PERMASALAHAN PEREMPUAN DI INDONESIA
Oleh : Ihda Ilfia
R.A Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat dikagumi dan dihormati oleh kaum perempuan Indonesia. Adat memingit pada masyarakat Jawa sangat membebani Kartini pada masa itu. 4 tahun lamanya Kartini tidak diizinkan keluar rumah. Pada saat itu Kartini mengatakan bahwa dia lain dengan anak gadis Eropa, nasib gadis Jawa ialah menurut saja, cuma satu saja tujuan hidupnya ialah menikah dengan orang yang tidak dikenalnya.
Salah satu surat yang dikirimkannya kepada sahabat-sahabat Eropanya diantaranya Beliau mengatakan : ”Perempuan itu jadi soko guru peradaban ! bukan karena perempuan yang dipandang cakap untuk itu, melainkan oleh karena saya sendiri yakin bahwa dari perempuan itupun mungkin timbul pengaruh yang besar, yang besar akibatnya, dalam hal membaikkan maupun memburukkan kehidupan, bahwa dialah yang paling banyak membantu mamajukan kesusilaan manusia ”.(surat Kartini kepada nyonya Abendanon , 21 januari 1901).
Dari pernyataan Kartini tersebut dapat kita lihat bahwa Beliau mempunyai keinginan yang kuat agar perempuan dapat lebih dihormati dalam masyarakat . Beliau merupakan orang yang membuka sedikit celah agar perempuan Indonesia bangkit dan mampu membuktikan bahwa perempuan juga berhak maju dan berkembang sebagai mana laki-laki, diantaranya dalam hal pendidikan.
Lalu bagaimana dengan perempuan- perempuan pada zaman sekarang ini ?
Dengan terpilihnya Megawati Soekarno Putri sebagai presiden ke-5 RI, mungkin dapat sedikit membuktikan bahwa perempuan juga mampu setara dengan laki-laki. Sebagai perempuan kita memang patut bangga kepada beliau karena telah mampu duduk diatas kursi yang pada umumnya diduduki oleh laki-laki. Tetapi terlepas dari hal itu tentu saja kita juga harus mengetahui kemampuan, tanggung jawab dan peran aktif yang harus ada dalam diri seorang pemimpin. Jangan memandang seseorang hanya dari satu sisi kesamaan dengan kita karena kita juga harus sadar bahwa kodrat kita sebagai perempuan, tidak akan sama/sejajar dengan laki-laki tapi sebagai perempuan kita dapat melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang laki-laki. Perempuan bukanlah sebagai beban tetapi justru menjadi penyokong dalam kehidupan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan : ” apakah sudah cukup baik penghargaan terhadap perempuan pada masa sekarang ini ?”.
Kasus Marsinah yang terjadi pada tahun 1993 merupakan salah satu bukti penting bahwa penghargaan terhadap perempuan sangatlah rendah. Penyiksaan dan penganiayaan yang terjadi sangatlah keluar dari jalur perikemanusiaan. Seorang perempuan yang hanya menuntut haknya tapi malah dibantai layaknya seperti binatang.
Pengiriman TKW ke luar negeri yang semakin tahun semakin banyak, merupakan PR yang harus dipikirkan pemerintah. Tenaga kerja wanita yang dikirim ke luar negeri yang sebagian besar hanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga sudah cukup sangat merendahkan bangsa kita. Apalagi banyak terjadi tindak-tindak kekerasan terhadap TKW Indonesia. Maka dari itu pemerintah perlu memikirkan nasib mereka, bagaimana agar bisa memberdayakan masyarakat seperti mereka agar tidak nekat mencari peruntungan di negeri orang.
Banyaknya PSK yang ada khususnya di kota-kota besar juga merupakan masalah yang harus diperhatikan. Dengan alasan faktor ekonomi, mereka rela menjual apa yang sangat berharga dalam diri mereka sebagai perempuan. Yang hal tersebut tidaklah bisa dinilai bahkan dibayar dengan apapun. Sebenarnya masalah ini bisa saja kita selesaikan dengan catatan semua pihak yang bersangkutan bisa memahami dan mempunyai keimanan yang kuat dalam dirinya. Harusnya mereka sadar bahwa perbuatan itu sangatlah tidak baik khususnya bagi agama. Agama manapun pastilah tidak memperbolehkan perbuatan tersebut. Maka dari itu perlu adanya dukungan moril terhadap mereka dari orang-orang terdekat. para ulama/ pembesar agama juga perlu membekali mereka dengan ilmu agama yang nantinya bisa dijadikan dinding penghalang agar mereka tidak terjerumus pada perbuatan seperti itu. Dan tentu saja hal itu juga sangat diperlukan adanya tekat dan keinginan yang kuat dari dalam diri mereka sendiri. Seperti yang telah diutarakan diatas, sebagian besar alasan mereka adalah kesulitan ekonomi yang menimpa mereka. Maka dari itu pemerintah kiranya bisa memberikan jalan keluar dari masalah ekonomi mereka. Pemerintah bisa saja memberdayakan mereka memberikan modal awal misalnya memberikan mereka keterampilan-keterampilan khusus yang sesuai dengan minat dan bakat mereka yang tentunya bertujuan untuk menjadi bekal mereka agar bisa bekerja atau membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Kasus aborsi yang terjadi, sebagian besar disebabkan oleh berkembangnya gaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Tindakan ”semau gue” seakan menjadi trend dalam kehidupan remaja. Memang pada usia mereka sangat rentan terhadap pengaruh luar dan daya pikir mereka juga masih labil sehingga dengan cepat mudah terpengaruh. hal itulah yang menjadi penyebab mereka melakukan hal-hal yang negatif. Selain alasan tersebut, ada juga alasan mengapa orang melakukan tindak aborsi yaitu adanya penyakit yang diderita oleh sang ibu. Tetapi apapun alasan itu, tetap saja perbuatan itu merupakan suatu pembunuhan yang sangat kejam. Seorang bayi yang masih tak berdaya di dalam kandungan sang ibu harus menerima kenyataan bahwa mereka tak diinginkan dan tak ada tempat untuknya di dunia. Sebenarnya apa dosa bayi kecil itu? Bayi itu tidak meminta tapi justru orang tua merekalah yang patut diberikan pertanggung jawaban.
Dari beberapa tulisan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang harus membuktikan seorang perempuan itu patut dan layak untuk dihormati serta berhak maju dan berkembang layaknya laki-laki adalah bukan orang lain tetapi diri perempuan itu sendiri. Seorang perempuan perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan agar perempuan juga dapat mempunyai tingkatan pendidikan yang sama dengan laki-laki, seperti yang telah dikatakan Kartini bahwa perempuan itu jadi soko guru peradaban dan banyak membantu memajukan kesusilaan manusia. Selain itu perempuan juga harus membekali diri dengan keimanan yang kuat agar secara rohaniah mereka mampu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang negatif khususnya yang sangat dilarang oleh agama.
Blog ini didedikasikan oleh Ersis Warmansyah Abbas dalam upaya menggalakkan kegiatan menulis di kalangan ‘warga negara’ PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin. Siapa pun dipersilahkan berpartisipasi sambil menayangkan karyanya. Tulisan bersifat bebas, karena memang dimaksudkan untuk memasihkan menulis. Jadi, tidak ada aturan ini-itu yang membelenggu. Bebas sebebas berpikir di tengkorak otak.
sepakat !!!!!!!!!!!!!!!!
engga sepakatttt…..
(he..he, biar beda ma yang di atas)
tulisan yang bagus…….