CARA MENSOSIALISASIKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA AGAR KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DAPAT MENUJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK
Indonesia adalah sebuah negeri indah yang terhampar dengan panjang ribuan kilometer dengan lebih berjuta-juta manusia didalamnya. Dan indonesia tumbuh dalam keanekaragaman tetapi banyaknya persoalan yang memprihatinkan baik dari segi ekonomi, politik, budaya, sosial dan pendidikan. Salah satunya adalah persoalan pendidikan yang sangat-sangat memprihatinkan atau tidak adanya kemajuan baik itu kurikulum manpun gurunya. Dimana dilihat dari potret pendidikan masa sekarang terlalu merosot, maka dengan sinergi yang terbangun hendaknya pendidikan benar-benar untuk semua. Sinergi itu akan mampu memunculkan tokoh-tokoh yang cerdas, berwawasan kebangsaan, inklusif, bertanggung jawab atas semua perbuatan, meninggikan keutamaan moral, memiliki semangat berbagi,dan mengakui kebenaran dipihak lain.Tetapi masyarakat sekarang ini cendrung belum mau dan mampu berpikir jauh kedepan karena itu apa yang dilakukan ditujukan untuk mengambil manfaat langsung. Contoh kecilnya minimnya perhatian masyarakat terhadap teknologi yang menunjang pendidikan generasi muda atau seorang siswa sekolah dasar menghabiskan waktu 2-3 jam setiap hari diarena Play station tetapi hanya masuk keperpustakaan sekali dalam sebulan atau malahan tidak pernah. Atau juga arena liburan keluarga yang dilakukan di mall, ramayana, dsb. Berkunjung ke museum atau tempat bersejarah yang menyediakan pengetahuan luas nampaknya belum menjadi kebiasaan bagi keluarga indonesia.
Itulah masyarakat indonesia yang tidak bisa atau sulit sekali mengarahkan kemajuan tetapi untuk memberikan inisiatif berbagai cara nampaknya akan menjadi pekerjaan yang memakan waktu lama. Lebih baik mungkin seseorang, sekelompok, memberikan masukan agar mempengaruhi dan akhirnya menunjukan apa yang diharus dilakukan atau dengan cara lain hidup dan berbaur bersama masyarakat di negara tetangga memberikan kesempatan seorang mahasiswa indonesia untuk bisa memahami dan mengetahui cara hidup masyarakat negara lain dengan itu masyarakat indonesia mengetahui kelebihan masyarakat serta pola hidup negara lain dengan kelebihan-kelebihan itulah nantinya perlu dibawa indonesia untuk mendorong masyarakat indonesia untuk menerapkan dan melaksanakannya.
Sudah saatnya kita semua mengembalikan pendidikan kepada fungsi awalnya, yaitu untuk mencerdaskan, pendewasaan dan pemandirian individu serta masyarakat sehingga mampu menjamin pendidikan untuk setiap warga negara kesatuan indonesia.
Parkir Oh Parkir
OLEH :Agus Setiyo Utomo
Apakah anda termasuk pemilik motor atau mobil? Pernahkah anda menaruh (parkir) mobil anda atau kendaraan anda ditempat-tempat umum? Apa yang terjadi saat anda akan menggunakan kembali kendaraan anda sendiri? Anda pasti didatangi oleh seseorang yang dengan isyaratnya secara tidak langsung meminta kepada anda untuk menyerahkan uang sumbangan atas jasa dia/mereka yang telah ia lakukan yaitu menjaga keamanan mobil atau motor anda saat anda tadi meninggalkan kendaraan anda. Benar tidak??? Jawaban ada dihati anda-anda yang mempunyai kendaraan dan pernah parkir ditempat umum yang ada penjaga parkirnya (terutama dipinggir jalan raya kawasan Banjarmasin). Baca selebihnya »
Kejujuran Tidak Lagi Mempesona
Oleh :Noor Izzatil
Ada orang asing mengatakan bahwa Negara Indonesia, Negara yang tidak bermoral. Apa saja dinegri ini bias dibeli. Dari pasir sampai pejabat – pejabatnya. Benarkah tuduhan orang luar itu?
Kalau kita melihat kedalam (bangsa kita sendiri) terlalu banyak kebobrokan – kebobrokan dan penyelewengan – penyelewengan didalam masyarakat, pemerintahan maupun Negara. Salah satunya adalah korupsi yang sudah menjadi semacam penyakit, jaringan – jaringan administrasi (pemerintah) Negara, bidang politik, ekonomi, social, kebudayaan dan segala segi hidup manusia beradap seperti filsafat dan etika. Kematiannya (kehancurannya) hanyalah soal waktu. Baca selebihnya »

Blog ini didedikasikan oleh Ersis Warmansyah Abbas dalam upaya menggalakkan kegiatan menulis di kalangan ‘warga negara’ PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin. Siapa pun dipersilahkan berpartisipasi sambil menayangkan karyanya. Tulisan bersifat bebas, karena memang dimaksudkan untuk memasihkan menulis. Jadi, tidak ada aturan ini-itu yang membelenggu. Bebas sebebas berpikir di tengkorak otak.