hidup bangsa-bangsa yang ada dikawasan Asia-Afrika. Sedang tujuan KAA itu sendiri antara lain; memajukan kerjasama antar Negara Asia-Afrika, mempertimbangkan berbagai masalah, baik social, ekonnomi maupun politik Negara-negara anggota serta mempertimbangkan masalah-masalah khusus bangsa-bangsa di Asia-Afrika seperti kedaulatan nasional, rassialisme dan kolonialisme. (1 x 45 menit)
3. hal-hal yang dibicarakan mencakup kerjasama ekonomi dan budaya, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, masalah-masalah bangsa yang belum merdeka dan masalah perdamaian dunia seta hubungan internasional. Adapun hasil dari konferensi itu lahir suatu keputusan yang dikenal dengan Dasasila Bandung yang intinya memperjuangkan hak Negara-negara Asia-Afrika yang merasa terjajah dan menghormati kedaulatannya. (1 x 45 menit)
Evaluasi : penilaian dilakukan dengan tes tertulis (1 x 45 menit)
Sumber Bacaan : Buku Paket Sejarah kelas 3 SMA penerbit Cempaka Putih (2004)
Alat : peta dan gambar-gambar yang mendukung
Komentar
oleh
rahmadi (A1A105035) |
4 Oktober 2007
SATUAN PEMBELAJARAN (SP)
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
Jenjang pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas/Semester : X / II
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menganalisis tentang pertumbuhan, perkembangan, dan persebaran agama Islam di Indonesia.
II. KEMAMPUAN DASAR/KOMPETENSI DASAR
Siswa mampu menganalisis dan menjelaskan peristiwa yang berhubungan dengan pertumbuhan, persebaran, dan perkembangan agama Islam di Indonesia.
III. MATERI POKOK
Pertumbuhan, perkembangan, dan persebaran agama Islam di Indonesia.
IV. Materi Pelajaran
1. Proses masuk dan berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam serta perwujudan Akulturasi di Indonesia.
a. Proses masuknya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia
(1) Teori masuknya Islam di Indonesia.
(2) Timbulnya pusat perdagangan dan pelayaran.
(3) Bukti-bukti Sejarah
b. Perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Indonesia.
(1) Cara-cara persebaran Islam.
(2) Peranan wali sanga dalam perkembangan agama dan kebudayaan Islam.
c. Perwujudan Akulturasi agama dan kebudayaan Islam di indonesia
(1) Pengertian Akulturasi.
(2) Bentuk Akulturasi.
2. Kerajaan-kerajaan Indonesia yang bercorak Islam serta aspek-aspek kehidupan disegala bidang.
a. Kerajaan Perlak
b. Kerajaan Samudera Pasai
c. Kerajaan Demak
d. Kerajaan Mataram Islam
e. Kerajaan Banten
f. Kerajaan Makasar
g. Kerajaan Ternate dan Tidore
V. STRATEGI PEMBELAJARAN (SBM)
1. Pendekatan dan Metode yang digunakan
Pendekatan : Keterampilan Proses
Metode : - Ceramah
- Tanya jawab
- Penugasan
2. Langkah-langkah :
No. Kegiatan Belajar Mengajar Alokasi Waktu
1. Pendahuluan
- Apersepsi
- Memotivasi kesiapan belajar siswa
-Informasi tujuan pembelajaran agar siswa mengetahui materi yang akan dikuasai setelah pembelajaran selesai.
± 15 menit
2. Kegiatan Inti
- Informasi tentang proses masuknya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
- Informasi dan tanya jawab tentang teori masuknya Agama dan Kebudayaan Islam diIndonesia.
- Informasi dan tanya jawab tentang timbulnya pusat perdagangan dan pelayaran
- Informasi untuk mengetahui perkembangan Agama di Indonesia.
- Informasi tentang perwujudan akulturasi Agama dan Kebudayaan di Indonesia.
- Informasi tentang kerajaan-kerajaan Indonesia yang bercorak Islam
± 60 menit
3. Penutup
- Ajukan pertanyaan sebagai Pos Test, guna mengukur daya serap siswa tentang materi yang telah dipelajari.
- Simpulkan materi yang telah diajarkan, guna memantapkan pemahaman siswa.
- Tindak lnjut dengan memberi tugas rumah (PR), guna mempersiapkan tentang materi pada minggu yang akan datang.
± 15 menit
VI. Alat/Sarana dan Sumber Pelajaran
1. Alat/sarana : - Papan tulis
- Alat Tulis
- Peta dunia
2. Sumber Pelajaran :
- Buku IPS Sejarah X Tiga Serangkai
- Buku IPS Sejarah X Erlangga
- Buku IPS Sejarah X Intan Pariwara
- Buku IPS Sejarah X Yudhistira
- Buku-buku yang relevan
VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian :
- Penilaian Proses Belajar
- penilaian Hasil Pembelajaran
2. Alat Penilaian
- Penilaian proses
Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat peserta didik melakukan kegiatan.
- Tes lisan
Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang kegiatan yang baru dilakukan peserta didik sesuai dengan indikator kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
- Portopolio
Portopolio mencakup seluruh hasil kegiatan peserta didik yang dikumpulkan untuk dijadikan bahan penilaian akhir.
Komentar
oleh
Fahrian Hefni |
5 Oktober 2007
NAMA : SRI WAHYU ASTUTI
NIM : A1A105010
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SLTA
Mata Pelajaran : IPS – Sejarah
Kelas/Semester : XII/3
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Pokok Kebijakan -Pemerintah Orde Baru.
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendiskripsikan Perkembangan -Kekuasaan Orde Baru.
Indikator : – Menganalisis Proses peralihan -kekuasaan Politik Setelah Peristiwa G30S/PKI.
– Menjelaskan 4(empat) Peristiwa – Peristiwa plitik penting Pada Masa Orde Baru.
– Mendiskripsikan Kebijakan Pemerintahan Orde Baru.
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit(1xpertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Agar Siswa dapat :
1. Menguraikan latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. Mendiskripsikan kebijakan pemerintah Orde Baru.
3. Menjelaskan 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde baru.
4. Menganalisis proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. Menjelaskan hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
B. Materi Pembelajaran
1. Latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. kebijakan pemerintahan Orde Baru.
3. 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde Baru.
4. Proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
C. Metode
1. Diskusi
2. Ceramah
3. Tugas
D. Strategi Pembelajaran
Pertemuan pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Apersepsi : Mendiskusikan mengenai pelajaran dan rumusan masalah yang telah dijelaskan oleh guru.
Motivasi : Menampilkan gambar pada masa Orde Baru, mengajak siswa menelaah kejadian – kejaian pada masa orde Baru.
2. Kegiatan Inti
1. Siswa menyimak uraian tenteng latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. Siswa mendiskripsikan kebijakan pemerintahan Orde baru.
3. Siswa menyimak penjalasan 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde Baru.
4. Siswa menganalisis proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. Siswa menyimak penjelasan hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
6. Siswa mengerjakan tugas latihan tentang kebijakan – kebijakan apa yang ditempuh pemerintah Orde Baru di dalam melaksanakan pembangunan nasional.
3.Penutup : Menyimpulkan materi dan memberikan tugas.
E. Sumber Belajar dan Media
– Buku sejarah
– Buku sejarah yang relevan
– Buku Referensi
– Gambar – gambar pada masa Orde Baru
– LCD
F. Penilaian
Tes tertulis(terlampir)
1. Bagaimanakah perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru?
2. Hal – hal apa sajakah yang membuat peran negara pada pemeintahan Orde Baru.
3. Apakah tujuan dan arah dari pembangunan nasional Indonesia?
4. Mengapa supersemar memegang peranan penting dalam munculnya Orde Baru?
Komentar
oleh
SRI WAHYU ASTUTI |
5 Oktober 2007
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sejarah
Kompetensi : Masa kolonial di Indonesia
Sub Kompetensi : Perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat di Indonesia
Kelas / semester: XI / 1
Alokasi waktu : -
Pertemuan : -
1. Tujuan pembelajaran Umum
Siswa dapat mendiskripsikan tentang terjadinya masa kolonial di Indonesia.
II. Tujuan pembelajaran Khusus
siswa dapat menjelaskan latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.
Siswa dapat menjelaskan perkembangan kekuasaan bangsa Eropa di Indonesia.
Siswa dapat menjelaskan akibat dari kolonialisme di Indonesia.
III. Materi Pelajaran
Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.
Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia yaitu: jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani, Perkembangan ilmu pemgetahuan: penemuan kompas, pembuktian bahwa bumi itu bulat, dan angin muson.
Semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam (Reconquesta)
Perkembangan kekuasaan bangsa Eropa di Indonesia.
Masa kolonial di Indonesia mengakinatkan: – Kekuasaan bangsa Portugis.
-Kekuasaan VOC
-Kekuasaan kerajaan belanda
-Kekuasaan bangsa Inggris
-Kekuasaan Pemerintah belanda.
Komentar
oleh
Novi Dahliani |
5 Oktober 2007
Nama : Laila Rahmi
NIM : A1A104048
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Puasa Salah Satu Tolak Ukur Menguji EQ
Kecerdasan emosi mulanya diperkenalkan oleh Peter Solovey dari Universitas Harvard dan John Mayer dari Universitas New Hampshire. Istilah itu kemudian dipopulerkan oleh Daniel Goleman dalam karya monumentalnya Emotional Intelligence, Why it Can Matter More Than IQ tahun 1995. Solovey dan Mayer sendiri menggunakan istilah kecerdasan emosi untuk menggambarkan sejumlah kemampuan mengenali emosi diri sendiri, mengelola dan mengekspresikan diri sendiri dengan tepat, memotivasi diri sendiri mengenali orang lain, dan membina hubungan dengan orang lain. Sekarang, coba kita hubungkan dengan ibadah puasa yang kita lakukan di bulan Ramadhan saai ini. Apakah kita tergolong orang yang hanya menahan lapar dan haus atau dengan kata lain sekedar memenuhi kewajiban dalam agama tanpa mamikirkan apalagi merenungi makna dan tujuan dari puasa itu sendiri. Atau kita tergolong orang yang memanfaatkan moment puasa untuk belajar dan melatih serta menempatkan emosi sesuai dengan kapasitasnya.
Bagi mereka yang sungguh-sungguh melaksanakan ibadah puasa tentunya merupakan suatu tantangan untuk mampu menahan sekaligus menempatkan emosi secara tepat dan layak. Puasa menuntun kita untuk mendahulukan pemikiran daripada perasaan, dari situlah kita dapat sekilas melihat apakah masing-masing dari kita mempunyai Emotional Quotient (EQ) yang bagus atau sebaliknya.
Kecerdasan emosional merupakan kerja dari otak kanan. Dimana otak kanan manusia memiliki cara kerja yang acak, tidak teratur, intuitif. Berbeda dengan cara kerja otak kiri yang logis, sekuensiel, dan linier. Kedua belahan otak ini harus diperankan sesuai dengan fungsinya, sebab jika tidak maka masing-masing belahan akan mengganggu pada belahan yang lain.
Kembali kepada pembahasan sebelumnya tentang puasa yang dapat menjadi salah satu tolak ukur menguji EQ. Menurut saya, apabila kita sewaktu melaksanakan ibadah puasa mudah marah-marah dengan alasan yang tidak memadai atau kurang dapat mengendalikan diri, pada intinya perlu berpikir kembali. Apakah kita telah memiliki EQ tapi dibuat diam bahkan dibuat kosong tanpa diisi dan dilatih yang menjadikannya berkarat sehingga isi yang ada di otak kanan kita tambah semrawut. Semoga kita tidak masuk golongan demikian. Pada dasarnya kamampuan untuk mengatur emosi dapat dilatih dan dikembangkan. Bagi anda yang telah cukup mampu menahan emosi dan dapat mengendalikan diri diri di bulan puasa dan juga bulan-bulan lainnya bersyukurlah karena berarti anda telah memberdayakan EQ yang ada pada diri anda, sehingga apa yang telah Allah Swt berikan terasa besar manfaatnya.
Komentar
oleh
Laila Rahmi |
5 Oktober 2007
Nama : Siswati
NIM : A1A104037
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Lailatul Qadar
Ketika bulan suci Ramadhan tiba umat Islam menyambut dengan penuh suka cita, mereka berlomba-lomba melakukan kebajikan, mesjid, mushala-mushala di penuhi oleh orang-orang yang ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mencari keridhoan-Nya. Selain kepada Tuhan mereka juga melakukan kebaikan kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Pada bulan suci Ramadhan umat Islam percaya dengan apa yang dinamakan malam Lailatul Qadar yakni Allah akan meurunkan kebajikan kepada seseorang yang dipilih yang taat beribadah dan mengerjakan sunah-sunah-Nya.
Malam Lailatul Qadar mulai malam 21 di bulan suci Ramadhan dan seterusnya pada malam-malam ganjil, umat Islam percaya keajaiban itu bisa turun kepada siapa saja, dari tangggal 21 Ramadhan dan seterusnya pada malam-malam ganjil, pada malam hari sampai jam 03.00 pagi. Lailatu Qadar ini berupa keajaiban sesorang de beri kelebihan oleh Allah, kelabihan tersebut biasanya dugunakan untuk membantu sesama makhluk ciptaan Allah Swt, dan yang mendapat keajaiban ini hanya satu orang saja dan siapa saja.
Kebanyakan orang biasanya belum mengetahui kebenaran Lailatul Qadar tersebut, namun mereka sangat mempercayai walau hanya mendengar desas-desus dari mulut. Apakah Lailatul Qadar tersebut…..???
Komentar
oleh
Siswati |
5 Oktober 2007
Nama : Noor Izzatil. M
Nim : A1A104035
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
KEJUJURAN TIDAK LAGI MEMPESONA
Ada orang asing mengatakan bahwa Negara Indonesia, Negara yang tidak bermoral. Apa saja dinegri ini bias dibeli. Dari pasir sampai pejabat – pejabatnya. Benarkah tuduhan orang luar itu?
Kalau kita melihat kedalam (bangsa kita sendiri) terlalu banyak kebobrokan – kebobrokan dan penyelewengan – penyelewengan didalam masyarakat, pemerintahan maupun Negara. Salah satunya adalah korupsi yang sudah menjadi semacam penyakit, jaringan – jaringan administrasi (pemerintah) Negara, bidang politik, ekonomi, social, kebudayaan dan segala segi hidup manusia beradap seperti filsafat dan etika. Kematiannya (kehancurannya) hanyalah soal waktu.
Apabila kita bangga dengan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kebanggaan ini kita bayar mahal sekali. Yang membuat mahal ialah “biaya” korupsi. Dan dengan kata – kata muluk kita bicarakan masalah ekonomi biaya tinggi. Jika masalah ini hendk ditutup – tutupi dapat dikatakan bahwa masalah korupsi dalam pemerinthan adalah masalah manusia yang korupsi. Tapi ini tidak dapat dibenarkan, masalah korupsi dalam pemerintahan adalah suatu asfek dari pada ketiadaan moral atau immoralitas umum. Dasar permukaan kita terutama sekali menjadi persoalan masyarakat yang dikorup.
Pengangguran struktural
Dalam lembaga yang sehat, ada juga manusia – mnusia yang korup. Tetapi apabila suatu lembaga yang berkorupsi, banyak orang yang hidup dan bekerja disana terpaksa dikorup. Sekurang – kurangnya 10–12 juta manusia Indonesia tidak mempunyai pekerjaan. Menganggur! Inilah yang dinamakan pengangguran structural. Artinya manusia yang termasuk pengangguran demikian tidak menguasai sendiri kesempatan – kesempatan kerja. Dalam persamaan ini dapatlah dikatakan bahwa manusia Indonesia dilain strata kehidupan yang menimbulkan kajahatan tinggi dan moralitas umum yang dianggap hal biasa, kekejian yang dibayar mahal, dan integritas pribadi yang menguap dalam immoralitas yang structural.
Kegelisahan moral masa kini dibidang politik, ekonomi,pendidikan bahkan juga kalangan agama – agama disebabkan fakta kunci “ nilai – nilai dan kode – kode (hukum – hukum) dari masa lalu tentang kejujuran tidak lagi mempesona kita”. Tetapi juga ia tidak diganti dengan nilai – nilai yang baru yang akan memberikan arti moral dan sanksi dalam perjalanan hidup rutin, yang harus kita jalankan.
Kebinggungn moral
Kita tidak menolak secara khusus kode – kode yang kita terima. Tetapi bagi sebagian besar dari antara kita, ia telah menjadi kosong. Syarat menerima bermoral tidak ada lagi. Tetapi juga tidak ada keberanian moral untuk menolaknya. Sebagai pribadi –pribadi kebanyakan diantara kita tidak memiliki ketahanan moral. Sebagai golongan kita tidak acuh secara politis. Cukup besar jumlah manusia yang memliki kekurangan penentuan, yang berakibat kita acuh tak acuh dengan apapun juga yang dilakukan dibidang politik dan ketatanegaraan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kita berada dalam kebingungan moral.
Nilai moral dalam pembangunan bangsa tinggi sekali. Bangsa yang tidak mengenal moral, tidak akan mungkin membangun bangsa. Kekuatan moral pejuang – pejuang kemerdekaan bangsa kita, dimulai ditahun – tahun 1908 hingga 1945, yang menyebabkan musuuh – musuh kita dapat dipatahkan kekuatannya. Kebalikannya kita yang berhak moral dan yang berkekuatan moral dalam perjuangan kemerdekaan diri dan menentukan nasib sendiri. Penjajah, fasis, dan kaum militer asing tidak mempunyai kekuatan moral mempertahankan hak yang bukan haknya. Maka persenjataan modern musuh tidak dapat mematahkan perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan, karena tinggi moral perjuangannya, diperkuat dengan moral dan etika, idealisme,jiwa nafsi – nafsian ditolak dan dihidupkan kerelaan berkorban adalah suatu kekuatan moral lainnya.
Sedangkan rsa nasionalisme, rasa cinta tanah air dan bangsa, patriotisme, cita – cita luhur yang merupakan bagian dari kekuatan moral yang mendorong Bung Karno dan Bung Hatta berhasil membawa bangsa berhasil membawa bangsa ini kepada kemerdekaan. Mereka berpegang teguh pada nilai – nilai “lama”, ikhlas, jujur, berprikemenusiaan dan keberanian moral menghadapi kesukaran yang dilemparkan penjajah belanda dihadapan mereka….., tetapi pada masa kini ? sifat – sifat itu sudah mengubur dalam masyarakat, karena kehidupan kita sudah beralih dan kebranian moral melawan penjajah dalam segi apapun. Kepada individualisme yang memperdayakan dan sikaf a-nasionalisme yang mengkhawatirkan : aku – aku, kamu – kamu, materialisme yang mengungkung
Dimanakah letak kejujuran kita sekarang ini berada…..?
Komentar
oleh
Noor Izzatil.M |
6 Oktober 2007
Nama : Tri Juarningsih
NIM : A1A104034
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyh Abbas, M.Pd
Kita Kaya tapi Serasa Miskin
Ingatkah Anda dengan pepatah Rusia yang mengatakan “Bila orang terharu melihat kemiskinan, maka lebih dahulu mereka memegang sapu tangan daripada dompet mereka”. Kalau dipikir-pikir sepertinya pepatah Rusia tersebut cukup mampu mencerminkan keberadaan orang-orang kita saat ini. Ironis memang tapi mau diapakan lagi itulah yang sesungguhnya. Kemiskinan seolah-olah hanya sebuah pemandangan lukisan yang katakanlah cukup untuk dilihat dan diberi bungs-bunga kata. Tidak membuat si pemandang untuk lebih jauh menelusuri mengapa lukisan iti begitu indah atau sebegitu mengharukan.
Ternyata ini berlaku di dunia kita sehari-hari, betapa sering kita melihat para gelandangan atau anak-anak kecil meminta-minta di jalanan. tapi lantas apa yang kita lakukan setelah menemukan pemandangan tersebut, kita hanya berucap
“Kasihannya mereka, syukurlah aku tidak mengalaminya”. Tidak salah memang dengan ucapan rersebut karena itu juga pertanda
kita masih mensyukuri nikmat yang telah diberikan Oleh Allah SWT kepada kita. Tapi bukan itu yang dimaksudkan, alangkah lebih bijaksananya lagi kita dengan merogoh isi dompet untuk membantu mereka, tidak perlu banyak-banyak tapi cukup mengganjal isi perut mereka. Bisa dibayangkan betapa bahagia
mereka, mungkin ya walaupun agak berlebihan menurut saya. Saat itu mereka serasa berada di suatu tempat yang begitu
menyenangkan. Sekarang coba kita lihat kembali apakah di sekitar tempat kita berada ada orang-orang yang memang memerlukan isi dompet kita seperti para gelandangan ataukah kita cukup mengambil sapu tangan lalu mengsapkannya ke wajah
kita yang penuh dilumuri airmata iba.
Komentar
oleh
Tri Juarningsih |
6 Oktober 2007
Nama : Lauda Ima
NIM : A1A104036
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
BURUH BANGUNAN JUGA MANUSIA
Jika kita menyebut kata buruh bangunan, pikiran apa yang terlintas di benak kita?upah pas-pasan,tidak berpendidikan, dan tinggal di sebuah rumah kecil, sderhana, sempit, pokoknya semua serba seadanya. Itulah pikiran oleh sebagian banyak orang. Akan tetapi apakah demikian kenyataannya. Selain daripada itu, ada satu hal yang mungkin kita lupa bahwa buruh bangunan atau yang lebih populer disebut dengan tukang bangunan dalam bahasa Banjar tentunya, sedikit banyaknya mempunyai andil dalam pembangunan, contohnya saja di daerah kita (Banjarmasin): ketika ingin membangun sebuah pusat perbelanjaan tenaga buruhlah yang sangat diperlukan, tidak mungkin para orang berdasi (pejabat). Itu hanya contoh dari sebagian kecil peran para buruh bangunan dalam pembangunan, Jadi alangkah baiknya kehidupan para buruh lebih diperhatikan baik secara moril maupun materil. Agar jangan ada lagi anggapan bahwa pekerjaan sebagai buruh bangunan atau tukang bangunan adalah pekerjaan yang rendah.
Komentar
oleh
Lauda Ima |
9 Oktober 2007
RAMADHAN : PERAN BAGI KEMANUSIAAN
(Nida Adreawati A1A104061)
tidak terasa saat ini kta kembali berjumpa dengan ramadhan. Satu putaran telah kita jalani sejak ramadhan tahun lalu, kali ini ramadhan hadir sama seperti waktu-waktu sebelumnnya sebagai ruang refliksi setiap muslim, masa untuk melepas nafsu pramatisme yang sama sebelas bulan sebelumnya diforsir habis dengan sedikit memberikan peran kepada hati nurani untuk melaksanakan nilai-nilai hidup yang penuh dengan kesejukan.
Puasa adalah kewajiban yang sangat pribadi bahkan yang hanya menentukan ukuran keseriusan puasa itu hanya Allah SWT, kendati demikian, selaku makluk yang tidak sendiri, nilai puasa itu bisa kita lihat dengan gerak pembebasan penghantaman nilai-nilai penindasan, lapar puasa menjadi mbol dari kenyangrintihan akan hilangnya rasa menolong keada sesama, lenyapnya nurani untuk mengobati luka-luka kemanusiaan. Refleksi lapar ini tidak akan cukup kecuali disertai aksi untuk mengembalikan suasana damai dan sejahtera dalam kehidupan umat manusia.
Disalah satu hadist Rasullullah SAW pernah bersabda bahwa orang berpuasa diamin dengan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan disaat puasa dan kegembiraan disaat bertemu Tuhannya. Pertemuan seorang hamba dengan Allah tidak semata-semata ditafsirkan untuk akhirat kelak. Saat inipun kita selalu bertemu dengan Allah melalui sholat dan puasa khususnya. Sholat dan pusa adalah media pertemuan kita kepada Allah. Di dalamnya kita dipersilahkan untuk mengabdikan diri selaku bertemu “abdun” sekaligus khalifah. Tidak pernah kita mendengar ataupun merasakan kesal apalagi resah ketika ita bertemu Allah. Yang ada hanya keceriaan, rasa bahagia itu akan bermakna menjadi kebahagian di akhirat kelak jika dalam kehidupan dunia ini kita menebarkan rasa damai, nyaman bagi seluruh manusia bahkan menghilangkan rasa takut dan cemas apalagi menindas.
Ketika ikrar kesamaan sebagai “abduh” lahir itu pula kita berkewajiban menjaga dan menjalankan haq Allah SWT terhadap kita. Yaitu memelihara kedamaian dan kesejahteraan di muka bumi. Bila dalam perjalanan hidup hal tersebut tidak kita lakukan berarti kita melakukan pengikaran diri dihadapan Allah SWT sebagai seorang “Abduh”
Dua hal, Al-Qur’an dan puasa bisa menjadi diantara jaminan Allah SWT bagi keberlangsungan peran yang dieman manusia, dan Allah SWT dengan bijak memilih Ramadhan sebagai ruang untuk mendialogkan hal tersebut. Kita dianjurkan berdialog dengan Allah melalui Al-Qur’an guna terus menemukan petunjuk-petunjuk Nya. Hendaknyalah tadarus Al-Qur’an yang kita lakukan diisi dengan tadabbur dan muzakarah. Disisi lain puasa juga menjadi media dialog kepada Allah SWT, kualitas spritual kita diolah melalui refleksi mata hati yang penuh himat. Lapar yang diterpa fisisk bukan menjadi penyakit tetapi justru menjadi obat yang mendorong sehatnya mental sprital kita, merenungi makna diri dan arti kemanusiaan melalui puasa itulah yang kita dialogkan kepada Allah SWT selama ramadhan ini dan membangun sebagai ”abdun” dan khalifah menjadi satu sarana dari puasa.
Oleh karena itu, ramadhan tidak lagi kita lalaikan sebagai ruang untuk meningkatkan kualitas kemanusianan kita, sebagai bagian dari waktu melepaskan makna ramadhan bisa berarti kerugian untuk satu putaran waktu berikutnya. Allah SWT mungkin saat ini sedang menegur kita dengan ramadhan agar kita kembali memperbaiki kerusakan-kerusakan yang menimpa kemanusiaan kita. Semoga pada ramadhan ini kita mendapatkan berkath, rahmah, hidaya, sarta semangat untuk melakukan perubahan bagi kemajuan umat manusia. Amin.
Nama : Abdul Rahman S.
Nim : A1A104018
Mata Kuliah : bimbingan penulisan karya ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
Bulan Ramadhan
Puasa ramadhan adalah rukun islam yang ke 3 kepada setiap umat muslim diwajibkan untuk menjalankannya, karena puasa kita bisa mendapatkan pahala dan dosa kita diampunkan Allah SWT. Setiap umat muslim dianjurkan untuk berpuasa karena dengan berpuasa kita bisa menjaga hati, menjaga perkataan danmenjaga ketenagan hati didalam berpuasa. puasa juga bisa membuat hati kita tenang, damai, bila kita menjalankannya dengan ketulusan hati bahkan kita juga bantu orang yang kesusahan orang membutuhkan. dengan adannya bulan ramadhan ini kita pun bisa menjaga dan mensucikan diri dengan memperbanyak membaca Al Quran, shalat bahkan menolong orang yang membutuhkan/orang yang tidak mampu.
Oleh karena itu ramadhan sebagai ruang lingkup kita dalam kehidupan manusia, dan juga sebagai pandangan dalam setiap umat muslim manusia semoga dengan adanya bulan ramadhan sekarang ini kita bisa mendapatkan amal dan soleh bagi kita yang menjalankannya dan mendapatkan berkah, rahmah, hidayah serta mendapatkan pahala dari Allah SWT. Amin.
nama :Risma Yunyta
NIM : A1A104001
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Demam Tananaman Hias
Di sebagian daerah perumahan di kota Banjarmasin dan juga dipinggiran kota, akhir-akhir ini terlihat dibanyak rumah, disetiap pekarangannya terlihat berbeda karena sekarang banyak ibu-ibu atau remaja putrinya yang sedang demam tanaman hias atau bisa dibilang senang mengkoleksi tanaman hias. Ada banyak alasan demam tanaman hias ini, sebagian besar karena ingin pekarangan mereka terlihat lebih indah atau hanya ikut-ikutan atau mengejar gengsi.
Dengan tingginya minat terhadap tanaman hias tersebut tenyata juga berdampak pada maraknya toko-toko tanaman hias di kota Banjarmasin khususnya di jalan A.Yani Km.7. Maraknya toko tanaman hias di jl.A.Yani dapat terlihat jelas karena disekitaran pasar Ahad saja terdapat sekitar 10 toko. Hal tersebut ditambah lagi dengan ramainya transasksi tanaman hias setiap hari minggu karena sedari hari sabtu sudah ramai pedagang tanaman hias berdatangan bahkan ada yang dari luar kota. Setiap minggu pagi dari jam 6 sampai jam 9 disepanjang jalan A.Yani km.7 terjadi kemacetan akibat aktivitas tersebut. pemebeli tanaman hias tersebut tidak hanya penduduk sekitar tapi ada juga yang datang kota Banjarmasin. Berbagai jenis tanaman disediakan dari tanaman yang sudah terkenal sampai tanaman hutan yang dulunya tidak ada nilai ekonominyapun sekarang laku terjual. Bahkan lucunya anggrek hutan sekarang bisa laku dengan harga yang cukup mahal. Karena maraknya toko-toko tanaman hias di seputaran jl A.Yani tersebut hingga ada toko tanaman hias yang memberlakukan diskon seperti halnya di toko pakaian.
Bagi sebagaian orang mungkin memperbanyak tanaman hias di rumah merupakan pemborosan namun bagi mereka yang terkena demam tanaman hias hal tersebut tidaklah penting. tetapi selain semua itu tentu juga ada sisi positifnya karena maraknya toko-toko tanaman hias menciptakan lowongan kerja baru bagi mereka yang bisa memanfaatkannya. Karena ada toko yang tadinyan warung makanan, toko buah ataupun ruko kosong sekarang berubah menjadi toko tanamanm hias karena mungkin bagi mereka saat ini bisnis tersebut lebih menjajikan, belum lagi mereka yang tidak punya pekerjaan bisa membuka peluang bisnis ini yang modalnya tidak terlalu besar.
Akhir-akhir ini atau remaja putri di banyak rumah memang sedang mengalami demam tanaman hias. Apakah akan berhenti karena sifatnya musiman? atau memang sekarang ini orang memang banyak yang menyenangi mengkoleksi tanaman hias di rumahnya dalam waktu yang berkepanjangan.
Nama : Untung Amin Jaya
NIM : A1A104046
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Traffic Light dan budaya
Lampu lalu lintas (traffic Light) sebuah sarana untul mengatur lalu lintas yang bertujuan menciptakan ketertiban di jalan. hampir disetiap jalan-kalan di setiap kota Banjarmasin berdiri tiang-tiang lampu lintas yang memiliki tiga lampu yang berwarna merah, kuning dan hijau. Dalam peraturannya, lampu merah memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, kuning memperingatkan untuk hati-hati dan hijau menyilahkan untuk jalan.
seyogyanya lampu lalu lintas dibuat untuk mengatur ketertiban di jalan sehingga tercipta keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Namun kesadaran untuk tertib lalu lintas ini sering kita abaikan sebagai contoh, kita sering percepat kendaraan kita di jalan saat lampu lalu lintas menyala kuning karena kita ingin cepat jalamn sebelum lampu berganti merah. Mungkin sekali himbauan saat lampu menyala kuning yang memperingatkan kita untuk hati-hati berubah menjadi “percepat kendaraan anda”.
Suatu ketika saya pernah berhenti diperempatan jalan Gatot Subroto Banjarmasin karena lampu lalu lintas sedang merah padahal pengendara lain tidak berhenti karena jalur lain sedang sepi. saya sempat berfikir apakah saya salah, malahan di tambah lagi orang yang memandang saya. mungkin saya yang salah tidak mengikuti budaya warga Banjarmasin.
Lampu merah yang artinya harus berhenti berubah karena tetap mempertahankan filosofi merah artinya berani. Itulah yang dialami teman saya yang berhenti saat lampu menyala merah dan dari arah belakang datang pengendara lain yang dengan berani tetap jalan, dan akibatnya terjadi kecelakaan.
Saya rasa gambaran mengenai lampu lintas dapat dilihat budaya sebuah kota. sebagai contoh kota Kapuas Kalimantan Tengah, saya melihat kesadaran tertib lalu lintasnya tinggi padahal pengguna jalannya sedikit. Bandingkan dengan kota Banjarmasin yang pengguna jalannya tentu lebih banyak. Saya tidak menilai budaya warga Kapuas lebih baik dari warga Banjarmasin, tetapi untuk peraturan mengenai lalu lintas saja sering di langgar mungkin sekali kita juga dengan mudah melanggar peraturan lain.
Pelanggaran peraturan lalu lintas di kota Banjarmasin saya katakan budaya mungkin berlebihan, tapi saya mendefinisikan budaya sebagai kebiasaan banyak orang dari seringnya terjadi pelanggaran lalu lintas dapat digambarkan kebiasaan masyarakat. Yang pertama kebiasaan melanggar lalu lintas dengan mudah tidak menutup kemungkinan mudah juga melanggar peraturan lain. Yang kedua, kebiasaan sembrono atau ceroboh karena mengabaikan keselamatan. Dan yang ketiga budaya tidak sabar, tidak sabar untuk menunggu lampu merah yang berdurasi kurang lebih 1 menit.
Ini baru berbicara mengenai lampu lintas (traffic light) belum lagi rambu-rambu lalu lintas lain. Saya menyimpulan tertib lalu lintas dapat mencerminkan budaya suatu masyarakat. Kalau kita ingin menghilangkan citra kota Banjarmasin sebagai kota terkumuh di Indonesia, mulailah dengan tertib lalu lintas.
Nama : Srie Daniyati
NIm : A1A104024
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah perbuatan anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum, mabuk-mabukan, perkelahian antar kelompok dan sebagainya. kenakalan remaja merupakan pelanggaran atas norma sosial, agama serta hukum. jadi kenakalan remaja ini menyangkut aspek yuridis, sosiologi, sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, agama dan sebagainya. Berbagai bentuk prilaku remaja dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pembentukan citra diri remaja sera aktualisasi potensi-potensinya.
Kita semua sependapat bahwa kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan, harus diantisipasi. kita berkewajiban untuk mencarikan arternatif-arternatif pemecahannya agar tidak ada lagi sebutan kenakalan remaja yang ada hanya sebutan remaja berprestasi.
Dalam kehidupan masyarakat yang sudah mengalami perubahan ini ditandai dengan beraneka ragam pembaharuan yang sangat cepat dalam berbagai segi kehidupan sebagai akibat dari adanya arus globalisasi, dengan adanya perubahan itu disatu sisi berdampak positif dan negatif. Dampak ini akan memunculkan konflik-konflik yang tidak nampak, tetapi dapat dirasakan adanya kegelisahan dalam perilaku di dalam masyarakat.
Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis yang ditandai dengan dua ciri yang berlawanan, yaitu adanya keinginan untuk melakukan perlawanan dan sikap apatis, dimana pada satu sisi belum mempunyai pegangan dan disisi lain kepribadian sedang mencari identitas atau jati diri.
Dengan keadaan demikian seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma tersebut antara lain :
- sering membolos dari sekolah
- Peredaran gambar-gambar (foto-foto) porno, buku-buku, film porno kesemuanya dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat asusila.
- Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras dan pelanggaran hukum lainnya.
Kenakalan remaja tidak timbul sebagai hasil keturunan atau gejala-gejala kenakalan remaja timbul begitu saha menlainkan ada sebab-sebabnya.
Dunia remaja merupakan wilayah perbatasan yang mengandung ketidakpastian maka apabila remaja itu berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau keluarga sibuk yang tidak sempat memonitor anaknya yang beranjak dewasa atau remaja tidak mengherankan jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukannya.
Dalam era globalisasi ini ditandai juga dengan gesekan dan benturan norma nilai yang sangat terasa dalam menetapkan kaedah sopan santun kontradiktif antara teoritis dan praktisnya. pribadi remaja adalah pribadi yang labil, sangat cepat terpengaruh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Kenakalan remaja dengan berbagai aspeknya tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi yang sedang berlangsung oleh karena itu perlu dicerati serta didentifikasi berbagai perilaku dan pengkajian faktor-faktor yang menyebabkannya serta di upayakan untuk mempartisipasikan remaja sendiri dalam mencari alternatif pemecahannya.
Kenakalan remaja dengan berbagai akibatnya bukan hanya tanggung jawab remaja saja tetapi tanggung jawab bersama, baik keluarga (orang tua), sekolah maupun masyarakat.
Komunakasi sebahasa dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk membina dan mengembangkan nilai moral dalam rangka pembentukan kepribadiannya serta kondisi lingkungan yang menunjang kearah perilaku remaja positif.
Nama : M. Rizal Mukhlishin
NIM : A1A104057
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
MENILIK SEPINTAS NASIB KESENIAN TRADISIONAL BANJAR
Saya pernah bertanya kepada teman saya, ”kamu pernah dengar yang namanya Wayang Gong?”. Spontan teman saya mengerutkan dahinya, tanda bingung. Lalu ia balik bertanya apakah itu mirip wayang orang?, wah itu sudah ketinggalan zaman katanya. Ngerti ceritanya saja belum tentu, lebih baik nonton konser musik, lebih gaul, tambahnya.
Dari percakapan diatas secara tak langsung bisa ditarik kesimpulan kesenian daerah yang menjadi simbol daerah kita sudah mulai luntur di kacamata generasi muda saat ini.
Wayang Gong adalah seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah basik tari dalam lakon yang terdiri dari beberapa tilisasi. Tak hanya itu, pemain diiringi musik gamelan, elemen dramatik dan kating tari yang diiringi bunyi tambahan seperti ketopong yang membuatnya makin khas. Para pemain dirias sebagaimana layaknya tokoh yang ada di dalam kisah Ramayana.
Menurut pakar Wayang Gong Banjar, Zulfansyah Bondan, kesenian ini di era 1960 – 1970an mendapat respon yang bagus dari generasi muda saat itu, namun dalam tiga dasawarsa terakhir yakni sekitar tahun 2000an kesenian ini mengalami kemunduran dan nyaris punah. Nyaris punah? Ya, dikatakan nyaris punah karena kesenian ini sudah jarang dimainkan. Salah satu kesenian tertua di Kalimantan Selatan ini kini hanya menunggu kepunahannya saja karena kelompok-kelompok yang memainkan kesenian ini sudah tak banyak lagi.
Dulu, kesenian ini sering dimainkan saat acara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Mawlid Nabi, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. Namun sekarang sudah jarang dimainkan. Beruntung masih ada salah satu sanggar seni yang masih eksis memainkan kesenian ini walaupun insidential. Sanggar seni Ading Bastari, Barikin (HST) yang di pimpin A.W. Syarbaini lah yang membuat kesenian ini masih bertahan, walaupun dalam kondisi yang tak memungkinkan.
Dulu wayang gong dimainkan semalaman suntuk, sama halnya dengan wayang kulit banjar. Setiap lakon atau tokoh biasanya disertai dengan menambang atau nembang yang dibawakan oleh sinden. Sekarang agar tidak ditinggal oleh para penontonnya, permainan dipersingkat hingga sekitar 3 – 4 jam saja. Pada Wayang Gong, sekitar 10 orang yang memainkan alat musik tradisional, yang terdiri dari babun, gong besar dan kecil, sarun besar dan kecil, kenong dan lima alat.
Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mamucukani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan. Layaknya seperti sinetron di televisi, dari pemain utama hingga pemain pendukung disampaikan lebih dahulu kepada penonton.
Saat ini hanya sanggar seni Ading Bastari yang memainkan kesenian wayang gong ini, karena saat ini nyaris tidak ada lagi sanggar seni lain yang memainkan salah satu kesenian tertua ini. Kalaupun ada, hanya dilakukan dengan cara ”bon”. Artinya para pemain diambil dari berbagai kelompok seni daerah dengan sistem cabutan. Misalnya mengambil pemain dari kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin.
Melihat keadaan memprihatinkan seperti ini, perlu diadakan upaya untuk melestarikan kebudayaan ini.
Dalam jangka Pendek, bisa dengan melakukan pendidikan dan pelatihan sistematik generasi muda dengan narasumber tokoh yang masih ada sekarang ini. Membuat proyek pembinaan kesenian sebagai program lanjutan pendidikan serta membuat wadah khusus berupa balai seni ditiap kota atau kabupaten di Kalimantan Selatan.
Dalam jangka panjang bisa dilakukan dengan cara merancang kemasan baru dalam pagelaran seni wayang gong dalam hal ini bisa dilakukan dengan cara tumbuh dan berkembang berupa diklat wayang gong bagi anak-anak dan remaja.
Nah, sekarang nasib kesenian daerah ada ditangan kita para generasi muda. Apakah kesenian tersebut akan kehilangan peminat dan hilang dari permukaan, atau kesenian tersebut akan kembali berjaya dengan penanggulangan dini.
Budaya yang besar mencerminkan betapa besar pula peradaban masyarakatnya.
Komentar
oleh
M. Rizal Mukhlishin |
23 Oktober 2007
asslamulakum pak ersis sebelumnya saya minta maaf lewat sini saya cuma mau laporan web saya “www.hamsin.wordpress.com” atas nama AM. Hamsin Fitriadi (A1A104031) Psp sejarah FKIP UNLAM
wassalam…
TELA-TELA DI PAGI HARI
Pernah lewat jalan simpang Rahmat di kawasan Belitung ?
Ada 1 hal yang menarik perhatian saya sewaktu saya mau bersilaturrahim ketempat keluarga saya di Simpang Rahmat.
Yang menarik minat saya adalah sewaktu melintasi sebuah sekolah dasar (SD) Kuin Cerucuk 5. Di depan SD tersebut atau pinggiran jalan Simpang Rahmat terdapat beberapa orang pedagang keliling yang menjajakan makanan dan minuman, ya wajarlah orang berusaha mengais rejeki dari uang jajan anak-anak SD.
Diantara para pedagang itu ada seorang pedagang yang unik yaitu paman “Tela-Tela Banjarmasin” karena Banjarmasin lagi demam tela-tela, namun panganan ini dijual pada sore hari sampai dengan malam hari. Tapi paman tela-tela Banjarmasin ini menjual produknya dari hari kata orang banjar “menyangkum kakanakan sakulah SD”.
Lebih unik lagi anak-anak dapat menggoreng sendiri bahkan membumbuinya sendiri juga. Jadi paman tela-tela Banjarmasin hanya mengawasi saja. Tela-tela dijual dengan harga Rp.500,- perporsi, yang mana tela-tela ini terbuat dari ubi jalar yang dipotong berbrntuk persegi panjang kecil-kecil, karena terbuat dari ubi jalar tentu saja warnanya tidak merata, ada yang berwarna putih juga ada yang berwarna kuning.
Paman tela-tela Banjarmasin hanya memakai peralatan yang sederhana, seperti kompor hock kecil, wajan ukuran tanggung yang dipisah menjadi 4 bagian dengan seng, jadi 1 wajan tersebut bisa buat 4 orang dan difasilitasi dengan 4 sendok penggorengan beserta 4 penjepitan penggorengan.
Selain keunikan diatas, masih ada keunikan yang lain yaitu dengan kegiatan memasak sendiri anak-anak rela antri untuk dapat menggoreng sendiri selain sekedar membeli tela-telanya. Rasa yang disediakan juga cuma 2, yaitu rasa asin dan rasa manis. Disamping itu paman tela-tela Banjarmasin yang menjual minuman softdring (fanta, sprit, dan cola-cola) dapat menghabiskan 4 botol dengan ukuran 1,5 liter, yang mana 1 bungkus dijual dengan harga Rp.500,-. Mengasyikan sekali tela-tela yang digoreng sendiri sesuka hati plus minumnya Cuma Rp.1.000,-.
Mau u u u u u . . . . . .
assalamualaikum,maaf mungkin saya cuman sedikit berkomentar.bahwasanya adanya segala bentuk penyimpangan moralitas pada remaja semata-mata disebabkan oleh tingkat kemampuan remaja dalam menyikapi adanya IPTEK di zaman modernisasi,kurangnya pengetahuan remaja mengenai dampak,manfaat dsb.sehingga remaja sulit mempertimbangkan segala hal yang telah ter-input di dalam dirinya mengenai berkembangnya IPTEK di dalam era modernisasi ini.tingkat emosional yang selalu meledak-ledak dan amat sangat labil membuat remaja muah terpengaruh terhadap IPTEK tanpa memilah-milah apa yang dapat di hasilkan dari IPTEK yang di gunakan tersebut.jadi,MARI REMAJA ISLAM INDONESIA,tegakkan KHILAFAH ISLAMIYAH secara KAFFAH untuk memberantas segala hal yang berdampak negatif dari segala aspek yang masuk di dalam kehidupan kita.Allahu akbar………allahu akbar…….
Blog ini didedikasikan oleh Ersis Warmansyah Abbas dalam upaya menggalakkan kegiatan menulis di kalangan ‘warga negara’ PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin. Siapa pun dipersilahkan berpartisipasi sambil menayangkan karyanya. Tulisan bersifat bebas, karena memang dimaksudkan untuk memasihkan menulis. Jadi, tidak ada aturan ini-itu yang membelenggu. Bebas sebebas berpikir di tengkorak otak.
Pengelolaan blog ini sementara dipercayakan kepada Farhat Tifani.
Nama : EDWIN NORJAMI
NIM : A1A105033
RENCANA PEMBELAJARAN
Materi Pembelajaran : Sejarah
Pokok Bahasan : Penyebaran Agama Hindu dan Budha di Indonesia
Kelas / Semester : XI / I
Waktu : 2 x 40 menit (1 x Pertemuan)
Indikator Pencapaian Belajar : – Siswa mengetahui darimana Agama Hindu-Budha bersasal.
- Siswa mengetahui pendapat para ahli mengenai masuknya Agama Hindu-Budha ke Indonesia.
- Siswa mampu menguraikan proses masuknya Agama Hindu-Budha ke Indonesia.
Kompetensi Dasar : – Siswa mampu menganalisis pengaruh Agama Hindu-Budha terhadap masyarakat Indonesia.
1. Kegiatan Belajar Mengajar
A. Materi
Agama Hindu berasal dari India,dan mengenai golongan mana yang menyebarkannya ke Indonesia para ahli berpendapat tidak sama. Pendapat pertama mengatakan bahwa bangsa Indonesia bersifat pasif,pendapat ini terbagi dalam 2 teori yaitu Teori Ksatria (Bosch) dan Teori Waisya (N.J. Krom).Kemudian pendapat yang kedua menyatakan bahwa bangsa Indoneisa bersifat aktif,dengan adanya Teori Brahmana yang dikemukakan oleh Van Leur.
Agama Budha juga berasal dari India,tapi tidak memiliki system kasta seperti halnya Agama Hindu. Menurut perkiraan para ahli sejarah Agama Budha lebih dahulu masuk ke Nusantara dibandingkan dengan Agama Hindu.
B. Model
Pembelajaran Langsung dan Kooperatif
- Materi langsung disampaikan secara sistematis dan terarah.
- Materi dapat dibagi dalam beberapa bagian.
C. Metode
- Ceramah
- Tanya Jawab
- Diskusi
D. Strategi
- Individual dan Kelompok
E. Kegiatan
1. Kegiatan Awal (15 menit)
– Menanyakan kesiapan siswa terhadap pelajaran yang akan disampaikan.
– Menanyakan kehadiran siswa.
– Menanyakan dan mengingat kembali tentang materi yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
– Guru menyampaikan materi secara menyeluruh dan sistematis sesuai dengan model pembelajaran.
– Materi yang disampaikan :
1. Penyebaran Agama Hindu di Indonesia
2. Penyebaran Agama Budha di Indonesia
– Menggunakan media peta untuk menunjukkan proses masuknya Agama Hindu_Budha ke Indonesia.
– Siswa diberikan kesempatan untuk mengadakan tanya jawab tentang materi yang disampaikan.
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Bersama-sama menyimpulkan pelajaran
- Guru memberikan tugas untuk materi selanjutnya.
F. Alat dan Sumber Bahan
1. Media : Peta
2. Sumber Bahan : – Buku paket Sejarah untuk SMU Kelas XI, KTSP, terbitan Ganeca Exact.
- LKS bagi siswa
RENCANA PEMBELAJARAN
Nama Sekolah:SMA
Mata Pelajaran:IPS
Sub Mata Pelajaran:Sejarah
Kelas/Semester:XII/2
Materi Pokok:Perubahan Dunia Setelah Perang
Dunia II
I.Standar Kompetensi;Menganalisis Perkembangan dunia sejak perang dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir
II.Kompetensi dasar:menganalisis perkembangan dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan eknomi internasional setelah PD II sampai berakhirnya perang dingin
III.Indikator:
1.menjelaskan mengenai dekolonisasi di Asia-Afrika dengan transformasi politik dan sosial di berbagai negara.
Munculnya proses dekolonisasi di asia-afrika diawali oleh bangkitnya rasa nasionalisme dari bangsa-bangsa di kawasan Asia-Afrika seperti gerakan nasionalisme Jepang,Cina,India,Turki,Filipina.sedangkan di Afrika diantaranya gerakan nasinalisme Mesir,Libya,Kenya,Uganda,Mozambique,Afrikaselatan,angola,dan Ethiopia.
2.menjelaskan tenteng munculnya gerakan nasionalisme di kawasan Asia.
munculnya nasionalisme diasai disebabkan oleh beberapa faktor:
a.kenangan kejayaan masa lampau
b.penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme
c.munculnya golongan cendikiawan
d.kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
e.kemajuan dalam bidang politik,ekonomi,sosial,dan budaya di negara-negara terjajah.
IV.Metode Yang digunakan:Diskusi kelas
V.Media pembelajaran:
1.buku paket sejarah
2.peta dunia
3.artikel-artikel
VI.Evaluasi:
soal essy:
1.mengapa kenangan kejayaan masa lampau dapat menjadi salah satu pendorong munculnya semangat nasionalisme?
2.apa alasan Commodore Perry membuka politik isolasi Jepang?
3.sebutkan ajaran-ajaran Gandhi/
Nama:Erina Marsiana
Nim:A1A105014
Satuan Pembelajaran
Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : 2
Materi Pokok : Proses Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
- Menguraikan sebab-sebab runtuhnya pemerintahan orde baru
II. Proses berakirnya pemerintahan orde baru
III. Indikator :
1). Menganalisis sebab keruntuhan orde baru.
2). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi.
3). Menyusun kronologi jatuhnya pemerintah orde baru.
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses brakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi keruntuhan orde baru.
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi proses keruntuhan pemerintahan orde baru.
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
Nama : Erina Marsiana
Nim : A1A1O5014
1. Satuan Pembelajaran
2. Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : 2
Materi Pokok : Proses Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
- Menguraikan sebab-sebab runtuhnya pemerintahan orde baru
II. Proses berakirnya pemerintahan orde baru
III. Indikator :
1). Menganalisis sebab keruntuhan orde baru.
2). Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi.
3). Menyusun kronologi jatuhnya pemerintah orde baru.
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses brakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi keruntuhan orde baru.
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi proses keruntuhan pemerintahan orde baru.
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang proses berakhirnya pemerintahan orde baru.
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
SATPEL SEJARAH
Mata pelajaran : Sejarah
Satuan pendidikan : IPS
Kelas/Semester : XII/1
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi : Menganalisis Peristiwa proklamasi 17 agustus 1945
Kompetensi dasar :
a. Siswa mampu menganalisis perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
b. Siswa mampu menganalisis pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
c. Siswa mampu menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Indikator :
- Menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
- Menceritakan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Menghayati dan memahami makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
2. Siswa mampu menceritakan kembali pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
3. Siswa mampu manghayati dan memahami makna proklamasi bagi Indonesia.
Materi standar :
Perumusan teks proklamasi :
- Teks proklamasi di susun oleh Ir. Soekarno, Drs, Moh Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah Laksamana muda Maeda
Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia :
- Pembacaan teks proklamasi di laksanakan di depan rumah Soekarno di jalan pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada hari Jum’at 17 agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia :
- Bangsa Indonesia dengan tekad dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bengsa yang merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing yang telah dideritanya sejak lama.
- Bangsa Indonesia menjadi pelopor bengsa-bengsa di Asia Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa asing. Proklamasi kemerdekaan yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah terbebas dari segala bentuk penindasan dan ikatan bangsa-bangsa asing.
Metode pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab
Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan awal : - Mengisi presensi dan memeriksa kehadiran siswa
- Berdo’a pembuka
Kegiatan inti : - Pemberian materi dan tanya jawab
Kegiatan akhir: - Melakukan evaluasi atas hasil pembelajaran
- Berdo’a penutup
Media : Papan tulis
Sumber pembelajaran : Buku Sejarah untuk SMA Kelas XII, penerbit Erlangga.
Evaluasi :
1. Dimanakah teks proklamasi di rumuskan? Dan kenapa teks proklamasi dirumuskan di tempat tersebut?
2. Siapa saja yang merumuskan teks proklamasi?
3. Lapangan Ikada merupakan tempat yang cocok untuk pembacaan teks proklamasi, tetapi kenapa teks proklamasi dibacakan tidak di lapangan Ikada?
4. Apa isi dari teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?
5. Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki 2 makna yang sangat penting, sebutkan 2 makna tersebut!
Ket :
- pertanyaan di atas bisa dilakukan secara Lisan atau Tulisan, tergantung waktu yang ada.
- Setiap soal diberi 2 nilai.
Nama : Angki hardanika
NIM : A1A105048
Nama: RIDHANI RAHIMA UTAMI
NIM : A1A105025
SATUAN PELAJARAN
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XI/II
Standar kompetensi : Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah bangsa Indonesia dari abad ke 18 sampai abad ke 20
Kompetensi dasar : Menjelaskan pengaruh revolusi Perancis terhadap perkembangan pergerakan nasional indonesia
Indikator :
1. Menganalisis latar belakang terjadinya revolusi Perancis
2. Menjelaskan jalannya peristiwa revolusi perancis
3. Menghubungkan akibat revolusi perancis terhadap proses pergerakan nasional Indonesia
Alokasi waktu : 2 x 45 menit (2 jam pelajaran)
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menganalisis latar belakang terjadinya revolusi Perancis
2. Siswa mampu menjelaskan jalannnya peristiwa revolusi Perancis
3. Siswa mampu menghubungkan akibat revolusi Perancis terhadap proses pergerakan nasional Indonesia
Materi pembelajaran :
1. Keadaan Eropa sebelum revolusi perancis
2. Absolutisme di Perancis
3. Jalannya revolusi Perancis
4. Akibat revolusi Perancis
Metode pembelajaran :
o Diskusi
o Tanya jawab
Kegiatan belajar mengajar :
1. Kegiatan awal
a. Menciptakan lingkungan: salam pembuka, berdoa
b. Presensi
2. Kegiatan inti
a. Pengorganisasian: kelompok diskusi
b. Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya masing-masing
c. Menyimpulkan hasil diskusi oleh para siswa
3. Kegiatan akhir
a. Refleksi terhadap diskusi kelompok tadi
b. Pemberian penilaian
Media :
o Gambar
o Peta
o Buku sejarah untuk SMA kelas XI
Evaluasi :
Penilaian dapat dilakukan dengan pemberian tugas berupa tes noramtif maupun tugas laporan hasil diskusi
Tes Normatif:
1. Pemikiran siapa yang menyebabkan atau memotivasi timbulnya absolutisme di Perancis? Dan bagaimana pemikirannya?
2. Mengapa rakyat Perancis menghancurkan istana Versailles dan penjara Bastille sebagai puncak revolusi mereka?
3. Apakah revolusi Perancis memberi dampak terhadap perjuangan Indonesia? Bagaiamana pengaruhnya?
Nama : Angki hardanika
NIM : A1A105048
SATPEL SEJARAH
Mata pelajaran : Sejarah
Satuan pendidikan : IPS
Kelas/Semester : XII/1
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi : Menganalisis Peristiwa proklamasi 17 agustus 1945
Kompetensi dasar :
a. Siswa mampu menganalisis perumusan naskah proklamasi kemerdekaan.
b. Siswa mampu menganalisis pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
c. Siswa mampu menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Indikator :
- Menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
- Menceritakan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Menghayati dan memahami makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.
Tujuan pembelajaran :
1. Siswa mampu menguraikan kejadian pada saat perumusan teks proklamasi.
2. Siswa mampu menceritakan kembali pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
3. Siswa mampu manghayati dan memahami makna proklamasi bagi Indonesia.
Materi standar :
Perumusan teks proklamasi :
- Teks proklamasi di susun oleh Ir. Soekarno, Drs, Moh Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah Laksamana muda Maeda
Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia :
- Pembacaan teks proklamasi di laksanakan di depan rumah Soekarno di jalan pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada hari Jum’at 17 agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia :
- Bangsa Indonesia dengan tekad dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bengsa yang merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing yang telah dideritanya sejak lama.
- Bangsa Indonesia menjadi pelopor bengsa-bengsa di Asia Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa asing. Proklamasi kemerdekaan yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah terbebas dari segala bentuk penindasan dan ikatan bangsa-bangsa asing.
Metode pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab
Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan awal : - Mengisi presensi dan memeriksa kehadiran siswa
- Berdo’a pembuka
Kegiatan inti : - Pemberian materi dan tanya jawab
Kegiatan akhir: - Melakukan evaluasi atas hasil pembelajaran
- Berdo’a penutup
Media : Papan tulis
Sumber pembelajaran : Buku Sejarah untuk SMA Kelas XII, penerbit Erlangga.
Evaluasi :
1. Dimanakah teks proklamasi di rumuskan? Dan kenapa teks proklamasi dirumuskan di tempat tersebut?
2. Siapa saja yang merumuskan teks proklamasi?
3. Lapangan Ikada merupakan tempat yang cocok untuk pembacaan teks proklamasi, tetapi kenapa teks proklamasi dibacakan tidak di lapangan Ikada?
4. Apa isi dari teks proklamasi kemerdekaan Indonesia?
5. Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki 2 makna yang sangat penting, sebutkan 2 makna tersebut!
Ket :
- pertanyaan di atas bisa dilakukan secara Lisan atau Tulisan, tergantung waktu yang ada.
- Setiap soal diberi 2 nilai.
SATUAN PELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Banjarbaru
Mata Pelajaran : Sejarah
Jurusan : Program Ilmu Sosial
Kelas / Semester : XII / 1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia
sejak proklamasi hingga lahirnya orde
baru
Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit)
Kompetensi Dasar :
Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator
1.Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung
Hatta ke Rengasdengklok.
2.Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan permusan
Teks Proklamasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah pelajaran selesai siswa dapat :
-Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung
Hatta ke Rengasdengklok.
-Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan
Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Materi Standar
Peristiwa Rengasdengklok
Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan Pembelajaran
1.Kegiatan awal
a.Mengucapkan salam, tegur sapa dan berdoa.
b.Memeriksa kehadiran siswa.
c.Menanyakan kepada siswa mengenai pelajaran minggu lalu
mengenai Kegiatan Pemuda Pejuang di Jakarta dan Perbedaan
Pendapat di antara Kelompok Pejuang.
d.Menghubungkan materi yang telah dimiliki siswa dengan
bahan yang akan di bahas hari ini.
e.Menyampaikan tujuan dan manfaat dari pembelajaran yang
akan dicapai.
2.Kegiatan Inti
a.Guru memberikan gambaran sedikit mengenai materi yang akan
dibahas dengan
b.Mengorganisir siswa untuk berdiskusi dengan membentuk
kelompok-kelompok kecil untuk memperdalam materi tersebut.
c.Tanya jawab antara kelompok-kelompok diskusi dengan panduan
guru.
d.Menyimpulkan hasil diskusi dan membuat rangkuman.
3.Kegiatan akhir
a.Menanyakan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama PBM.
b.Guru menyimpulkan secara umum mengenai materi yang telah di
bahas.
c.Memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa.
Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
1.Buku referensi yang berkaitan dengan materi :
– Sejarah Nasional Indonesia VI
– Buku-buku referensi lainnya yang relevan
– Gambar / Foto yang berkaitan dengan materi
Evaluasi
Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan tes lisan.
1.Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat siswa
melakukan diskusi meliputi keaktifan dan performance siswa.
2.Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang diskusi yang
baru dilakukan siswa sesuai dengan indikator kompetensi yang
akan dicapai dalam pembelajaran.
a.Jelaskan mengapa para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta
ke Rengasdengklok !.
b.Hubungkan antara peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan
teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia !
Mengetahui, Banjarbaru, Oktober 2007
Kepala SMA Negeri 1 Banjarbaru Guru Pengajar
ttd ttd
_____________ _______________
SATUAN PELAJARAN
Nama : Taufik Rozana Rahman
NIM : A1A105022
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Banjarbaru
Mata Pelajaran : Sejarah
Jurusan : Program Ilmu Sosial
Kelas / Semester : XII / 1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak
proklamasi hingga lahirnya orde baru
Alokasi Waktu : 1 x pertemuan (2 x 45 menit)
Kompetensi Dasar :
Menganalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator
1. Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.
2. Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan permusan Teks Proklamasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah pelajaran selesai siswa dapat :
- Menjelaskan alasan para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok.
- Menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Materi Standar
Peristiwa Rengasdengklok
Metode Pembelajaran
Diskusi dan Tanya Jawab
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan awal
a. Mengucapkan salam, tegur sapa dan berdoa.
b. Memeriksa kehadiran siswa.
c. Menanyakan kepada siswa mengenai pelajaran minggu lalu mengenai Kegiatan Pemuda Pejuang di Jakarta dan Perbedaan Pendapat di antara Kelompok Pejuang.
d. Menghubungkan materi yang telah dimiliki siswa dengan bahan yang akan di bahas hari ini.
e. Menyampaikan tujuan dan manfaat dari pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti
a. Guru memberikan gambaran sedikit mengenai materi yang akan dibahas dengan
b. Mengorganisir siswa untuk berdiskusi dengan membentuk kelompok-kelompok kecil untuk memperdalam materi tersebut.
c. Tanya jawab antara kelompok-kelompok diskusi dengan panduan guru.
d. Menyimpulkan hasil diskusi dan membuat rangkuman.
3. Kegiatan akhir
a. Menanyakan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama PBM.
b. Guru menyimpulkan secara umum mengenai materi yang telah di bahas.
c. Memberikan beberapa pertanyaan lisan kepada siswa.
Sumber Belajar
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
1. Buku referensi yang berkaitan dengan materi :
- Sejarah Nasional Indonesia VI
- Buku-buku referensi lainnya yang relevan
Evaluasi
Penilaian dilakukan melalui penilaian proses dan tes lisan.
1. Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat siswa melakukan diskusi meliputi keaktifan dan performance siswa.
2. Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang diskusi yang baru dilakukan siswa sesuai dengan indikator kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
a. Jelaskan mengapa para pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok !.
b. Hubungkan antara peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia !
Mengetahui, Banjarbaru, Oktober 2007
Kepala SMA Negeri 1 Banjarbaru Guru Pengajar
ttd ttd
_____________ _______________
Nama :Hamidah Ulfah
Nim :A1A1O5021
Satuan Pelajaran
Nama Sekolah:SMA
Mata pelajaran:Ilmu Pengetahuan Sosial
Sub mata pelajaran:Sejarah
Kelas:XII(12)
Semester:2
Alokasi waktu:2X45 menit
I.Standar kompetensi: Menganalisis Perkembangan sejarah dunia sejak Perang Dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir
II.Kompetensi dasar:Menganalisis Perkembangan Mutakhir Dunia
III.Indikator:-Menjelaskan hubungan perubahan yang terjadi di Eropa Timur sampai berakhirnya Perang Dingin
-Menjelaskan perubahan hubungan Internasional dari Timur-Barat ke Utara-Selatan
IV.Kegiatan pembelajaran
A.Pendahuluan
1)Memberi salam untuk membuka pelajaran
2)Mempersiapkan siswa menerima pelajaran
3)Menanyakan materi yang akan di sajikan
B.Kegiatan inti
1)Mengorganisir siswa untuk berdiskusi mengenai hub.perubahan yang terjadi di Eropa Timur sampai berakhirnya Perang Dingin serta menganalisis perubahan hub.Internasional dari Timur-Barat ke Utara-Selatan
C.Penutup
1)Membuat rangkuman
2)Tugas PR
V.Media pembelajaran:Buku paket Sejarah SMA kelas XII program Ilmu Sosial,I Wayan Badrika,Penerbit Erlangga,2006
VI.Penilaian:melalui presentasi diskusi siswa
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Unit Kerja : SMA
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas / Semister : XII / 2
Alokasi Waktu : 2 X 40 menit ( 1 X Pertemuan )
Standar Kompetensi : Pergerakan Nasional Indonesia
Kompetensi Dasar : Latar belakang Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia
Indikator :
1. Menguraikan proses-proses yang menyebabkan terbentuknya PNI
2. Mendiskripsikan tujuan serta sifat dari PNI
A. MATERI PEMBELAJARAN
1. Proses yang menyebabkan terbentuknya PNI, seperti Pendidikan, pengaruh paham-paham baru, nasionalisme di Indonesia
2. Tujuan serta sifat dari terbentuknya PNI
B. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Penugasan
C. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1. Pendahuluan ( 15 menit )
1.1. Memberitahu siswa tentang tujuan pembelajaran yang ingan dicapai
1.2. Apersepsi
1.3. Motivasi
2. Kegiatan Inti ( 55 menit )
2.1. Guru menyuruh siswa mendiskusikan peran pendidikan dalam terbentuknya PNI
2.2. Menjelaskan tentang proses-proses terbentuknyaPNI
2.3. Menjelaskan kronologis perkembangan PNI di Indonesia
2.4. Tanya jawab dengan siswa tentang oraganisasi-organisasi lain yang ada di Indonesia yang berhubungan dengan PNI serta perannya masing-masing
3. Penutup ( 10 menit )
3.1. Memberikan penguatan terhadap hasil Tanya jawab dengan siswa
3.2. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi pembelajaran
3.3. Memberikan tugas kepada siswa mencari tahu tentang tujuan dan sifat dari PNI
D. SUMBER BAHAN
1. Sejarah 2 ( Nasional dan Umum ) SMA kelas XII, Penerbit : Ganeca Exact, Bandung
E. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Gambar-gambar para tokoh-tokoh PNI
2. Buku-buku penunjang pembelajaran
F. EVALUASI PENILAIAN
1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis
2. Bentuk Instrumen : Tugas rumah
SOAL-SOAL
1. Jelskan proses terbentuknya PNI ?
2. Sebutkan 3 tokoh-tokoh PNI ?
3. Jelaskan kronologis perkembangan dari PNI di Indonesia ?
4. Jelaskan tujuan serta sifat dari PNI ?
……………….2007
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran IPS,
Kepala
………. ……………………
Rencana Pembelajaran
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas/Semester : XII/1
Pertemuan ke : 1
Alokasi waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetisi : Mendiskripsikan upaya mengisi kemerdekaan
Kompetensi dasar : Kemampuan mendiskripsikan latar belakang peristiwa terjadinya gerakan 30 september 1965
Indikator : Mendiskripsikan faktor – faktor dan penyebab terjadinya gerakan 30 september 1965.
I. Tujuan pembelajaran : Siswa dapat mendiskripsikan latar belakang serta faktor pendorong terjadinya gerakan 30 septembet 1965
II. Materi ajar (Materi Pokok): Peristiwa gerakan 30 september 1965
III. Metode pembelajaran : – Diskusi dan penugasan
IV. Langkah – langkah pembelajaran :
KEGIATAN AWAL:
-siswa dibagi dalam kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang.
-siswa memperdalam materi tentang peristiwa 30 september.
KEGIATAN INTI:
-Guru menjelaskan tentang materi yang diajarkan.
-siswa mengidentifikasi latar belakang serta faktor pendorong terjadinya peristiwa 30 september 1965.
-Guru memberikan tugas pada tiap kelompok yang telah dibagi, yakni:
- mengungkapkan latar belakang serta faktor penyebab terjadinya peristiwa 30 september 1965.
- menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
KEGIATAN AKHIR:
-siswa melakukan refleksi, dalm bentuk saling berdiskusi kemudian membuat kesimpulan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran tadi.
V. Alat dan Sumber belajar:
-Buku teks/buku pelajaran
-Internet
-Buku/media yang relevan dengan materi.
VI. Penilaian
1. Penugasan
2. Tes uraian
3. Ungkapan
TRIA SAKTI LIANTI
A1A105004
Rencana Pembelajaran
Program Satuan Pelajaran
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/program : XII / Ilmu sosial
Semester : I
Metode : Diskusi
Standar Kompetensi :
Menganalisis perkembangan politik Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan lahirnya Dekrit Presiden dan pelaksanaan Demokrasi Terpimpin.
Materi Pokok :
1. Lahirnya Dekrit Presiden
Dekrit Presiden adalah suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan pembubaran konsyituante, kembali ke UUD 1945, tidak berlakunya UUDS 1950, pembentukan MPRS dan DPAS.
2. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin
Sebagai tindak lanjut dari Dekrit Presiden adalah penataan kembalikehidupan politik sesuai ketentuan-ketentuan demokrasi terpimpin. Dalam Demokrasi Terpimpin dibentuk lembaga negara seperti MPRS, DPR-GR dan Front Nasional. dalam pelaksanaannya, Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPRS.
