PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin

Wadah Ekspresi Sivitas Akademika

Menggugat Banjarmasin Bungas

Oleh Farhat Tifani

Bagai punguk merindukan bukan, nampaknya pribahasa ini dapat mengambarkan kondisi Banjarmasin. Bagaimana tidak kota kita sudah pernah mendapat gelar kehormatan kota terkotor “pinanya urang bungas (Banjarmasin) salah basolek“.

Dapat kita liat kesadaran masyrakat kian menipis. Saat ini warga Banjarmasin masih sangat kurang kesadaraanya untuk menjaga lingkungan. Masih ada saja warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya hal ini masih dapat diliat di pasar-pasar, terminal , jalan-jalan juga tempat-tempat umum ada saja warga yang bandel (bebal).

Apa urang banjar tidak tahu dampak yang dapat ditimbulkanya ini menjadi PR untuk pemerintah kota. Adapun dampak yang dapat ditimbulkan akibat membuangsampah sembaranggan, baik itu sampak organic maupun sampak non-organik sungai menjadi kotor menimbulkan berkembangnya bibit penyakit juga pendangkalan terhadap susngi-sungai kecil yang ada dibanjarmasin contohnya seperti sungai yang ada di banjarmasin tengah kelurahan sungai baru masih ada saja warga membuang sampah kesungai walhasil sungai menjadi kotor sampah meyambul dimana-mana yang pada akhirnya sungai mengalami pendangkalan.

Bagaimana tidak tersentil hati anda sungai yang sudah sempit terus disumbat dengan samapah-sampah, tampaknya kita perlu menggugah kembali nurani warga Banjarmasin untuk sadar akan pentingnya lingkunggan kita, untuk kelangsunggan generasi selanjutnya. Apa mau anak cucu kita mendapat mudarat dari hal-hal yang tidak bertanggugjawab yang telah kita lakukan. maka mari bersama-sama himbau urang benua dengan mengunakan segenap elemen masyarakat dan pemerintah kota banjaramsin khususnya dinas kebersihan selaku pengerak berperan aktif jangan hanya bisa menikmati jabatan namun tanggung jawab dikesampingkan

Belum masalah sampah teratasi kembali tergugat kesemerautan terminal Antasari kota banjarmasin terminal ini kacau balau kalau tidak segera dibenahi dengan segera jangan harap kita dapat lepas dari gelar kehormatan kota terkotor, terkutuk jadi kada bungas selamanya. Maka dengan ini saya menggugat pada masyarakat dan pemerintah dan seluruh intansi yang terkait, dapat dengan segera menanggani lingkunggan hidup kita. Segera bergerak dengan cepat untuk menjadikan Banjarmasin kota yang bersih, teratur dan asri untuk kepentiggan kita bersama juga untuk anak cucu kita semua.

28 Oktober 2007 - Ditulis oleh admin | Uncategorized | | & Komentar

& Komentar »

  1. Salam dari benua, kayaknya Banjarmasin memang perlu banyak berbenah bila benar-benar mau melepaskan “gelar” terkotor.
    “terkutuk jadi kada bungas selamanya”
    jangan sampai :-) /

    Komentar oleh SQ | 14 November 2007

  2. Saya ingin tahu berkenaan dengan sejarah kesultanan Banjarmasin yang terdahulu. Bolehkah sesiapa yang tahu mengenai keturunan Cempaka Putih menerangkan serba sedikit kepada saya. Seandainya ada yang mengetahui di mana keturunan ini tinggal sekarang, bolehlah berkongsi maklumat dengan saya dan hantar ke email saya. Bantuan anda amatlah saya hargai.

    Komentar oleh Khamisah | 23 November 2007

  3. oke bangett….
    thanx ya.GBU

    Komentar oleh JEKSON | 21 Januari 2008

  4. apa urang banjar emang susah diatur yaa?
    mungkin kita terlalu dimanjakan oleh alam, kali ye

    Komentar oleh taufik | 7 Maret 2008


Tinggalkan komentar