Sungai di Banjarmasin
Oleh AM Hamsin Fitriadi
Berbicara mengenai sungai tentu pandangan kita tidak terlepas dari aktivitas-aktivitas apa saja yang dilakukan manusia pada kehidupan sungai. Sungai merupakan media aktivitas manusia menyelenggarakan pengangkutan dan pelayaran. Sejak dahulu media ini sangat berperan sebagai jalur transportasi air. Dengan lain perkataan, sungai tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Sekalipun demikian, khususnya pelayaran dan perdagangan di Indonesia sejak dahulu hingga sekarang, mengalami pasang surut.
Berbicara mengenai peranan sungai di Kalimantan, khususnya di Banjarmasin, sungai sebagai jalur utama transportasi, dari waktu ke waktu, mengalami berbagai perubahan. Kalau dulunya sangat dominan, akhir-akhir ini nampaknya mulai ditinggalkan. Apalagi, pemerintah lebih memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana jalur darat, sehingga berpengaruh terhadapperanan sungai.
Akibatnya, wilayah-wilayah di jalur sungai agak tertingal perkembangannya. Hal itu juga berdamak terhadap jasa angkutan sungai yang merupakan mata pencaharian hidup sebagian masyarakat (sungai). Ditengah majunya perkembangan transportasi darat, perlahan tapi pasti, aktivitas transportasi sungai berkurang.
Penyebab lain menurunnya aktivitas transportasi sungai adalah anggapan bahwa jalur darat lebih cepat dibandingkan dengan transportasi sungai. Dengan lain perkataan, angkutan sungai kurang efektif dibandingkan dengan angkutan darat.
Ditengah perkembangan transportasi darat, sisa peranan dan fungsi sungai, masih berfungsi sekalipun semakin mengecil. Demikian pula dengan sumber daya didalamnyaseperti ikan yang merupakan sumber gizi bagi masyarakat sekitarnya. Disamping sungai adalah pula bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti: untuk mandi, cuci dan kakus.
Sungai, khususnya di Banjarmasin, pasada dasrnya mempnyai ‘hal menarik’. Ketika penulis pertama kali mengunjungi Banjarmasin pada tahun 2004, masih memunculkan detak kagum. Maklum penulis belum bukan asli dari Banjarmasin. Terdapat perkampungan di tepi sungai, antar rumah satu dengan rumah lainnya di hubungkan dengan jalan yang terbuat dari papan di topang tiang kayu.
Namun keunikannya tersebut kini mulai sirna kalaulah tidak dapat dikatakan memperihatinkan. Sampah-sampah berserakan, hilir-mudik mengikuti arus pasanga-surut. Karena itu, untuk menjaga funsi dan keelokkan serta keunikan sungai di banjarmasin, perlu dipikirkan tentang bagaimana memanfaatkan potensi sungai bagi kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, peranan sungai dan pemanfaatnnya semaksimal akan berdampak positif; sungainya dipertahankan, dijaga, dan dilestarikan. Kesemua itu demi kebaikan kita bersama, dan untuk anak cucu kita juga.
***Mahasiswa PSP Sejarah FKIP Unlam.
Blog ini didedikasikan oleh Ersis Warmansyah Abbas dalam upaya menggalakkan kegiatan menulis di kalangan ‘warga negara’ PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin. Siapa pun dipersilahkan berpartisipasi sambil menayangkan karyanya. Tulisan bersifat bebas, karena memang dimaksudkan untuk memasihkan menulis. Jadi, tidak ada aturan ini-itu yang membelenggu. Bebas sebebas berpikir di tengkorak otak.
Banjarmasin adalah kota seribu sungai,, tetapi kita lihat sekarang ,,, apa itu ??? banyak sekali sungai-sungai kita yang mati karena pembangunan tempat tinggal dan tempat usaha,,,, apa itu ??? faktor X nya,,,, gue setuju banget jeek ma pendapat lo ini,,,
ya gue senang banget apa yang kamu katakan teman karena sungai merupakan kehidupan kita. tanpa adanya sungai apa kita bisa hidup, sungai itu mungkin bisa dikatakan tempat kehidupan kita sampai sekarang. coy bicara tentang sungai pasti kita sudah berpikir bagaimana kegunaan sungai itu bagi kehidupan manusia, karena peranan sungai sangat penting bagi kita dan juga bagi semua orang yang ada di indonesia. coy gunakan lah sungai dengan sebaik-baiknya, bagi yang lain jagalah jangan kita kotori,,,, oke teman…..
***Air yang menjadi pokok kehidupan …
foto kamu jelek narsis lagi hahaaaaa
sungai sekarang telah hancur dimakan waktu. nah gimana solusi yg tepat