BANJARMASIN CLEAN AND GREEN
Oleh : An Nisa Zuraida
Senin, 24 September 2007 kemarin, kota Banjarmasin genap berusia 481 tahun. Banjarmasin kian sudah maju pesat baik dalam keadaan ekonomi, penduduknya, dan lain sebagainya. Banjarmasin kini berkembang menjadi sebuah kota pusat perekonomian Kalimantan. Banyak kemajuan yang sudah diperoleh Banjarmasin sejak berdiri 481 tahun lalu. Baca selebihnya »
MENILIK SEPINTAS NASIB KESENIAN TRADISIONAL BANJAR
Oleh : M. Rizal Mukhlishin
Saya pernah bertanya kepada teman saya, ”kamu pernah dengar yang namanya Wayang Gong?”. Spontan teman saya mengerutkan dahinya, tanda bingung. Lalu ia balik bertanya apakah itu mirip wayang orang?, wah itu sudah ketinggalan zaman katanya. Ngerti ceritanya saja belum tentu, lebih baik nonton konser musik, lebih gaul, tambahnya. Baca selebihnya »
PERMASALAHAN PEREMPUAN DI INDONESIA
Oleh : Ihda Ilfia
R.A Kartini merupakan sosok perempuan yang sangat dikagumi dan dihormati oleh kaum perempuan Indonesia. Adat memingit pada masyarakat Jawa sangat membebani Kartini pada masa itu. 4 tahun lamanya Kartini tidak diizinkan keluar rumah. Baca selebihnya »
Study Banding Ke Saya UNY
Bah…kawanai ternyata SKS yang Diperlukan untuk lulus study Pendidikan sejarah di UNY Hanya 144, kalah sama kita sekalinya He..He…, Bagaiman menurut sampeyan 




Traffic Light Dan Budaya
Lampu lalu lintas (traffic Light) sebuah sarana untul mengatur lalu lintas yang bertujuan menciptakan ketertiban di jalan. hampir disetiap jalan-kalan di setiap kota Banjarmasin berdiri tiang-tiang lampu lintas yang memiliki tiga lampu yang berwarna merah, kuning dan hijau. Dalam peraturannya, lampu merah memerintahkan pengguna jalan untuk berhenti, kuning memperingatkan untuk hati-hati dan hijau menyilahkan untuk jalan.
seyogyanya lampu lalu lintas dibuat untuk mengatur ketertiban di jalan sehingga tercipta keamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Namun kesadaran untuk tertib lalu lintas ini sering kita abaikan sebagai contoh, kita sering percepat kendaraan kita di jalan saat lampu lalu lintas menyala kuning karena kita ingin cepat jalamn sebelum lampu berganti merah. Mungkin sekali himbauan saat lampu menyala kuning yang memperingatkan kita untuk hati-hati berubah menjadi “percepat kendaraan anda”.
Suatu ketika saya pernah berhenti diperempatan jalan Gatot Subroto Banjarmasin karena lampu lalu lintas sedang merah padahal pengendara lain tidak berhenti karena jalur lain sedang sepi. saya sempat berfikir apakah saya salah, malahan di tambah lagi orang yang memandang saya. mungkin saya yang salah tidak mengikuti budaya warga Banjarmasin.
Lampu merah yang artinya harus berhenti berubah karena tetap mempertahankan filosofi merah artinya berani. Itulah yang dialami teman saya yang berhenti saat lampu menyala merah dan dari arah belakang datang pengendara lain yang dengan berani tetap jalan, dan akibatnya terjadi kecelakaan.
Saya rasa gambaran mengenai lampu lintas dapat dilihat budaya sebuah kota. sebagai contoh kota Kapuas Kalimantan Tengah, saya melihat kesadaran tertib lalu lintasnya tinggi padahal pengguna jalannya sedikit. Bandingkan dengan kota Banjarmasin yang pengguna jalannya tentu lebih banyak. Saya tidak menilai budaya warga Kapuas lebih baik dari warga Banjarmasin, tetapi untuk peraturan mengenai lalu lintas saja sering di langgar mungkin sekali kita juga dengan mudah melanggar peraturan lain.
Pelanggaran peraturan lalu lintas di kota Banjarmasin saya katakan budaya mungkin berlebihan, tapi saya mendefinisikan budaya sebagai kebiasaan banyak orang dari seringnya terjadi pelanggaran lalu lintas dapat digambarkan kebiasaan masyarakat. Yang pertama kebiasaan melanggar lalu lintas dengan mudah tidak menutup kemungkinan mudah juga melanggar peraturan lain. Yang kedua, kebiasaan sembrono atau ceroboh karena mengabaikan keselamatan. Dan yang ketiga budaya tidak sabar, tidak sabar untuk menunggu lampu merah yang berdurasi kurang lebih 1 menit.