Evaluasi/ penilaian :
1. Tes Uraian (essay)
2. Keberanian dan keaktifan siswa dalam tanya jawab di kelas
Sumber / Media
Buku sejarah kelas XII tahun 2006 KTSP, oleh I Wayan Badrika
Soal-soal
1. Mengapa dewan konstituante gagal menetapkan UUD yang baru sebagai dasar negara ?
2. Jelaskan latar belakang munculnya Demokrasi Terpimpin ?
3. Bagaimana proses pembentukan anggota DPR-GR dalam demokrasi terpimpin ?
SEPTHA YUDHA HERLIANDITA
A1A105049
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas : XII
Semester : II
Standar Kompetensi :
Menganalisis proses berakhirnya pemerintahan Orde baru dan terjadinya reformasi
Kompetensi Dasar :
Menganalisis proses timbulnya reformasi tahun 1998
Indikator :
1. Menjelaskan latar belakang lahirnya reformasi
2. Menguraikan tujuan reformasi
Materi pokok
1. Lahirnya reformasi di latar belakagi oleh ketidakstabilan politik,sosial ekonomi dan hukum pada masa Orde baru
2. Tujuan Reformasi
Metode Pembelajaran :
Diskusi dan nonton film tentang reformasi 1998
Media :
1. Buku sejarah cetakan Erlangga tahun 2006 KTSP oleh I Wayan Badrika
2. Film Pergerakan Reformasi 1998
Evaluasi :
1. Tes Uraian / essay.
2. keaktifan dalam tanya jawab.
Soal- soal :
1. Jelaskan penyebab munculnya Reformasi ?
2. Mengapa mahasiswa berperan aktif dalam mempelopori gerakan reformasi ?
3. Bagaimana dampak dari reformasi ?
Nama : Yudiyannor
NIM : A1A104038
M. Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
MENYOAL PERDA SYARIAH DI INDONESIA
Keluarnya Perda Syariah di berbagai daerah di Indonesia menjadi perbincangan hangat dari politisi hingga pemerintah. Peraturan tersebut yang mengantur tentang Ramadhan, Khatam Al-Quran, Jilbab, Minuman Keras dan Narkoba disinyalir merupakan upaya untuk memecah belah bangsa atau disintegrasi. Keluarnya perda ini jelas sangat jelas tidak adanya unsur menghormati pemeluk agama lain (non muslim ) yang ada di wilayah tersebut. Dan para politisi yang kontra ini pun meminta agar perda-perda yang dikelurkan oleh pemerintah daerah yang dipilih secara demokratis ini harus segera dibatalkan.
Ada yang menarik bila saya melihat keluarnya perda tersebut, dari sisi saya sebagai rakyat di daerah, yang hal ini pun memunculkan berbagai pertannyaan menarik pula di benak saya yaitu :
Pertama, apakah setelah munculnya perda-perda tersebut menimbulkan gejala social di masyarakat daerah ?
Kedua, apa yang salah dari keluarnya perda tersebut karena pada kenyataanya perda tersebut hanya mengatur hal-hal yang menyangkut ketertiban umum yang sudah ada pada manyarakat setempat ?
Keluarnya perda syariah bukanlah tanpa alasan baik dari masyarakat dan pemerintah tersebut yakni keluarnya perda tesebut sudah sangat jelas sesuai dengan UU Otonomi Daerah, yang memberikan pendelegasian kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengeluarkan peraturan yang dianggab penting untuk ketertiban masyarakat. Selain itu dari segi budaya dan karakter masyarakat, perda syariah sudah disesuaikan dan dianggab mendukung budaya dan karakteristik masyarakat di daerah tersebut seperti Padang, Makasar, Banjarmasin, Martapura dan sebagainya. Saya jadi teringat tentang kemunculan awal negara Australia pada tahun 1810 yang ketika itu Gurbernur Lachcan Macquarie yang melarang penjulan Rum (minuman keras ), dan mewajibkan setiap penduduk untuk melaksanakan kebaktianya setiap hari minggu dan ketaatanya dalam agama Kristen. Selama kemunculan peraturan tesebut ketertiban dan keamanaan masyarakat di Australia dan gubernur tersebut mendapat penghargaan sebagai salah seorang yang berjasa dalam menertibkan masyarakat di Australia sesudah Gubernur Artur Filip, dan itu merupakan contoh dari sebuah Negara yang saat ini sangat maju di kawasan Fasifik lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri ?. Dalam faktanya munculnya perda syariah tersebut telah menurunkan tingkat kriminalitas terutama kejahatan yang di sebabkan oleh judi dan minuman keras. Sehingga saya cukup aneh pada sikap politisi yang kontra tersebut yang disatu sisi menginginkan keterbitan masyarakt namun disisi lain ketika keluarnya perda yang mengatur hal-hal yang menyangkut ketertiban masyarakat malah justru ditentang.
Kemudian satu hal yang menarik lagi adalah isu-isu disintrasi bangsa. Kalaulah keluarnya perda syariah tersebut disinyalir merupakan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, lalu bagaimana dengan Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang sangat jelas terlihat menyatakan keinginannya untuk melapaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia di hadapan Presiden SBY dan didukung oleh pihak-pihak asing. Mengapa pemerintah mandul dalam meresponya dan para politisi ini tidak lantang menentangnya ?. Mengapa harus perda syariah yang di persoalkan yang tampak jelas sekali mamfaatnya bagi masyarakat dan tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat ?. Sehingga nampak jelas bahwa ketakutan terhadap Islam dan berbagai aturannya meskipun sangat bermamfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan koridor hukum yang jelas dianggab oleh politisi ini merupakan ancaman. Politik kepentingan dan golongan disini sangatlah jelas dan masyarakat saat bukanlah masyarakat yang hanya diam dan tidak mengerti apa-apa namun masyarakat sudah sangat pendai dalam menilai perilaku dan sikap para politi ini.
Dan saya berharap bahwa pemerintah daerah tidak takut dan gentar terhadap para politisi pusat yang menyatakan tetangannya terhadap perda tersebut tanpa mampu menilai dan merasakan keinginan dari masyarakat di daerah.
*) Mahasiswa Sejarah Angkatan 2004
Nama : Dinna Barada
NIM : A1A104041
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Tugas : Artikel
350 Tahun dijajah Belanda,
Tetap tak bisa bahasa Belanda
Sungguh menyedihkan nasib bangsa kita, paling tidak bisa dibilang lamban. Sudah 350 tahun dijajah oleh bangsa Belanda, tetapi tetap saja tidak bisa menguasai bahasa negeri Kincir Angin tersebut. Tidak seperti negara-negara yang pernah dijajah bangsa lain, yang memanfaatkan bahasa negara penjajah sebagai bahasa kedua.
Selama dalam penjajahan Belanda, rakyat Indonesia tidak memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk mengerti dan menguasai bahasa Belanda. Mungkin karena pada saat itu rakyat Indonesia terlalu bodoh atau memang tidak diberi kesempatan untuk mengerti. Terkecuali orang-orang elite yang menempuh pendidikan disekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda.
Anehnya orang-orang yang berpendidikan itu tidak melestarikan dan mewariskan bahasa Belanda kepada anak cucu. Melainkan hanya dipakai untuk kepentingan sendiri dalam berpolitik ataupuin menjadi pegawai di pemerintah Belanda pada saat itu. Orang-orang berpendidikan itu tidak sampai pikirannya kalau bahasa Belanda juga bisa dijadikan bahasa kedua setelah bahsa persatuan (Bahasa Indonesia), atau bisa juga bahasa ketiga setelah bahasa Inggris.
Tidak seperti negara-negara terjajah lainnya yang memanfaatkan bahasa penjajah sebagai bahasa kedua. Sebagai contoh Malaysia yang pernah berada dalam kekuasaan Inggris, setelah merdeka menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua mereka. Begitu juga degan India, yang merupakan bekas jajahan Inggris, juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang dipakai dan dimengerti oleh seluruh rakyat India.
Di Indonesia, bahasa Belanda hanya dipakai pada saat Belanda berjaya di Indonesia. Sampai saat ini, bahasa Belanda paling tidak digunakan pada saat kuliah sejarah, yang salah satu mata kuliahnya adalah Bahasa Belanda. Kalau saja bahasa Belanda masih eksis, paling tidak pelajar yang melanjutkan sekolah ke negeri Belanda, tidak perlu repot-repot kursus bahasa Belanda dulu, dan pada saat siaran langsung sepak bola Liga Belanda, tidak perlu repot membayar komentator untuk mentranslate bahasa Belanda sambil ngomong capek-capek siaran.
Nama : Agus Setiyo Utomo
NIM : A1A104053
Mata kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd.
Tugas : Artikel
Parkir Oh Parkir
Apakah anda termasuk pemilik motor atau mobil? Pernahkah anda menaruh (parkir) mobil anda atau kendaraan anda ditempat-tempat umum? Apa yang terjadi saat anda akan menggunakan kembali kendaraan anda sendiri? Anda pasti didatangi oleh seseorang yang dengan isyaratnya secara tidak langsung meminta kepada anda untuk menyerahkan uang sumbangan atas jasa dia/mereka yang telah ia lakukan yaitu menjaga keamanan mobil atau motor anda saat anda tadi meninggalkan kendaraan anda. Benar tidak??? Jawaban ada dihati anda-anda yang mempunyai kendaraan dan pernah parkir ditempat umum yang ada penjaga parkirnya (terutama dipinggir jalan raya kawasan Banjarmasin).
Hal yang demikian (pungkir atau pungutan parkir) sangat wajar dalakukan karena selain sebagai imbalan atas jasa mereka yang telah menjagakan kendaraan anda juga disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan terutama di daerah Banjarmasin. jadi seolah-olah hal ini merupakan suatu lapangan pekerjaan. Gimana tidak wong menghasilkan uang, ya kan? Coba anda lihat dimana dibangun atau dibuka mini market supermarket, PKL, Warung makan, Ruko, atau apa sajalah yang nantinya banyak pelanggan atau pengunjung datang dan memakir kendaraannya pasti tidak lama kemudian akan datang orang atau beberapa orang untuk memasang parkir ditempat tersebut.
Yang perlu kita soroti bukan besar atau kecilnya biaya yang dipungut,. Tapi letak tempat dan tanggung jawab mereka terhadap kendaraaan yang diparkir masih diragukan. Apakah benar-benar bertanggunag jawab penuh terhadap kendaraan yang dijaganya? Gimana kalo seandainya terjadi kerusakan atau kehilangan? Mungkin kalo ditempat-tempat parkir yang sifatnya agak resmi contohnya seperti di Duta Mall dan Bandara, tanggunng jawab mereka dapat dipercaya karena pegawainya di gaji oleh intansi terkait dan mengggunakan sistem komputerisasi.
Ambil saja contoh, coba anda sekali-kali makan di warung PKL yang terjejer di sepanjang Kannyutangi, Sotoyo S, S.Parman, atau mana saja di kawasan Banjarmasin dan yang berada di pinggir jalan raya. Letak kendaraan anda dengan tempat duduk anda dipastikan tidak terlalu jauh. Dengan kata lain anda bisa saja melihati atau menjaga kendaraan anda sendiri tanpa harus minta bantuan tukang parkir. Nah disilah letak permasalahannya. Apakah setiap kali kita berhenti dan berbelanja harus bayar, memangnya jalan raya itu milik siapa? Milik mereka*?(tukang parkir) Kalo iya mereka beli kepada siapa? Dengan harga berapa?
Permasalahnya seperti ini erat kainnya dengan ketersediaaan lapangan pekerjaan yang ada dengan jumlah penduduik di suatu daerah. Artinya premanisme yang mengatas namakan sebagai tukang parkir di pingggir jalan akan berkurang bila lapangan pekerjaan yang ada cukup banyak atau paling tidak seimbang sengan jumlah penduduk itu menurut saya, gimana menurut anda sebagai calon pemimpin negara?
Ternyata permasalahan parkir memakir ini terjadi juga di tempat dimana orang yang sedang melaksanakan ibadah (mesjid-mesjid), menuntut ilmu (kampus-kampus). Sebut saja Universitas Lambung Mangkurat terutama FKIP. Disana setiap mahasiswa/i yang memakir sepeda motornya atau mobil (tapi sepertinya belum ada) setiap keluar masuk dari area FKIP harus bayar. Padahal kalo dipikir-pikir itukan kampus punya mereka, yang kuliah disitu mereka juga. Kenapa harus bayar parkir memakir? Bener tidak? Ok! lah mungkin itu permasalahan yang belum terselesaikan sampai sekarang. Hal tersebut mungkin dinikmati saja oleh sebagian besar mahasiswa/i FKIP-UNLAM yang mempunyai sedikit uang lebih, tapi rasanya tidak! Kerena setiap kali mereka akan keluar dari kampus mereka sendiri, mereka selalu mengeluh dengan adanya pungutan parkir tersebut. Apalagi mahasiswa yang tidak mempunyai uang lebih.
Satu lagi, seandainya dana parkir tersebut dikelola dengan baik dan digunakan sebagai mana mestinya, mungkin sekali lagi mungkin, tidak akan banyak komentar dengan masalah pungutan tersebut. Lihat saja helm, hilang saja mereka tidak bertanggung jawab. Apakah itu yang disebut dengan penjaga keamanan? Gimana nantinya seandainya ada kendaran yang hilang? Apakah sama nasipnya dengan hilangnya helm tadi?
Dengar-dengar dana dari perolehan parkir tersebut dugunakan sepenuhnya untuk kegiatan mahasiswa. Artinya fakultas tidak lagi menerima kontribusi dari dana parkir tersebut. Nach, yang jadi pertanyaan kemana dananya? Kegiatan mahasiswa saja lebih banyak mahasiswanya sendiri yang mensubsidi. Apakah itu PKL, Buka Puasa, Seminar, dan masih banyak kegiatan mahasiswa lainnya. Disini peran BEM sebagai sebagai lembaga tertinggi mahasiswa di tingkat fakultas harus pandai mengelolanya, tapi yakinlah dibawah kendali Bapak Dekan yang baru ini dan pengrus BEM yang profesional semuanya akan teratasi. Amien.
Nama : Feri Noviyanti
NIM : A1A104004
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis W. Abbas, M.Pd
Artikel
PENDIDIKAN SEMAKIN MAHAL
Pendidikan, pendidikan dan pendidikan, semua orang pasti pernah membicarakannya, banyak orang yang telah mendapatkannya. Pendidikan sangatlah penting baik bagi kita sendiri, keluarga, lingkungan kita dan orang lain. Seseorang yang memiliki pendidikan pasti berbeda dengan orang yang kurang mendapatkan pendidikan terutama cara mereka berpikir. Pendidikan sangat penting bagi kehidupan, kita dapat mencapai cita-cita kita melalui meja sekolah maksudnya melalui sekolah. Tapi bagaimana kalau pendidikan mahal harganya ? kita sering mendengar merasakan sendiri bagaimana mahalnya pendidikan.
Pemerintah menyarankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda tetapi kenyataannya biaya pendidikan semakin mahal. Penduduk Indonesia terutama yang berada di Banjarmasin ini masih banyak warganya yang masih berada dibawah dibawah garis standar (miskin). Semakin mahalnya biaya pendidikan menyebabkan mereka tidak mampu lagi membiayai sekolah anak-anak mereka sehingga anak-anak mereka harus putus sekolah. Gimana negara ini mau maju kalau warganya masih banyak yang bodoh, belum bisa baca tulis. Memang sih tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada pemerintah karena kita tau sendiri bahwa negara kita ini masih miskin, masih banyak hutang dengan negara lain. Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang sedang menimpa negara ini, sehingga banyak biaya yang harus dikeluarkan, ini pulalah yang menyebabkan generasi muda dinegara ini belum bisa merasakan sekolah gratis seperti di negara-negara lain.
Bila kita membicarakan pendidikan pastilah tidak lepas di sekolah. Sekolah adalah tempat untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah adalah masa depan dimana disekolah kita dapat mengembangkan segenap bakat, kreativitas dan potensi, sehingga memungkinkan menjadi diri sendiri sesuai dengan keinginan kita. Di sekolah kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir, dan keterampilan yang ada pada diri kita. Kalau saja warga bangsa ini mendapatkan pendidikan dengan merata mungkin saja negara ini akan lebih baik lagi.
Kita sendiri sering melihat banyaknya anak jalanan, usia mereka masih terlalu dini untuk mengais rejeki di jalanan, seusia mereka seharusnya berada disekolahan untuk belajar dan mendapatkan pendidikan. Tetapi itu tidak untuk mereka, jangankan untuk biaya sekolah terkadang untuk biaya hidup mereka sendiripun mereka tidak bisa mencukupinya. Mereka ada yang berjualan koran, mengamen bahkan meminta-minta. Hal ini juga bukan keinginan mereka tapi itulah kenyataan yang harus mereka jalani.
Semakin mahalnya biaya pendidikan menyebabkan semakin menipisnya kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk merasakan pendidikan. Untuk masuk sekolah mereka diwajibkan untuk membayar biaya ini dan itu belum lagi buku-buku pelajaran yang harus mereka tebus. Mereka dibebani berbagai macam keperluan yang harus dilunasi bila ingin meneruskan sekolah
Nama : Evi Oktaviani
NIM : A1A104032
Tugas : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M. Pd
BAHAYA ASAP ROKOK TERHADAP KESEHATAN
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita jumpai orang-orang yang suka merokok. Di mana ketika perokok itu menghembuskan asap ke udara, mengakibatkan udara disekitarnya tercemar oleh asap rokok itu. Dari orang-orang yang merokok akan berakibat negatif bagi orang-orang yang tidak merokok. Karena orang-orang yang tidak merokok akan ikut terhirup udara yang berasap rokok itu. Mereka yang tidak merokok disebut “perokok pasif”, artinya orang yang terpaksa menghirup udara berasap rokok karena berdekatan dengan orang yang sedang merokok.
Perokok pasif yang tidak dapat menghindari asap rokok, lebih banyak diperkirakan menderita penyakit asma dibandingkan dengan mereka yang bisa menghindarkan diri dari udara yang berasap rokok. Selain penyakit asma, perokok pasif juga akan mendapat risiko serangan jantung, kanker, dan paru-paru. Karena asap rokok tersebut mengandung racun.
Asap rokok juga berakibat negatif bagi ibu-ibu hamil yang berada di lingkungan asap rokok. Karena akan menimbulkan risiko melahirkan anak yang berat badan dn tinggi badannya lebih rendah.
Orang yang merokok tidak mau berhenti merokok karena barangkali mereka menikmati enaknya merokok, meskipun mereka mengetahui risiko yang akan ditimbulkan dari merokok tersebut. Mereka barangkali juga telah siap menghadapi risiko negatif yang ditimbulkan dari merokok. Lain halnya dengan orang yang tidak merokok, mereka memilih tidak merokok karena mereka memang tidak ingin menikmati enaknya merokok. Namun, bagi orang-orang yang tidak merokok ini terpaksa menghirup udara yang berasap rokok karena tidak ada pilihan. Misalnya, mereka yang berada di dalam taxi yang penuh dengan asap rokok. Mereka tidak siap menanggung bahaya akibat rokok, tetapi udara yang berasap rokok di taxi itu terpaksa dihirup.
diah eka rini
A1A105011
RENCANA PEMBELAJARAN PROGRAM SATUAN PEMBELAJARAN
mata pelajaran:sejarah
kelas/program:XII/ilmu sosial
semester:I
I.standar kompetisi:
I.1 menjelaskan perkembangan pembangunan dan industrialisasi pada masa orde baru.
II.kompetisi dasar:
II.1.menjelaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
III.materi pokok:
I.perkembangan media komunikasi massa di Indonesia
pada masa orde baru pemerintah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia khususnya perkembangan media komunikasi massa di Indonesia.
Dalam upaya melaksanakan pembinaan dan pendidikan massa,wawasan pandang media komunikasi dapat di gunakan untuk memdidik cara berfikir masyarakat agar lebih kritis dalam memahami masalah dan keberadaannya.usaha pendidikan massa dapat di lakukan melalui media komunikasi massa yang sangat efektif,seperti radio dan televisi.
V.metode:diskusi
VI.evaluasi
VI.1.tes uraian[essay]
-bagaimana perkembangan radio di indonesia pada massa orde baru?
-jelaskan dampak positif dan negatif dari televisi bagi masyarakat indonesia?
VII.sumber/media
1.buku sejarah kelas XII tahun 2006 kurikulum KTSP 2006 oleh I wayan Badrika.
Nama : Yulia rohiati
Nim : A1A104012
Tugas : Bimbingan penulisan karya ilmiah
Dosen : Drs.Ersis Warmansyah Abbas,M.Pd
MAHASISWA BARU TRADISI BARU
• Dunia kampus memang lebih seru tapi juga mesti punya nyali gedi.
Jadi mahasiswa baru memang cool banget kelihatannya,nambah kegiatan seru,nambah gaul,nambah teman baru,dan tentu saja nambah tanggung jawab.tapi ada yang paling penting dari semua itu,kita mesti siap mental menghadapi pengalaman menerima hadiah selamat datang dari senior kita dikampus.Mungkin
ini satu-satunya yang paling ngak enakin begitu masuk dunia kampus (kuliah),nyebelin, nyakitin, bikin malu, kadang pengen mati rasanya : pokoknya kalau ngak bisa mendingan nngak perlu ngalamin yang namannya masa-masa digencet atau diospek sama senior.
• Serba salah
Jadi mahasiswa baru posisinya memeng ngak nguntungin, banyak aturan resmi “versi senior yang nyebelin dan wajib dipatuhi pokoknya kita jadi serba salah” jelek salah, cantik lebih salah, diam salah, ngomong bisa bikin runyam, jalan dikiri salah, dikanan apalagi, ramah dibilang sok akrab, ngak senyum dibilang sombong. Jadi apasih maunya….? Urusan sepele bisa jadi masalah gede.
• Dari sekian banyak yang ngalamin, katanya masa gencet-gencetan ataupun biasa disebut dengan ospek didunia kampus bisa jadi yang paling sadis. Larangan aneh bisa diterapkan buat nyari gara-gara untuk ngegencet mahasiswa baru, yang paling sadis kalau ada aturan ngak boleh makan dikantin, meski bawa upeti, ngak boleh make parfum, ngak boleh ditaksir cowo senior, ngak boleh cantik, kalau sampai melangar kita harus menerima resikonya.
• Ini faktanya
Buat mahasiswa baru ngencet-gencetan ataupun ospek memang tradisi lama yang tidak bisa dihindari, senior kita suka mengada-ada kenapa sih meneliti pakai acara welcoming party ? mungkin karena dendam dulu seniornya pernah dikerjain ? itu bukan factor utama kenapa senior kita hobi ngegencet mahasiswa baru .kalau menurut saya sendiri yang namanya senior dimana-mana pasti begitu, karena mereka butuh pengakuan dari mahasiswa baru terhadap keberadaan dan kekuasaan mereka.buat nunjukin itu semua kadang mereka memilih dengan cara kekerasan,biar mahasiswa baru merasa takut sama figur otoritas alias si senior.
• Ada untungnya
Ternyata masa-masa ini sebenarnya menguntungkan buat kita jadi lebih bisa dikenal dan akrab sama senior ,misalnya gara-gara sering buat kesalahan kemudian disidang oleh para senior,malah kita lebih dikenal nantinya oleh para senior,sebenarnya gencet-gencetan ataupun ospek ada untungnya karena tujuannya bisa kenal dan dikenal sama senior bahkan buat saling kenal dengan tiap angkatan.Yang penting ospeknya jangan sampai terlalu keras ataupun keterlaluan apalagi sampai kontak fisik atau kekerasan.
NAMA : SUGIHARNI
NIM : A1A104007
DOSEN : Drs. ERSIS. W. ABBAS, M.Pd
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
ARTIKEL
Krisis Bahasa Indonesia di Banjarmasin
Istilah Krisis tidak hanya untuk istilah krisis dibidang Ekonomi saja. Akan tetapi penggunaan bahasa Indonesia yang makin minim dikalangan masyarakat Indonesia khususnya Banjarmasin adakah salah satu kategori krisis dalam berkomunikasi.
Sering kita jumpai baik di Pasar, pusat pembelanjaaan, kantor, warung makan, instansi, di jalanan, serta tempat-tempat umum lainnya di Banjarmasin. Di kampus sendiri pun banyak yang menggunakan bahasa Banjar dan jarang sekali kita dengar orang-orang tersebut menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahkan ketika guru atau dosen menjelaskan materi kepada murid atau mahasiswa, banyak diantara mereka yang mengunakan bahasa Banjar dan hanya sedikit menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun sudah banyak yang tahu bahwa ketika kita di tempat umum diharapkan menggunakan bahasa Indonesia supaya ketika kita berbicara bisa dimengerti semua orang yang mendengarnya. Namun selama ini di Banjarmasin jarang sekali kita mendengar bahasa Indonesia digunakan di tempat umum. Justru bahasa daerah/bahasa Banjar lah yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.
Sudah diketahui umum bahwa bangsa Indonesia ini tidak hanya dihuni oleh satu suku saja tetapi bermacam-macam suku (Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Dayak, Sunda dan sebagainya) yang tersebar diseluruh Nusantara. Oleh karena itu apabila kita dalam pergaulan sehari-hari atau di tempat umum sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Hal itu supaya yang mendengar bisa dapat mengerti bahasa yang diucapkan oleh seseorang tanpa harus menjadi Kambing congek. Kambing Congek adalah sebuah istilah yang artinya orang yang hanya menjadi pendengar saja tanpa tahu apa arti ucapan yang diucapkaan orang yang berbicara.
Sebenarnya penggunaan bahasa daerah (Banjar) perlu dihargai, dihormati dilestarikan agar menjadi budaya yang Khas di Indonesia karena bahasa daerah itu sendiri menjadi salah satu bentuk ke Unikkan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan adat-istiadat. Karena latar belakang letak Negara Indonesia yang berpulau-pulau yang seluruhnya tersebar mulai dari Sabang sampai Marauke ( walaupun sekarang Timor-Timur bukan menjadi bagian dari Negara Indonesia lagi, akan tetapi mendirikan negara sendiri dengan sebutan Timor Leste). Itu semua dapat dilaksanakan asalkan penggunaannya disesuaikan dengan keadaan, bukan dengan berbicara disembarang tempat yang tentunya bisa mnyebabkan kesenjangan dalam pergaulan karena tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan ketika ditempat umum.
Menggunakan Bahasa daerah sebaiknya digunakan di tempat-tempat yang bukan Formal seperti di rumah, berbicara sesama suku, atau ketika berbicara dengan orang sama-sama mengerti bahasa yang digunakan. Hal itu supaya dapat saling menghormati bahasa daerah masing-masing. Berbicara dengan orang lain memang sangat diperlukan dan dibutuhkan untuk saling berkomunikasi. Namun dalam berbicara perlu saling menghormati bahasa yang digunakan antara satu dengan yang lain agar lancar dan mudah dimengerti bahasa yang digunakan. Oleh karena itu supaya lawan bicara kita dapat mengerti bahasa yang digunakan, maka sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia supaya dalam pergaulan dan berbicara dapat dimengerti seluruh komponen masyarakat dimana pun kita berada.
NAMA : WENNY HANDAYANI
NIM : A1A104058
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. ERSIS. W. ABBAS, M. Pd
Artikel
KETERTINDASAN KAUM PEREMPUAN
Masalah perempuan selalu menarik untuk dibicarakan, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa penindasan atas perempuan tidak selalu terjadi sepenjang masa, melainkan diakibatkan oleh adanya sebuah perkembangan yang terjadi dalam masyarakat.
Konsep penindasan terjadi pada saat semua tatanan sosial berubah yang berdampak juga pada perubahan relasi sosial yang ditandai dengan adanya distribusi kerja sosial baru.
Ketertindasan perempuan bukan hanya sebagai salah satu sub dari penindasan kelas (Buru), penindasan terhadap perempuan juga bukan disebabkan dari pembagian kerja secara seksual, tetapi adanya perubahan secara radikal terhadap relasi produksi akibat perkembangan tenaga produksi.
Ketidak adilan yang sering dialami kaum perempuan adalah eksploitasi, diskriminasi, dan kekerasan. Adanya kapitalisme (pemodal) serta Globalisasi saat ini memudahkan eksploitasi, diskriminasi, dan kekerasan terhadap kaum perempuan semakin banyak dimana perempuan adalah bagian terbesar dari korbannya.
Akibat mahalnya kebutuhan hidup ditambah / dipersulit naiknya harga sembako,BBM, dan telepon memaksa kaum perempuan (ibu-ibu) bekerja adalah contoh dari ketertindasan kaum perempuan.
Kepentingan kapitalisme terhadap kaum perempuan yang jumlahnya lebih besar dari laki-laki adalah memanfaatkan perempuan demi meperoleh kebutuhan.
Ada tiga kegunaan perempuan bagi kapitalisme pertama : perempuan sebagai buruh murah, kedua: perempuan sebagai pasar bagi barang-barang komuditi, ketiga : perempuan sebagai komuditi atau barang dangangan itu sendiri.
Apa yang terjadi pada buruh migran yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan lain-lain yang dibayar murah bahkan sering tidak dibayar sama sekali dan masih harus menderita karena dilecehkan secara seksual dan kekerasan majikan. Namun, dengan penderitaan semacam itu buruh migran telah menyumbang devisa besar bagi Negara. Uang, devisa, dan modal lebih penting bagi kapitalisme ketimbang perlindungan, kehormatan, dan penghargaan bagi hak-hak buruh, khususya buruh perempuan. Kapitalisme juga menciptakan kelas. Kelas dalam masyarakat ada yang berkuasa, ada kelas yang dikuasai, keadaan inilah yang melahirkan kesenjangan ekonomi dan sosial semakin besar dan terjadinya diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan.
Hari perempuan Internasinal (International Woman’s Day) yang diperingati setiap tanggal 8 Meret adalah salah satu moment yang tepat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan bagi kaum pria untuk mendukung perjuangan perempuan. Penting bagi perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya karena hanya perempuan sendiri yang mengerti ketertindasan yang dialaminya dan apa yang menjadi kebutuhannya. Penting bagi perempuan yang jumlahnya lebih besar dari laki-laki untuk terlibat lebih aktif berjuang dan ikut berpolitik. Bukan saatnya perempuan untuk takut dan menjauhi perjuangan politik. Dengan menyadari ketertindasan yang dialami sendiri merupakan suatu langkah awal untuk keluar dari ketertindasan.
Bukan perempuan saja yang mesti berjuang aktif tetapi pmerintah juga mesti tegas untuk menjamin hak-hak perempuan, menghormati, dan melindungi hak-hak perempuan.
Nama : Piagusleani D.M
Nim : A1A104011
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
CARA MENSOSIALISASIKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA AGAR KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DAPAT MENUJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK
Indonesia adalah sebuah negeri indah yang terhampar dengan panjang ribuan kilometer dengan lebih berjuta-juta manusia didalamnya. Dan indonesia tumbuh dalam keanekaragaman tetapi banyaknya persoalan yang memprihatinkan baik dari segi ekonomi, politik, budaya, sosial dan pendidikan. Salah satunya adalah persoalan pendidikan yang sangat-sangat memprihatinkan atau tidak adanya kemajuan baik itu kurikulum manpun gurunya. Dimana dilihat dari potret pendidikan masa sekarang terlalu merosot, maka dengan sinergi yang terbangun hendaknya pendidikan benar-benar untuk semua. Sinergi itu akan mampu memunculkan tokoh-tokoh yang cerdas, berwawasan kebangsaan, inklusif, bertanggung jawab atas semua perbuatan, meninggikan keutamaan moral, memiliki semangat berbagi,dan mengakui kebenaran dipihak lain.Tetapi masyarakat sekarang ini cendrung belum mau dan mampu berpikir jauh kedepan karena itu apa yang dilakukan ditujukan untuk mengambil manfaat langsung. Contoh kecilnya minimnya perhatian masyarakat terhadap teknologi yang menunjang pendidikan generasi muda atau seorang siswa sekolah dasar menghabiskan waktu 2-3 jam setiap hari diarena Play station tetapi hanya masuk keperpustakaan sekali dalam sebulan atau malahan tidak pernah. Atau juga arena liburan keluarga yang dilakukan di mall, ramayana, dsb. Berkunjung ke museum atau tempat bersejarah yang menyediakan pengetahuan luas nampaknya belum menjadi kebiasaan bagi keluarga indonesia.
Itulah masyarakat indonesia yang tidak bisa atau sulit sekali mengarahkan kemajuan tetapi untuk memberikan inisiatif berbagai cara nampaknya akan menjadi pekerjaan yang memakan waktu lama. Lebih baik mungkin seseorang, sekelompok, memberikan masukan agar mempengaruhi dan akhirnya menunjukan apa yang diharus dilakukan atau dengan cara lain hidup dan berbaur bersama masyarakat di negara tetangga memberikan kesempatan seorang mahasiswa indonesia untuk bisa memahami dan mengetahui cara hidup masyarakat negara lain dengan itu masyarakat indonesia mengetahui kelebihan masyarakat serta pola hidup negara lain dengan kelebihan-kelebihan itulah nantinya perlu dibawa indonesia untuk mendorong masyarakat indonesia untuk menerapkan dan melaksanakannya.
Sudah saatnya kita semua mengembalikan pendidikan kepada fungsi awalnya, yaitu untuk mencerdaskan, pendewasaan dan pemandirian individu serta masyarakat sehingga mampu menjamin pendidikan untuk setiap warga negara kesatuan indonesia.
SATUAN PELAJARAN
NAMA SEKOLAH : SMU / MA Sederajat
JURUSAN : Program Ilmu Pengerahuan Sosial
PROGRAM STUDI : Pendidikan Sejarah
KELAS / SEMESTER : XII / I
POKOK BAHASAN : Proklamasi kemerdekaan dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
SUB POKOK BAHASAN : Upaya persiapan Kemerdekaan Indonesia
ALOKASI WAKTU : 2 x 45 ( 1 x pertemuan )
I. Standar Kompetensi
Siswa dapat menghubungkan kekosongan kekuasaan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.
Siswa dapat menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dengan perumusan Naskah teks Proklamasi. RI.
II. Kompetensi Dasar
Menggambarkan situasi di Indonesia setelah peristiwa pembuman Naga Saki dan Herusima. Mengidentifikasi peristiwa Rengasdengklok.
III. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menghayati makna peristiwa Rangasdengklok sehingga tertanam sikap, kepahlawanan, dan demokrasi.
