PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin

Wadah Ekspresi Sivitas Akademika

BANJARMASIN CLEAN AND GREEN

Oleh : An Nisa Zuraida

Senin, 24 September 2007 kemarin, kota Banjarmasin genap berusia 481 tahun. Banjarmasin kian sudah maju pesat baik dalam keadaan ekonomi, penduduknya, dan lain sebagainya. Banjarmasin kini berkembang menjadi sebuah kota pusat perekonomian Kalimantan. Banyak kemajuan yang sudah diperoleh Banjarmasin sejak berdiri 481 tahun lalu. Namun, dari sekian banyak kemajuan tersebut, Banjarmasin mendapat gelar yang sangat “Terhormat” yaitu menjadi Kota Terkotor dari 13 kota yang menjadi peserta penilaian adipura untuk kategori kota besar meskipun pada tahun ini berada diurutan ke 12. Sebuah kenyataan yang sangat miris kita sebagai putra dan putri daerah Kalimantan Selatan. Predikat tersebut telah menampar muka Pemerintah Kota Banjarmasin, masyarakat Banjarmasin dan seluruh komponen didalamnya namun hal ini sekaligus juga menyadarkan kita betapa kotornya kota kita tercinta ini. Inikah wajah Banjarmasin sekarang ? sebagai “Urang Banjar” asli saya malu bahwa kota yang selalu saya banggakan adalah ternyata kota besar terkotor di Indonesia.
Untuk memulihkan nama baik kota Banjarmasin dan merubah citra kota “Terbersih” Walikota Yudi Wahyuni mulai berbenah. Yudi mencanangkan Program Clean dan Green pada puncak peringatan HUT ke 481 Kota Banjarmasin , 24 September kemarin. Untuk tahap pertama, Pemko Banjarmasin menetapkan jalan Lambung Mangkurat sebagai lokasi proyek percontohan Clean dan Green. Namun, saya sangsi apakah keinginan tersebut akan tercapai.. sedangkan masyarakat banyak yang tidak sadar kalau kebersihan itu sebagian dari iman. Masih banyak warga kota yang membuang sampah sembarangan di sungai, dijalan dan lain sebagainya padahal sudah ada perdanya. Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam, got, selokan banyak mampet, sungai-sungai airnya keruh, hitam, kotor banyak sampah, banyak pemukiman kumuh, begitu juga pasar-pasar tradisional kumuh, semraut, sampah dimana-mana serta sering menimbulkan macet. Itu merupakan sebagaian dari sekian banyak PR untuk kita dan pemerintah kota untuk menciptakan kota Clean dan Green tersebut.
Slogan BUNGAS, yang selalui menyertai penyebutan kota Banjarmasin patut dipertanyakan, apakah slogan itu pantas untuk kota Banjarmasin yang panas, berdebu, kotor, dan tata kotanya juga semraut ini ?
Dalam hal ini, untuk menciptakan kota Banjarmasin yang Clean dan Green (Bersih dan Hijau), perlu kerjasama yang sinergi dari semua pihak baik itu pemerintah kota, aparaturnya dan juga warga kota Banjarmasin. Semoga program Clean and Green tersebut dapat menjadi titik awal untuk tetap mempertahankan slogan Banjarmasin BUNGAS (Bersih, Unggul, Nyaman, Gagah, Aman, Serasi).

25 April 2008 - Ditulis oleh admin | Uncategorized | | & Komentar

& Komentar »

  1. yup… emank memalukan jadi kota terkotor, kebersihan gak cm tanggung jawab pemerintah loh, untuk mewujudkan kota yang bungas juga harus dibantu oleh semua lapisan masyarakat, n ga ketinggalan juga yang namanya mahasiswa. jangan pas pa walikota sibuk bersih2 ehhh mahasiswa dengan santainya melempar sampah seenaknya. lebih asyik lagi klo pihak kampus menyediakan tempat sampah sepanjang jalan menuju kampus dari gerbang sampai poliban, jadi mengurangi kekotoran yang ‘tercinta’ itu.

    Komentar oleh windbee | 26 Mei 2008

  2. Ngapaen harus malu kalo memang image banjarmasin seperti itu, bukankah itu menjadi trade mark sudah, entar orang luar bingung lagi klo berkunjung ke Banjarmasin,

    Komentar oleh Septha | 2 Juli 2008


Tinggalkan komentar