Ini baru berbicara mengenai lampu lintas (traffic light) belum lagi rambu-rambu lalu lintas lain. Saya menyimpulan tertib lalu lintas dapat mencerminkan budaya suatu masyarakat. Kalau kita ingin menghilangkan citra kota Banjarmasin sebagai kota terkumuh di Indonesia, mulailah dengan tertib lalu lintas.
Kenakalan Remaja
Oleh : Srie Daniyati
Kenakalan remaja adalah perbuatan anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum, mabuk-mabukan, perkelahian antar kelompok dan sebagainya. kenakalan remaja merupakan pelanggaran atas norma sosial, agama serta hukum. jadi kenakalan remaja ini menyangkut aspek yuridis, sosiologi, sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, agama dan sebagainya. Berbagai bentuk prilaku remaja dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pembentukan citra diri remaja sera aktualisasi potensi-potensinya.
Kita semua sependapat bahwa kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan, harus diantisipasi. kita berkewajiban untuk mencarikan arternatif-arternatif pemecahannya agar tidak ada lagi sebutan kenakalan remaja yang ada hanya sebutan remaja berprestasi.
Dalam kehidupan masyarakat yang sudah mengalami perubahan ini ditandai dengan beraneka ragam pembaharuan yang sangat cepat dalam berbagai segi kehidupan sebagai akibat dari adanya arus globalisasi, dengan adanya perubahan itu disatu sisi berdampak positif dan negatif. Dampak ini akan memunculkan konflik-konflik yang tidak nampak, tetapi dapat dirasakan adanya kegelisahan dalam perilaku di dalam masyarakat.
Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis yang ditandai dengan dua ciri yang berlawanan, yaitu adanya keinginan untuk melakukan perlawanan dan sikap apatis, dimana pada satu sisi belum mempunyai pegangan dan disisi lain kepribadian sedang mencari identitas atau jati diri.
Dengan keadaan demikian seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma tersebut antara lain :
- sering membolos dari sekolah
- Peredaran gambar-gambar (foto-foto) porno, buku-buku, film porno kesemuanya dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat asusila.
- Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras dan pelanggaran hukum lainnya.
Kenakalan remaja tidak timbul sebagai hasil keturunan atau gejala-gejala kenakalan remaja timbul begitu saha menlainkan ada sebab-sebabnya.
Dunia remaja merupakan wilayah perbatasan yang mengandung ketidakpastian maka apabila remaja itu berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau keluarga sibuk yang tidak sempat memonitor anaknya yang beranjak dewasa atau remaja tidak mengherankan jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukannya.
Dalam era globalisasi ini ditandai juga dengan gesekan dan benturan norma nilai yang sangat terasa dalam menetapkan kaedah sopan santun kontradiktif antara teoritis dan praktisnya. pribadi remaja adalah pribadi yang labil, sangat cepat terpengaruh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Kenakalan remaja dengan berbagai aspeknya tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi yang sedang berlangsung oleh karena itu perlu dicerati serta didentifikasi berbagai perilaku dan pengkajian faktor-faktor yang menyebabkannya serta di upayakan untuk mempartisipasikan remaja sendiri dalam mencari alternatif pemecahannya.
Kenakalan remaja dengan berbagai akibatnya bukan hanya tanggung jawab remaja saja tetapi tanggung jawab bersama, baik keluarga (orang tua), sekolah maupun masyarakat.
Komunakasi sebahasa dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk membina dan mengembangkan nilai moral dalam rangka pembentukan kepribadiannya serta kondisi lingkungan yang menunjang kearah perilaku remaja positif.
![]()
Bisakah Kita Hidup Sukses ?