IV. Materi Pembelajaran
1. Kekosongan kekuasaan di Indonesia
2. Kegiatan pemuda pejuang di Jakarta
3. Perbedaan pendapat di antara kelompok pejuang
4. Peristiwa Rengasdengklok
Uraian Materi
Tanggal 6 Agustus 1945 kota, Hirosima hancur, 9 Agustus 1945 kota Nagasaki juga hancur oleh Bom Atom oleh Amerika Serikat, Hancurnya kedua kota ini, membuat Jepang tidak berdaya. Dan 14 Agustus 1945 menyerah tanpa syarat, dan mengakibatkan kekosongan kekuasaan, ini dimanfaatkan oleh para pejuang Indonesia (golongan tua muda)
15 Agustus 1945 pemuda di bawah pimpinan Chaerul Saleh bersepakat bahwa kemardekaan Indonesia merupakan hak rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada bangsa / negara lain. Tapi di tolak oleh golongan Tua : Bung Karno dan Bung Hatta. Dan terjadilah perbedaan pendapat, karena pertimbangan agar golongan tua tidak terpengaruh oleh Jepang maka para golongan muda membawa Soekarno / Hatta ke Rengasdengklok. 16 Agustus 1945
Di Jakarta sedang terjadi perundingan antara Ahmad Soebardjo (mewakili gololongan tua) dengan Wihana (Wakit gololongan muda). Dari perundingan itu terjadi kata sepakat bahwa proklamasi harus di adakan di Jakarta. Dengan jaminan nyawa Ahmad Sobarjo, bahwa : 17 Agustus 1945 akan dilaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia paling lambat jam 12.00 WIB. Dengan jaminan itu Soekarno / M. Hatta dibebaskan untuk kembali ke Jakarta Jam 17.30. WIB Rombongan tiba di Jakarta.
V. Metode : Pencapaian Konsep
VI. Media Pembelajaran
Alat : Papan tulis, spidol dan kepsen
Sumber : Buku Sejarah kelas XI untuk SMA / MA oleh I Wayan Badrika.
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Mata Pelajaran : Sejarah
Pokok Bahasan : Proklamasi 17 Agustus 1945
Kelas / Program : XII / IPS
Semester : Ganjil
Waktu : 7 x 45 menit
SMA : SMA Negeri Banjarmasin
I.Tujuan Umum
Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945
II. Materi, Sumber / Bahan / Alat dan Alokasi Waktu
subpokok bahasan
1. Proklamasi 17 Agustus 1945
1.1 Upaya persiapan kemerdekaan Indonesia di bidang politik ( 2×45 menit )
1.2 Perumusan naskah proklamasi ( 2×45 menit )
1.3 makna proklamasi bagi bangsa Indonesia ( 2×45 menit )
2. Ulangan Harian ( 1×45 menit )
Sumber / Bahan / Alat
Sumber :
Buku paket sejarah SMA kelas XII, penerbit Erlangga
Buku paket sejarah kelas XII, penerbit PT. Pabelan.
Loebis Aboe Bakar (1995). Kilas balik revolusi kenangan, pelaku dan saksi. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.
Bahan :
LKS/gambar-gambar, transparan, floppy disk.
Alat :
OHP, LCD, Laptop
Nama : Ratna yuwinda
NIM : A1A104033
M. KULiah : Bimbingan Penulisan karya ilmiah
Tugas artikel
UNEK-UNEK
Hidup di zaman sekarang yang serba canggih, ternyata tidak membawa manusia untuk berpikir dan bertindak lebih maju. Kemajuan tehnologi berbanding terbalik dengan keadaan manusia sekarang, logikanya ketika tehnologi maju ada surplus yang terjadi, tapi entah mengapa sekarang yang ada orang makin malas. Dengan kata lain kecanggihan tehnologi hanya menyentuh pada tataran life stylenya only, bukan pada SDMnya, kalo pun ada ga sebanyak jumlah manusia yang ada di Indonesia sensus terakhir.
Pikiran orang pun hanya terbatas di situ-situ aja, hari ini gitu loh? Pemerintah hanya berkutat dalam masalah yang di hadapi bangsa yang makin njelimet, hampir2 ga dibantu oleh yang seharusnya membantu. Sebuah sistem hanya akan jadi benda mati bila unsur pendukungnya tidak ada. “Mahasiswa” hanya berkutat pada 3C yaitu citra, cita, dan cinta. Option terakhir inilah yang mendominasi sebagian besar mahasiswa sekarang. Sementara mahasiswa yang bekeja untuk membantu pemerintah, little banget!
Ada apa sih dengan mahasiswa Banjarmasin, Unlam, FKIP khususnya?! wake up man.. kita mahasiswa sekarang! diskusi2 di pojok2 kantin jangan melulu soal cinta, iyalah kita remaja.. tapi tidak perlu ngabisin waktu hanya untuk hal2 begituan, kan? Masalah di daerah kita banyak men, mulai dari hutan kita yang makin gundul, lapisan tanah yang makin menipis di satu tempat untuk menguruk di tempat lain, tradisi kita yang mulai hilang coz di gempur globalisasi sejak zaman purba, sampai naiknya bayar KHS di BEM fakultas kita sendiri.. apalagi soal KHS nih, itu kan dah haknya mahasiswa, kenapa sih harus di tebus mahal-mahal, pake ekstra yang ga ada hubungannya ma image mahasiswa pendidikan lagi.. dan kita perlu banget mikirin hal itu semampu kita, maaf jadi emosi.
Mari menengok ke masa lalu, di zaman-zaman susah belom ada ponsel za banyak menghasillkan dan memunculkan pemikir intelektual, penemu, penulis buku, yaah.. orang2 terkenal Sekarang? kayaknya sih yang banyak itu wong edan. Semua orang gila, gila hormat, gila jabatan, gila laki2, gila perempuan, gila harta, dan “mereka” menggunakan tehnologi dan peralatan untuk memenuhi kegilaannya.
Kemarin belajar Antropologi, kebudayaan di bentuk oleh masyarakat, masyarakat terdiri dari gabungan individu, individu punya personality yang di bentuk oleh 3 faktor yaitu pengetahuan, insting, dan perasaan. Pengetahuan di dapat dari 3 faktor yaitu sosialisasi, internalisasi, dan enkulturasi. Dan survey menyatakan seorang pembohong di bentuk oleh lingkungannya yang juga pembohong ulung. Juga karena hal2 yang mistik melekat erat dan kental dalam masyarakat kita, contohnya kalo pribumi liat pohon gede dibilang ada penunggunya, sementara orang luar kayak Cina, Malaysia ngeliatnya duit, jadi pohon2 gede itu di tebangin ma mereka, sedang pribumi yang rada bodoh tadi mengalami banjirnya.
Wajar aja klo UN SMP / SMU banyak yang ga lulus, wong pola pikir dan internalisasinya berantakan gitu. Tiap mo ulangan nyontek, ada tugas di upahkan, padahal tiap orang dah punya benda super canggih yang berjudul otak di kepalanya. Otak bisa nyimpan video kemudian membacanya dengan cepat sehingga orang bisa cerita dengan gampang apa yang barusan terjadi dengannya, bisa menampung alam semesta. juga bisa bikin orang terkenal, dengan jalan negatif ataupun positif. Come on guys.. banyak hal yang bisa di lakuin untuk hidup yang singkat ini, dah di kasih benda secanggih otak yang ga berat, dan gratis, kalian masih saja duduk2 dan menghabiskan waktu membicarakan cerita lama berjudul cinta???
Memang kita perlu cinta,tapi tidak harus menyita sebagian besar waktu di hidup kita kan? lagian sadar gak sih kita tuh lahir dengan cinta, tumbuh dengan cinta dan nanti insya Allah matipun dengan cinta, hari2 kita tuh dah di liputi cinta, jadi kenapa harus mengulang hal yang sama? jadikanlah dirimu sebagai sosok yang di kenang, gak mesti pahlawan, jangan jadikan dirimu sia2. Jangan jadikan cinta sebagai penghalang gerakmu untuk melakukan hal2 hebat, jangan takut ga punya ce / co karena sibuk ini itu, lagian pacaran sekarang gak ada jaminan langsung kawin setahun atau enam bulan berikutnya kan, kecuali Ta’aruf, hehehe..
Kehidupan kita itu dah diatur oleh penguasa langit dan bumi, kita tuh cuma ngejalanin apa yang udah di gariskan, tapi ga berarti ngejalaninnya sedatar-datarnya. Let’s make a history, not be a history kata anak PSP Sejarah’05. Kalopun ga bisa di banggain ma orang lain, setidaknya kamu bangga pada diri sendiri coz dah ngelakuin yang orang lain enggak, entah gak bisa atau gak kepikiran.
Hidup ga hanya untuk cinta, baru putusan nangis berember2, curhat ma teman 30 hari berturut2 cuma ngomongin kronologis jadian mpe putus di tambah kenangan2 indah buat pelarian. Bengong mpe tulalit, mending kalo ntar nyadar trus bangkit, kalonya bunuh diri??
NAMA : FARHAT TIFANI
NIM : A1A104043
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
ARTIKEL
MENGGUGAT BANJARMASIN BUNGAS
Bagai punguk merindukan bukan , nampaknya pribahasa ini dapat mengambarkan kondisi banjarmasin. Bagaimana tidak kota kita sudah pernah mendapat gelar kehormatan kota terkotor “pinanya urang bungas ( banjarmasin ) salah basolek “.
Dapat kita liat kesadaran masyrakat kian menipis. Saat ini warga Banjarmasin masih sangat kurang kesadaraanya untuk menjaga lingkungan. Masih ada saja warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya hal ini masih dapat diliat di pasar-pasar, terminal , jalan-jalan juga tempat-tempat umum ada saja warga yang bandel ( bebal ).
Apa urang banjar tidak tahu dampak yang dapat ditimbulkanya ini menjadi PR untuk pemerintah kota. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan akibat membuangsampah sembaranggan, baik itu sampak organic maupun sampak non-organik sungai menjadi kotor menimbulkan berkembangnya bibit penyakit juga pendangkalan terhadap susngi-sungai kecil yang ada dibanjarmasin contohnya seperti sungai yang ada di banjarmasin tengah kelurahan sungai baru masih ada saja warga membuang sampah kesungai walhasil sungai menjadi kotor sampah meyambul dimana-mana yang pada akhirnya sungai mengalami pendangkalan. Bagaimana tidak tersentil hati anda sungai yang sudah sempit terus disumbat dengan samapah-sampah, tampaknya kita perlu menggugah kembali nurani warga Banjarmasin untuk sadar akan pentingnya lingkunggan kita, untuk kelangsunggan generasi selanjutnya. Apa mau anak cucu kita mendapat mudarat dari hal-hal yang tidak bertanggugjawab yang telah kita lakukan. maka mari bersama-sama himbau urang benua dengan mengunakan segenap elemen masyarakat dan pemerintah kota banjaramsin khususnya dinas kebersihan selaku pengerak berperan aktif jangan hanya bisa menikmati jabatan namun tanggung jawab dikesampingkan
Belum masalah sampah teratasi kembali tergugat kesemerautan terminal Antasari kota banjarmasin terminal ini kacau balau kalau tidak segera dibenahi dengan segera jangan harap kita dapat lepas dari gelar kehormatan kota terkotor, terkutuk jadi kada bungas selamanya. Maka dengan ini saya menggugat pada masyarakat dan pemerintah dan seluruh intansi yang terkait, dapat dengan segera menanggani lingkunggan hidup kita. Segera bergerak dengan cepat untuk menjadikan banjarmasin kota yang bersih, teratur dan asri untuk kepentiggan kita bersama juga untuk anak cucu kita semua.
NAMA : FARHAT TIFANI
NIM : A1A104043
MATA KULIAH : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas
ARTIKEL
BULAN RAMADHAN BULAN PENUH BERKAH UMAT ISLAM
( MARHABAN YA RAMADAHAN 1428 H. )
Alhamduliliah puji syukur kehadirat Allah SWT karena kembali lagi kita dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunaan pahala dilipat gandakan. sudah selayaknya kita bersyukur dengan segenap jiwa dan raga karena telah kembali dapat melaksanakan ibadah. Ibadah dibulan ramadhan puasa , taraweh , tadarus dan lain-lain pada bulan suci ini pintu taubat dibuka seluas-seluasnya oleh Allah SWT. Dengan segala kebaikan dibulan ramadahan sudah seharusnyalah kita sebagai umat muslim dapat menanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, persiapakan keserhatan rohani dan jasmani dalam menghadapi bulan penih barokah. Hampir tiap tindakan bahkan tidur orang yang berpuasapun ada pahala apalagi dalam melakukan kegiatan positif yang bersifat keseharian seperti bekerja dan belajar apalagi ibadah akan dilipat gandakan oleh Allah subahannallah maha suci Allah.
Ramadahan bulan yang ditunggu-tunggu tiap umat muslim mereka selalu merindu bulan penuh ampunaan ini dan kita patut bersyukur sebagai urang banua karena benua kita dapat melalui tahun ini dengan keadaan yang relatif kondusif sehingga dapat melaksanakan ibadah bulan ramadhan dengan tenang.
Ramadahan juga bulan dimana pada bulan suci ini pula Al-Quran Nulkarim diturunkan tepatnya pada tanggal 17 Ramadahan Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan Allah dengan perantara Jibril di gua Hira dan ayat pertama adalah Iqra ( baca ) AL_Quran adalah kitab untuk dibaca turun dengan berangsur-angsur untuk menjawab perkembanggan islam dan pertanyaan para sahabat. Ini merupakan mukjijat Allah yang luar biasa sungguh rahmat dan barokah untuk umat Muhammad dan menjadi langkah penting dalam perjalanan Islam sebagai Agama yang diridhoi Allah SWT. Tak terhingga manfaat AL-Quran bagi manusia mengajarkan iman , kebajikan , keadaan umat terdahulu dan segala hal tentang Alam semesta ada jawabannya dalam AL-Quran , sungguh bulan ramadhan bulan penuh berkah.
Bulan ramadhan bulan pelebur dosa dan pintu pertaubatan , salah satu berkah ramadhan adalah kita dapat melebur dosa-dosa yang telah kita lakukan dengan amal dan do’a, sangat besar keutamaan bulan ramadhan sebagai bulan penghapus dosa. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini perbanyak amal ibadah kita pada bulan ini dan jadilah manusia yang dapat memberi manfaat bagi lingkunggan sekitar kita.
Betapa bulan ini dapat membuat kita menjadi orang yang beriman, kita digojlok dengan lapar dan dahaga , bangun ditengah malam untuk dapat melatih keimanan dan kecintaan kita kepada Allah , karena segala yang kita lakukan adalah karena Allah SWT.
Berbagi rasa, simiskin dan sikaya dalam keadaan yang sama pada siang hari ( berpuasa ). Kita dibuat untuk dapat merasakan apa yang dirsakan saudara-saudara kita yangf kurang beruntung dalam hal materi dan kita dibuat bersyukur dengan apa yang telah kita dapat , hal ini membuat batin kita peka dengan keadaan sesama manusia. Orang yang mampu dianjurkan memberi makan orang miskin menjadikan bulan suci bulan penuh berkah bagi si papa.
Semoga dengan kita dapat memanfaatkan bulan suci Ramahan 1428 H. dapat menjadikan kita insan yang fitrah dan mendapat berkah serta rahmatNya Amin ya rabbal alamin.
NAMA : CATUR WIDYASTUTI PUJI HARTINI
NIM : A1A104019
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
MAKNA KEMENANGAN LEBARAN
Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar Laa illahaillallahhuwallahuakbar, Allahuakbar Walillailham.
Begitulah suara takbir yang berkumandang silih berganti saling bersahut-sahutan yang terdengar di langgar maupun di mesjid. Malam tersebut sangat dinantikan, karena selama 30 hari lamanya kita berpuasa. Ya…berpuasa dalam segala hal, baik dari haus dan lapar serta menahan hawa nafsu. Namun jangan juga disalah artikan kalimat berpuasa dalam segala hal, tidak begitu juga. Nanti mentang-mentang berpuasa tidak mau bekerja atau tidak melakukan kegiatan apapun. Kita harus tetap melakukan kegiatan kita sehari-hari seperti bulan-bulan yang lainnya. Mungkin porsinya saja yang di kurangi. Seluruh umat islam dari anak-anak sampai orang tua dengan suka cita menyambutnya. Berkeliling kampung sambil mengucapkan takbir adalah salah satu cara yang dapat mereka lakukan untuk meluapkan rasa kegembiraan
.
Hari Kemenangan sangat di nanti-nantikan, bayangkan bebas dari haus dan lapar tapi itu hanya sebagian kecilnya saja. Yang lebih dinantikan yaitu mereka menjadi manusia baru lagi. Jangan berpikiran macam-macam ya..Yang di maksud disini adalah mereka ( manusia ) terlahir kembali seperti bayi yang baru saja di lahirkan atau kembali fitrah dalam keadaan suci jauh dari dosa. Sungguh senangnya, tapi apabila dosa yang kita perbuat selama setahun dapat terhapus. Tapi, apakah itu dapat terjadi pada diri kita? Entahlah….?? Semau amal ibadah kita selama bulan Ramadhan yang tahu hanya Allah SWT. Caranya agar dengan sebaik-baiknya menjalankan ibadah tersebut agar Allah berkenan kepada ibadah kita sehingga kita menjadi salah satu manusia yang terlahir kembali di dunia
.
Lahir kembali berarti serba baru dong.., penampilan baru, hati yang baru, suasana baru, sampai baju baru dong,he..he..he. Boleh saja tapi yang penting, tetap kembali kepada individu itu sendiri bagaimana sebaiknya menyiapkan hari kemenangan mereka. Walaupun sudah pakai baju baru, apakah sudah barang tentu hatinya juga baru ? Belum tentukan..?? Jadi apalah artinya sebuah baju baru. Ya ibaratnya penampilan bukan segalanya yang penting niatnya ikhlas lillahitaalla.
Selain ada yang senang dan bahagia dalam suka cita pada hari Lebaran. Ternyata ada yang sedih. Sedih….??? Aneh ya kenapa jadi sedih, bukannya kita sebagai umat islam harus senang dan bahagia. Asal kalian tahu sedihnya yang dimaksud lain sedih yang gimana gitu…!!! Sedih karena takut kalau tidak bisa ketemu lagi dengan bulan Ramadhan. Oo… gitu. Iya kalau masih punya umur panjang, kalau tidak?? Wallahualam
Setelah malam takbiran keesokan harinya kita menjalankan sholat Idul Fitri yang biasa di lakukan di mesjid-mesjid maupun di lapangan terbuka. Tradisi yang biasa di lakukan setelah sholat Idul Fitri adalah silaturahmi dengan sanak saudara, tetangga sesama muslim. Tidak jarang terdengar isak tangis di antara mereka saat berjabat tangan. Senyum ceria bertaburan bak bunga mawar yang sedang mekar begitulah suasana yang terpancar di wajah mereka
Senangnya apabila saat lebaran kita bisa berada di tengah-tengah orang yang terkasih dan tercinta, ayah, ibu, kakak, adik, kakek, nenek, serta sanak saudara lainnya saling berbagi kasih. Namun, bagaimana apabila diantara mereka tidak ada ( meninggal ) pasti sedih ya ? Ya iya lah. Secara otomatis suasananya ada yang lain. Tapi itulah hidup. Ada kehidupan dan kematian. Ada yang datang dan pergi. Jadi, diharapkan agar manusia dapat memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan safaat dari Allah.
Pokoknya pada intinya Hari Kemenangan adalah suatu intropeksi diri kita bagaimana menjalani kehidupan ini agar kita benar-benar dapat merasakan makna hari kemenangan dengan sebenarnya. Bersyukurlah apabila Allah SWT pada tahun ini kita masih dapat merasakan dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berarti Allah masih memberikan kesempatan untuk dapat memperbaiki hidupnya, lebih dapat baik lagi. Keikhlasan hati yang suci untuk memaafkan saat hari kemenangan harus ada di setiap hati umat muslim. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Batin.
NAMA : IHDA ILFIA
NIM : A1A104009
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
PERMASALAHAN PEREMPUAN
DI INDONESIA
R.A Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat dikagumi dan dihormati oleh kaum perempuan Indonesia. Adat memingit pada masyarakat Jawa sangat membebani Kartini pada masa itu. 4 tahun lamanya Kartini tidak diizinkan keluar rumah. Pada saat itu Kartini mengatakan bahwa dia lain dengan anak gadis Eropa, nasib gadis Jawa ialah menurut saja, cuma satu saja tujuan hidupnya ialah menikah dengan orang yang tidak dikenalnya.
Salah satu surat yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabat Eropanya diantaranya Beliau mengatakan : ”Perempuan itu jadi soko guru peradaban ! bukan karena perempuan yang dipandang cakap untuk itu, melainkan oleh karena saya sendiri yakin bahwa dari perempuan itupun mungkin timbul pengaruh yang besar, yang besar akibatnya, dalam hal membaikkan maupun memburukkan kehidupan, bahwa dialah yang paling banyak membantu mamajukan kesusilaan manusia ”.(surat Kartini kepada nyonya Abendanon , 21 januari 1901).
Dari pernyataan Kartini tersebut dapat kita lihat bahwa Beliau mempunyai keinginan yang kuat agar perempuan dapat lebih dihormati dalam masyarakat . Beliau merupakan orang yang membuka sedikit celah agar perempuan Indonesia bangkit dan mampu membuktikan bahwa perempuan juga berhak maju dan berkembang sebagai mana laki-laki, diantaranya dalam hal pendidikan.
Lalu bagaimana dengan perempuan- perempuan pada zaman sekarang ini ?
Dengan terpilihnya Megawati Soekarno Putri sebagai presiden ke-5 RI, mungkin dapat sedikit membuktikan bahwa perempuan juga mampu setara dengan laki-laki. Sebagai perempuan kita memang patut bangga kepada beliau karena telah mampu duduk diatas kursi yang pada umumnya diduduki oleh laki-laki. Tetapi terlepas dari hal itu tentu saja kita juga harus mengetahui kemampuan, tanggung jawab dan peran aktif yang harus ada dalam diri seorang pemimpin. Jangan memandang seseorang hanya dari satu sisi kesamaan dengan kita karena kita juga harus sadar bahwa kodrat kita sebagai perempuan, tidak akan sama/sejajar dengan laki-laki tapi sebagai perempuan kita dapat melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang laki-laki. Perempuan bukanlah sebagai beban tetapi justru menjadi penyokong dalam kehidupan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan : ” apakah sudah cukup baik penghargaan terhadap perempuan pada masa sekarang ini ?”.
Kasus Marsinah yang terjadi pada tahun 1993 merupakan salah satu bukti penting bahwa penghargaan terhadap perempuan sangatlah rendah. Penyiksaan dan penganiayaan yang terjadi sangatlah keluar dari jalur perikemanusiaan. Seorang perempuan yang hanya menuntut haknya tapi malah dibantai layaknya seperti binatang.
Pengiriman TKW ke luar negeri yang semakin tahun semakin banyak, merupakan PR yang harus dipikirkan pemerintah. Tenaga kerja wanita yang dikirim ke luar negeri yang sebagian besar hanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga sudah cukup sangat merendahkan bangsa kita. Apalagi banyak terjadi tindak-tindak kekerasan terhadap TKW Indonesia. Maka dari itu pemerintah perlu memikirkan nasib mereka, bagaimana agar bisa memberdayakan masyarakat seperti mereka agar tidak nekat mencari peruntungan di negeri orang.
Banyaknya PSK yang ada khususnya di kota-kota besar juga merupakan masalah yang harus diperhatikan. Dengan alasan faktor ekonomi, mereka rela menjual apa yang sangat berharga dalam diri mereka sebagai perempuan. Yang hal tersebut tidaklah bisa dinilai bahkan dibayar dengan apapun. Sebenarnya masalah ini bisa saja kita selesaikan dengan catatan semua pihak yang bersangkutan bisa memahami dan mempunyai keimanan yang kuat dalam dirinya. Harusnya mereka sadar bahwa perbuatan itu sangatlah tidak baik khususnya bagi agama. Agama manapun pastilah tidak memperbolehkan perbuatan tersebut. Maka dari itu perlu adanya dukungan moril terhadap mereka dari orang-orang terdekat. para ulama/ pembesar agama juga perlu membekali mereka dengan ilmu agama yang nantinya bisa dijadikan dinding penghalang agar mereka tidak terjerumus pada perbuatan seperti itu. Dan tentu saja hal itu juga sangat diperlukan adanya tekat dan keinginan yang kuat dari dalam diri mereka sendiri. Seperti yang telah diutarakan diatas, sebagian besar alasan mereka adalah kesulitan ekonomi yang menimpa mereka. Maka dari itu pemerintah kiranya bisa memberikan jalan keluar dari masalah ekonomi mereka. Pemerintah bisa saja memberdayakan mereka memberikan modal awal misalnya memberikan mereka keterampilan-keterampilan khusus yang sesuai dengan minat dan bakat mereka yang tentunya bertujuan untuk menjadi bekal mereka agar bisa bekerja atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Kasus aborsi yang terjadi, sebagian besar disebabkan oleh berkembangnya gaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Tindakan ”semau gue” seakan menjadi trend dalam kehidupan remaja. Memang pada usia mereka sangat rentan terhadap pengaruh luar dan daya pikir mereka juga masih labil sehingga dengan cepat mudah terpengaruh. hal itulah yang menjadi penyebab mereka melakukan hal-hal yang negatif. Selain alasan tersebut, ada juga alasan mengapa orang melakukan tindak aborsi yaitu adanya penyakit yang diderita oleh sang ibu. Tetapi apapun alasan itu, tetap saja perbuatan itu merupakan suatu pembunuhan yang sangat kejam. Seorang bayi yang masih tak berdaya di dalam kandungan sang ibu harus menerima kenyataan bahwa mereka tak diinginkan dan tak ada tempat untuknya di dunia. Sebenarnya apa dosa bayi kecil itu? Bayi itu tidak meminta tapi justru orang tua merekalah yang patut diberikan pertanggung jawaban.
Dari beberapa tulisan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang harus membuktikan seorang perempuan itu patut dan layak untuk dihormati serta berhak maju dan berkembang layaknya laki-laki adalah bukan orang lain tetapi diri perempuan itu sendiri. Seorang perempuan perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar perempuan juga dapat mempunyai tingkatan pendidikan yang sama dengan laki-laki, seperti yang telah dikatakan Kartini bahwa perempuan itu jadi soko guru peradaban dan banyak membantu memajukan kesusilaan manusia. Selain itu perempuan juga harus membekali diri dengan keimanan yang kuat agar secara rohaniah mereka mampu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang negatif khususnya yang sangat dilarang oleh agama.
SATUAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA / MA
Kelas : XII / I
Pokok Bahasan : Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru
Sub Pokok Bahasan : Proses Jatuhnya Orde Baru
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Standar Kompetensi
Menganalisis perjuangan sejak Orde Baru sampai dengan masa reformasi.
II. Kompetensi Dasar
Menganalisis proses berakhirnya pemerintah orde baru dan terjadinya reformasi.
III. Materi Pembelajaran
- Apa yang menjadi dasar tuntutan di adakannya reformasi ?
- Bagaimana proses jatuhnya orde baru ?
Uraian :
Tuntutan reformasi kian mendesak seiring memburuknya kondisi ekonomi. Rezim orde baru jelas tidak mampu memenuhi tuntutan reformasi, yaitu demokratisasi. Cabinet yang di bentuk Soeharto pada bulan Maret 1998 memunculkan keraguan terlaksananya reformasi.
Mahasiswa mulai turun ke jalan pada awal bulan Mei. Tuntutan reformasi saat itu adalah agar Soeharto meletakkan jabatan sebagai Presiden RI. Demontrasi 12 Mei 1998, 6000 orang mengadakan aksi di kampus Universitas Trisakti Jakarta Barat. Terjadi bentrok antara mahasiswa dan aparat yang menyebabkan empat mahasiswa Trisakti tewas.
Kematian tersebut kian mengobar semangat mahasiswa menuntut pengunduran diri Soeharto. Pada 13 Mei 1998 mahasiswa mendesak suksesi kepemimpinan nasional dilakukan. Kerusuhan kian menjalar keberbagai tempat serta berubah jadi tindakan anarkis dan rasialis terhadap etnis Cina. Kerusuhan massa 13-14 Mei 1998 di Jakarta menyebar ke kota lain di Jawa dan luar Jawa. Dan 18 Mei 1998 mahasiswa mendatangi dan menduduki gedung DPR / MPR menuntut berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto.
Pagi hari tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menandatangani pengunduran dirinya sebagai presiden RI secara konstitusional. Dengan demikian, berakhirlah pemerintahan orde baru yang berlangsung selama 32 tahun.
IV. Metode Pembelajaran
- Tanya Jawab
- Diskusi
V. Media Pembelajaran
- Alat : Papan tulis, kapur tulis, dan Kepsen
- Sumber : Buku Sejarah Program IPS kls XII
Widya Utama.
M MUHTADIN NUR
A1A104021
ARTIKEL
GAYA KEHIDUPAN MAHASISWA YANG SANGAT MEMPRIHATINKAN
Waktu demi waktu berjalan takterasa kita sudah memasuki tahun yang penuh gemerlap era kebebasan dan hamper tidak ada lagi batas-batas norma yang berlaku baik norma agama atau norma-norma sosial masyarakat mungkin dikarnakan oleh percampuran budaya kita yang sudah terpengaruh oleh kebiasaan orang luar yang penuh kebebasan dan tidak terikat oleh keadaan budaya atau norma yang berlaku ditempat kita. Akan tetapi pengaruh itu tidak begitu besar dampaknya,pada dasarnya yang sangat mempengaruhi adalah rusaknya moral-moral masyarakat setempat. Ini sangat bisa kita lihat dari kehidupan mahasiswa di Banjarmasin mulai dari gaya hidup maupun dari kesaharian hubungan antara laka-laki dan perempuan. Setiap hari mereka asyik terlena dan terbuai oleh kesenangan sesaat ini bisa kita lihat dari banyaknya laki-laki yang bersama dalam satu kamar dan banyaknya terlihat alat kontrasepsi yang bekas dipakai disamping-samping kos sehingga gaya hidup yang seperti inilah yang sangat banyak mengakibatkan terjadinya kehamilan sehinga begitu banyak nyawa-nyawa yang takberdosa terbuang sia-sia, Begitu memprihatinkanya perilaku yang seperti ini,kebiasaan yang seperti inilah yang sangat ditentang oleh agama dan sangat ditakutkan oleh para orang tua sekarang,akantetapi apa boleh buat faktanya inilah yang sangat marak terjadi di kalangan kehidupan mahasiswa sekarang ini, Jadi saya menghimbau kepada semua orangtua agar selalu mengontrol perilaku anaknya dan selalu memberikan kasih sayang yang semestinya mereka dapatkan dan kepada seluruh masyarakat yang berada dilingkungan dimana banyak terdapat kos-kosan agar mau ikut dalam meminimalisair terjadinya finomena yang seperti ini terutama kepada bapak-bapak kos dan pak RT setempat agar menjalankan peraturan yang telah dibuat dengan baik benar dan sebagaimana mestinya agar tercipta masyarakat yang berahlak mulia dan sesuiai dengan syariaat islam dan sunah nabi sehingga tercipta penerus bangsa yang handal dan berahlak mulia.
SATPEL SEJARAH
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Satuan Pelajaran : SMA
Pokok Bahasan : Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Kelas/Semester : X/I
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Standar Kompetensi : Menganalisis Perkembangan dan Perluasan Kekuasaan Bangsa-bangsa Eropa
Kompetensi Dasar : Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
I. Indikator : – Siswa dapat menjelaskan perubahan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi Eropa
– Siswa dapat menjelaskan mengapa bangsa Eropa memburu rempah-rempah di Indonesia
– Siswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera
II. Materi Ajar : Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia
III. Metode Pembelajaran : – Ceramah
– Diskusi
– Penugasan
IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
– Pembukaan
– Apersepsi
– Menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti (60 Menit)
– Menjelaskan perubahan-prubahan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi di Eropa
– Menjelaskan mengapa bangsa Eropa memburu rempah-rempah di Indonesia
– Menjelaskan faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melaukan penjelajahan samudera
– Menugaskan kepada siswa untuk membentuk kelompok mendiskusikan latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia
C. Kegiatan Akhir (20 Menit)
– Penutup
– Kesimpulan
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
– Buku-buku Sejarah SMA Kelas X
– Peta
– Gambar-gambar
VI. Penilaian
– Memberikan tanya jawab lisan
– Tes tertulis (essay)
Satuan Pelajaran
Satuan Pendidikan : SMU
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Social
Sub Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas / Semester : XII / I
Alokasi Waktu : 2 × 45 menit (1 x pertemuan)
I.Standar Kompetensi
Menganalisis perkembangan ekonomi Indonesia dalam upaya mengisi kemerdekaan dari tahun 1950-1965.
II.Kompetensi Dasar
Menganalisis kebijakan pemerintah dalam penerapan sistem ekonomi liberal tahun 1950.
III.Indikator
1.Menguraikan latar belakang diterapkannya sistem ekonomi liberal.
2.Menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam pelaksanaan sistem ekonomi liberal dengan upaya memperbaiki keadaan ekonomi.
IV.Materi Standar
1.Latar belakang pelaksanaan sistem ekonomi liberal.
2.Langkah- langkah yang diambil pemerintah dalam sistem ekonomi liberal adalah dengan cara :
a)Nasionalisasi De Javasche Bank
b)Sistem ekonomi gerakan benteng
V.Kegiatan Pembelajaran
1.Kegiatan awal
Menciptakan suasana kelas seperti salam pembuka dan do’a.
2.Kegiatan Inti
a)Membagi siswa dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
b)Diskusi kelompok dalam rangka menganalisis kebijakan Pemerintah tentang sistem ekonomi liberal yang diterapkan pada tahun 1950, dan menganalisis langkah-langkah yang ditempuh pada masa sistem ekonomi liberal tersebut.
c)Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi temanya.
3.Kegiatan Akhir (penutup / repleksi )
a)Kesimpulan hasil diskusi
b)Menutup pembelajaran dengan salam penutup
VI.Media
1. Buku pelajaran Sejarah SMU 3,untuk SMA kelas XII.
2. Artikel
VII.Evaluasi
Tes Uraian:
1.Sebutkan faktor apa saja yang menyebabkan suramnya ekonomi dan kondisi keuangan pada masa sistem ekonomi liberal!
2.Apa tujuan dilaksanakannya sistem ekonomi gerakan benteng, dan mengapa sistem tersebut mengalami kegagalan?
NAMA : HANIK PUSPITASARI
NIM : A1A105047
SATUAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XII
Semester : Genap
Materi Pokok : Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia.
1.1 Menguraikan pengaruh perang dingin terhadap
kebijakan politik Indonesia.
II.Standar Kompetensi
Pengaruh Perang Dingin terhadap Indonesia
III.Indikator
1. Menganalisis pengaruh perang dingin.
2. Menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia pasca
perang dingin.
IV. Langka Pembelajaran
Pertemuan I :
A. Pendaluhuan:Mempersiapkan kelas
B. Kegiatan Inti:Mengkoordinir siswa untuk berdiskusi.
Diskusi kelas untuk mendiskripsikan pengaruh perang
dingin terhadap Indonesia.
C. Penutup:Memberi tugas individu membuat makalah
tentang pengaruh perang dingin terhadap Indonesia.
Pertemuan II :
A. Pendahuluan:Mempersiapkan kelas tanpa presenasi.
B. Kegiatan Inti:Meminta setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan
sebelumnya, kelompok lain menanggapi presentasi
temannya.
C. Penutup:Evaluasi dari peserta yang telah tampil.
Pertemuan III :
A. Pendahuluan:Mengecek tugas siswa pada pertemuan
sebelumnya.
B. Kegiatan Inti:Mengorganisir siswa untuk membicarakan
tentang pengaruh perang dingin terhadap Indonesia.
C. Penutup:Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat
makalh dengan benar dan membuat rangkuman materi.
V. Media :
1. Lembar Kerja Siswa
2. Peta Dunia
3. Artikel
VI. Sistem Penilaian, mencakup ranah :
1. Penilaian ranah kognitif:Tes uraian.
2. Penilaian ranah afektif:Laporan hasil diskusi dan
hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian ranah psikomotor:Laporan hasil penyajian
makalah.
VII. Sumber bahan
1. Buku Paket Erlangga
2. Buku-buku yang relavan
3. Artikel
NAMA : Muhammad Fauzi
NIM : A1A104003
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
PENIDIDIKAN PADA ANAK
Pendidikan merupakan bekal hidup kita dimasa depan, tanpa pendidikan bagaimana nasib kita nanti. Pendidikan sebagai pondasi dimana kita bisa bertahan dari tantangan hidup yang dari zaman ke zaman semakin canggih. Kita sudah tau bagaimana kehidupan sekarang, hidup abad 21 adalah hidup yang sangat sulit, semua serba memerlukan keterampilan dan keahlian agar bisa mengimbangi kehidupan pada abad ini. Tentunya untuk dapat bertahan hidup dan terhindar dari arus negatif globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat masuk, kita harus mempunyai senjata dan tameng yang ampuh agar bisa bertahan. Lalu apa senjata dan tamengnya ? jawabnya adalah pendidikan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan lagi adalah bagaimana keadaan dunia pendidikan anak nantinya, melihat bagaimana situasi dan kondisi sekarang ini yang semakn sulit. Jawabnya adalah kita harus tanamkan pendidikan sedini mungkin. bagaimana caranya ? tentu, sebagai orang tua, tau bagaimana pendidikan yang baik untuk anaknya. Orang tua harus mengerti keadaan anaknya, orang tua tidak bisa memaksakan kehendaknya agar anak ini harus memperoleh pendidikan dimana. Yang penting adalah biarkan anak memilih dunia pendidikannya sendiri, biarkan dia berinprovisasi dengan pendidikan apa yang diinginkannya. Tetapi di sini dengan catatan bahwa dunia pendidikan yang dipilih sang anak tidak melenceng kearah yang negatif. Maksudnya adalah orang tua membiarkan anaknya sendiri yang memilih pendidikannya tetapi sang orang tua tidak hanya berdiam diri saja, orang tua harus melakukan pengawasan juga pada anak. Selama pendidikan yang dipilihnya baik, orang tua harus memberikan support pada anak. Anak akan menjadi merasa enjoy apabila tidak ada paksaan dari pihak orang tua atau pihak manapun. Anak kalau dipaksa dia akan semakin berontak. Jadi, biarkan anak berkreasi dan memlihin dunia pendidikannya selama itu baik untuk masa depanya. Sebagai orang tua dukung dan berikan anak suport serta motivasi yang tinggi.
Nama : Kamsinah
Nim : A1A105037
Satuan Pelajaran
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas : X11
Semester : 1(satu)
Pertemuan ke : 2
Alokasi Waktu : 1xpertemuan(2×45menit)
Standar Kompentensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi sehingga lahirnya orde baru
Kompetensi Dasar : Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
Indikator :
- Menjelaskan makana proklamasi bagi bangsa Indonesia;
- Menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
I. Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat
- Menjelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
- Menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
II. Materi Ajar
- Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia;
- Pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara.
III. Metode Pengajaran : Diskusi, Ceramah, Tanya Jawab.
IV. Langkah Pembelajaran :
Kegiatan Awal:
- Memberi salam untuk membuka pelajaran
- Mempersiapkan siswa menerima pelajaran
- Menanyakan materi yang akan disajikan
Kegiatan Inti:
- Menganalisis makna proklamasi bagi bangsa Indonesia melalui studi pustaka, diskusi kelompok dan diskusi kelas;
- Menganalisis proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan negara melalui studi pustaka, diskusi kelompok dan presentasi.
Kegiatan Akhir:
- Membuat rangkuman
- Membuat tugas
V. Sumber Belajar : Buku paket Sejarah Nasional Indonesia dan UMum SMA untuk kelas X11 Program ilmu sosial, I Wayan Badrika, Penerbit Erlangga 2006
V1. Penilaian :
- Menilai proses diskusi siswa
- Ulangan.
Satuan Pembelajaran
Nama sekolah:SMU
Mata pelajaran:Ilmu Pengetahuan Sosial
Sub mata pelajaran:Sejarah
Kelas:XII/3
Semester:II
Materi Pokok:Proses berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan terjadinya Reformasi
I.Standar Kompetensi:
Menganalisis proses berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan terjadinya Reformasi
II.Kompetensi Dasar:
- Siswa mampu menjelaskan kronologis jatuhnya pemerintahan Orde Baru
- Siswa mampu menyebutkan faktor-faktor penyebab tuntutan Reformasi
- Siswa mampu menjelaskan sebab-sebab kejatuhan Orde Baru
III.Kegiatan pembelajaran
A. Pendahuluan
Mempersiapkan kelas
B.Kegiatan Inti
-menjelaskan kronologis jatuhnya pemerintahan orde baru
-menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi
-menjelaskan sebab-sebab kejatuhan orde baru
IV.Media pembelajaran
-papan tulis
V.Evaluasi
-Test tertulis
-Test tanya jawab
VI.Sumber dan bahan
-buku sejarah Kelas XII I Wayan Badrika
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran :Sejarah
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas : XII
Semester : 2 [Dua]
Standar Kompetensi : Mendeskripsikan tentang terjadinya Perang
Dingin
Kompetensi Dasar : 1. Menyebutkan Pengertian Perang Dingin
2. Menjelaskan sebab timbulnya Perang
Dingin
3. Menjelaskan akibat Perang Dingin
I.Materi Pelajaran :
1. Pengertian Perang Dingin
Perang Dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan konflik – konflik kepentingan, dan perebutan supremasi, dan perbedaan ideologi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.
2. Sebab Timbulnya Perang Dingin
a. Perbedaan Paham
Paham demokrasi – kapitalis yang dianut oleh Amerika Serikat bertentangan dengan paham sosialis – komunis Uni – Soviet.
b. Keinginan Untuk Berkuasa
Amerika Serikat dan Uni – Soviet mempunyai keinginan menjadi penguasa di dunia ini dengan cara – cara yang baru. Amerika Serikat sebagai negara kreditor besar membantu negara – negara yang sedang berkembang. Uni Soviet yang mulai kuat ekonomimya juga tidak mau kalah membantu perjuangan nasional berupa bantuan senjata atau tenaga ahli.
3. Akibat Perang Dingin
a. Bidang Politik
Amerika Serikat berusaha menjadikan negara – negara berkembang menjadi negara demokrasi agar hak – hak asasi manusia dapat dijamin
Uni Soviet dengan paham sosialis – komunisnya mendengungkan pembangunan negara dengan Rencana Lima Tahunnya. Caranya tidak dilakukaun dengan liberal tapi diktator
b. Bidang Ekonomi
Amerika Serikat memberikan Pinjaman/ bantuan Ekonomi bagi negara – negara berkembang dan negara – negara barat yang hancur ekonominya akibat perang
c. Bidang Militer
Negara – negara barat membentuk North Athlantic Treaty Organization (NATO) 1949 sebagai pakta pertahanan
Uni – Soviet dengan negara – negara Blok Timur membentuk Pakta Warsawa (1955)
II. Metode:
Metode Diskusi dan Metode Ceramah
III. Evaluasi:
a. Penilaian tugas Individu dan kelompok yang meliputi jawaban pertanyaan dan tugas – tugas
b. Keaktifan dan keberanian siswa dalam diskusi kelompok dan presentasi hasil diskusi di depan kelas.
IV. Sumber/Media
a. Buku Sejarah Nasional dan Umum untuk SMA kelas XII Erlangga. Soal
1. Apakah yang dimaksud dengan Perang Dingin?
2. Bagaimana keadaan dunia setelah Perang Dingin berakhir?
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XII/II
Pertemuan ke- : 20
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Standar kompetensi :
3. Menganalisis perkembangan sejarah dunia sejak perang dunia II sampai dengan perkembangan mutakhir.
Kompetensi dasar :
3.1 Menganalisis perkembangan sejarah dunia dan posisi Indonesia di tengah perubahan politik dan ekonomi internasional setelah perang dunia II sampai dengan berakhirnya perang dingin .
Indikator :
1. Mengidentifikasikan munculnya kekuatan negara adikuasa setelah perang dunia II
2. Menganalisis perang dingin sebagai perwujudan dari konflik-konflik yang terjadi antara Blok Barat yang di bawah AS dan Blok Timur yang di bawah Uni soviet.
3. Mendiskripsikan dampak perang dingin bagi dunia.
I. Tujuan pembelajaran :
- Dapat menyebutkan negara-negar adikuasa setelah PD II berakhir.
- Dapat menjelaskan pengertian perang dingin.
- Dapat menjelaskan factor-faktor penyebab terjadinya perang dingin.
- Dapat menyebutkan wujud dari persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur yang saling bertentangan.
- Dapat menjelaskan dampak perang dingin bagi dunia dalam bidang politik, ekonomi dan militer.
II. Materi ajar :
1. Negara-negara adikuasa
2. Pengertian perang dingin
3. Faktor-faktor penyebab terjadinya perang dingin
4. Wujud persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur :
a. Sistem aliansi ;
b. kegiatan spionase
5. Dampak perang dingin
III. Metode pembelajaran :
1) Ceramah bervariasi
2) Tanya jawab
3) Diskusi
4) Penugasan
IV. Langkah-langkah pembelajaran :
A. Kegiatan Awal
1) Apersepsi
- Mereview/mengulang kembali pelajaran yang lalu
- Informasi tujuan pembelajaran
2) Motivasi
- Tanya jawab kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari
B. Kegiatan Inti
- Menyebutkan negara-negara adikuasa yang muncul, diselingi dengan tanya jawab.
- Menjelaskan pengertian perang dingin, meminta siswa untuk mengulangi pengertian perang dingin dengan kata-katanya sendiri.
- Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadi-nya perang dingin, diselingi dengan tanya jawab.
- Menyebutkan wujud dari persaingan antara Blok Barat dan Blok Timuryang saling bertentangan, dan meminta siswa untuk menyebutkan bentuk sistem aliansi dan contoh dari kegiatan spionase.
- Guru membagi siswa dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang, mendiskusikan tentang dampak yang ditimbulkan perang dingin bagi dunia dalm berbagai bidang kehidupan (politik, ekonomi, dan militer).
- Selesai berdiskusi, siswa diminta untuk membacakan hasil diskusinya di dalam kelas.
C. Kegiatan Akhir
1. Kesimpulan
- Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari.
2. Post-tes
D. Penugasan
- Membuat resume mengenai perang dingin secara sitematis.
V. Alat/bahan/sumber ajar :
- Buku Sejarah untuk SMA Kelas 3
- Caption
- Peta
VI. Penilaian (25 menit) :
1. Sebutkan 2 (dua) negara adikuasa yang muncul sebagai kekuatan raksasa di dunia setelah berakhirnya PD II beserta ideologinya !
2. Apa yang dimaksud dengan perang dingin? jelaskan !
3. Jelaskan faktor penyebab terjadinya perang dingin!
4. Sebutkan wujud persaingan antara AS (Blok Barat) dan Uni soviet(Blok Timur)! Beerikan contohnya dan jelaskan!
5. Bagaimana AS menanamkan pengaruhnya di bidang ekonomi kepada negara-negara di Asia sebagai dampak dari pernag dingin bagi dunia?
VII. A) Kunci jawaban :
1. Dua negara aadi kuasa setelah berakhirnya PD II, yaitu Amerika Serikat dengan ideologi liberal-kapitalis dan Uni soviet dengan ideologi komunis.
2. Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflilk kepentingan, dan perebutan supremasi dan perbedaan ideologi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni soviet.
3. Faktor-faktor penyebab perang dingin, yaitu :
a. Perbedaan paham, paham demokrasi kapitalis (AS) mengagungkan kebebasan individu yang memungkinkan kapitalisme berkembang dengan subur. Paham sosialis-komunis (US) berkeyakinan bahwa dapat mempercepat kesejahteraan buruh maupun rakyat, karena negara yang mengendalikan perusahaan akan memanfaatkan keuntungan untuk rakyat.
b. Keinginan untuk berkuasa, AS sebagai negara kreditor besar membantu negara-negara yang sedang berkenbang. Bantuan berupa pinjaman modal untuk pembangunan, dengan harapan bahwa rakyat yang makmur hidupnya dapat menjadi tempat pemasaran industri. Masyarakat miskin merupakan lahan subur bagi paham sosialis-komunis. Bantuan US berupa senjata dan tenaga ahli.
4. Wujud persaingan antara AS dan US adalah sistem aliansi dan kegiatan spionase. Bentuk sistem aliansi AS, yaitu pembentukan NATO (1949) dan SEATO (1954). US dengan pembentukan Paktawarsawa (1955) dan Cominform (1947). Kegiatan spionase : US dengan KGB (dinas intelegen sipil atau dinas rahasia US), AS dengan CIA (dinas rahasia AS untuk mencari keterangan tentang negara-negara asing tertentu.
5. Untuk negara-negara Asia, pres. Truman (AS) mengeluarkan “ The four point program for the economic Develovment in Asia “ berupa bantuan teknik dalam wujud bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di AS yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara sedang berkembang.
Nama : Isriyani Puspitasari
Nim : A1A104013
Tugas : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Wijen
Biji wijen dapat dijumpai dengan mudah pada onde-onde atau roti gambang. Wijen juga sering ditaburkan diatas makanan dan sayuran, serta menjadi bahan baku minyak wijen.
Biji wijen yang sering digunakan jadi bahan kue itu berbentuk biji-biji kecil pipih dengan ujung meruncing. Dibeberapa daerah, wijen dikenal dengan nama lenggon (NAD), lenga (Batak), wijen (Sunda Jawa) dan lain-lain, sementara di Cina, wijen dinamai xhe ma,
Wijen (pesaliaceae) merupakan tumbuhan herba yang tingginya mencapai 1-1,5 meter. Tumbuhan yang berasal dari Afrika Tropis ini dapat tumbuh pada ketinggian 1-1.000 meter diatas permukaan laut.
Letak daun saling berhadapn, bertangkai panjang dan lebih sempit. Bunganya tertancap dua kelenjar, bertangkai pendek dan warna bungannya putih atau ungu. Mahkota bungannya berambut lebat, berbentuk segi empat tumpul panjang. Satu buah bisa berisi lebih dari 50 biji.
Baik dalam bentuk bijinya maupun minyak, biji memiliki aroma khas yang wangi. Selain sebagai pencampur makanan, wijen juga mengandung khasiat obat. Menurut Prof. H.M Hembing Wijaya Kusuma dalam bukunya tumbuhan berhasiat obat Indonesia, wijen berhasiat memperbanyak ASI (Air Susu Ibu lactagoga) dan mencegah kanker dan penuan.
Khasiat wijen didapat dari kandungan zat-zat kimia yang diketahui lewat sejumlah penelitian. Beberapa zat yang ada dalam wijen antara lain gliserida (asam oleat, lonoleat, palmitat, steart, misiristina sesamin, sesamolin, sesamol, liginans, pedaliin planteose, sitokrom C, protein, prantosa, VitamnA, B1, dan E.
Wijen banyak kegunaanya. Bisa untuk pencegahan, pengobatan dan perawatan untuk preventif. Wijen berkhasiat mencagah kerontokan rambut, penuan, kanker, penyakit degeneratif, rambut beruban, stroke, hipertensi dan lain-lain. Untuk pengobatan wijen di manfaatkan dalam mengatasi penyakit batuk, katarak, sakit perut-diare, sakit kepala, kencing nanah, kencing manis, sembelit, beser (sebentar-sebentar kencing), reumatik, dan luka-luka. Wijen juga berkhasiat merawat dan meningkatkan fungsi liver, kecerdasan, stamina dan menghitamkan rambut.
Untuk fungsi-fungsi tersebut wijen dimasak bersama campuran bahan lain, lalu dimakan secara rutin, misal untuk mencegah penuan, biji wijen dicampur kacang merah kecil (Phaseolus Agularis Wight) dan gula merah dibuat bubur dan dimakan. Biji wijen yang ditaburkan diatas makanan tau sayuran berhasiat memperbanyak ASI dan mencegah rambut beruban.
Yang dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penyakit degeneratif berbentuk minyak. Minyak itu digunakan menumis Sop atau masakan dikonsumsi oleh penderita.untuk tekanan darah tinggi, biji wijen kering dibuat bubuk, lalu diseduh dengan air dan diminum. Bisa juga bubuk wijen itu direbus dan airnya disaring diminum 2-3 kali sehari.
NAMA : MURNIATI SUSANTI
NIM : A1A104010
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
HINDARI ANAK DARI BAHAYA ROKOK
Jumlah perokok usia muda dan anak-anak tidak lain akibat pengaruh iklan rokok dan adanya kecenderungan anak untuk meniru. Remaja saat ini sudah terbiasa dengan lingkungan dimana merokok dianggap baik dan biasa. Selain itu iklan rokok sering diasosiasikan dengan citra macho, berani, suka berpetualang dan nikmat. Sehingga mendorong anak-anak dan anak remaja untuk mencoba.
Anak-anak sering kita jumpai dibawah umur 18 tahun banyak menkonsumsikan rokok. Remaja dan anak-anak sering menjadi korban lingkungan contohnya saja yang sering kita jumpai di sudut-sudut jalan raya, Mall, toko swalayan dan lain-lain. Sehingga terjadi berbagai masalah yang timbul dari anak tersebut karena beban pelajaran sehingga menimbulkan stress, tertekan akibat didikan orang tua, lingkungan, dan pergaulan bebas.
Sehingga reaksi stress pun beragam-ragam yang memicu terjadinya penyimpangan, adanya tawuran antara para pelajar dan mencoba obat-obatan terlarang hamper rata-rata anak-anak mengalaminya.
Perlunya perlindungan bagi si anak dari bahaya tersebut karena lingkungan, pergaulan dan keluarga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dan pendidikan dalam keluarga merupakan prioritas utama. Jumlah anak yang merokok dibawah umur 18 tahun meningkat dari waktu-kewaktu. Hal ini membutuhkan penanganan yang serius perlu ditangani secara nyata karena kita tahu dampak rokok bagi anak dibawah umur 18 tahun banyak mengalami gangguan yang terutama terganggunya sistem atau fungsi jaringan-jaringan tubuh.
Untuk hal itu peran orang tua dalam menjelaskan baik buruknya rokok dan zat-zat yang terkandung didalam rokok. Karena itu keluarga sejak dini sudah harus ada upaya menghindari anak-anak dari bahaya rokok.
NAMA : Diah Ratna Wulan
NIM : A1A104008
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
DOSEN : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
ARTIKEL
PESANTREN KILAT DENGAN WAYANG KULIT
Pada hari jum’at 28 sept 2007 Dalam berita Fokus Siang (12.00 wita) di IDOSIAR, ada suatu berita yang menarik perhatian saya, mengenai pesantren kilat yang diadakan di daerah Tegal. Di mushola Noorhidayah Tegal diadakan pesantren kilat selama bulan Ramadhan, yang menjadi keunikannya adalah adanya wayang kulit dalam mengisi pesantren tersebut yang di Dalangi Ki Ragil Suroso.
Pesantren kilat umumnya hanya ada dibulan Ramadhan dengan tujuan mempertebal keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Umumnya pesantren kilat yang diadakan di sekolah-sekolah dilakukan selama 3 hari saja, tetapi di Tegal khususnya di mushola Noorhidayah dilakukan 1 bulan penuh dalam bulan Ramadhan. Di mushola ini selain ada pengajian Al-Qur’an, ceramah agma, pembelajaran cara berwudu dan sholat yang benar, juga sholat berjamaah, selain itu yang membuatnya menarik adalah adanya wayang kulit bernuansa Islami. Perwayangan ini juga pernah dilakukan oleh salah satu wali songo (9 wali), untuk menyebarkan ajaran Islam. Hal inilah yang rupanya masih dilestarikan oleh Ki Ragil.
Bahasa yang digunakan dalam penyampaian pun bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh anak-anak peserta pesantren kilat.Cerita yang disampaikan masih sekitar dan seputar agama Islam, baik cerita tentang kepahlawanan yang pasti cerita yang mudah dimengerti dan juga memungkinkan untuk anak-anak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wayang kulit yang digunakan pun diwarnai dengan warna yang cerah sehingga mata anak-anak tidak terlalu cape untuk menyimak pertunjukannya, apalagi disampaikan dengan gaya bahasa yang jelas sehingga memudahkan anak-anak mengeri. Apabila suatu cerita disampaikan dengan alat peraga dapat menambah konsentrasi para penontonnya.
Dakwah atau cerita agama yang disampaikan dengan cara wayang ini juga dapat menarik minat anak-anak untuk mengikuti pesantren kilat. Hal ini juga membawa dampak lain yaitu selama liburan di bulan Ramadhan anak-anak dapat mengisi waktu dalam pesantren kilat selain mempertebal keimanan anak-anak juga dapat menyampaikan kebudayaan melalui seni perwayangan.
Pesantren kilat dengan gaya bermain wayang ini sangat unik dan menarik karena sebagai tokoh perwayangan juga dibuat seperti layaknya manusia biasa yaitu bentuk manusia seperti kakek-kakek atau wanita dan anak-anak tidak seperti wayang kulit lainnya seperti bentuk pandawa. Umumnya bentuk tokoh Semar, Petruk, Gareng dan Bagong yang mudah dikenali dan dibedakan oleh anak-anak. Bermain wayang ini tidak seperti biasanya yang menggunakan alat bantu lampu untuk bayang-bayangnya melainkan anak-anak dapat melihat langsung dengan cara duduk di belakang atau di samping Dalangnya, sehingga anak-anak dapat secara langsung belajar cara memainkan wayang tersebut.
Permainan wayang dalam pesantren kilat ramadhan ini selain dapat menyampaikan pesan moral juga sekaligus mengajarkan pada anak-anak sejak dini untuk mencintai kebudayaan sendiri.
Bahasa merupakan hal yang utama untuk penyampaikan informasi, hal ini pulalah yang rupanya sangat diperhatikan oleh Ki Dalang. Tentunya untuk anak-anak berbeda penyampaiannya dengan orang dewasa. Untuk anak-anak peserta pesantren kilat ini Ki Dalang menggunakan bahasa dan gaya bahasa yang mudah diterima dan dimengerti, serta senandung -senandung islam dan syair-syair yang dapat dipahami anak-anak, cerita yang disampaikan pun tidak pernah lepas dari pesan moral guna mendidik akhlak anak-anak peserta pesantren.
Dalam mengelola pesantren kilat di Mushola Noorhidayah ini rupanya tidak hanya Ki Dalang sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan ustad pengurus mushola yang namanya tidak disebutkan. Jelas terlihat bahwa kolaborasi antara ustad dan Ki Dalang sangat membawa manfaat ketimbang sendiri-sendiri, anak-anak pun jadi lebih bergairah dalam mengikuti pesantren kilat.
Sayangnya tidak ditayangkan dengan jelas di berita Fokus Siang acara pesantren ini dimulai dan diakhirinya pada jam berapa dan anak-anak yang mengikutinya. Apa hanya masyarakat sekitar mushola atau dari sekolah-sekolah tertentu, yang jelas saat berita ini ditayangkan anak-anak begitu bergairah mengikuti pesantren ini, hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria anak-anak tersebut. Ditambah lagi dengan adanya hiburan wayang kulit oleh Ki Dalang Ragil Suroso dan oleh bapak Ustad diajarkan cara-cara mengaji Al-Qur’an serta do’a-do’a pendek lainnya.
Saya sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh Ki Dalang Ragil Suroso dengan bapak Ustad mushola Noorhidayah di Tegal, mereka berdua dapat dikatakan melestarikan cara penyampaian dakwah oleh sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam dengan cara menyampaikan melalui kesenian pewayangan.
Nama : Diah Ratna Wulan
NIM : A1A104008
M. Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
ARTIKEL
PESANTREN KILAT DENGAN WAYANG KULIT
Pada hari jum’at 28 sept 2007 Dalam berita Fokus Siang (12.00 wita) di IDOSIAR, ada suatu berita yang menarik perhatian saya, mengenai pesantren kilat yang diadakan di daerah Tegal. Di mushola Noorhidayah Tegal diadakan pesantren kilat selama bulan Ramadhan, yang menjadi keunikannya adalah adanya wayang kulit dalam mengisi pesantren tersebut yang di Dalangi Ki Ragil Suroso.
Pesantren kilat umumnya hanya ada dibulan Ramadhan dengan tujuan mempertebal keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Umumnya pesantren kilat yang diadakan di sekolah-sekolah dilakukan selama 3 hari saja, tetapi di Tegal khususnya di mushola Noorhidayah dilakukan 1 bulan penuh dalam bulan Ramadhan. Di mushola ini selain ada pengajian Al-Qur’an, ceramah agma, pembelajaran cara berwudu dan sholat yang benar, juga sholat berjamaah, selain itu yang membuatnya menarik adalah adanya wayang kulit bernuansa Islami. Perwayangan ini juga pernah dilakukan oleh salah satu wali songo (9 wali), untuk menyebarkan ajaran Islam. Hal inilah yang rupanya masih dilestarikan oleh Ki Ragil.
Bahasa yang digunakan dalam penyampaian pun bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh anak-anak peserta pesantren kilat.Cerita yang disampaikan masih sekitar dan seputar agama Islam, baik cerita tentang kepahlawanan yang pasti cerita yang mudah dimengerti dan juga memungkinkan untuk anak-anak dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wayang kulit yang digunakan pun diwarnai dengan warna yang cerah sehingga mata anak-anak tidak terlalu cape untuk menyimak pertunjukannya, apalagi disampaikan dengan gaya bahasa yang jelas sehingga memudahkan anak-anak mengeri. Apabila suatu cerita disampaikan dengan alat peraga dapat menambah konsentrasi para penontonnya.
Dakwah atau cerita agama yang disampaikan dengan cara wayang ini juga dapat menarik minat anak-anak untuk mengikuti pesantren kilat. Hal ini juga membawa dampak lain yaitu selama liburan di bulan Ramadhan anak-anak dapat mengisi waktu dalam pesantren kilat selain mempertebal keimanan anak-anak juga dapat menyampaikan kebudayaan melalui seni perwayangan.
Pesantren kilat dengan gaya bermain wayang ini sangat unik dan menarik karena sebagai tokoh perwayangan juga dibuat seperti layaknya manusia biasa yaitu bentuk manusia seperti kakek-kakek atau wanita dan anak-anak tidak seperti wayang kulit lainnya seperti bentuk pandawa. Umumnya bentuk tokoh Semar, Petruk, Gareng dan Bagong yang mudah dikenali dan dibedakan oleh anak-anak. Bermain wayang ini tidak seperti biasanya yang menggunakan alat bantu lampu untuk bayang-bayangnya melainkan anak-anak dapat melihat langsung dengan cara duduk di belakang atau di samping Dalangnya, sehingga anak-anak dapat secara langsung belajar cara memainkan wayang tersebut.
Permainan wayang dalam pesantren kilat ramadhan ini selain dapat menyampaikan pesan moral juga sekaligus mengajarkan pada anak-anak sejak dini untuk mencintai kebudayaan sendiri.
Bahasa merupakan hal yang utama untuk penyampaikan informasi, hal ini pulalah yang rupanya sangat diperhatikan oleh Ki Dalang. Tentunya untuk anak-anak berbeda penyampaiannya dengan orang dewasa. Untuk anak-anak peserta pesantren kilat ini Ki Dalang menggunakan bahasa dan gaya bahasa yang mudah diterima dan dimengerti, serta senandung -senandung islam dan syair-syair yang dapat dipahami anak-anak, cerita yang disampaikan pun tidak pernah lepas dari pesan moral guna mendidik akhlak anak-anak peserta pesantren.
Dalam mengelola pesantren kilat di Mushola Noorhidayah ini rupanya tidak hanya Ki Dalang sendiri tetapi juga berkolaborasi dengan ustad pengurus mushola yang namanya tidak disebutkan. Jelas terlihat bahwa kolaborasi antara ustad dan Ki Dalang sangat membawa manfaat ketimbang sendiri-sendiri, anak-anak pun jadi lebih bergairah dalam mengikuti pesantren kilat.
Sayangnya tidak ditayangkan dengan jelas di berita Fokus Siang acara pesantren ini dimulai dan diakhirinya pada jam berapa dan anak-anak yang mengikutinya. Apa hanya masyarakat sekitar mushola atau dari sekolah-sekolah tertentu, yang jelas saat berita ini ditayangkan anak-anak begitu bergairah mengikuti pesantren ini, hal ini terlihat dari wajah-wajah ceria anak-anak tersebut. Ditambah lagi dengan adanya hiburan wayang kulit oleh Ki Dalang Ragil Suroso dan oleh bapak Ustad diajarkan cara-cara mengaji Al-Qur’an serta do’a-do’a pendek lainnya.
Saya sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh Ki Dalang Ragil Suroso dengan bapak Ustad mushola Noorhidayah di Tegal, mereka berdua dapat dikatakan melestarikan cara penyampaian dakwah oleh sunan Kalijaga dalam penyebaran Islam dengan cara menyampaikan melalui kesenian pewayangan.
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH
Di sebuah pengajian eksklusif,seorang ibu dengan berlinang air mata mengadukan perilaku anak bungsunya yang terjebak penggunaan narkoba. Si ibu merasa sudah mendidik anaknya secara maksimal,tapi si anak seperti terus “menjauh” dari keluarga,tidak mendengar kata orang tua,dan terus larut dalam pergaulannya di luar sana. Sebagai orang tua yang menghadapi masalah dengan anaknya untuk introsfeksi . “Barangkali ada satu titik lemah yang kita tidak tahu. Sebagai orang tua,kita wajib memberi semangat kala mereka maju dan memberi dorongan ketika si anak mundur. Kalau semua usaha,termasuk pendekatan diri kepada Allah SWT,sudah dilakukan dan belum juga berhasil,maka di sini ada faktor hidayah yang belum turun kepada sang anak atau orang tuanya. “Hidayah hanya bisa diberikan oleh Allah,merupakan petuntuk dari Allah yang harus diusahakan”.”Bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa memberi hidayah pada pamannya Abu Jahal dan Abu Lahab”.
Namun sekalipun hidayah belum didapat,orang tua harus tetap konsesten untuk mendapatkannya. Hidayah tak bisa dating sendiri kalau tidak dicari. Ia memisalkan dengan urusan jodoh. Sekalipun Allah sudah menciptakan manusia dengan pasangannya,tanpa usaha,mereka tak akan bertemu. “Bagaimana mau dapat jodoh kalau di rumah melulu? Coba kalau agak ganjen sedikit saja”.
Bila kita usahakan belum juga membuahkan hasil,tak boleh putus asa. Jika yang tertimpa keburukan itu orang saleh,maka itu merupakan ujian dari Allah. JIka keburukan datang kepada orang beriman (belum berarti saleh),maka itu merupakan siksaan. “Kita melihat banyak sekali orang tak beriman tapi mendapat kemegahan,kekayaan,dan sepertinya kebahagiaan,Padahal,bisa jadi itu adalah uluran atau ancaman dari Allah,yang di pengujung kenikmatan itu mendapat azab besar.
Pembentukan keluarga yang sakinah perlu di upayakan sejak dini.Apalagi,keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat dan Negara. “kalau ingin membentuk Negara yang tangguh,beriman,dan bertaqwa,mesti berawal dari keluarga. Membentuk keluarga berawal dari pernikahan. Pernikahan adalah mempersatukan dua persepsi yang berbeda. Keluaga harus bisa menampung berbagai aspirasi suami isteri’.
Rumah tangga yang sakinah tidak hanya butuh cinta dan kasih saying,tapi penting juga kebutuhan materi semisal sandang,pangan dan papan. Materi harus di usahakan,karenanya ada istilah bekerja sambil berdo’a. Namun ingat, banyak orang beranggapan bahwa kasih sayang bisa dibeli dengan harta. Pada saat itulah manusia memerlukan aturan berupa iman dan taqwa.
Banyak pandangan keliru yang di anut sebagian masyarakat,khususnya yang berfaham sekuler. Pandangan-pandangan sekuler yang mengembangkan rasio semata seringkali menjebak manusia ke dalam kebingungannya sendiri pula. Bagi mereka,sulit sekali memahami dimensi-dimensi “gaib” agama.
Menuju Keluarga Bahagia Menurut Ajaran Rasulullah
Ada empat pilar yang membuat mnusia hidup senang dan bahagia Karen menuruti aturan agama yaitu:
1. Memiliki istri yang salehah atau suami yang saleh
2. Memiliki anak yang baik,bertaqwa dan bisa melaksanakan perintah Allah.
3. Memiliki lingkungan bernilai tinggi. Bila masyarakat di lingkungan kita memiliki ketaqwaan dan keimanan tinggi,maka hendak bertempat tinggal,carilah lingkungan yang baik.
4. Punya rejeki di negerinya sendiri. Suami atau istri tidak pelu memburu rejeki di negeri orang,sehingga terpaksa tidak menjumpai keluarga untuk beberapa waktu lamanya.
Tiga Poin Untuk Hidup Tenteram
1. Tafakur,berfikir bahwa manusia hudup akan mati
2. Tadabur,selalu introspeksi diri
3. Tasyakur,berterima kasih karena harta yang kita peroleh bukan mutlak untuk pribadi kita,sebagian kecil di dalamnya adalah milik anak yatim.