Oleh : Dewi Yuliana Indah
Bisakah Kita Hidup Sukses ?. Jawabnya ya. Setiap manusia yang hidup di dunia ini bisa hidup sukses. Sebuah pengalaman, Andrie Wongso seorang dari Surabaya yang berlatar belakang keluarga miskin dan hanya berpendidikan SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat bisa menjadi pengusaha konveksi yang sukses dan seorang motivator terkemuka di Indonesia serta penulis buku-buku best seller, hingga kini ia diberi gelar SDTT plus TBS alias Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses. Bukanlah hal yang mustahil untuk dapat meraih sukses jika dalam jiwa kita tertanam tekad dan kerja keras tanpa mengenal putus asa. Baca selebihnya »
PESANTREN KILAT DENGAN WAYANG KULIT
Oleh : Diah Ratna Wulan
Pada hari jum’at 28 sept 2007 Dalam berita Fokus Siang (12.00 wita) di IDOSIAR, ada suatu berita yang menarik perhatian saya, mengenai pesantren kilat yang diadakan di daerah Tegal. Di mushola Noorhidayah Tegal diadakan pesantren kilat selama bulan Ramadhan, yang menjadi keunikannya adalah adanya wayang kulit dalam mengisi pesantren tersebut yang di Dalangi Ki Ragil Suroso. Baca selebihnya »
Menyoal Perda Syariah Di Indonesia
Oleh : Yudiyannor

keluarnya Perda Syariah di berbagai daerah di Indonesia menjadi perbincangan hangat dari politisi hingga pemerintah. Peraturan tersebut yang mengantur tentang Ramadhan, Khatam Al-Quran, Jilbab, Minuman Keras dan Narkoba disinyalir merupakan upaya untuk memecah belah bangsa atau disintegrasi. Keluarnya perda ini jelas sangat jelas tidak adanya unsur menghormati pemeluk agama lain (non muslim ) yang ada di wilayah tersebut. Dan para politisi yang kontra ini pun meminta agar perda-perda yang dikelurkan oleh pemerintah daerah yang dipilih secara demokratis ini harus segera dibatalkan. Baca selebihnya »
CARA MENSOSIALISASIKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA AGAR KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DAPAT MENUJU KE ARAH YANG LEBIH BAIK
Indonesia adalah sebuah negeri indah yang terhampar dengan panjang ribuan kilometer dengan lebih berjuta-juta manusia didalamnya. Dan indonesia tumbuh dalam keanekaragaman tetapi banyaknya persoalan yang memprihatinkan baik dari segi ekonomi, politik, budaya, sosial dan pendidikan. Salah satunya adalah persoalan pendidikan yang sangat-sangat memprihatinkan atau tidak adanya kemajuan baik itu kurikulum manpun gurunya. Dimana dilihat dari potret pendidikan masa sekarang terlalu merosot, maka dengan sinergi yang terbangun hendaknya pendidikan benar-benar untuk semua. Sinergi itu akan mampu memunculkan tokoh-tokoh yang cerdas, berwawasan kebangsaan, inklusif, bertanggung jawab atas semua perbuatan, meninggikan keutamaan moral, memiliki semangat berbagi,dan mengakui kebenaran dipihak lain.Tetapi masyarakat sekarang ini cendrung belum mau dan mampu berpikir jauh kedepan karena itu apa yang dilakukan ditujukan untuk mengambil manfaat langsung. Contoh kecilnya minimnya perhatian masyarakat terhadap teknologi yang menunjang pendidikan generasi muda atau seorang siswa sekolah dasar menghabiskan waktu 2-3 jam setiap hari diarena Play station tetapi hanya masuk keperpustakaan sekali dalam sebulan atau malahan tidak pernah. Atau juga arena liburan keluarga yang dilakukan di mall, ramayana, dsb. Berkunjung ke museum atau tempat bersejarah yang menyediakan pengetahuan luas nampaknya belum menjadi kebiasaan bagi keluarga indonesia.
Itulah masyarakat indonesia yang tidak bisa atau sulit sekali mengarahkan kemajuan tetapi untuk memberikan inisiatif berbagai cara nampaknya akan menjadi pekerjaan yang memakan waktu lama. Lebih baik mungkin seseorang, sekelompok, memberikan masukan agar mempengaruhi dan akhirnya menunjukan apa yang diharus dilakukan atau dengan cara lain hidup dan berbaur bersama masyarakat di negara tetangga memberikan kesempatan seorang mahasiswa indonesia untuk bisa memahami dan mengetahui cara hidup masyarakat negara lain dengan itu masyarakat indonesia mengetahui kelebihan masyarakat serta pola hidup negara lain dengan kelebihan-kelebihan itulah nantinya perlu dibawa indonesia untuk mendorong masyarakat indonesia untuk menerapkan dan melaksanakannya.
Sudah saatnya kita semua mengembalikan pendidikan kepada fungsi awalnya, yaitu untuk mencerdaskan, pendewasaan dan pemandirian individu serta masyarakat sehingga mampu menjamin pendidikan untuk setiap warga negara kesatuan indonesia.

Blog ini didedikasikan oleh Ersis Warmansyah Abbas dalam upaya menggalakkan kegiatan menulis di kalangan ‘warga negara’ PSP Sejarah FKIP Unlam Banjarmasin. Siapa pun dipersilahkan berpartisipasi sambil menayangkan karyanya. Tulisan bersifat bebas, karena memang dimaksudkan untuk memasihkan menulis. Jadi, tidak ada aturan ini-itu yang membelenggu. Bebas sebebas berpikir di tengkorak otak.