Nama : Khairatunnisa
rs.Ersis W.Abbas,M.Pd
NIM :A1A104006
Tugas :Bimbingan Penulisan Karya ilmiah
Dosen
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH
Di sebuah pengajian eksklusif,seorang ibu dengan berlinang air mata mengadukan perilaku anak bungsunya yang terjebak penggunaan narkoba. Si ibu merasa sudah mendidik anaknya secara maksimal,tapi si anak seperti terus “menjauh” dari keluarga,tidak mendengar kata orang tua,dan terus larut dalam pergaulannya di luar sana. Sebagai orang tua yang menghadapi masalah dengan anaknya untuk introsfeksi . “Barangkali ada satu titik lemah yang kita tidak tahu. Sebagai orang tua,kita wajib memberi semangat kala mereka maju dan memberi dorongan ketika si anak mundur. Kalau semua usaha,termasuk pendekatan diri kepada Allah SWT,sudah dilakukan dan belum juga berhasil,maka di sini ada faktor hidayah yang belum turun kepada sang anak atau orang tuanya. “Hidayah hanya bisa diberikan oleh Allah,merupakan petuntuk dari Allah yang harus diusahakan”.”Bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak bisa memberi hidayah pada pamannya Abu Jahal dan Abu Lahab”.
Namun sekalipun hidayah belum didapat,orang tua harus tetap konsesten untuk mendapatkannya. Hidayah tak bisa dating sendiri kalau tidak dicari. Ia memisalkan dengan urusan jodoh. Sekalipun Allah sudah menciptakan manusia dengan pasangannya,tanpa usaha,mereka tak akan bertemu. “Bagaimana mau dapat jodoh kalau di rumah melulu? Coba kalau agak ganjen sedikit saja”.
Bila kita usahakan belum juga membuahkan hasil,tak boleh putus asa. Jika yang tertimpa keburukan itu orang saleh,maka itu merupakan ujian dari Allah. JIka keburukan datang kepada orang beriman (belum berarti saleh),maka itu merupakan siksaan. “Kita melihat banyak sekali orang tak beriman tapi mendapat kemegahan,kekayaan,dan sepertinya kebahagiaan,Padahal,bisa jadi itu adalah uluran atau ancaman dari Allah,yang di pengujung kenikmatan itu mendapat azab besar.
Pembentukan keluarga yang sakinah perlu di upayakan sejak dini.Apalagi,keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat dan Negara. “kalau ingin membentuk Negara yang tangguh,beriman,dan bertaqwa,mesti berawal dari keluarga. Membentuk keluarga berawal dari pernikahan. Pernikahan adalah mempersatukan dua persepsi yang berbeda. Keluaga harus bisa menampung berbagai aspirasi suami isteri’.
Rumah tangga yang sakinah tidak hanya butuh cinta dan kasih saying,tapi penting juga kebutuhan materi semisal sandang,pangan dan papan. Materi harus di usahakan,karenanya ada istilah bekerja sambil berdo’a. Namun ingat, banyak orang beranggapan bahwa kasih sayang bisa dibeli dengan harta. Pada saat itulah manusia memerlukan aturan berupa iman dan taqwa.
Banyak pandangan keliru yang di anut sebagian masyarakat,khususnya yang berfaham sekuler. Pandangan-pandangan sekuler yang mengembangkan rasio semata seringkali menjebak manusia ke dalam kebingungannya sendiri pula. Bagi mereka,sulit sekali memahami dimensi-dimensi “gaib” agama.
Menuju Keluarga Bahagia Menurut Ajaran Rasulullah
Ada empat pilar yang membuat mnusia hidup senang dan bahagia Karen menuruti aturan agama yaitu:
1. Memiliki istri yang salehah atau suami yang saleh
2. Memiliki anak yang baik,bertaqwa dan bisa melaksanakan perintah Allah.
3. Memiliki lingkungan bernilai tinggi. Bila masyarakat di lingkungan kita memiliki ketaqwaan dan keimanan tinggi,maka hendak bertempat tinggal,carilah lingkungan yang baik.
4. Punya rejeki di negerinya sendiri. Suami atau istri tidak pelu memburu rejeki di negeri orang,sehingga terpaksa tidak menjumpai keluarga untuk beberapa waktu lamanya.
Tiga Poin Untuk Hidup Tenteram
1. Tafakur,berfikir bahwa manusia hudup akan mati
2. Tadabur,selalu introspeksi diri
3. Tasyakur,berterima kasih karena harta yang kita peroleh bukan mutlak untuk pribadi kita,sebagian kecil di dalamnya adalah milik anak yatim.
Nama : Dewi Yuliana Indah
NIM : A1A104002
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
BISAKAH KITA HIDUP SUKSES ?
Bisakah Kita Hidup Sukses ?. Jawabnya ya. Setiap manusia yang hidup di dunia ini bisa hidup sukses. Sebuah pengalaman, Andrie Wongso seorang dari Surabaya yang berlatar belakang keluarga miskin dan hanya berpendidikan SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat bisa menjadi pengusaha konveksi yang sukses dan seorang motivator terkemuka di Indonesia serta penulis buku-buku best seller, hingga kini ia diberi gelar SDTT plus TBS alias Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses. Bukanlah hal yang mustahil untuk dapat meraih sukses jika dalam jiwa kita tertanam tekad dan kerja keras tanpa mengenal putus asa.
Tekad dan kerja keras merupakan dua kata kunci yang kiata ketahui untuk dapat hidup sukses namun terkadang begitu sulit untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari. Perilaku hidup malas yang sudah membudaya seakan membelenggu erat dalam kehidupan manusia yang enggan untuk berpikir. Sikap hidup yang pasrah akan nasib dan nerimo apa adanya juga merupakan salah satu sikap hidup yang fatal. Jika kita bertekad dan mau berusaha atau bekerja keras mengubah keadaan menjadi lebih baik pastilah akan ada secercah harapan menuju kehidupan sukses. Kita dapat bercermin dari negara Cina. Cina merupakan negara urutan teratas dalam tingkat kepadatan penduduknya. Tapi toh Cina mampu menghindar dari krisis ekonomi dan masyarakatnya dapat hidup sejahtera. Sikap hidup yang ulet, rajin, bekerja keras, serta pantang menyerah merupakan modal dasar bagi mereka dalam mencapai kesuksesan. Jika telah hidup sukses pun lantas tidak mengubah kinerja mereka dan berbalik arah memiliki perilaku konsumtif. Dalam perang kemerdekaan Indonesia saja kerja keras dan tekad pantang menyerah kepada penjajah menjadi modal dasar yang utama dalam menghapuskan kolonialisme di negeri kita, tanpa tekad yang kuat dari para pahlawan sangsi rasanya kita sekarang bisa menikmati udara merdeka di bumi nusantara ini.
Bisakah kita hidup sukses ?. Sekali lagi jawabannya bisa. Dalam bukunya “ Menulis Sangat Mudah”, Drs. Ersis Waramansyah Abbas, M.Pd menyampaikan bahwa setiap orang itu dilahirkan dengan bekal setriliun sel neuron yang terdiri dari seratus miliar (100.000.000.000) sel aktif dan sembilan ratus miliar (900.000.000.000) sel pendukung , padahal otak itu hanya seberat 1,5 kg. Itu belum apa – apa, kalau digunakan setiap sel bisa berkoneksi 20.000. hingga setiap manusia yang lahir pada hakikatnya, born to be a genius. Nah, dengan demikian pastilah manusia memilki potensi dan kemampuan untuk bisa menggunakan otaknya yang luar biasa dalam mencapai kehidupan yang tentunya jauh lebih baik. Sang Khalik tidak menurunkan manusia ke dunia ini untuk hidup menderita, miskin, dan sengsara karena Beliau malah memerintahkan agar manusia selalu giat berusaha dan bekerja keras sesuai denagn firman-Nya dalam surah Ar Ra’du ayat 11 yang artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Jelas disini bahwa segala hal yang berupa kesuksesan atau pun keterperukan yang terjadi dalam kehidupan manusia tergantung dari kesadaran individu masing – masing untuk bisa meraih sukses.
Nama : An Nisa Zuraida
NIM : A1A104047
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas
BANJARMASIN CLEAN AND GREEN
Senin, 24 September 2007 kemarin, kota Banjarmasin genap berusia 481 tahun. Banjarmasin kian sudah maju pesat baik dalam keadaan ekonomi, penduduknya, dan lain sebagainya. Banjarmasin kini berkembang menjadi sebuah kota pusat perekonomian Kalimantan. Banyak kemajuan yang sudah diperoleh Banjarmasin sejak berdiri 481 tahun lalu. Namun, dari sekian banyak kemajuan tersebut, Banjarmasin mendapat gelar yang sangat “Terhormat” yaitu menjadi Kota Terkotor dari 13 kota yang menjadi peserta penilaian adipura untuk kategori kota besar meskipun pada tahun ini berada diurutan ke 12. Sebuah kenyataan yang sangat miris kita sebagai putra dan putri daerah Kalimantan Selatan. Predikat tersebut telah menampar muka Pemerintah Kota Banjarmasin, masyarakat Banjarmasin dan seluruh komponen didalamnya namun hal ini sekaligus juga menyadarkan kita betapa kotornya kota kita tercinta ini. Inikah wajah Banjarmasin sekarang ? sebagai “Urang Banjar” asli saya malu bahwa kota yang selalu saya banggakan adalah ternyata kota besar terkotor di Indonesia.
Untuk memulihkan nama baik kota Banjarmasin dan merubah citra kota “Terbersih” Walikota Yudi Wahyuni mulai berbenah. Yudi mencanangkan Program Clean dan Green pada puncak peringatan HUT ke 481 Kota Banjarmasin , 24 September kemarin. Untuk tahap pertama, Pemko Banjarmasin menetapkan jalan Lambung Mangkurat sebagai lokasi proyek percontohan Clean dan Green. Namun, saya sangsi apakah keinginan tersebut akan tercapai.. sedangkan masyarakat banyak yang tidak sadar kalau kebersihan itu sebagian dari iman. Masih banyak warga kota yang membuang sampah sembarangan di sungai, dijalan dan lain sebagainya padahal sudah ada perdanya. Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, got, selokan banyak mampet, sungai-sungai airnya keruh, hitam, kotor banyak sampah, banyak pemukiman kumuh, begitu juga pasar-pasar tradisional kumuh, semraut, sampah dimana-mana serta sering menimbulkan macet. Itu merupakan sebagaian dari sekian banyak PR untuk kita dan pemerintah kota untuk menciptakan kota Clean dan Green tersebut.
Slogan BUNGAS, yang selalui menyertai penyebutan kota Banjarmasin patut dipertanyakan, apakah slogan itu pantas untuk kota Banjarmasin yang panas, berdebu, kotor, dan tata kotanya juga semraut ini ?
Dalam hal ini, untuk menciptakan kota Banjarmasin yang Clean dan Green (Bersih dan Hijau), perlu kerjasama yang sinergi dari semua pihak baik itu pemerintah kota, aparaturnya dan juga warga kota Banjarmasin. Semoga program Clean and Green tersebut dapat menjadi titik awal untuk tetap mempertahankan slogan Banjarmasin BUNGAS (Bersih, Unggul, Nyaman, Gagah, Aman, Serasi).
Nama :Haryani
Nim : A1A1O5015
1. Satuan Pembelajaran
2. Nama sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahua Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
Semester : 1
Materi Pokok : teori-teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. Kompetensi Dasar
kemampuan menganalisis pengaruh perkembangan agama dan budaya hindu budha di indonesia
II. Indikator :
mendeskripsikan teori-teori tentang masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
IV. Kegiatan Pembelajaran
A.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas
2). Kegiatan inti :
- Mengorganisir siswa untuk berdiskusi kelompok.
- Diskusi kelas dalam rangka mendeskripsikan proses masuknya pengaruh agama dan budaya hindu budha di indonesia
3). Penutup (refleksi) : Memberi tugas individu membuat deskripsi tentang teori masuk dan berkembangnya agama dan budaya hindu budha di indonesia
B.1). Pendahuluan : Mempersiapkan kelas untuk presentasi
2). Kegiatan inti :
- Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya (1).kelompok lain menanggapi atas presentasi temannya, membahas kegiatan diskusi
3). Penutup : Evaluasi dari peserta yang tampil mempresentasikan.
C.1) Pendahuluan : Mengecek tugas siswa pertama pertemuan sebelumnya.
2) Kegiatan Inti : Menorganisir siswa untuk membicarakan tentang teori-teori tentang masuknya agama dan kebudayaan hindu budha di indonesia
3). Penutup : Pemberian motivasi bagi siswa yang membuat tugas deskripsi teori-teori tentang proses masuknya agama dan budaya hindu budha di indonesia
D.1). Pendahuluan : mempersiapkan kelas kuis.
2). Kegiatan inti : Mengorganisir siswa untuk mengkaji tentang teori-teori tentang proses dan masuknya kebudayaan hindu budha di indonesia
3). Kegiatan penutup : Membuat rangkuman materi, tugas pr.
V. Media Pembelajaran
1. Lembar kerja siswa
2. Artikel
3. buku paket sejarah
VI. Sistem penilaian
Penilaian dilakukan mencakup 3 ranah, sebagai berikut :
1. Penilaian ranah kognitif yang tagihan tes formatif, berbentuk uraian dan kuis.
2. Penilaian ranah afektif dengan tagian berupa laporan hasil diskusi dan hasil pengamatan diskusi kelompok.
3. Penilaian Psikomotor dengan tagihan laporan tugas wawancara yang dilakukan secara individu dan hasil laporan penyajian artikel.
VII. Sumber Bahan
1. Buku-buku yang relavan.
2. Artikel
3. peta/atlas
MEMBANJIRNYA KAUM PENGEMIS PADA BULAN RAMADHAN
(Oleh : *Noor Hair*)
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh hikmah dan ampunan. Di bulan Ramadhan ini para umat Islam diseluruh dunia melakukan ibadah puasa. Di dalam perwujudan dalam beribadah para umat Islam tidak hanya dengan puasa, tetapi juga tentunya dengan melakukan “Shalat Lima Waktu” yang merupakan kewajiban semua muslim, melakukan tadarus, memberi sedekah kepada fakir miskin, dan perbuatan ibadah lainnya. Namun yang menarik disini yaitu mengenai memberi sedekah kepada fakir miskin. Di saat kaum Muslimin sedang berlomba-lomba dalam beribadah. di bulan Ramadhan ini Hal ini justru menjadi momentum bagi para pengemis untuk mengais rejekinya. Jika di bulan biasa tidak banyak kelihatan para pengemis yang berkeliaran, maka di bulan Ramadhan ini kita akan banyak menjumpai kaum pengemis yang berkeliaran di jalan-jalan, ataupun menelusuri dari rumah ke rumah untuk meminta-minta, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Bahkan pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri jumlah para pengemis ini akan semakin banyak, dimana pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri para umat Islam memberikan sedekah berupa zakat kepada para fakir miskin. Pada bulan Ramadhan ini pendapatan dari mengemis sangatlah menggiurkan, dan penghasilan mereka meningkat beberapa kali lipat dari pendapatan di bulan biasa. Sehingga tak mengherankan lagi bila kita akan banyak menjumpai para pengemis ini. Para pengemis ini tidak hanya sudah menggeluti dunia mengemis sudah lama, tetapi juga ada pengemis yang musiman. Artinya, pengemis yang musiman ini muncul hanya pada bulan Ramadhan saja. Mengenai permasalahan ini tentulah semakin memukul Pemerintahan SBY dalam menjalankan pemerintahannya terutama dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Dengan membanjirnya kaum pengemis ini menggambarkan betapa banyaknya kaum miskin di negara kita yang tidak bisa hidup layak seperti masyarakat lainnya. Hal ini memang menggambarkan keadaan Indonesia yang sebenarnya. Dimana kemiskinan makin hari makin bertambah. Pendapatan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat bawah sangatlah rendah, dimana hanya cukup buat makan saja. Dengan keadaan yang demikian tentulah sangat bertolak dengan program kerja Pemerintahan SBY terutama pada saat awal pemerintahannya, dimana Pak SBY berjanji akan mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Namun disini kita tidak boleh menyalahkan pemerintah saja karena tidak mampu mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Namun hal ini dikarenakan oleh SDM kita sendiri yang masih rendah, selain itu juga kartena sifat dari sebagian masyarakat Indonesia sendiri yang memiliki mental mengemis. Mereka tidak mau bekerja keras untuk mencari pekerjaan yang layak dan lebih suka mengambil jalan pintas untuk sesuatu hal, termasuk dalam mencari pekerjaan. Padahal jika mereka mau bekerja keras, tidak menutup kemungkinan menjadi orang yang sukses dan segala sesuatu yang disertai dengan kerja keras tentu akan berbuah manis bagi kita sendiri. Mengenai hal ini saya sungguh merasa kagum dengan kesuksesan yang telah diraih oleh seorang “Tukul Arwana”. Dia berangkat dari kampung menuju Jakarta, hanya untuk memperbaiki kehidupannya supaya dapat hidup yang layak seperti sebagian orang lainnya. Selama di Jakarta hidupnya tidak menentu. Dalam menjalani hidupnya, dia melakoni beberapa pekerjaan-pekerjaan, seperti menjadi seorang pembantu. Tetapi dengan kerja keras dan semangat yang luar biasa, akhirnya dia mampu mencapai kesuksesan dan mampu hidup layak dan bahkan lebih dari kehidupan sebagian masyarakat lainnya. Sekarang ini, siapa sih yang tidak kenal dengan sosok Si Tukul. Mukanya selalu terpampang di Media-media cetak ataupun di siaran televisi, Tukul hampir selalu ada di tiap-tiap acara stasiun televisi. Majikan yang dulunya selalu dilayani, sekarang menjadi koleganya dalam berbisnis, dimana dia dengan mantan majikannya dulu berbisnis dalam mendirikan rumah makan. Dengan apa yang diraihnya sekarang Tukul bisa mengangkat derajat keluarganya di kampung. Sebagai baktinya, dia membuatkan orang tuanya rumah. Padahal sebelumnya apa sih yang bisa diandalkan dari seorang Tukul? Modal gak ada, selain itu juga tampangnya tidak bisa diandalkan buat jalan menuju sukses di dunia entertainer. Tapi dengan kerja keras, menjadikan dirinya sebagai orang kampung yang katro tetapi rezeki kota. Nah, mengenai kesuksesan yang telah diraih oleh Tukul ini, seharusnya menjadi panutan bagi kita semua, bahwa dengan kerja keras segala sesuatu akan berbuah manis bagi kita sendiri. Begitulah sedikit gambaran tentang perjalanan hidup seorang Tukul Arwana. Dan, terus terang saya sangat mengagumi sosok Tukul ini terutama semangat dan kerja kerasnya. Disini jika boleh berandai-andai. Maka andaikan saja semua rakyat Indonesia memiliki semangat mau bekerja keras seperti Tukul, maka saya sangat yakin keadaan bangsa Indonesia tidak seperti sekarang ini. Kembali kepermasalahan mengenai membanjirnya kaum pengemis di bulan Ramadhan ini, karena mereka menganggap mengemis merupakan pekerjaan mudah dan tidak perlu membuang-buang tenaga untuk mendapatkan uang. Hanya dengan menadahkan tangan dan mengucapkan “Assalamualaikum” atau “Minta sedekah Pa’ atau Bu’, mereka bisa mendapatkan uang.
Mengenai masalah membanjirnya kaum pengemis pada bulan Ramadhan tentulah sangat meresahkan sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka, selain itu juga merusak keindahan tata kota karena mereka berkeliaran di jalan-jalan. Hal ini tentu dapat menimbulkan citra buruk bagi pemerintah kita terutama pemerintah kota. Untuk itu merupakan tugas dari pemerintah kota untuk menertibkan mereka. Bahkan pemerintah kota masing-masing daerah dalam menanggulangi masalah ini memerintahkan kepada Dinas Sosial untuk menangani masalah ini dan mengerahkan satuannya yaitu para Satpol Pamong Praja (PP) untuk menertibkan para kaum pengemis yang berkeliaran di jalan. Bahkan baru-baru ini Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Gubernurnya Sutiyoso mengeluarkan Perda mengenai pelarangan bagi para pengemis untuk mengemis dan melarang masyarakatnya untuk memberi sedekah kepada kaum pengemis, bahkan tidak menutup kemungkinan Pemerintah-Pemerintah Daerah di Indonesia juga mengeluarkan Perda ini. Hal ini tentu saja menimbulkan pro kontra dari kalangan masyarakat, karena selain dapat mematikan pendapatan dari kaum pengemis, juga menghalangi masyarakat untuk beribadah (dalam hal ini mengenai pemberian sedekah). Masyarakat menganggap karena memberi sedekah adalah hak bagi setiap orang dan tidak boleh dihalang-halangi. Hal ini menimbulkan masalah lagi karena disatu sisi pemerintah kota tidak mau tatanan kota terusik dengan adanya kaum pengemis ini. Mengenai masalah ini saya hanya bisa berkata “biarkan” mereka menjalani kehidupannya dengan mengemis ini dan masyarakat jangan dihalang-halangi untuk memberi sedekah kepada kaum pengemis, karena masalah beri-memberi adalah hak bagi setiap masyarakat. Tetapi jika sebenarnya ditanya apakah terganggu dengan keberadaan kaum pengemis? Ya, sebenarnya saya juga merasa terganggu, namun apa dikata saya juga merasa iba kepada mereka (kaum pengemis) dan saya juga sering memberi mereka karena saya menganggap mereka melakukan pekerjaannya juga ada alasannya yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika mengenai masalah perut ini tentu saja orang akan melakukan apa saja untuk memenuhinya. Masih untung mereka hanya dengan mengemis, andai saja mereka melakukan cara lain untuk mendapatkan uang misalnya dengan melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, pemalakan. Merampok, dan tindakan kriminal lainnya yang dapat merugikan masyarakat. Kecuali dengan para pengemis musiman saya tidak menyukai keberadaan mereka, karena mereka memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mendapatkan uang. Jadi kepada Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah agar lebih bijak lagi dalam mengatasi masalah ini dan dapat menemukan solusi yang terbaik. Sehingga dengan kebijakannya ini kaum pengemis dalam usahanya memenuhi kehidupan tidak dimatikan. Selain itu juga masyarakat bisa dengan nyaman tanpa adanya suatu keterikatan yang dapat menghalangi mereka dalam melakukan ibadah ( dalam hal memberi sedekah kepada pengemis). Apalagi di bulan Ramadhan ini dimana para umat Islam saling berlomba-lomba dalam beribadah kepada Allah S.W.T. Di penghujung artikel ini Saya hanya bisa berharap semoga pemerintah dapat menemukan jalan yang terbaik mengenai permasalahan ini. Sehingga semua masyarakat Indonesia tidak ada yang merasa dirugikan.
*) Mahasiswa Sejarah Angkatan 2004
Nama : Maiyasa
NIM : A1A104042
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan karya ilmiah
PENDIDIKAN DI “UTOPIA”
Pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Itulah kalimat yang sering dicetuskan para “petinggi” di pemerintahan, tersirat pula dalam alenia keempat yang menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai negara Indonesia. Tentunya prakteknya tidak semudah teorinya,karena kenyataannya masih banyak anak-anak Indonesia yang belum bisa mengecap manisnya pendidikan. Kendala yang dirasakan menjadi beban bagi orangtua adalah biaya pendidikan. Biaya pendidikan dirasakan setiap tahun semakin mahal. Sebelum masuk sekolah anak-anak akan dibebankan biaya pendaftaran yang berkisar dari ratusan ribu rupiah bahkan hingga jutaan rupiah. Selama mengikuti pendidikan, orangtua siswa diwajibkan membayar iuran SPP, sumbangan dan pungutan yang sifatnya tidak terlalu mendesak. Misalnya, uang les dan uang perpisahan bagi anak-anak.
Untuk uang perpisahan, dipungut sebelum anak-anak yang tengah duduk di kelas tiga melakukan ujian kelulusan. Ini berarti menambah beban lagi bagi anak-anak yang kurang mampu, lebih ironis lagi bagi anak-anak yang ternyata tidak lulus, sudah barang tentu, mereka tidak mengikuti perpisahan dengan teman-teman maupun para guru. Bagaimana dengan uang yang mereka bayar untuk perpisahan?
Kendala lain yang menarik adalah kualitas sekolah-sekolah itu, di tengah mahalnya biaya pendidikan. Pertanyaannya adalah:”Apakah biaya yang dikeluarkan orangtua murid sepadan dengan kualitas sekolah?” Kiranya tergantung dari sudutpandang masing-masing orang yang menilai. Bagi orangtua murid pastinya menginginkan sekolah dengan biaya yang terjangkau, sedangkan para guru dan instansi sekolah tentunya beranggapan untuk meningkatkan kualitas sekolah diperlukan biaya yang mahal. Uang itu untuk melengkapi fasilitas sekolah seperti;komputer, ataupun memasang AC di ruang kelas untuk menciptakan kenyamanan sehingga suasana belajar lebih kondusif.
Kendala yang lain adalah kita berada di negara Indonesia. Negara yang tingkat kemakmurannya rendah. Banyak terjadi korupsi di mana-mana. Bagaimana mungkin kita dapat memiliki pendidikan gratis dengan yang berkualitas bagus, sedangkan untuk pembangunan saja masih memiliki hutang yang banyak. Seandainya saja kita tinggal di pulau Utopia, dimana semua orang tinggal berdampingan dengan damai, kehidupan ekonomi yang bagus, tidak ada kesenjangan dan perbedaan antara si miskin dan si kaya, semua dapat sekolah, dan orangtua murid tidak dibebani lagi dengan mahalnya pendidikan. Anak-anak dari orang tua yang kurang mampu tidak perlu merasa “minder” dengan anak-anak lainnya. Semua mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang bagus. Meskipun, Utopia hanya sebuah khayalan, tetapi dapat dijadikan cerminan dari keinginan sebagian besar penduduk Indonesia. Mudah-mudahan negara Indonesia dapat terbebas dari belenggu kemiskinan dan dapat meningkatkan kualitas pendidikannya serta dapat mewujudkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
AGAMA DAN ANAK DIDIK
(Ridha Nurilhami)
Pendidikan Agama merupakan sesuatu yang amat vital bagi seorang anak didik, karakter anak didik yang masih labil, yang mana mereka ini mempunyai rasa ingin tau yang berlebihan, dengan keadaan zaman yang seperti sekarang serba terbuka akan budaya-budaya luar sehingga bisa membuat kepribadian mereka terpengaruhi oleh budaya-budaya barat yang tak seiring dengan budaya kita, oleh karena itu seseorang anak didik harus dibekali suatu pondasi diri yang kuat yakni pendidikan agama serta IMTAQ yang benar-benar Islami, disisi lain Negara kita yang memiliki ideologi Pancasila haruslah menjadi jiwa generasi bangsa kita untuk siap lepas landas ke masa globalisasi kelak.
Negara kita yang masih berkembang harus memiliki modal untuk ikut berpartisipasi di dunia internasional, modal yang pertama adalah mental yang kokoh, sebab tanpa itu kita tidak akan bisa maju, seperti halnya orang berperang, tanpa mental yang kuat walaupun disenjati dengan senjata modern maka hasilnya kekalahan, itu pasti,,, bos.
Oleh sebab itu generasi bangsa kita harus di isi dulu mentalnya sehingga segala budaya-budaya barat yang masuk kenegara kita yang berbagai macam bentuknya, yang mana tidak dapat difilter atau yang tak dapat disaring, maka dengan adanya IMTAQ pada anak didik yang kuat, segala budaya-budaya barat yang merusak generasi kita akan dapat terhindarkan, dan satu lagi bos, kita ingin menjadi Negara yang maju, ingat bos,, kita tidak meniru kebaratannya (Budaya Barat) tetapi meniru kemodernannya (teknologi modern.
Satu contoh kecil saja’’’ dengan masuknya teknologi dibidang informasi yaitu handpone yang mana gunanya untuk memudahkan kita berbicara jarak jauh, tetapi sering kita temui benda tersebut disalah gunakan, seperti dalam hal pornografi, hal ini kan sangat tabu dan merusak mental anak didik kita sebagai generasi penerus bangsa, mau dikemanakan entar Kharisma bangsa kita,,, kalau pemuda-pemudinya doyan ama flim-flim biru’’’’’’’.
Dengan masuknya segala teknologi-teknologi canggih kenegara kita, membuat warna-warni pada Negara kita sebagai Negara yang modern, tetapi disisi lain dengan masuknya teknologi-teknologi canggih ini juga berdampak kepada sesuatu hal yang negatif apabila teknologi ini tidak digunakan tepat guna dan tidak ditangani sedini mungkin maka akan berdampak buruk pada seseorang anak didik, oleh sebab itu perhatian orang tua sangat penting sebagai pengontrol anak didik agar supaya tidak terjerumus dalam tipu muslihat teknologi-teknologi canggih yang sedang menjamur di Negara kita ini.
Kalau kita lihat keadaan anak muda kita sekarang, contohnya disekitar kita saja, “betapa amat memprihatinkan” dengan tingkah anak muda sekarang, yang tidak mengenal lagi yang namanya norma, adab, sopan-santun dan nilai-nilai keagamaan, bagaimana tidak, degan tingkah mereka yang tidak bisa diatur lagi, ‘se mau nya gue kata mereka” dengan hal seperti ini, kita telah dapat melihat mental dan didikasi mereka,,, betapa beloonnya, apakah dengan generasi kita yang seperti sekarang ini Negara kita ini dapat berdiri kokoh, bahkan lebih jaya lagi ataukah nanti Negara kita akan tenggelam dengan kekayaan hutangnya,, dengan keadaan generasi muda kita yang seperti ini, alangkah suramnya ,,, belum lagi dengan masuknya benda-benda haram imperialisme barat yang beredar secara bebas bahkan benda-benda tersebut mendapat keleluasaan dalam penyebarannya yang disebabkan adanya suatu oknum pemerintah yang memberikan perlingdungan hukum seperti miras, narkotika, narkoba dan banyak lagi yang lainnya, yang mana benda-benda haram tersebut merusak masa depan generasi kita dan secara sedikit-demi sedikit akan menghancurkan bangsa kita.
Peranan seorang tenaga pengajar atau pendidik sangatlah dibutuhkan dalam hal pengontrol bagi anak didiknya, dengan sentuhan pendidikan agama yang bertujuan untuk memasukkan nilai-nilai agamis kedalam diri anak didik, tidak lain agar menjadi pondasi dan pertahanan bagi mereka untuk menghadapi segala kemajuan dan kebebasan dari luar, Negara kita adalah Negara yang berlandaskan PANCASILA, yang mana pada Pancasila nilai-nilai keagamaan ialah yang paling utama dan yang paling pertama ditulis dalam sistematisnya, Pancasila merupakan ideologi yang pernah di kagumi diseluruh Negara-negara dimuka bumi ini, jadi dapat kita ambil pelajaran di tubuh pancasila saja, agama yang nomor satu, apalagi pada tubuh kita ini, jadi pendidikan agama merupakan hal yang paling utama dan penting serta harus ditunaikan dulu demi kokohnya sebuah bangunan.
LATUPAN
Pada saat bulan Ramadhan tiba, jutaan umat Islam menyambutnya dengan hati yang gembira karena bulan ini merupakan bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan yang lain, bagaimana tidak, beribu-ribu berkah turun pada bulan ini, contoh kecilnya saja, ribuan umat islam makan bersama, bersanding duduk dialas mesjid untuk melaksanakan buka puasa, terhimpun disana orang-orang kelas atas maupun kelas bawah bahkan gembel sekalipun, disini dapat kita lihat gambaran yang menyatakan bahwa manusia apapun dimanapun, apakah dia yang si kaya atau pun si miskin duduk sama rata dan sama tinggi disaat berbuka puasa, disini lah Tuhan memperlihatkan kepada hambanya, bahwa tidak ada satupun perbedaan bila sudah dihadapan dirinya yang maha kuasa. Sekilas tentang bulan Ramadhan.
Disisi lain pada saat bulan Ramadhan tiba, maka tidak sedikit daerah-daerah di indonesia di banjari oleh petasan, mengapa jadi demikian,,,,,???? Padahal orang yang sedang melaksanakan ibadah itu memerlukan ketenagan agar khusyuk ibadahnya,,, kita ambil contoh didaerah kita sendiri, maraknya permainan latupan pada saat bulan Ramadhan, kita hampiri di setiap sisi-sisi kota dibanjarmasin, hal ini sering kita temui disaat awal-awal Ramadhan, apakah hal ini sudah menjadi kebiasaan anak-anak di Banjarmasin, padahal sudah nyata kalau bermain latupan ini menggangu orang lain disamping itu juga bisa membahayakan si pemainnya, hal ini sering kita temui disaat awal-awal Ramadhan, faktor apa sih yang melatarbelakangi hal tersebut, apakah kita sudah dipengaruhi oleh budaya luar yang bodoh, atau adanya golongan-golongan tertentu yang menyabotase hal ini untuk mengacau aktivitas umat Islam pada bulan ramadhan ini, ataukah karena kita masih tidak paham dengan arti menghormati orang lain atau kita memang ingin tidak mau memahami dan tidak mau tau karena kedongokkan otak kita ini, padahal kita tau mayoritas penduduk Banjarmasin adalah orang Islam.
Masalah diatas tadi merupakan suatu fenomena yang ada dimasyarakat kita, apakah dengan bermain latupan (petasan) ini kita sebagai umat Islam menyambut bulan yang penuh berkah ini, sebagai orang Islam yang pandai tentunya tidak demikian, hal ini sama saja dengan musuh dalam selimut,,,,, kok mengapa orang Islam juga membeli barang tersebut, pada hal ini merupakan perbuatan yang salah dan berdosa ,,, kalau kita memandang dari segi ekonomi, apakah dengan tibanya bulan ramadhan ini merupakan keuntungan bagi orang-orang yang ahli dalam membuat petasan untuk meraup rupiah bisa dikatakan ‘aji mumpung’, padahal kita tahu bahwa pekerjaan membuat petasan hanyalah pekerjaan musiman tetapi mengapa pada bulan Ramadhan ini menjadi lahan subur untuk menjamurnya produk ini,,,, pabrik petasan ini seakan tumbuh subur seperti jamur dimusin hujan, aparat keamanan menggerebek pabrik-pabrik pembuatan petasan ini tetapi yach seperti jamur, mati satu tumbuh lagi sepuluh,,,,, inilah lukisan fenomena bulan Ramadhan di daerah kita,,,,,,
NAMA : NURIL NAJMI
NIM :A1A105023
SATUAN PELAJARAN
Mata Pelajaran: Sejarah.
Kelas/Semester: X/1.
Standar Kompetensi:
Menganalisis perkembangan tata hubungan dunia setelah perang dunia II.
Kompetensi Dasar:
Menganalisis perubahan politik dan ekonomi dunia setelah perang dunia II dan perang dingin.
Indikator:
1.Menjelaskan kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara adikuasa.
2.Menjelaskan perubahan ekonomi sesudah perang dunia II.
3.Menjelaskan perang dingin dan dampaknya.
Alokasi waktu: 2×45 menit (2 jam pelajaran).
Tujuan pembelajaran:
1.Siswa dapat menjelaskan kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara adikuasa.
2.Siswa dapat menjelaskan perubahan ekonomi sesudah Perang dunia II.
3.Siswa dapat menjelaskan perabg dingin dan dampaknya.
Materi pembelajaran:
1.Kekuatan negara-negara adikuasa dan latar belakang lahirnya negara-negara adikuasa.
2.Perubahan ekonomi sesudah Perang dunia II.
3.Perang dingin dan dampaknya.
Metode Pembelajaran:
-Diskusi
-Tanya jawab.
Kegiatan belajar mengajar:
1.Kegiatan awal
a.Menciptakan lingkungan:salam pembuka berdoa
b.Presensi
2.Kegiatan inti
a.Pengorganisasian: kelompok diskusi
b.Meminta setiap kelompok untuk mpresantikan hasil diskusinya masing-masing.
c.Menyimpulkan hasil diskusi oleh para siswa
3.Kegiatan akhir
a.Refleksi terhadap diskusi kelompok tadi
b.pemberian penilaian.
Media:
-Gambar
-Peta
-Buku Sejarah untuk SMA Kelas X.
Evaluasi:
Penilaian dapat di lakukan dengan pemberian tugas berupa tes normatif maupun tugas laporan hasil diskusi.
Tes Normatif:
-Jelaskan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh PD II?
-Sebutkan negara-negara anggota dan haluan politiknya dari beberapa fakta pertahanan!
-Jelaskan upaya-upaya yang dilakukan Amerika untuk membendung Uni soviet bersama sekutunya dalam mengembangkan komunisme diDunia!
Satuan Pembelajaran
Satuan pendidikan : SMA/MA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/semester : XII/1
Standar Kompetensi : Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya Orde Baru.
Kompetensi Dasar : Memganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
Indikator : (1) Siswa dapat menjelaskan persiapan kemerdekaan Indonesia di bidang politik
(2)Siswa dapat menghubungkan peristiwa Rengasdengklok dalam hubungannya dengan perumusan naskah proklamasi
(3) Siswa dapat menjelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
(4) Siswa dapat menjelaskan proses pembentukan lembaga-lembaga kelengkapan Negara
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)
Materi Pokok : Peristiwa sekitar proklamsi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.
Pengalaman Belajar : Siswa memaparkan apa yang dia ketahui tentang materi yang akan disampaikan setelah ada beberapasiswa yang menyebutkan pengalaman belajrnya tadi, maka tugas seorang guru menjadikan pengalaman belajar siswanya tersebut sebagai titik tolak awal untuk menyampaikan materi yang akan diberikan.
Bahan, media, dan Sumber: 1. Bahan, bahan yang dapat digunakan oleh guru untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar adalah bahan-bahan yang relevan, artikel-artikel, kliping dan lain-lain tentang materi yang akan disampaikan.
2. Media, media yang dapat mendukung untuk menyampaiakan materi dapat dipakai media seperti papan tulis, LCD, OHV, internet dan VCD.
3. Sumber, sumber yang dapat dijadikan pegangan oleh guru adalah: Loebis Aboe Bakar (1995). Kilas Balik Revolusi, Kenangan, Pelaku, dan Saksi. Jakarta: Universitas Indonesia. Serta buku Ricklefs.M.C (1999). Sejarah Modern Dikmenum.Jogjakarta: gajah Mada.
Penilaian : a. Teknik : Tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : Uji petik kerja prosedur dan produk
c. Soal dan Instrumen :
PORTO POLIO
NO Komponen Penilaian Nilai/Skor Keterangan
1
2
3
4
5
6 Tes terulis
Kinerja
Produl (karya siswa) penugasan disekolah
Penugasan dirumah / PR
DLL Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
Ada/tidak ada
JLH
mata pelajaran :pendidikan sejarah
kelas :XI
semester :I
materi pokok :pengaruh revolusi perancis,revolusi amerika,revolusi rusia terhadap indonesia
standar kopetensi :menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah bangsa indonesia dari abad ke-18 sampai abad ke-20
kopetensi dasar :membedakan pengaruh revolusi perancis,revolusi amerika,revolusi rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional
idikator : 1.menjelaskan pengertian revolusi erancis,revolusi amerika,revolusi rusia
2.menguraikan peran revolusi perancis,amerika dan rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional indonesia.
tujuan pembelajaran :1.siswa dapat mengetahui pengaruh revolusi perancis,amerika,rusia terhadap pergerakan nasional indonesia
2.siswa dapat menjelaskan sebab pergerakan nasional indonesia
media pembelajaran : buku-buku sejarah dunia
evaluasi : tes formatif
tes formatif :1.jelaskan pengaruh revolusi perancis terhadap pergerakan nasional indonesia
2.jelaskan pengaruh revolusi amerika terhadap pergerakan nasional indonesia
RENCANA PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas / Semester VIII / I
Standar Kompetensi Menjelaskan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia yang dilakukan di berbagai daerah serta pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya di daerah tersebut.
Indikator
1. Menyebutkan daerah-daerah mana saja yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia.
2. Menyebutkan nama-nama tokoh dari daerah tersebut yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
3. Menjelaskan dari awal proses perlawanan tersebut.
4. Mengidentifikasi pengaruh apa saja yang menyebabkan perlawanan itu terjadi.
Alokasi Waktu 2 kali pertemuan
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan daerah-daerah mana saja yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing di Indonesia.
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama tokoh dari daerah tersebut yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
3. Siswa dapat menjelaskan dari awal proses perlawanan tersebut.
4. Siswa dapat mengidentifikasi pengaruh apa saja yang menyebabkan perlawanan itu terjadi.
B. Materi Pembelajaran
1. Perlawanan daerah-daerah di nusantara terhadap kekuasaan asing.
2. Tokoh-tokoh penting yang memimpin perlawanan di nusantara.
3. Proses perlawanan daerah-daerah di nusantara.
4. Pengaruh yang menyebabkan timbulnya perlawanan.
C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi
4. Inkuiri (menemukan)
D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1. Kegiatan Awal
a. Menciptakan lingkungan : salam pembuka, do’a, presensi.
b. Menjelaskan tujuan pembelajaran serta memberikan motivasi.
2. Kegiatan Inti
a. Tanya jawab tentang daerah di nusantara yang melakukan perlawanan terhadap kekuasaan asing.
b. Meminta beberapa siswa untuk menyebutkan tokoh-tokoh perlawanan tersebut.
c. Meminta beberapa siswa untuk menunjukkan gambar para tokoh perlawanan tersebut pada gambar pahlawan yang tertera di dinding.
d. Menjelaskan proses perlawanan yang terjadi di nusantara terhadap kekuasaan asing.
3. Kegiatan Akhir
a. Menyimpulkan materi yang disampaikan.
b. Mengorganisir siswa untuk membentuk kelompok diskusi tentang pengaruh-pengaruh yang menyebabkan terjadinya perlawanan terhadap kekuasaan asing di nusantara untuk pertemuan berikutnya dan untuk berdiskusi di luar jam sekolah.
Pertemuan Kedua
1. Kegiatan Awal
a. Menciptakan lingkungan : salam pembuka, do’a, presensi.
b. Mengorganisir siswa pada kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi.
2. Kegiatan Inti
a. Siswa mendiskusikan materi berdasarkan kelompoknya masing-masing selama 1 jam pelajaran.
b. Setiap perwakilan siswa dari kelompoknya maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya pada jam pelajaran berikutnya.
3. Kegiatan Akhir
a. Menyimpulkan hasil diskusi.
b. Melakukan refleksi terhadap materi yang telah disampaikan.
E. Sumber Belajar
1. Buku Sejarah kelas XII SMA.
2. Gambar-gambar pehalawan.
Komentar Muhammad Hidayat
SATUAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Pokok Bahasan : Tradisi Masyarakat Indonesia Sebelum dan Sesudah Mengenal Tulisan
Sub Pokok Bahasan : Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan
Kelas / Semester : X / II
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit
I. Tujuan Pembelajaran Umum
1. Siswa dapat menjelaskan dan menggambarkan bagaimana tradisi pra-sejarah masyarakat Indonesia.
2. Siswa dapat memahami cara masyarakat mewariskan masa lalu.
II. Tujuan Pembelajaran Khusus
1. Melalui penjelasan,siswa dapat menceritakan keadaan masyarakat Indonesia sebelum Mengenal tulisan.
2. Melalui penjelasan, siswa dapat menceritakan bagaimana cara masyarakat mewariskan masa lalu.
3. Siswa dapat menyebutkan tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan.
III. Materi Pelajaran
1. Cara masyarakat mewariskan masa lalu.
• melalui keluarga
- adat istiadat keluarga
- critera dongeng
• melalui masyarakat
- adat istiadat masyarakat
- pertunjukan hiburan
- kepercayaan masyarakat
2. Tradisi pra-sejarah di Indonesia.
• sistem kepercayaan
• sistem kemasyarakatan
• pertanian kemampuan berlayar
• sistem bahasa
• ilmu pengetahuan
• organisasi sosial
• teknologi
• sistem ekonomi
• kesenian
IV. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendekatan yang digunakan
• Keterampilan proses belajar aktif
• Cerita pengalaman guru
• Ungkapan pengalaman siswa
2. Metode yang diterapkan
• cramah
• tanya-jawab
• diskusi pemecahan masalah.
V. Langkah-langkah
No Kegiatan belajar-mengajar Alokasi Waktu
1 Pendahuluan
- Apersepsi.
- Memotivasi kesiapan siswa.
- Memberi informasi tentang tujuan dari pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa.
5 menit
2 Kegiatan Inti
- Informasi tentang tentang cara masyarakat mewariskan tradisi masa lalu.
- Informasi tentang tradisi pra-sejarah di Indonesia.
25 menit
3 Penutup
- Ajukan pertanyaan secara umum kepada semua siswa untuk mengukur kemampuan siswa untuk mengingat pelajaran yang telah diberikan.
- Kesimpulan materi yang telah diberikan untuk memantapkan pemahaman siswa.
- Pemberian tugas rumah tentang materi.
15 menit
VI. Alat atau Sarana dan Sumber Pembelajaran
1. Alat atau Sarana :
- Papan tulis
- Alat tulis
- UHV
- Peta Indonesia
2. Sumber Pembelajaran
- Buku Sejarah Nasional Indonesia dan Umum, jilid 1, Erlangga.
- Buku Sejarah, jilid 1, Yudhistira.
- Buku Sejarah, jilid 1, Tiga Serangkai.
VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian :
- Proses belajar; keaktifan dalam proses belajar.
- Penilaian hasil belajar dengan tes lisan.
2. Alat Penilaian :
- Tes Pilihan Ganda
- Tes Essay
Komentar Ganda Resnadi
Mata pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
semester : I
Materi : Revolusi Amerika
Standar Kompetensi :
Menganalisis perkembangan sejarah Amerika serta pengaruhnya terhadap Indonesia
Kompetensi dasar :
Menjelaskan perkembangan sejarah Amerika
Indikator :
1.Menjelaskan pengertian Revolusi.
2.menjelaskan latarbelakang sejarah Amerika.
3.menjelaskan pengaruh revolusi Amerika terhadap Indonesia
Tujuan pembelajaran :
1.Siswa dapat menjelaskan pengertian Revolusi Amerika
2.siswa dapat menjelaskan pengaruh Revolusi Amerika terhadapIndonesia.
Materi pembelajaran :
1.Latarbelakangkedatangan bangsa Eropa ke Amerika
2.Revolusi Amerika beserta pengaruhnya.
Media pembelajaran :
1. Peta benua Amerika
2. Buku sejarah Amerika
Evaluasi : menggunakan ujian tertulis berupa pertanyaan Essay.
soal.
1.Bagaimana pengaruh Revolusi Amerika terhadap Indonesia ?
2.Bagaimana Dampak kedatangan bangsa eropa ke Amerika ?
3.Bagaimana hubungan Revolusi Amerika dengan Revolusi yang ada di Indonesia ?
NAMA : EDI BUSTAMI ARIPIN
NIM : A1A104028
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Kenapa Hanya Di Ramadhan?
Bulan Ramadhan adalah bulan sejuta berkah buat umat Islam, karena pada bulan ini ada salah satu malam yang mana kalau kita beribadah pahalanya setara dengan seribu bulan, malam itu disebut malam Lailatul Qadar.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Banjarmasin selalu menyambut datangnya bulan suci ini dengan meriah dan gembira. Datangnya bulan Ramadhan ini membawa berkah tersendiri khusunya bagi masyarakat yang pandai membuat kue dan jajanan khas untuk berbuka puasa.
Para penjual jajanan yang berupa kue-kue khas ramadhan pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini karena hanya dibulan yang penuh barokah inilah hadir pasar wadai Ramadhan. Pasar wadai Ramadhan ini biasnya digelar diseberang jalan didepan mesjid Sabilal Muhtadin, tetapi pada tahun ini pasar wadai Ramadhan ini digelar didepan korem Antasari sampai dengan depan kantor Gubernuran Kalimantan Selatan.
Penjual jajanan khas untuk berbuka puasa dapat dijumpai hampir disetiap jalan-jalan yang ada di Banjarmasin. Sebagai contoh banyaknya penjual jajanan tersebut yang berjualan disepanjang jalan Brigjen H. Hasan Basri dan Disepanjang jalan S. Parman (tepatnya didepan Komplek SD Pasar Lama).
Banyaknya para penjual kue dan jajanan khas bulan Ramadhan ini memang sangat membantu masyarakat yang ingin memanjakan lidah mereka pada saat berbuka puasa, tetapi mengapa hanya ada dibulan suci Ramadhan?.
Jika kita lihat di Kota Martapura pasar wadai yang ada disana selalu buka setiap hari walaupun tidak atau dalam suasana bulan suci Ramadhan. Kalau boleh ditiru pasar wadai yang ada di kota martapura itu juga harus ada di Banjarmasin, soal alokasi tempat biarlah para petinggi Banjarmasin yang memikirkannya.
Dilihat lagi dari banyaknya masyarakat yang datang ke pasar wadai dibulan puasa tersebut maka secara tidak langsung juga akan memberikan kontribusi pajak untuk pemerintah setempat. Disamping hal itu, keberadaan pasar wadai juga akan memberikan lahan pekerjaaan bagi masyarakat luas.
Keberadaan para penjual jajanan untuk berbuka puasa kalau bisa komplen cukup mengganggu para pengguna jalan yang melintas karena tidak adanya pengeloloaan parkir.Macetnya jalan yang ada disepanjang warung-warung penjual jajanan itu disebabkan karena keberadaan warung yang persis dibibir jalan dan hampir semua pembeli parkir atau berhenti tepat didepan warung ditambah lagi banyaknya pejalan kaki.
Untuk itu keberadaan para penjual jajanan ini adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah sehingga pada bulan Ramadhan ditahun yang kan datang keberadaan para pedagang ini tidak lagi mengganggu kelancaran para pengguna jalan.
Nama : M. AZHARI ABRORI
N I M : A1A104029
TUGAS : BIMBINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH
( Artikel Pendidikan )
Lembaga Pendidikan Swasta ?
Apa yang terlintas dibenak anda tentang sekolah-sekolah swasta ? apakah beda dengan sekolah-sekolah negeri ? apakah dulu anda bersekolah di sekolah swasta atau negeri ?
Perkembangan lembaga pendidikan di Banjarmasin khususnya untuk lembaga pendidikan swasta sangat berkembang pesat, kemajuan itu terbukti pada lembaga pendidikan swasta ditingkat SD, SLTP dan SLTA bahkan tingkat perguruan tinggi sudah bermunculan, awalnya dari sebuah yayasan – yayasan swadaya masyarakat atupun yang berlatarbelakang suatu agama. Apakah perkembangan tersebut berdampak baik terhadap dunia pendidikan di Banjarmasin ? Penilaian masyarakat terhadap perkembangan tersebut sangat positif karena banyak orang-orang tua yang lebih memilih agar anaknya bersekolah di sekolah swasta, ini terlihat dari jumlah siswa yang mendaftar pada sekolah – sekolah swasta lebih banyak apalagi untuk perguruan tinggi, yang pada saat ini biaya kuliah di perguruan tinggi swasta dengan di perguruan tinggi negeri hampir sama besarnya. terlebih lagi biaya kuliah di lembaga tinggi negeri tersebut besar namun fasilitas yang diinginkan mahasiswanya tidak memadai
Dengan adanya lembaga pendidikan swasta di Banjarmasin sangat mempengaruhi bagi dunia pendidikan itu sendiri. dalam kenyataan yang terlihat di masyarakat bahwa lembaga pendidikan swasta sudah sangat maju. tidak menutup kemungkinan lagi bahwasanya kemajuan lembaga sawasta dikarenakan adanya persaingan yang ketat antara swasta dan negeri..Beberapa tahun yang telah lewat lembaga pendidikan pemerintah / negeri memang maju dibanding swasta tetapi tidak demikian pada saat sekarang, karena para pengajarnya rata-rata berlebel S1 dan S2 dan juga guru-guru dosen-dosen dari lembaga pendidikan negeri yang diperbantukan untuk menjadi tenaga pengajar pada lembaga pendidikan swasta tersebut. pendapatan yang menggiurkan dari mengajar di lembaga pendidikan swasta merupakan tawaran yang sangat menarik karena itulah guru-guru dan dosen-dosen lebih fokus pada pekerjaan ke-2nya yaitu menjadi tenaga pengajar di swasta sehingga pekerjaan utamanya di pemerintahan menjadi terbengkalai.
Mengapa kebanyakan tenaga pengajar yang notabene pegawai negeri ini menjadi tenaga pengajar di swasta juga? yup, karena mereka berfikir bahwasanya penghasilan yang mereka terima dari pemerintah adalah rutin setiap bulannya (bekerja atupun tidak) namum apabila menjadi tenaga pengajar di lembaga swsta mereka harus rutin atau disiplin dalam mengajar karena apabila tidak, pendapatan mereka akan dipotong sesuai dengan ketentuan
Pada dasarnya setiap lembaga pendidikan baik, orang yang pikirannya maju tidak perlu melihat atau membeda – bedakan lembaga pendidikan mana yang akan dituju, tinggal kita sendiri yang menentukan, apakah kita mau menjalani pembelajaran yang serius atau main-main. bila kita memiliki tekat yang kuat, kita tinggal menentukan lembaga pendidikan mana yang memiliki poin plus untuk dijadikan pilihan. Seperti adanya tambahan pada kurikulum selain Bahasa Inggris, contohnya Bahasa Mandarin, itu terbukti 1 keunggulan lembaga pendidikan swasta walaupun tidak termasuk dalam kurikulum pelajaran seperti yang ada di lembaga pendidikan negeri.
Pada zaman se-modern ini, masih saja banyak orang yang tertinggal pemikiran atau berfikirnya jauh dibelakang. seperti apakah pemikiran itu ? untuk lembaga pendidikan ditingkat SD,SLTP dan SLTA. orang masih berfikir bahwa lembaga – lembaga tersebut diatas adalah lembaganya orang-orang berduit, yang “orang-orangnya” ( yang bersekolah ) dengan suku-suku tertentu saja atau memisahkan diri, tidak berbaur dengan masyarakat mayoritas..Sebagian orang berfikir,apabila bersekolah di lembaga swasta adalah orang-orang yang lebih segala – galanya, namun tidak demikian pada lembaga pendidikan ditingkat perguruan tinggi, sekarang sudah banyak orang berbaur disana tanpa melihat apakah orang itu mampu atau tidak.
Nama : Istiqomah
Nim : A1A105031
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
I. Materi Pokok : Perkembangan politik ekonomi serta perubahan masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
II. Indikator : Menganalisis pengaruh perkembangan politik terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
III. Kegiatan Pembelajaran
1.Pertemuan I
a. pendahuluan : Persiapan Kelas
b. Kegiatan Inti : Menjelaskan tentang materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : mengorganisir siswa untuk berdiskusi
2.Pertemuan II
a. pendahuluan : persiapan siswa untuk berdiskusi
b. kegiatan Inti : pembahasan materi serta diskusi kelas yang melibatkan antar kelompok
c. penutup : pemberian tugas secara organisir mengenai perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
3.Pertemuan III
a. pendahuluan : pemeriksaan tugas kelompok
b. kegiatan inti : pembahasan dengan siswa mengenai tugas tentang perkembangan politik terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : pembuatan rangkuman dan materi
IV. Media Pembelajaran
– Buku Paket dan LKS
– OHP
V. Sistem Penilaian
– Laporan hasil diskusi
– Tugas hasil dari Diskusi
VI. Sumber Bahan
– Buku-buku yang relevan
– Artikel
Nama : Istiqomah
Nim : A1A105031
Nama Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Submata Pelajaran : Sejarah
Kelas : XI
Alokasi waktu : 2 x 40 menit
I. Kompetisi Dasar : Perkembangan politik ekonomi serta perubahan masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
II. Indikator : Menganalisis perkembangan politik terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
III. Kegiatan Pembelajaran
1. pertemuan I
a. pendahuluan : persiapan kelas
b. kegiatan inti : menjelaskan tentang materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : mengorganisir siswa untuk berdiskusi
2. pertemuan II
a. pendahuluan : persiapan siswa untk berdiskusi
b. kegiatan Inti : pembahasan materi serta diskusi kelas
c. penutup : pemberian tugas mengenai perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
3. pertemuan III
a. pendahuluan : pemeriksaan tugas kelompok
b. kegiatan inti : pembicaraan dengan siswa tentang perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Reformasi
c. penutup : pembuatan rangkuman materi perkembangan politik terhadap kondisi sosial ekonomi mastarakat Indonesia pada masa Reformasi
IV. Media Pembelajaran
- Buku Paket dan LKS
- OHP
V. Sistem Penilaian
- Laporan hasil diskusi
- Hasil tugas diskusi
VI. Sumber Bahan
- Buku-buku yang relevan
- Artikel
Satuan Pelajaran
Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : III / V
Judul : Kerjasama Internasional dan Solidaritas Antar Bangsa
Sub-Judul : Konferensi Asia Afrika (KAA)
Alokasi Waktu : 2x pertemuan (4 x 45 menit)
Standar Kompetensi:
Menganalisis latar belakang terbentuknya Konferensi Asia Afrika sampai pengambilan keputusan pembuatan Dasasila Bandung
Kompetensi Dasar:
1. mengetahui pemrakarsa Konferensi Asia Afrika.
2. Menganalisis latar belakang penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika beserta tujuannya.
3. menganalisis hal-hal yang dibicarakan dan hasil yang dicapai dam Konferensi Asia Afrika.
Tujuan Pembelajaran:
1. siswa dapat mengetahui siapa pemrakarsa dan darimana saja mereka berasal
2. siswa dapat memahami mengapa dibentuknya Konferensi Asia Afrika dan apa tujuan dari terbentuknya konferensi tersebut.
3. siswa dapat memahami tentang hasil dari konferensi tersebut.
Materi Umum:
1. latar belakang KAA dikarenakan beberapa hal, yaitu; kedua wilayah ini mempunyai nasib yang sama dalam hal sebagai korban penjajahan bangsa barat, dan setelah bangsa Asia-Afrika merdeka banyak masalah-masalah dalam pembangunan diberbagai bidang serta letak geografis benua yang saling berdekatan, menyebabkan P.M. Ali Sastroamidjojo dari Indonesia, P.M. Pandit Jawaharlal Nehru dari India, P.M. Mohammad Ali Jinna dari Pakistan, P.M. U Nu dari Myanmar, dan P.M Sir John Kotelawala dari Sri Lanka mengadakan Konferensi Kolombo(28-2 Mei 1954) dan Konferensi Bogor(28-29 Desember 1954). (1 x 45 menit)
2. tujuan pelaksanaan KAA ini adalah untuk menciptakan perdamaian dan ketentraman hidup bangsa-bangsa yang ada dikawasan Asia-Afrika. Sedang tujuan KAA itu sendiri antara lain; memajukan kerjasama antar Negara Asia-Afrika, mempertimbangkan berbagai masalah, baik social, ekonnomi maupun politik Negara-negara anggota serta mempertimbangkan masalah-masalah khusus bangsa-bangsa di Asia-Afrika seperti kedaulatan nasional, rassialisme dan kolonialisme. (1 x 45 menit)
3. hal-hal yang dibicarakan mencakup kerjasama ekonomi dan budaya, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, masalah-masalah bangsa yang belum merdeka dan masalah perdamaian dunia seta hubungan internasional. Adapun hasil dari konferensi itu lahir suatu keputusan yang dikenal dengan Dasasila Bandung yang intinya memperjuangkan hak Negara-negara Asia-Afrika yang merasa terjajah dan menghormati kedaulatannya. (1 x 45 menit)
Evaluasi : penilaian dilakukan dengan tes tertulis (1 x 45 menit)
Sumber Bacaan : Buku Paket Sejarah kelas 3 SMA penerbit Cempaka Putih (2004)
Alat : peta dan gambar-gambar yang mendukung
SATUAN PEMBELAJARAN (SP)
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
Jenjang pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Kelas/Semester : X / II
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
I. STANDAR KOMPETENSI
Menganalisis tentang pertumbuhan, perkembangan, dan persebaran agama Islam di Indonesia.
II. KEMAMPUAN DASAR/KOMPETENSI DASAR
Siswa mampu menganalisis dan menjelaskan peristiwa yang berhubungan dengan pertumbuhan, persebaran, dan perkembangan agama Islam di Indonesia.
III. MATERI POKOK
Pertumbuhan, perkembangan, dan persebaran agama Islam di Indonesia.
IV. Materi Pelajaran
1. Proses masuk dan berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam serta perwujudan Akulturasi di Indonesia.
a. Proses masuknya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia
(1) Teori masuknya Islam di Indonesia.
(2) Timbulnya pusat perdagangan dan pelayaran.
(3) Bukti-bukti Sejarah
b. Perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Indonesia.
(1) Cara-cara persebaran Islam.
(2) Peranan wali sanga dalam perkembangan agama dan kebudayaan Islam.
c. Perwujudan Akulturasi agama dan kebudayaan Islam di indonesia
(1) Pengertian Akulturasi.
(2) Bentuk Akulturasi.
2. Kerajaan-kerajaan Indonesia yang bercorak Islam serta aspek-aspek kehidupan disegala bidang.
a. Kerajaan Perlak
b. Kerajaan Samudera Pasai
c. Kerajaan Demak
d. Kerajaan Mataram Islam
e. Kerajaan Banten
f. Kerajaan Makasar
g. Kerajaan Ternate dan Tidore
V. STRATEGI PEMBELAJARAN (SBM)
1. Pendekatan dan Metode yang digunakan
Pendekatan : Keterampilan Proses
Metode : - Ceramah
- Tanya jawab
- Penugasan
2. Langkah-langkah :
No. Kegiatan Belajar Mengajar Alokasi Waktu
1. Pendahuluan
- Apersepsi
- Memotivasi kesiapan belajar siswa
-Informasi tujuan pembelajaran agar siswa mengetahui materi yang akan dikuasai setelah pembelajaran selesai.
± 15 menit
2. Kegiatan Inti
- Informasi tentang proses masuknya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
- Informasi dan tanya jawab tentang teori masuknya Agama dan Kebudayaan Islam diIndonesia.
- Informasi dan tanya jawab tentang timbulnya pusat perdagangan dan pelayaran
- Informasi untuk mengetahui perkembangan Agama di Indonesia.
- Informasi tentang perwujudan akulturasi Agama dan Kebudayaan di Indonesia.
- Informasi tentang kerajaan-kerajaan Indonesia yang bercorak Islam
± 60 menit
3. Penutup
- Ajukan pertanyaan sebagai Pos Test, guna mengukur daya serap siswa tentang materi yang telah dipelajari.
- Simpulkan materi yang telah diajarkan, guna memantapkan pemahaman siswa.
- Tindak lnjut dengan memberi tugas rumah (PR), guna mempersiapkan tentang materi pada minggu yang akan datang.
± 15 menit
VI. Alat/Sarana dan Sumber Pelajaran
1. Alat/sarana : - Papan tulis
- Alat Tulis
- Peta dunia
2. Sumber Pelajaran :
- Buku IPS Sejarah X Tiga Serangkai
- Buku IPS Sejarah X Erlangga
- Buku IPS Sejarah X Intan Pariwara
- Buku IPS Sejarah X Yudhistira
- Buku-buku yang relevan
VII. Penilaian
1. Prosedur Penilaian :
- Penilaian Proses Belajar
- penilaian Hasil Pembelajaran
2. Alat Penilaian
- Penilaian proses
Penilaian proses dilakukan melalui pengamatan pada saat peserta didik melakukan kegiatan.
- Tes lisan
Tes lisan dilakukan melalui tanya jawab tentang kegiatan yang baru dilakukan peserta didik sesuai dengan indikator kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
- Portopolio
Portopolio mencakup seluruh hasil kegiatan peserta didik yang dikumpulkan untuk dijadikan bahan penilaian akhir.
NAMA : SRI WAHYU ASTUTI
NIM : A1A105010
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SLTA
Mata Pelajaran : IPS – Sejarah
Kelas/Semester : XII/3
Standar Kompetensi : 1. Menganalisis Pokok Kebijakan -Pemerintah Orde Baru.
Kompetensi Dasar : 1.1 Mendiskripsikan Perkembangan -Kekuasaan Orde Baru.
Indikator : – Menganalisis Proses peralihan -kekuasaan Politik Setelah Peristiwa G30S/PKI.
– Menjelaskan 4(empat) Peristiwa – Peristiwa plitik penting Pada Masa Orde Baru.
– Mendiskripsikan Kebijakan Pemerintahan Orde Baru.
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit(1xpertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
Agar Siswa dapat :
1. Menguraikan latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. Mendiskripsikan kebijakan pemerintah Orde Baru.
3. Menjelaskan 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde baru.
4. Menganalisis proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. Menjelaskan hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
B. Materi Pembelajaran
1. Latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. kebijakan pemerintahan Orde Baru.
3. 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde Baru.
4. Proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
C. Metode
1. Diskusi
2. Ceramah
3. Tugas
D. Strategi Pembelajaran
Pertemuan pertama
1. Kegiatan Pendahuluan
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Apersepsi : Mendiskusikan mengenai pelajaran dan rumusan masalah yang telah dijelaskan oleh guru.
Motivasi : Menampilkan gambar pada masa Orde Baru, mengajak siswa menelaah kejadian – kejaian pada masa orde Baru.
2. Kegiatan Inti
1. Siswa menyimak uraian tenteng latar belakang lahirnya Orde Baru.
2. Siswa mendiskripsikan kebijakan pemerintahan Orde baru.
3. Siswa menyimak penjalasan 4(empat) peristiwa – peristiwa politik penting pada masa Orde Baru.
4. Siswa menganalisis proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G30S/PKI.
5. Siswa menyimak penjelasan hasil pembangunan nasional yang dilaksanakan pemerintahan Orde Baru.
6. Siswa mengerjakan tugas latihan tentang kebijakan – kebijakan apa yang ditempuh pemerintah Orde Baru di dalam melaksanakan pembangunan nasional.
3.Penutup : Menyimpulkan materi dan memberikan tugas.
E. Sumber Belajar dan Media
– Buku sejarah
– Buku sejarah yang relevan
– Buku Referensi
– Gambar – gambar pada masa Orde Baru
– LCD
F. Penilaian
Tes tertulis(terlampir)
1. Bagaimanakah perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru?
2. Hal – hal apa sajakah yang membuat peran negara pada pemeintahan Orde Baru.
3. Apakah tujuan dan arah dari pembangunan nasional Indonesia?
4. Mengapa supersemar memegang peranan penting dalam munculnya Orde Baru?
SATUAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Sejarah
Kompetensi : Masa kolonial di Indonesia
Sub Kompetensi : Perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat di Indonesia
Kelas / semester: XI / 1
Alokasi waktu : -
Pertemuan : -
1. Tujuan pembelajaran Umum
Siswa dapat mendiskripsikan tentang terjadinya masa kolonial di Indonesia.
II. Tujuan pembelajaran Khusus
siswa dapat menjelaskan latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.
Siswa dapat menjelaskan perkembangan kekuasaan bangsa Eropa di Indonesia.
Siswa dapat menjelaskan akibat dari kolonialisme di Indonesia.
III. Materi Pelajaran
Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia.
Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia yaitu: jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani, Perkembangan ilmu pemgetahuan: penemuan kompas, pembuktian bahwa bumi itu bulat, dan angin muson.
Semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam (Reconquesta)
Perkembangan kekuasaan bangsa Eropa di Indonesia.
Masa kolonial di Indonesia mengakinatkan: – Kekuasaan bangsa Portugis.
-Kekuasaan VOC
-Kekuasaan kerajaan belanda
-Kekuasaan bangsa Inggris
-Kekuasaan Pemerintah belanda.
Nama : Laila Rahmi
NIM : A1A104048
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Puasa Salah Satu Tolak Ukur Menguji EQ
Kecerdasan emosi mulanya diperkenalkan oleh Peter Solovey dari Universitas Harvard dan John Mayer dari Universitas New Hampshire. Istilah itu kemudian dipopulerkan oleh Daniel Goleman dalam karya monumentalnya Emotional Intelligence, Why it Can Matter More Than IQ tahun 1995. Solovey dan Mayer sendiri menggunakan istilah kecerdasan emosi untuk menggambarkan sejumlah kemampuan mengenali emosi diri sendiri, mengelola dan mengekspresikan diri sendiri dengan tepat, memotivasi diri sendiri mengenali orang lain, dan membina hubungan dengan orang lain. Sekarang, coba kita hubungkan dengan ibadah puasa yang kita lakukan di bulan Ramadhan saai ini. Apakah kita tergolong orang yang hanya menahan lapar dan haus atau dengan kata lain sekedar memenuhi kewajiban dalam agama tanpa mamikirkan apalagi merenungi makna dan tujuan dari puasa itu sendiri. Atau kita tergolong orang yang memanfaatkan moment puasa untuk belajar dan melatih serta menempatkan emosi sesuai dengan kapasitasnya.
Bagi mereka yang sungguh-sungguh melaksanakan ibadah puasa tentunya merupakan suatu tantangan untuk mampu menahan sekaligus menempatkan emosi secara tepat dan layak. Puasa menuntun kita untuk mendahulukan pemikiran daripada perasaan, dari situlah kita dapat sekilas melihat apakah masing-masing dari kita mempunyai Emotional Quotient (EQ) yang bagus atau sebaliknya.
Kecerdasan emosional merupakan kerja dari otak kanan. Dimana otak kanan manusia memiliki cara kerja yang acak, tidak teratur, intuitif. Berbeda dengan cara kerja otak kiri yang logis, sekuensiel, dan linier. Kedua belahan otak ini harus diperankan sesuai dengan fungsinya, sebab jika tidak maka masing-masing belahan akan mengganggu pada belahan yang lain.
Kembali kepada pembahasan sebelumnya tentang puasa yang dapat menjadi salah satu tolak ukur menguji EQ. Menurut saya, apabila kita sewaktu melaksanakan ibadah puasa mudah marah-marah dengan alasan yang tidak memadai atau kurang dapat mengendalikan diri, pada intinya perlu berpikir kembali. Apakah kita telah memiliki EQ tapi dibuat diam bahkan dibuat kosong tanpa diisi dan dilatih yang menjadikannya berkarat sehingga isi yang ada di otak kanan kita tambah semrawut. Semoga kita tidak masuk golongan demikian. Pada dasarnya kamampuan untuk mengatur emosi dapat dilatih dan dikembangkan. Bagi anda yang telah cukup mampu menahan emosi dan dapat mengendalikan diri diri di bulan puasa dan juga bulan-bulan lainnya bersyukurlah karena berarti anda telah memberdayakan EQ yang ada pada diri anda, sehingga apa yang telah Allah Swt berikan terasa besar manfaatnya.
Nama : Siswati
NIM : A1A104037
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
Lailatul Qadar
Ketika bulan suci Ramadhan tiba umat Islam menyambut dengan penuh suka cita, mereka berlomba-lomba melakukan kebajikan, mesjid, mushala-mushala di penuhi oleh orang-orang yang ingin beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya serta mencari keridhoan-Nya. Selain kepada Tuhan mereka juga melakukan kebaikan kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Pada bulan suci Ramadhan umat Islam percaya dengan apa yang dinamakan malam Lailatul Qadar yakni Allah akan meurunkan kebajikan kepada seseorang yang dipilih yang taat beribadah dan mengerjakan sunah-sunah-Nya.
Malam Lailatul Qadar mulai malam 21 di bulan suci Ramadhan dan seterusnya pada malam-malam ganjil, umat Islam percaya keajaiban itu bisa turun kepada siapa saja, dari tangggal 21 Ramadhan dan seterusnya pada malam-malam ganjil, pada malam hari sampai jam 03.00 pagi. Lailatu Qadar ini berupa keajaiban sesorang de beri kelebihan oleh Allah, kelabihan tersebut biasanya dugunakan untuk membantu sesama makhluk ciptaan Allah Swt, dan yang mendapat keajaiban ini hanya satu orang saja dan siapa saja.
Kebanyakan orang biasanya belum mengetahui kebenaran Lailatul Qadar tersebut, namun mereka sangat mempercayai walau hanya mendengar desas-desus dari mulut. Apakah Lailatul Qadar tersebut…..???
Nama : Noor Izzatil. M
Nim : A1A104035
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmasyah Abbas, M.Pd
KEJUJURAN TIDAK LAGI MEMPESONA
Ada orang asing mengatakan bahwa Negara Indonesia, Negara yang tidak bermoral. Apa saja dinegri ini bias dibeli. Dari pasir sampai pejabat – pejabatnya. Benarkah tuduhan orang luar itu?
Kalau kita melihat kedalam (bangsa kita sendiri) terlalu banyak kebobrokan – kebobrokan dan penyelewengan – penyelewengan didalam masyarakat, pemerintahan maupun Negara. Salah satunya adalah korupsi yang sudah menjadi semacam penyakit, jaringan – jaringan administrasi (pemerintah) Negara, bidang politik, ekonomi, social, kebudayaan dan segala segi hidup manusia beradap seperti filsafat dan etika. Kematiannya (kehancurannya) hanyalah soal waktu.
Apabila kita bangga dengan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, kebanggaan ini kita bayar mahal sekali. Yang membuat mahal ialah “biaya” korupsi. Dan dengan kata – kata muluk kita bicarakan masalah ekonomi biaya tinggi. Jika masalah ini hendk ditutup – tutupi dapat dikatakan bahwa masalah korupsi dalam pemerinthan adalah masalah manusia yang korupsi. Tapi ini tidak dapat dibenarkan, masalah korupsi dalam pemerintahan adalah suatu asfek dari pada ketiadaan moral atau immoralitas umum. Dasar permukaan kita terutama sekali menjadi persoalan masyarakat yang dikorup.
Pengangguran struktural
Dalam lembaga yang sehat, ada juga manusia – mnusia yang korup. Tetapi apabila suatu lembaga yang berkorupsi, banyak orang yang hidup dan bekerja disana terpaksa dikorup. Sekurang – kurangnya 10–12 juta manusia Indonesia tidak mempunyai pekerjaan. Menganggur! Inilah yang dinamakan pengangguran structural. Artinya manusia yang termasuk pengangguran demikian tidak menguasai sendiri kesempatan – kesempatan kerja. Dalam persamaan ini dapatlah dikatakan bahwa manusia Indonesia dilain strata kehidupan yang menimbulkan kajahatan tinggi dan moralitas umum yang dianggap hal biasa, kekejian yang dibayar mahal, dan integritas pribadi yang menguap dalam immoralitas yang structural.
Kegelisahan moral masa kini dibidang politik, ekonomi,pendidikan bahkan juga kalangan agama – agama disebabkan fakta kunci “ nilai – nilai dan kode – kode (hukum – hukum) dari masa lalu tentang kejujuran tidak lagi mempesona kita”. Tetapi juga ia tidak diganti dengan nilai – nilai yang baru yang akan memberikan arti moral dan sanksi dalam perjalanan hidup rutin, yang harus kita jalankan.
Kebinggungn moral
Kita tidak menolak secara khusus kode – kode yang kita terima. Tetapi bagi sebagian besar dari antara kita, ia telah menjadi kosong. Syarat menerima bermoral tidak ada lagi. Tetapi juga tidak ada keberanian moral untuk menolaknya. Sebagai pribadi –pribadi kebanyakan diantara kita tidak memiliki ketahanan moral. Sebagai golongan kita tidak acuh secara politis. Cukup besar jumlah manusia yang memliki kekurangan penentuan, yang berakibat kita acuh tak acuh dengan apapun juga yang dilakukan dibidang politik dan ketatanegaraan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kita berada dalam kebingungan moral.
Nilai moral dalam pembangunan bangsa tinggi sekali. Bangsa yang tidak mengenal moral, tidak akan mungkin membangun bangsa. Kekuatan moral pejuang – pejuang kemerdekaan bangsa kita, dimulai ditahun – tahun 1908 hingga 1945, yang menyebabkan musuuh – musuh kita dapat dipatahkan kekuatannya. Kebalikannya kita yang berhak moral dan yang berkekuatan moral dalam perjuangan kemerdekaan diri dan menentukan nasib sendiri. Penjajah, fasis, dan kaum militer asing tidak mempunyai kekuatan moral mempertahankan hak yang bukan haknya. Maka persenjataan modern musuh tidak dapat mematahkan perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan, karena tinggi moral perjuangannya, diperkuat dengan moral dan etika, idealisme,jiwa nafsi – nafsian ditolak dan dihidupkan kerelaan berkorban adalah suatu kekuatan moral lainnya.
Sedangkan rsa nasionalisme, rasa cinta tanah air dan bangsa, patriotisme, cita – cita luhur yang merupakan bagian dari kekuatan moral yang mendorong Bung Karno dan Bung Hatta berhasil membawa bangsa berhasil membawa bangsa ini kepada kemerdekaan. Mereka berpegang teguh pada nilai – nilai “lama”, ikhlas, jujur, berprikemenusiaan dan keberanian moral menghadapi kesukaran yang dilemparkan penjajah belanda dihadapan mereka….., tetapi pada masa kini ? sifat – sifat itu sudah mengubur dalam masyarakat, karena kehidupan kita sudah beralih dan kebranian moral melawan penjajah dalam segi apapun. Kepada individualisme yang memperdayakan dan sikaf a-nasionalisme yang mengkhawatirkan : aku – aku, kamu – kamu, materialisme yang mengungkung
Dimanakah letak kejujuran kita sekarang ini berada…..?
Nama : Tri Juarningsih
NIM : A1A104034
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyh Abbas, M.Pd
Kita Kaya tapi Serasa Miskin
Ingatkah Anda dengan pepatah Rusia yang mengatakan “Bila orang terharu melihat kemiskinan, maka lebih dahulu mereka memegang sapu tangan daripada dompet mereka”. Kalau dipikir-pikir sepertinya pepatah Rusia tersebut cukup mampu mencerminkan keberadaan orang-orang kita saat ini. Ironis memang tapi mau diapakan lagi itulah yang sesungguhnya. Kemiskinan seolah-olah hanya sebuah pemandangan lukisan yang katakanlah cukup untuk dilihat dan diberi bungs-bunga kata. Tidak membuat si pemandang untuk lebih jauh menelusuri mengapa lukisan iti begitu indah atau sebegitu mengharukan.
Ternyata ini berlaku di dunia kita sehari-hari, betapa sering kita melihat para gelandangan atau anak-anak kecil meminta-minta di jalanan. tapi lantas apa yang kita lakukan setelah menemukan pemandangan tersebut, kita hanya berucap
“Kasihannya mereka, syukurlah aku tidak mengalaminya”. Tidak salah memang dengan ucapan rersebut karena itu juga pertanda
kita masih mensyukuri nikmat yang telah diberikan Oleh Allah SWT kepada kita. Tapi bukan itu yang dimaksudkan, alangkah lebih bijaksananya lagi kita dengan merogoh isi dompet untuk membantu mereka, tidak perlu banyak-banyak tapi cukup mengganjal isi perut mereka. Bisa dibayangkan betapa bahagia
mereka, mungkin ya walaupun agak berlebihan menurut saya. Saat itu mereka serasa berada di suatu tempat yang begitu
menyenangkan. Sekarang coba kita lihat kembali apakah di sekitar tempat kita berada ada orang-orang yang memang memerlukan isi dompet kita seperti para gelandangan ataukah kita cukup mengambil sapu tangan lalu mengsapkannya ke wajah
kita yang penuh dilumuri airmata iba.
Nama : Lauda Ima
NIM : A1A104036
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
BURUH BANGUNAN JUGA MANUSIA
Jika kita menyebut kata buruh bangunan, pikiran apa yang terlintas di benak kita?upah pas-pasan,tidak berpendidikan, dan tinggal di sebuah rumah kecil, sderhana, sempit, pokoknya semua serba seadanya. Itulah pikiran oleh sebagian banyak orang. Akan tetapi apakah demikian kenyataannya. Selain daripada itu, ada satu hal yang mungkin kita lupa bahwa buruh bangunan atau yang lebih populer disebut dengan tukang bangunan dalam bahasa Banjar tentunya, sedikit banyaknya mempunyai andil dalam pembangunan, contohnya saja di daerah kita (Banjarmasin): ketika ingin membangun sebuah pusat perbelanjaan tenaga buruhlah yang sangat diperlukan, tidak mungkin para orang berdasi (pejabat). Itu hanya contoh dari sebagian kecil peran para buruh bangunan dalam pembangunan, Jadi alangkah baiknya kehidupan para buruh lebih diperhatikan baik secara moril maupun materil. Agar jangan ada lagi anggapan bahwa pekerjaan sebagai buruh bangunan atau tukang bangunan adalah pekerjaan yang rendah.
RAMADHAN : PERAN BAGI KEMANUSIAAN
(Nida Adreawati A1A104061)
tidak terasa saat ini kta kembali berjumpa dengan ramadhan. Satu putaran telah kita jalani sejak ramadhan tahun lalu, kali ini ramadhan hadir sama seperti waktu-waktu sebelumnnya sebagai ruang refliksi setiap muslim, masa untuk melepas nafsu pramatisme yang sama sebelas bulan sebelumnya diforsir habis dengan sedikit memberikan peran kepada hati nurani untuk melaksanakan nilai-nilai hidup yang penuh dengan kesejukan.
Puasa adalah kewajiban yang sangat pribadi bahkan yang hanya menentukan ukuran keseriusan puasa itu hanya Allah SWT, kendati demikian, selaku makluk yang tidak sendiri, nilai puasa itu bisa kita lihat dengan gerak pembebasan penghantaman nilai-nilai penindasan, lapar puasa menjadi mbol dari kenyangrintihan akan hilangnya rasa menolong keada sesama, lenyapnya nurani untuk mengobati luka-luka kemanusiaan. Refleksi lapar ini tidak akan cukup kecuali disertai aksi untuk mengembalikan suasana damai dan sejahtera dalam kehidupan umat manusia.
Disalah satu hadist Rasullullah SAW pernah bersabda bahwa orang berpuasa diamin dengan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan disaat puasa dan kegembiraan disaat bertemu Tuhannya. Pertemuan seorang hamba dengan Allah tidak semata-semata ditafsirkan untuk akhirat kelak. Saat inipun kita selalu bertemu dengan Allah melalui sholat dan puasa khususnya. Sholat dan pusa adalah media pertemuan kita kepada Allah. Di dalamnya kita dipersilahkan untuk mengabdikan diri selaku bertemu “abdun” sekaligus khalifah. Tidak pernah kita mendengar ataupun merasakan kesal apalagi resah ketika ita bertemu Allah. Yang ada hanya keceriaan, rasa bahagia itu akan bermakna menjadi kebahagian di akhirat kelak jika dalam kehidupan dunia ini kita menebarkan rasa damai, nyaman bagi seluruh manusia bahkan menghilangkan rasa takut dan cemas apalagi menindas.
Ketika ikrar kesamaan sebagai “abduh” lahir itu pula kita berkewajiban menjaga dan menjalankan haq Allah SWT terhadap kita. Yaitu memelihara kedamaian dan kesejahteraan di muka bumi. Bila dalam perjalanan hidup hal tersebut tidak kita lakukan berarti kita melakukan pengikaran diri dihadapan Allah SWT sebagai seorang “Abduh”
Dua hal, Al-Qur’an dan puasa bisa menjadi diantara jaminan Allah SWT bagi keberlangsungan peran yang dieman manusia, dan Allah SWT dengan bijak memilih Ramadhan sebagai ruang untuk mendialogkan hal tersebut. Kita dianjurkan berdialog dengan Allah melalui Al-Qur’an guna terus menemukan petunjuk-petunjuk Nya. Hendaknyalah tadarus Al-Qur’an yang kita lakukan diisi dengan tadabbur dan muzakarah. Disisi lain puasa juga menjadi media dialog kepada Allah SWT, kualitas spritual kita diolah melalui refleksi mata hati yang penuh himat. Lapar yang diterpa fisisk bukan menjadi penyakit tetapi justru menjadi obat yang mendorong sehatnya mental sprital kita, merenungi makna diri dan arti kemanusiaan melalui puasa itulah yang kita dialogkan kepada Allah SWT selama ramadhan ini dan membangun sebagai ”abdun” dan khalifah menjadi satu sarana dari puasa.
Oleh karena itu, ramadhan tidak lagi kita lalaikan sebagai ruang untuk meningkatkan kualitas kemanusianan kita, sebagai bagian dari waktu melepaskan makna ramadhan bisa berarti kerugian untuk satu putaran waktu berikutnya. Allah SWT mungkin saat ini sedang menegur kita dengan ramadhan agar kita kembali memperbaiki kerusakan-kerusakan yang menimpa kemanusiaan kita. Semoga pada ramadhan ini kita mendapatkan berkath, rahmah, hidaya, sarta semangat untuk melakukan perubahan bagi kemajuan umat manusia. Amin.
Nama : Abdul Rahman S.
Nim : A1A104018
Mata Kuliah : bimbingan penulisan karya ilmiah
Dosen : Drs. Ersis Warmansyah Abbas, M.Pd
Bulan Ramadhan
Puasa ramadhan adalah rukun islam yang ke 3 kepada setiap umat muslim diwajibkan untuk menjalankannya, karena puasa kita bisa mendapatkan pahala dan dosa kita diampunkan Allah SWT. Setiap umat muslim dianjurkan untuk berpuasa karena dengan berpuasa kita bisa menjaga hati, menjaga perkataan danmenjaga ketenagan hati didalam berpuasa. puasa juga bisa membuat hati kita tenang, damai, bila kita menjalankannya dengan ketulusan hati bahkan kita juga bantu orang yang kesusahan orang membutuhkan. dengan adannya bulan ramadhan ini kita pun bisa menjaga dan mensucikan diri dengan memperbanyak membaca Al Quran, shalat bahkan menolong orang yang membutuhkan/orang yang tidak mampu.
Oleh karena itu ramadhan sebagai ruang lingkup kita dalam kehidupan manusia, dan juga sebagai pandangan dalam setiap umat muslim manusia semoga dengan adanya bulan ramadhan sekarang ini kita bisa mendapatkan amal dan soleh bagi kita yang menjalankannya dan mendapatkan berkah, rahmah, hidayah serta mendapatkan pahala dari Allah SWT. Amin.
nama :Risma Yunyta
NIM : A1A104001
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Demam Tananaman Hias
Di sebagian daerah perumahan di kota Banjarmasin dan juga dipinggiran kota, akhir-akhir ini terlihat dibanyak rumah, disetiap pekarangannya terlihat berbeda karena sekarang banyak ibu-ibu atau remaja putrinya yang sedang demam tanaman hias atau bisa dibilang senang mengkoleksi tanaman hias. Ada banyak alasan demam tanaman hias ini, sebagian besar karena ingin pekarangan mereka terlihat lebih indah atau hanya ikut-ikutan atau mengejar gengsi.
Dengan tingginya minat terhadap tanaman hias tersebut tenyata juga berdampak pada maraknya toko-toko tanaman hias di kota Banjarmasin khususnya di jalan A.Yani Km.7. Maraknya toko tanaman hias di jl.A.Yani dapat terlihat jelas karena disekitaran pasar Ahad saja terdapat sekitar 10 toko. Hal tersebut ditambah lagi dengan ramainya transasksi tanaman hias setiap hari minggu karena sedari hari sabtu sudah ramai pedagang tanaman hias berdatangan bahkan ada yang dari luar kota. Setiap minggu pagi dari jam 6 sampai jam 9 disepanjang jalan A.Yani km.7 terjadi kemacetan akibat aktivitas tersebut. pemebeli tanaman hias tersebut tidak hanya penduduk sekitar tapi ada juga yang datang kota Banjarmasin. Berbagai jenis tanaman disediakan dari tanaman yang sudah terkenal sampai tanaman hutan yang dulunya tidak ada nilai ekonominyapun sekarang laku terjual. Bahkan lucunya anggrek hutan sekarang bisa laku dengan harga yang cukup mahal. Karena maraknya toko-toko tanaman hias di seputaran jl A.Yani tersebut hingga ada toko tanaman hias yang memberlakukan diskon seperti halnya di toko pakaian.
Bagi sebagaian orang mungkin memperbanyak tanaman hias di rumah merupakan pemborosan namun bagi mereka yang terkena demam tanaman hias hal tersebut tidaklah penting. tetapi selain semua itu tentu juga ada sisi positifnya karena maraknya toko-toko tanaman hias menciptakan lowongan kerja baru bagi mereka yang bisa memanfaatkannya. Karena ada toko yang tadinyan warung makanan, toko buah ataupun ruko kosong sekarang berubah menjadi toko tanamanm hias karena mungkin bagi mereka saat ini bisnis tersebut lebih menjajikan, belum lagi mereka yang tidak punya pekerjaan bisa membuka peluang bisnis ini yang modalnya tidak terlalu besar.
Akhir-akhir ini atau remaja putri di banyak rumah memang sedang mengalami demam tanaman hias. Apakah akan berhenti karena sifatnya musiman? atau memang sekarang ini orang memang banyak yang menyenangi mengkoleksi tanaman hias di rumahnya dalam waktu yang berkepanjangan.
Nama : Untung Amin Jaya
NIM : A1A104046
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Traffic Light dan budaya
Lampu lalu lintas (traffic Light) sebuah sarana untul mengatur lalu lintas yang bertujuan menciptakan ketertiban di jalan. hampir disetiap jalan-kalan di setiap kota Banjarmasin berdiri tiang-tiang lampu lintas yang memiliki tiga lampu yang berwarna merah, kuning dan hijau. Dalam peraturannya, lampu merah memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, kuning memperingatkan untuk hati-hati dan hijau menyilahkan untuk jalan.
seyogyanya lampu lalu lintas dibuat untuk mengatur ketertiban di jalan sehingga tercipta keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Namun kesadaran untuk tertib lalu lintas ini sering kita abaikan sebagai contoh, kita sering percepat kendaraan kita di jalan saat lampu lalu lintas menyala kuning karena kita ingin cepat jalamn sebelum lampu berganti merah. Mungkin sekali himbauan saat lampu menyala kuning yang memperingatkan kita untuk hati-hati berubah menjadi “percepat kendaraan anda”.
Suatu ketika saya pernah berhenti diperempatan jalan Gatot Subroto Banjarmasin karena lampu lalu lintas sedang merah padahal pengendara lain tidak berhenti karena jalur lain sedang sepi. saya sempat berfikir apakah saya salah, malahan di tambah lagi orang yang memandang saya. mungkin saya yang salah tidak mengikuti budaya warga Banjarmasin.
Lampu merah yang artinya harus berhenti berubah karena tetap mempertahankan filosofi merah artinya berani. Itulah yang dialami teman saya yang berhenti saat lampu menyala merah dan dari arah belakang datang pengendara lain yang dengan berani tetap jalan, dan akibatnya terjadi kecelakaan.
Saya rasa gambaran mengenai lampu lintas dapat dilihat budaya sebuah kota. sebagai contoh kota Kapuas Kalimantan Tengah, saya melihat kesadaran tertib lalu lintasnya tinggi padahal pengguna jalannya sedikit. Bandingkan dengan kota Banjarmasin yang pengguna jalannya tentu lebih banyak. Saya tidak menilai budaya warga Kapuas lebih baik dari warga Banjarmasin, tetapi untuk peraturan mengenai lalu lintas saja sering di langgar mungkin sekali kita juga dengan mudah melanggar peraturan lain.
Pelanggaran peraturan lalu lintas di kota Banjarmasin saya katakan budaya mungkin berlebihan, tapi saya mendefinisikan budaya sebagai kebiasaan banyak orang dari seringnya terjadi pelanggaran lalu lintas dapat digambarkan kebiasaan masyarakat. Yang pertama kebiasaan melanggar lalu lintas dengan mudah tidak menutup kemungkinan mudah juga melanggar peraturan lain. Yang kedua, kebiasaan sembrono atau ceroboh karena mengabaikan keselamatan. Dan yang ketiga budaya tidak sabar, tidak sabar untuk menunggu lampu merah yang berdurasi kurang lebih 1 menit.
Ini baru berbicara mengenai lampu lintas (traffic light) belum lagi rambu-rambu lalu lintas lain. Saya menyimpulan tertib lalu lintas dapat mencerminkan budaya suatu masyarakat. Kalau kita ingin menghilangkan citra kota Banjarmasin sebagai kota terkumuh di Indonesia, mulailah dengan tertib lalu lintas.
Nama : Srie Daniyati
NIm : A1A104024
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah perbuatan anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum, mabuk-mabukan, perkelahian antar kelompok dan sebagainya. kenakalan remaja merupakan pelanggaran atas norma sosial, agama serta hukum. jadi kenakalan remaja ini menyangkut aspek yuridis, sosiologi, sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, agama dan sebagainya. Berbagai bentuk prilaku remaja dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pembentukan citra diri remaja sera aktualisasi potensi-potensinya.
Kita semua sependapat bahwa kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan, harus diantisipasi. kita berkewajiban untuk mencarikan arternatif-arternatif pemecahannya agar tidak ada lagi sebutan kenakalan remaja yang ada hanya sebutan remaja berprestasi.
Dalam kehidupan masyarakat yang sudah mengalami perubahan ini ditandai dengan beraneka ragam pembaharuan yang sangat cepat dalam berbagai segi kehidupan sebagai akibat dari adanya arus globalisasi, dengan adanya perubahan itu disatu sisi berdampak positif dan negatif. Dampak ini akan memunculkan konflik-konflik yang tidak nampak, tetapi dapat dirasakan adanya kegelisahan dalam perilaku di dalam masyarakat.
Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis yang ditandai dengan dua ciri yang berlawanan, yaitu adanya keinginan untuk melakukan perlawanan dan sikap apatis, dimana pada satu sisi belum mempunyai pegangan dan disisi lain kepribadian sedang mencari identitas atau jati diri.
Dengan keadaan demikian seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma tersebut antara lain :
- sering membolos dari sekolah
- Peredaran gambar-gambar (foto-foto) porno, buku-buku, film porno kesemuanya dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat asusila.
- Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras dan pelanggaran hukum lainnya.
Kenakalan remaja tidak timbul sebagai hasil keturunan atau gejala-gejala kenakalan remaja timbul begitu saha menlainkan ada sebab-sebabnya.
Dunia remaja merupakan wilayah perbatasan yang mengandung ketidakpastian maka apabila remaja itu berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau keluarga sibuk yang tidak sempat memonitor anaknya yang beranjak dewasa atau remaja tidak mengherankan jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukannya.
Dalam era globalisasi ini ditandai juga dengan gesekan dan benturan norma nilai yang sangat terasa dalam menetapkan kaedah sopan santun kontradiktif antara teoritis dan praktisnya. pribadi remaja adalah pribadi yang labil, sangat cepat terpengaruh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Kenakalan remaja dengan berbagai aspeknya tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi yang sedang berlangsung oleh karena itu perlu dicerati serta didentifikasi berbagai perilaku dan pengkajian faktor-faktor yang menyebabkannya serta di upayakan untuk mempartisipasikan remaja sendiri dalam mencari alternatif pemecahannya.
Kenakalan remaja dengan berbagai akibatnya bukan hanya tanggung jawab remaja saja tetapi tanggung jawab bersama, baik keluarga (orang tua), sekolah maupun masyarakat.
Komunakasi sebahasa dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk membina dan mengembangkan nilai moral dalam rangka pembentukan kepribadiannya serta kondisi lingkungan yang menunjang kearah perilaku remaja positif.
Nama : M. Rizal Mukhlishin
NIM : A1A104057
Mata Kuliah : Bimbingan Penulisan Karya Ilmiah
MENILIK SEPINTAS NASIB KESENIAN TRADISIONAL BANJAR
Saya pernah bertanya kepada teman saya, ”kamu pernah dengar yang namanya Wayang Gong?”. Spontan teman saya mengerutkan dahinya, tanda bingung. Lalu ia balik bertanya apakah itu mirip wayang orang?, wah itu sudah ketinggalan zaman katanya. Ngerti ceritanya saja belum tentu, lebih baik nonton konser musik, lebih gaul, tambahnya.
Dari percakapan diatas secara tak langsung bisa ditarik kesimpulan kesenian daerah yang menjadi simbol daerah kita sudah mulai luntur di kacamata generasi muda saat ini.
Wayang Gong adalah seni pertunjukan sejenis wayang orang. Pertunjukan ini mengangkat cerita dari pakem Ramayana versi Banjar. Wayang ini dimainkan dengan pengolahan vokal pemain dan ditambah basik tari dalam lakon yang terdiri dari beberapa tilisasi. Tak hanya itu, pemain diiringi musik gamelan, elemen dramatik dan kating tari yang diiringi bunyi tambahan seperti ketopong yang membuatnya makin khas. Para pemain dirias sebagaimana layaknya tokoh yang ada di dalam kisah Ramayana.
Menurut pakar Wayang Gong Banjar, Zulfansyah Bondan, kesenian ini di era 1960 – 1970an mendapat respon yang bagus dari generasi muda saat itu, namun dalam tiga dasawarsa terakhir yakni sekitar tahun 2000an kesenian ini mengalami kemunduran dan nyaris punah. Nyaris punah? Ya, dikatakan nyaris punah karena kesenian ini sudah jarang dimainkan. Salah satu kesenian tertua di Kalimantan Selatan ini kini hanya menunggu kepunahannya saja karena kelompok-kelompok yang memainkan kesenian ini sudah tak banyak lagi.
Dulu, kesenian ini sering dimainkan saat acara adat dan seni pertunjukan sosial kemasyarakatan seperti Mawlid Nabi, saprah amal, hajatan hingga nazar pasca panen padi. Namun sekarang sudah jarang dimainkan. Beruntung masih ada salah satu sanggar seni yang masih eksis memainkan kesenian ini walaupun insidential. Sanggar seni Ading Bastari, Barikin (HST) yang di pimpin A.W. Syarbaini lah yang membuat kesenian ini masih bertahan, walaupun dalam kondisi yang tak memungkinkan.
Dulu wayang gong dimainkan semalaman suntuk, sama halnya dengan wayang kulit banjar. Setiap lakon atau tokoh biasanya disertai dengan menambang atau nembang yang dibawakan oleh sinden. Sekarang agar tidak ditinggal oleh para penontonnya, permainan dipersingkat hingga sekitar 3 – 4 jam saja. Pada Wayang Gong, sekitar 10 orang yang memainkan alat musik tradisional, yang terdiri dari babun, gong besar dan kecil, sarun besar dan kecil, kenong dan lima alat.
Pada saat memulai pertunjukan, terlebih dahulu dilakukan mamucukani, yakni tiga dalang membuka pagelaran untuk menyampaikan cerita apa yang akan dimainkan. Layaknya seperti sinetron di televisi, dari pemain utama hingga pemain pendukung disampaikan lebih dahulu kepada penonton.
Saat ini hanya sanggar seni Ading Bastari yang memainkan kesenian wayang gong ini, karena saat ini nyaris tidak ada lagi sanggar seni lain yang memainkan salah satu kesenian tertua ini. Kalaupun ada, hanya dilakukan dengan cara ”bon”. Artinya para pemain diambil dari berbagai kelompok seni daerah dengan sistem cabutan. Misalnya mengambil pemain dari kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin.
Melihat keadaan memprihatinkan seperti ini, perlu diadakan upaya untuk melestarikan kebudayaan ini.
Dalam jangka Pendek, bisa dengan melakukan pendidikan dan pelatihan sistematik generasi muda dengan narasumber tokoh yang masih ada sekarang ini. Membuat proyek pembinaan kesenian sebagai program lanjutan pendidikan serta membuat wadah khusus berupa balai seni ditiap kota atau kabupaten di Kalimantan Selatan.
Dalam jangka panjang bisa dilakukan dengan cara merancang kemasan baru dalam pagelaran seni wayang gong dalam hal ini bisa dilakukan dengan cara tumbuh dan berkembang berupa diklat wayang gong bagi anak-anak dan remaja.
Nah, sekarang nasib kesenian daerah ada ditangan kita para generasi muda. Apakah kesenian tersebut akan kehilangan peminat dan hilang dari permukaan, atau kesenian tersebut akan kembali berjaya dengan penanggulangan dini.
Budaya yang besar mencerminkan betapa besar pula peradaban masyarakatnya.
asslamulakum pak ersis sebelumnya saya minta maaf lewat sini saya cuma mau laporan web saya “www.hamsin.wordpress.com” atas nama AM. Hamsin Fitriadi (A1A104031) Psp sejarah FKIP UNLAM
wassalam…
TELA-TELA DI PAGI HARI
Pernah lewat jalan simpang Rahmat di kawasan Belitung ?
Ada 1 hal yang menarik perhatian saya sewaktu saya mau bersilaturrahim ketempat keluarga saya di Simpang Rahmat.
Yang menarik minat saya adalah sewaktu melintasi sebuah sekolah dasar (SD) Kuin Cerucuk 5. Di depan SD tersebut atau pinggiran jalan Simpang Rahmat terdapat beberapa orang pedagang keliling yang menjajakan makanan dan minuman, ya wajarlah orang berusaha mengais rejeki dari uang jajan anak-anak SD.
Diantara para pedagang itu ada seorang pedagang yang unik yaitu paman “Tela-Tela Banjarmasin” karena Banjarmasin lagi demam tela-tela, namun panganan ini dijual pada sore hari sampai dengan malam hari. Tapi paman tela-tela Banjarmasin ini menjual produknya dari hari kata orang banjar “menyangkum kakanakan sakulah SD”.
Lebih unik lagi anak-anak dapat menggoreng sendiri bahkan membumbuinya sendiri juga. Jadi paman tela-tela Banjarmasin hanya mengawasi saja. Tela-tela dijual dengan harga Rp.500,- perporsi, yang mana tela-tela ini terbuat dari ubi jalar yang dipotong berbrntuk persegi panjang kecil-kecil, karena terbuat dari ubi jalar tentu saja warnanya tidak merata, ada yang berwarna putih juga ada yang berwarna kuning.
Paman tela-tela Banjarmasin hanya memakai peralatan yang sederhana, seperti kompor hock kecil, wajan ukuran tanggung yang dipisah menjadi 4 bagian dengan seng, jadi 1 wajan tersebut bisa buat 4 orang dan difasilitasi dengan 4 sendok penggorengan beserta 4 penjepitan penggorengan.
Selain keunikan diatas, masih ada keunikan yang lain yaitu dengan kegiatan memasak sendiri anak-anak rela antri untuk dapat menggoreng sendiri selain sekedar membeli tela-telanya. Rasa yang disediakan juga cuma 2, yaitu rasa asin dan rasa manis. Disamping itu paman tela-tela Banjarmasin yang menjual minuman softdring (fanta, sprit, dan cola-cola) dapat menghabiskan 4 botol dengan ukuran 1,5 liter, yang mana 1 bungkus dijual dengan harga Rp.500,-. Mengasyikan sekali tela-tela yang digoreng sendiri sesuka hati plus minumnya Cuma Rp.1.000,-.
Mau u u u u u . . . . . .
assalamualaikum,maaf mungkin saya cuman sedikit berkomentar.bahwasanya adanya segala bentuk penyimpangan moralitas pada remaja semata-mata disebabkan oleh tingkat kemampuan remaja dalam menyikapi adanya IPTEK di zaman modernisasi,kurangnya pengetahuan remaja mengenai dampak,manfaat dsb.sehingga remaja sulit mempertimbangkan segala hal yang telah ter-input di dalam dirinya mengenai berkembangnya IPTEK di dalam era modernisasi ini.tingkat emosional yang selalu meledak-ledak dan amat sangat labil membuat remaja muah terpengaruh terhadap IPTEK tanpa memilah-milah apa yang dapat di hasilkan dari IPTEK yang di gunakan tersebut.jadi,MARI REMAJA ISLAM INDONESIA,tegakkan KHILAFAH ISLAMIYAH secara KAFFAH untuk memberantas segala hal yang berdampak negatif dari segala aspek yang masuk di dalam kehidupan kita.Allahu akbar………allahu akbar…….
asllamualikum.saya terkesan atas semuanya.salam kenal buat semuanya.
ini Om tha???